Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MENDESAIN GAMIFIKASI SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DENGAN BANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Satriadi, Satriadi; Fadhillah S, Nurul; Nurjayanti, Nurjayanti; Tangsi, Tangsi; Husain, Muh. Saleh
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.80986

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SD Inpres 1 Sungguminasa dalam merancang dan mengimplementasikan gamifikasi sebagai strategi pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Analisis situasi menunjukkan bahwa guru telah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan tentang model pembelajaran inovatif, rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan, serta minimnya pendampingan teknis dalam merancang perangkat ajar berbasis gamifikasi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dan kurang optimalnya penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan intensif mengenai konsep gamifikasi dan penerapannya dalam konteks sekolah dasar, workshop desain perangkat ajar berbasis proyek dan masalah (PBL/MBL), penerapan teknologi gamifikasi melalui platform digital, serta pendampingan berkelanjutan dalam implementasi di kelas. Program ini didesain untuk menghasilkan luaran berupa terbangunnya kompetensi guru pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran berbasis gamifikasi, tersusunnya perangkat ajar siap pakai, serta meningkatnya motivasi dan interaksi belajar siswa.Melalui pendekatan sistematis yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan IPTEKS, pendampingan, dan evaluasi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pedagogik guru dan mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada penguatan keterampilan abad 21. Program ini juga menempatkan keberlanjutan sebagai fokus utama dengan membangun komunitas belajar guru di sekolah.
Menantang Maskulinitas Hegemonik Lewat Maskulinitas Alternatif: Analisis Representasi Pria dalam Produk Axe dan Kahf Fadhillah, Nurul; Nurjayanti, Nurjayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp229-244

Abstract

Iklan tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga mereproduksi nilai sosial, termasuk maskulinitas. Lanskap periklanan Indonesia saat ini menunjukkan pertarungan narasi antara maskulinitas hegemonik yang direpresentasikan oleh merek global seperti Axe dan kemunculan maskulinitas alternatif yang diusung oleh merek lokal seperti Kahf. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana audiens muda yang kritis memaknai kedua representasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Desain Komunikasi Visual semester pertama sebagai audiens muda yang melek visual, memaknai, menegosiasikan, dan merefleksikan representasi maskulinitas dalam iklan Axe dan Kahf. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi resepsi yang melibatkan 28 mahasiswa DKV sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui analisis interpretasi visual partisipan dalam bentuk presentasi secara pribadi. Hasilnya menunjukkan adanya pemaknaan yang sangat kontras. Pria Axe dipersepsikan sebagai perwujudan maskulinitas hegemonik yang modern, stylish, dominan, dan berpusat pada daya tarik seksual untuk validasi eksternal yang dianggap tidak realistis. Sebaliknya, pria Kahf dimaknai sebagai representasi maskulinitas alternatif karena ia religius, bertanggung jawab, tenang, dan berfokus pada kekuatan karakter internal. Representasi Kahf dinilai jauh lebih relevan, jujur, dan aspiratif bagi realitas kehidupan mahasiswa di Makassar. Kesimpulannya, terjadi pergeseran yang signifikan di kalangan audiens muda kritis, dari citra pria performatif menuju maskulinitas yang otentik dan berbasis nilai. Hal ini menandakan bahwa relevansi budaya dan nilai-nilai positif kini menjadi kunci untuk membangun koneksi dengan Generasi Z di Indonesia.
Pendampingan Program Magang Berdampak Berbasis Digital Kreatif pada PT Otak Kanan Nurjayanti, Nurjayanti; Fadhillah S, Nurul; Nasrullah, Asmaul Husnah; Sanmas, Masni
RUANG KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Ruang Komunitas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Politik bekerjasama Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Magang Berdampak merupakan program flagship Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa di dunia industri nyata. Artikel ini menguraikan kegiatan pengabdian berupa pendampingan terhadap mahasiswa peserta magang di PT Otak Kanan, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha digital kreatif. Pendampingan dilakukan oleh Dosen Pendamping Program (DPP) terhadap 25 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di propinsi Jawa Timur, dengan tujuan memastikan kelancaran aktivitas, memfasilitasi penyelesaian kendala, dan mengevaluasi capaian pembelajaran. Metode pelaksanaan dilakukan secara daring melalui media komunikasi asinkron (WhatsApp Grup) ddan sinkron (Google Meet) selama bulan Oktober hingga Desember 2025, serta validasi laporan bulanan di platform. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa berhasil beradaptasi dan terlibat aktif dalam pengerjaan proyek sesuai peran dan posisinya, seperti Full Stack Web Developer, Mobile App Deeveloper, UI/UX, Digital Marketing, dan Content Creator. Mitra industri menunjukkan kinerja profesional dan kooperatif dalam melakukan mentoring. Kesimpulannya, program magang ini berhasil meningkatkan soft skill maupun hard skill mahasiswa secara terpadu dan direkomendasikan untuk keberlanjutan program di tahun berikutnya.
PENYULUHAN LITERASI MEDIA DAN ETIKA DIGITAL BAGI MAHASISWA MELALUI PELATIHAN DARING INTERAKTIF Yati Bt Samsuddin; Andry Priyadharmadi Purnama; Buya Hamka; Nurjayanti Nurjayanti
SEBA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2025)
Publisher : SEBA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high level of digital media usage among university students is not always accompanied by sufficient media literacy or awareness of digital ethics. Many students engage in sharing unverified information, using inappropriate language on social media, and demonstrating limited understanding of privacy and copyright principles. To address these issues, a community service activity was conducted in the form of an interactive online workshop titled "Media Literacy and Digital Ethics Awareness for University Students." The goal was to enhance students' critical and ethical awareness in digital media usage. The training was held via Zoom and attended by 40 students from various disciplines. Quantitative evaluation was conducted through satisfaction surveys and pre-test/post-test comparisons, while qualitative evaluation involved observing participant interactions during the sessions. Results indicated a significant increase in understanding, with the proportion of students categorized as “highly understanding” rising from 10% to 45%. Satisfaction responses showed that the majority of participants found the materials highly relevant and beneficial. These findings suggest that online-based outreach programs are effective strategies for fostering digital literacy and ethical awareness among students from diverse academic backgrounds.Keywords: media literacy, digital ethics, university students, online training, outreach
Pendampingan Literasi Riset Sosial bagi Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti; Dewi Fatmarani Surianto; Sri Riski Wulandari; Rahmat Kurniawan
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v4i3.12121

