Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN KELUARGA DALAM KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI ANAK RETARDASI MENTAL RINGAN DI SLB-C YKB GARUT Yayu Eka Kartika; Ikeu Nurhidayah; Hendrawati
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v3i2.86

Abstract

Self-care is one of the important things that must be obtained by children of mental retardation, but there are still many families who do not provide support, emotional, informational, appreciation, instrumental, and social. The purpose of this study is to find out how family support that can be given to children with mild mental retardation in self-care independence in SLB-C Garut Karya Foundation (YKB). This study uses quantitative descriptive method, the population of all parents who have mild mental retardation children in SLB-C YKB Garut as many as 39 people, the sampling technique is a total sampling of 39 respondents, data collection using a family support questionnaire, with the validity test results obtained the results of r count 0.975 ? r table 0.444, and the results of the reliability Alpha Cronbach 0.980. The analysis used is univariate to describe the types of family support. The results showed that family support in children with mild mental retardation related to self-care independence around (51.3%), and families who did not support as much (48.7%). In research conducted at SLB-C YKB Garut shows that most families support, both in emotional support, informational support, appreciation support, social support and instrumental support. Therefore, with good support can help children mentally retarded to increase their independence. Intervention from nurses as health workers is needed to provide education to parents related to the support that must be given to children with mild mental retardation, to increase their independence in self-care
Fatigue Management Through Aerobic Physical Exercise in Children with Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) : A Literature Review Ikeu Nurhidayah; Asti Oktovianti; Guztap Jabarul Haq; Nur Oktavia Hidayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer related fatigue (CRF) is a serious symptom and often appears in pediatric patients with ALL, during chemotherapy and also at the end of treatment. The aim of this literature study is to look at physical exercises that can be done to reduce fever symptoms in pediatric patients with ALL. This research uses literature study with descriptive type of study. Obtained 3 articles using keywords, articles were obtained from Google Scholar, Proquest, and Pubmed. The three articles published between 2011-2021 with the research methods of each article were randomized controlled trials (RCTs) and quasi-experimental. Based on the results of several research articles, it was found that physical exercise combined with aerobics was proven to be effective in dealing with fatigue, increasing muscle strength and improving the quality of life of pediatric patients with ALL. This is consistent with studies that the advantage of physical exercise is hypertrophy, namely an increase in the mass of muscle cells that is triggered by neural factors in a repetitive exercise program. Meanwhile, aerobic exercise is related to the function of the respiratory system and stroke volume. This is consistent with studies that the advantage of physical exercise is hypertrophy, namely an increase in the mass of muscle cells that is triggered by neural factors in a repetitive exercise program. Meanwhile, aerobic exercise is related to the function of the respiratory system and stroke volume. Keywords: Children, Acute Lyphoblastic Leukemia (ALL), Pyhsical Exercise, Muscle Strength
PENGALAMAN IBU MERAWAT ANAK DENGAN TALASEMIA MAYOR USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Annisa R Hanifah; Henny S Mediani; Ikeu Nurhidayah
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.298 KB)

Abstract

Talasemia mayor merupakan penyakit kronik yang terjadi pada anak-anak dan dapat mempengaruhi keluarga terutama orang tua sampai tingkat kognitif.tingkat emosional dan rutinitas sehari-hari. Sedangkan, orang tua yang memiliki anak talasemia mayor mempunyai peranan dalam menentukan keputusan klinis dan non klinis demi terwujudnya kesehatan anak. Sehingga, menjadikan pengalaman tersendiri bagi orang tua terutama ibu sebagai caregiver utama anak dalam merawat anak dengan talasemia mayor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman ibu dalam merawat anak dengan talasemia mayor usia sekolah (6-12 tahun) di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif fenomenologi.dan teknik analisa data menggunakan Collaizi. Jumlah partisipan sebanyak tujuh orang ibu.Hasil penelitian ini mengungkapkan enam tema, yaitu 1) respon psikologis ibu saat mengetahui anak menderita talasemia mayor (sedih, takut, syok dan frustasi), 2) upaya orang tua mempersiapkan treatment saat mengetahui anak talasemia mayor (mengupayakan biaya,mengupayakan adanya surat keterangan tidak mampu (SKTM), melakukan pengobatan medis, alternatif dan obat herbal, dan mencari informasi,3) masalah yang di hadapi ibu (masalah masa depan anak dan finansial), 4) strategi ibu sebagai caregiver anak seharihari pada anak dengan talasemia mayor usia sekolah dirumah (pengaturan makanan, pengaturan istirahat dan aktivitas bermain, sekolah dan pendidikan, pengobatan ruti, keinginan anak untuk dipenuhi, 5) dukungan selama menjalani treatment (ibu, saudara kandung dan perawat), 6) harapan ibu (tenaga kesehatan, harapan untuk kesembuhan anak, dan kelancaran pengobatan. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pelayanan keperawatan sebagai gambaran informasi bagi tenaga perawat dalam melakukan pelayanan keperawatan.
Tingkat stres pengasuhan pada orang tua selama masa pandemi coronavirus disease (Covid-19) Ikeu Nurhidayah; Annisa Nurbaiti Rahmah; Adelse Prima Mulya; Nur Oktavia Hidayati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.6437