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan literasi riset sosial kepada mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin melalui workshop dan presentasi interaktif. Latar belakang pengabdian ini didasarkan pada kebutuhan untuk membangun kesiapan berpikir kritis, kemampuan membaca data, dan keberanian mengajukan pertanyaan penelitian sejak tahap awal studi. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif yang melibatkan ceramah interaktif, presentasi PowerPoint, diskusi terbuka, dan sesi tanya jawab, dengan partisipasi aktif mahasiswa dan koordinasi dengan pengurus Korps Mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan mahasiswa, pemahaman awal terhadap konsep riset sosial, serta kemampuan mereka untuk menghubungkan teori dengan praktik nyata. Pengabdian ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran reflektif dan partisipatif, membuka ruang dialog, dan membangun fondasi budaya akademik berbasis bukti yang lebih kokoh. Kegiatan ini menjadi intervensi awal yang efektif untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi proses penelitian lebih lanjut dan membentuk sikap akademik yang proaktif.
Morfologi Visual Aju Berru sebagai Penanda Kabupaten Barru Muhammad Muhaemin; Nurjayanti Nurjayanti
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.78137

Abstract

Penelitian ini menganalisis morfologi visual pohon Aju Berru sebagai dasar pembentukan identitas visual Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara, analisis dilakukan menggunakan semiotika visual Klaus Krippendorff. Hasil menunjukkan bahwa struktur batang kokoh, daun oval memanjang, dan gradasi warna alami Aju Berru merepresentasikan keteguhan, keharmonisan, dan kesinambungan budaya Barru. Secara simbolik, Aju Berru merekam sejarah dan mitologi lokal sebagai lambang keseimbangan manusia dan alam. Penelitian ini merekomendasikan integrasi elemen visual Aju Berru dalam desain identitas Kabupaten Barru.Penelitian ini menganalisis morfologi visual pohon Aju Berru sebagai dasar pembentukan identitas visual Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara, analisis dilakukan menggunakan semiotika visual Klaus Krippendorff. Hasil menunjukkan bahwa struktur batang kokoh, daun oval memanjang, dan gradasi warna alami Aju Berru merepresentasikan keteguhan, keharmonisan, dan kesinambungan budaya Barru. Secara simbolik, Aju Berru merekam sejarah dan mitologi lokal sebagai lambang keseimbangan manusia dan alam. Penelitian ini merekomendasikan integrasi elemen visual Aju Berru dalam desain identitas Kabupaten Barru.