Abstract

Background: The coronavirus disease (COVID-19) pandemic has had an impact on various fields, including families, which caused children experiencing changes in their activities, as well as being at risk of developing developmental disorders, so the role of parenting is very important. Changes that occur during the pandemic can cause parenting stress on parents and affect the parenting given to children.Purpose: To identify the level of parenting stress in parents during the Coronavirus Disease (COVID-19) pandemic.Method: A quantitative with a descriptive design and consecutive sampling technique and uses the Parental Stress Scale research instrument. This research was conducted in one of the housing estates located in Cileunyi District, east of Bandung Regency. The population in this study were parents with children aged 0-18 years who lived in the Villa Padjajaran Permai Complex, totaling 84 families with a sample of 129 parents (65 fathers and 64 mothers). The data analysis used was descriptive univariate with low, medium, and high parenting stress categories.Results: Showing that parenting stress in the low category was 89.9% and the parenting stress was in the moderate category at 10.1%. The aspects that affect parents the most are their reduced time and flexibility, and the difficulty of balancing various responsibilities.Keywords: Covid-19; Pandemic; Parenting; StressPendahuluan: Pandemi coronavirus disease (COVID-19) memberikan dampak di berbagai bidang, termasuk keluarga yang mengakibatkan anak mengalami perubahan aktivitas, serta berisiko mengalami gangguan perkembangan, sehingga peran pengasuhan orang tua menjadi sangat penting. Perubahan yang terjadi selama pandemi dapat menimbulkan stress pengasuhan pada orang tua serta memengaruhi pola asuh yang diberikan kepada anak.Tujuan: Untuk mengidentifikasi tingkat stres pengasuhan pada orang tua selama masa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19).Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik sampling consecutive sampling serta menggunakan instrumen penelitian Parental Stress Scale. Penelitian ini dilakukan di salah satu perumahan yang berada pada Kecamatan Cileunyi wilayah timur dari Kabupaten Bandung. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dengan anak usia 0-18 tahun yang bertempat tinggal di Komplek Villa Padjajaran Permai yang berjumlah 84 KK dengan sampel berjumlah 129 orang tua (65 ayah dan 64 ibu).  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif univariat dengan kategori hasil stres pengasuhan rendah, sedang, dan tinggi.Hasil: Menunjukkan stres pengasuhan berkategori rendah sebesar 89.9% dan stres pengasuhan berkategori sedang sebesar 10,1%.  Aspek yang paling mempengaruhi orang tua adalah waktu dan fleksibilitas mereka berkurang, serta kesulitan menyeimbangkan berbagai tanggung jawab.
Tingkat aktivitas fisik pada anak dengan gangguan spektrum autisme : A narrative review Ikeu Nurhidayah; Milah Kamilah; Gusgus Ghraha Ramdhanie
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5233

Abstract

Physical activity of children with autism spectrum disorders: A narrative review Background: Autism spectrum disorder is a developmental disorder characterized by impaired communication, social interaction, and repetitive behavior. ASD children experience limitations in performing daily activities. Physical activity can reduce the symptoms and skills deficiencies that are present in ASD.Purpose: The literature review was to conduct a study of the level of physical activity with ASD children.Method: The narrative review, articles were collected through the CINAHL, Pubmed, Researchgate, and Garuda Ristek Dikti databases. The keywords used are children with autism OR autism spectrum disorder AND physical activity. The criteria for the articles collected are full text articles, in English and Indonesian, published in 2011-2020 and the type of study used is non-experimental quantitative articles.Results: The literature study got 8 articles which found that low level of physical activity with ASD children. ASD children engage in low physical activity, are physically inactive and spend little time doing physical activity.Conclusion: Physical activity in ASD girls was significantly lower than in boys. This literature study can be used as information for health workers in providing information on the importance of physical activity in children with ASD and the need for further research on programs and interventions for physical activity in children with ASD to get enough daily physical activity to reduce the disorders that exist in children with ASD.Keywords: Children; Autism; Physical activityPendahuluan: Gangguan spektrum autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku repetitif. Anak-anak GSA mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas fisik dapat menurunkan gejala dan kekurangan keterampilan yang ada pada GSA.Tujuan: Studi literatur ini memiliki tujuan untuk melakukan kajian tingkat aktivitas fisik dengan anak GSA. Metode: Metode yang digunakan dalam studi literatur ini adalah narrative review. Artikel dikumpulkan melalui database CINAHL, Pubmed, dan Researchgate. Kata kunci yang  digunakan yaitu children with autism OR autism spectrum disorder AND physical activity. Kriteria artikel yang dikumpulkan yaitu artikel fulltext, berbahasa Inggris dan Indonesia, dipublikasikan tahun 2011-2020 dan jenis studi yang digunakan artikel kuantitatif non eksperimental.Hasil: Hasil studi literatur mendapatkan sebanyak 8 artikel yang menemukan bahwa rendahnya tingkat aktivitas fisik dengan anak GSA. Anak-anak GSA terlibat dalam aktivitas fisik yang rendah, tidak aktif secara fisik dan sedikit waktu yang dihabiskan dalam melakukan aktivitas fisik.Simpulan: Aktivitas fisik pada anak perempuan GSA secara signifikan lebih rendah daripada anak laki-laki. Studi literatur ini dapat dijadikan sebagai informasi tenaga kesehatan dalam memberikan informasi pentingnya aktivitas fisik pada anak dengan GSA serta diperlukannya penelitian lebih lanjut mengenai program dan intervensi aktivitas fisik pada anak-anak dengan GSA untuk mendapatkan aktivitas fisik harian yang cukup untuk mengurangi gangguan yang ada pada anak-anak GSA. 
Tingkat Perkembangan Balita Usia 1 Bulan – 6 Tahun Di Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut Ikeu Nurhidayah; Henny Suzana Mediani; Sri Hendrawati
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.152 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v4i1.98

Abstract

ABSTRAK Angka penyimpangan perkembangan pada anak saat ini semakin meningkat. Faktor yang penting untuk mendeteksi penyimpangan perkembangan adalah skrining perkembangan. Sejauh ini beberapa literatur lebih banyak membahas perkembangan pada anak di daerah perkotaan, dan sedikit sekali hasil penelitian yang memaparkan  perkembangan pada anak di daerah pedesaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perkembangan anak usia 1 bulan – 6 tahun dalam aspek perkembangan personal sosial, adaptif motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, didapatkan 130 responden. Tingkat perkembangan diukur menggunakan Denver Development Screening Test II (DDST II). Analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami perkembangan normal, yaitu usia 1-12 bulan 74% normal, usia >1-3 tahun 64% normal, dan usia >3-6 tahun 65% normal. Sedangkan berdasarkan empat aspek perkembangan didapatkan data bahwa persentase terbesar suspect (dicurigai adanya gangguan) terdapat pada aspek perkembangan personal sosial dialami anak usia >3-6 tahun, presentase suspect perkembangan adaptif-motorik halus terbesar dialami anak usia >3-6 tahun, presentase suspect perkembangan bahasa terbesar dialami anak usia >3-6 tahun, dan presentase suspect perkembangan motorik kasar terbesar dialami anak usia >1-3 tahun. Suspect (dicurigai adanya gangguan) pada tiap aspek perkembangan dipengaruhi oleh berbagai hal, yang paling berperan diantaranya adalah stimulasi. Sehingga gambaran perkembangan saat ini mungkin akan berbeda dengan gambaran perkembangan di masa yang akan datang, apabila anak dilakukan stimulasi. Peneliti merekomendasikan agar perawat meningkatkan diseminasi informasi mengenai stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan pada anak. ABSTRACT Developmental disorders in children is increasing. One of the factors that are important to detect developmental disorders are developmental screening. However, literature mainly discussed on child development in urban areas, and very little research that explained the development of children in rural areas. The aim of this study was to describe children developmental level age 1 month until 6 years in rural areas. The sub variabel that are studied personal social aspect, fine motor-adaftive, language, and gross motor development. The childen development screening can use Denver Development Screening Test II (DDST II), in which categories as normal and suspect. This study conducted in District of Cibiuk, Garut Residence. There were 130 respondent was taken with purposive sampling techique in this study. Design of this study was descriptive. Child development was measured by Denver Developmental Screening Test II. Data analysis was used distribution of frequency. This result of this study showed that most children had normal development level, there were 74% in children age 1-12 month, 64% in children 1-3 years old, and 65% in children >3-6 years old. Based on the developmental aspect, the result showed that the higher precentage of suspect on the personal sosial aspect were in children age >3-6 years old, higher precentage of suspect of the fine motor-adaftive aspect were in children age >3-6 years old, higher precentage of suspect of language aspect were in children age >3-6 years old, and higher precentage of suspect of the gross motor aspect were in children age >1-3 years old. The suspect in  developmental children were influenced by various factor, such as stimulation. Researcher recommend that nurses need to intensified dissemination of information about stimulation in children to optimize growth developmental in children.
HUBUNGAN SIBLING RIVALRY DENGAN CEDERA PADA ANAK USIA BALITA DI DESA CIPACING KECAMATAN JATINANGOR Anggoro Susan Anggraeni; Ai MArdhiyah; Ikeu Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.229 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v4i2.104

Abstract

Latar belakang. Sibling rivalry terjadi pada anak usia balita yang memiliki saudara kandung, kecemburuan dan kebencian menyebabkan kompetisi untuk mendapatkan perhatian dari orangtua. Dampak sibling rivalry antara lain dapat menimbulkan risiko cedera fisik pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan sibling rivalry dengan kejadian cedera pada anak usia balita di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor. Metode. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 47 responden yang dipilih meggunakan teknik total sampling. Instrumen sibling rivalry dari penelitian Vevandi (2015). Instrumen cedera dikembangkan dari WHO. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan ujia Spearman-Rank. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan 31 responden (66%) memiliki anak yang mengalami sibling rivalry pada tingkat sedang dan 28 responden (59,6%) anak mengalami cedera ringan. Terdapat hubungan yang lemah antara sibling rivalry dengan cedera pada anak usia balita di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor (p-value=0,048; r-value=0,290). Kesimpulan. Hasil penelitian menyarankan diperlukannya edukasi tentang pencegahan kecelakaan pada anak (bimbingan antisipasi pada orangtua).
MASALAH PSIKOSOSIAL PADA PENYANDANG TALASEMIA USIA SEKOLAH DI POLIKLINIK TALASEMIA RSUD SUMEDANG Julvia Nurvitasari; Ai Mardhiyah; Ikeu Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.171 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v5i1.129

Abstract

Masalah psikososial pada penyandang talasemia usia sekolah dapat berdampak negatif pada perkembangan, pendidikan, gangguan perilaku, depresi, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah psikososial pada penyandang talasemia usia sekolah di Poliklinik Talasemia Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, populasinya adalah orang tua penyandang talasemia usia sekolah di Poliklinik talasemia RSUD Sumedang. Sejumlah 52 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dan diambil dengan total sampling. Pengukuran masalah psikososial menggunakan kuesioner Pediatric Symptoms Checklist-17 dari Jellinek. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif yaitu persentase. Hasil penelitian didapatkan bahwa kurang dari setengah (31%) anak mengalami masalah psikososial. Berdasarkan dimensi, kurang dari setengah anak mengalami masalah internal (40,3%), serta sebagian kecil anak mengalami masalah eksternal (7,7%) dan perhatian 11,5%. Simpulan penelitian ini yaitu anak talasemia memiliki psikososial yang baik, namun terdapat kecenderungan anak rentan mengalami masalah psikososial. Upaya yang dapat dilakukan perawat adalah preventif melalui deteksi masalah psikososial sejak dini dan berkesinambungan untuk mengidentifikasi adanya masalah psikososial, sehingga dapat diantisipasi sejak dini
Efektivitas Terapi Bermain terhadap tingkat kecemasan anak yang menjalani hospitalisasi Nur Oktavia Hidayati; Ajeng Andini Sutisnu; Ikeu Nurhidayah
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.109 KB)

Abstract

Hospitalisasi mungkin bisa menjadi hal yang tidak nyaman bagi orang dewasa. Namun, untuk pasien anak-anak, hal ini bisa saja sangat traumatis. Penggambaran rumah sakit, suasana serta ketidaktahuan akan apa yang akan dilakukan dokter terhadap mereka bisa membuat anak stres dan menjadi cemas. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan untuk mengalihkan rasa cemas mereka. Studi Literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bermain terhadap penurunan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak. Metode dalam penelusuran artikel menggunakan beberapa database seperti PubMed dan EBSCO dan menggunakan kata kunci Anxiety OR Anxiety Disorder AND Play Therapy OR Play Intervention AND Pediatric, artikel dalam periode tahun 2016 - 2020. Hasil penelusuran didapatkan 141 artikel mengenai intervensi kecemasan pada anak, namun hanya 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi literatur menunjukan terapi bermain efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dalam beberapa kasus keperawatan. Kesimpulan dari analisa 7 artikel bahwa terapi bermain merupakan instrumen terapeutik yang efektif memungkinkan anak-anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, memperoleh keterampilan koping yang sesuai, dan membantu mereka untuk berinteraksi secara dinamis dengan lingkungan sosialnya.
Pengetahuan Ibu Tentang Diet Gluten dan Kasein Pada Anak Penyandang Autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut Nurhidayah, Ikeu; Achadiyanti, Destia; Ghraha Ramdhanie, Gusgus
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.196 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.849

Abstract

Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) merupakan salah satu jenis terapi yang dapat dilakukan pada anak penyandang autis untuk mengurangi perilaku hiperaktif dan tantrum atau mengamuk, namun penerapan diet ini masih rendah dikalangan ibu. Penerapan diet yang tidak baik dan tidak tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan dan perilaku hiperaktif pada anak penyandang autis. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dibutuhkan pengetahuan ibu mengenai diet GFCF. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gembaran pengetahuan ibu tentang diet  gluten dan kasein pada anak penyandang autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, jumlah sampel 34 ibu dengan anak penyandang autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden pengetahuan ibu kurang yaitu sebanyak (58,8%). Diperlukan kunjungan rutin oleh perawat komunitas, perawat keluarga maupun perawat anak untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai diet gluten dan kasein pada ibu dengan anak penyandang autis di sekolah maupun di lingkungan rumah.
Co-Authors Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aat Sriati Achadiyanti, Destia Adelse Prima Mulya Adistie, Fanny Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Ajeng Andini Sutisnu Allenidekania Allenidekania Amelia, Vira Anastasia Anna Anggoro Susan Anggraeni Anggraeni, Anggoro Susan Anisa Saraswati Annisa Nurbaiti Rahmah Annisa R Hanifah Asti Oktovianti Atlastieka Praptiwi Atmadiyanti, Ayu Lita Ayu Lita Atmadiyanti Cabanes, Ria C Citra Windani Mambang Sari Depi Lukitasari Desy Indra Yani Dewi Gayatri Dewi, Syafira Dian Palupi Kusuma Dyah Setyorini Dyah Setyorini Eka Puspita Endah Rahayu Eni Noviyani Eva Nurlaela Fadilah, Tria Nurhayyu Fanny Adistie Fanny Adistie Fanny Adistie Fatimah, Sari Gadis Pratiwi Priyono Gusgus Ghraha Ramdhanie Guztap Jabarul Haq Habsyah Saparidah Agustina Hamidah Nurhalimah Harvien Amellia Hardanti Hendrawati Hendrawati Henny S Mediani Henny S. Mediani Henny Suzana Mediani Hidayati, Nuroktavia Iceu Amira Ihda Al Adawiyah Mz Imas Rafiyah Indah Benita Tiwery Indriana, Vivi Vitriani Isna Hanifah Ita Vusfita Iwan Suhendar Jakariya Gilang Ramadhan Julvia Nurvitasari Kana Wadu, Novita Marcelina Karti Nur Aryanti Khaedar, Mochamad Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Ligina, Neng Lani Lilis Lusiani Lukitasari, Depi M. Haerul Anwar M. Randi Gentamandika Putra, M. Randi Gentamandika Mamat Lukman Maria komariah Maziyya, Nur Mediani , Henny Suzana Mega Tamara Mentari, Vanessa Zian Milah Kamilah Mira Trisyani Koeryaman Mufaj, Elda Nurfadila Mutiara Mutiara Nani Nurhaeni Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Lani Ligina Nisa Lailatun Noor Ambya Novi Novianti Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurjanah, Lilis Siti Nuroktavia Hidayati Nurvitasari, Julvia Nur’aeni, Aan Poddar, Sandeep Pratama, Oktarian Pratiwi, Yayu Prawesti, Sabrina Junieta Rahmawati R Ramdhona, Dinyatul Arba Ratih Kusuma Dewi Regita, Yasmina Dwi Rhamelani, Putri Rindang Ekawati Rindang Ekawati Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Saraswati, Anisa Sari Fatimah Sari Fatimah Sari Lestari Sheizi Prista Sari Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Hendrawati Sri Hendrawati Suryani Suryani Susi Susanah Sutini, Tititn Teti Sholehati Titin Sutini Triliana Purwadesi Yuliar Wafa Fida Az-zahra Waluya, Jajang Ganjar Wiwi Mardiah Yani, Pebri Yanti Herawati Yayu Eka Kartika Yuli Anggia Yusi Desriyani