Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendampingan Literasi Riset Sosial bagi Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti; Dewi Fatmarani Surianto; Sri Riski Wulandari; Rahmat Kurniawan
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v4i3.12121

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan literasi riset sosial kepada mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin melalui workshop dan presentasi interaktif. Latar belakang pengabdian ini didasarkan pada kebutuhan untuk membangun kesiapan berpikir kritis, kemampuan membaca data, dan keberanian mengajukan pertanyaan penelitian sejak tahap awal studi. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif yang melibatkan ceramah interaktif, presentasi PowerPoint, diskusi terbuka, dan sesi tanya jawab, dengan partisipasi aktif mahasiswa dan koordinasi dengan pengurus Korps Mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan mahasiswa, pemahaman awal terhadap konsep riset sosial, serta kemampuan mereka untuk menghubungkan teori dengan praktik nyata. Pengabdian ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran reflektif dan partisipatif, membuka ruang dialog, dan membangun fondasi budaya akademik berbasis bukti yang lebih kokoh. Kegiatan ini menjadi intervensi awal yang efektif untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi proses penelitian lebih lanjut dan membentuk sikap akademik yang proaktif.
Morfologi Visual Aju Berru sebagai Penanda Kabupaten Barru Muhammad Muhaemin; Nurjayanti Nurjayanti
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.78137

Abstract

Penelitian ini menganalisis morfologi visual pohon Aju Berru sebagai dasar pembentukan identitas visual Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara, analisis dilakukan menggunakan semiotika visual Klaus Krippendorff. Hasil menunjukkan bahwa struktur batang kokoh, daun oval memanjang, dan gradasi warna alami Aju Berru merepresentasikan keteguhan, keharmonisan, dan kesinambungan budaya Barru. Secara simbolik, Aju Berru merekam sejarah dan mitologi lokal sebagai lambang keseimbangan manusia dan alam. Penelitian ini merekomendasikan integrasi elemen visual Aju Berru dalam desain identitas Kabupaten Barru.Penelitian ini menganalisis morfologi visual pohon Aju Berru sebagai dasar pembentukan identitas visual Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara, analisis dilakukan menggunakan semiotika visual Klaus Krippendorff. Hasil menunjukkan bahwa struktur batang kokoh, daun oval memanjang, dan gradasi warna alami Aju Berru merepresentasikan keteguhan, keharmonisan, dan kesinambungan budaya Barru. Secara simbolik, Aju Berru merekam sejarah dan mitologi lokal sebagai lambang keseimbangan manusia dan alam. Penelitian ini merekomendasikan integrasi elemen visual Aju Berru dalam desain identitas Kabupaten Barru.
Humanisasi Kedermawanan: Analisis Efek But You Are Free dalam Dekonstruksi Stigma Charity Based pada Iklan Donasi Disabilitas Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp82-102

Abstract

Iklan donasi yang mengangkat isu disabilitas sering kali bertumpu pada narasi iba; kecenderungan ini berpotensi mengukuhkan stigma charity based sekaligus menggerus martabat penerima bantuan. Berangkat dari persoalan itu, kajian ini menelaah sejauh mana pendekatan But You Are Free sanggup membongkar stigma tersebut dalam iklan donasi disabilitas tanpa mengabaikan otonomi donatur maupun martabat penerima. Kajian dijalankan secara kualitatif melalui desain komparatif yang bercorak interpretatif. Pengumpulan data ditempuh lewat wawancara semi-terstruktur kepada enam calon donatur yang mengevaluasi sepasang iklan donasi disabilitas—satu berbentuk teks bernada emosional dan mendesak, satu lagi berupa video yang mengusung pendekatan But You Are Free—untuk kemudian ditelaah secara tematik. Temuan memperlihatkan bahwa iklan video yang menerapkan pendekatan But You Are Free lebih berhasil membuat donatur merasa dihargai, menguatkan persepsi otonominya, serta meredakan reaktansi psikologisnya. Penerima bantuan pun dihadirkan sebagai sosok yang nyata dan bermartabat, alih-alih objek yang penderitaannya didramatisasi. Sebaliknya, iklan bernada memohon justru dirasa lebih menekan dan kurang etis oleh partisipan. Keberhasilan pendekatan ini tidak berlangsung dengan sendirinya, melainkan ditentukan oleh humanisasi subjek dan kejelasan konteks kebutuhan. Kebaruan kajian ini terletak pada penerapan pendekatan But You Are Free di ranah iklan disabilitas seraya merajut otonomi donatur, martabat penerima, dan pembongkaran stigma charity based ke dalam satu kerangka humanisasi kedermawanan. Atas dasar itu, lembaga filantropi dan perancang pesan disarankan menyusun komunikasi yang menghargai kebebasan memilih, menampilkan penerima secara konkret, serta membuka informasi dampak donasi secara transparan.
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA INFORMASI PENGURUS HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA MASSENREMPULU KOMISARIAT UIN ALAUDDIN MAKASSAR Harmin Hatta; Nurjayanti Nurjayanti; Muhammad Zia Ulhaq
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 2 (2024): MITZAL, Volume 9, Nomor 2, November2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v9i2.5849

Abstract

Instagram has been present in all aspects of society's life without exception, this also happens to regional organizations originating from Massenrempulu, Enrekang Regency, the Massenrempulu Student Association (HPMM) UIN Alauddin Makassar Commissariat. Where the existence of Instagram as an information center can facilitate the performance of the HPMM Kom Management. UINAlauddin Makassar in publishing information and also as a medium to improve the organization's image. This research aims to find out and describe how Instagram is used and what the advantages and disadvantages are of using Instagram among HPMM Kom Management. UIN Alauddin Makassar as a source of information. Using Instagram is very helpful and beneficial for users because with Instagram we can find out about events or events that occur in society. Several advantages, specifically allowing HPMM Kom administrators. UIN Alauddin Makassar to be successful in publicizing activities via Instagram social media includes having good mastery of information technology. The ability to operate the Instagram platform and understand the various features and tools provided is a strong basis for compiling and presenting interesting content. The first inhibiting factor is the very limited facilities and equipment that are expected to support publication activities and the second is the classic problem related to the budget.
REKONSTRUKSI POSTER SEBAGAI MEDIA ASPIRASI DAN PROPAGANDA MAHASISWA Irfan Arifin; Nurjayanti Nurjayanti
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2024): MITZAL, Volume 9, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v9i1.4951

Abstract

This article describes posters as an alternative medium for conveying messages and their relationship with social movements. This shows how posters should be represented as an appropriate medium for coveying aspirations and propaganda. This study shows that posters are used as a tool to express aspirations and propagate important ideas for students, and how posters are reconstructed as an effective medium for aspirations and propaganda for students. The research method used is literature study involving three main stages, identifying sources, collecting and analyzing data. Researches analyze how poster design can influence viewer acceleration and response through theories of information processing, perception and mass communication, so that visual communication strategies can be applied to achieve certain goals. The results of this research describe that in designing posters as an effective medium for conveying aspirations and propaganda, several factors must be considered, including creativity, effectiveness, conceptual design, media implementation, and recommendations for development and improvement which are expected to provide practical implications for visual communication designers and students in utilizing posters as a medium to convey aspirations and propaganda.
IMPLEMENTASI STRATEGI DIGITAL BRANDING MELALUI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA Nurjayanti Nurjayanti; Irfan Arifin
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6104

Abstract

Branding merupakan aktivitas komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemilik produk (barang atau jasa) dalam rangka memperkenalkan, membangun dan mempertahankan eksistensi produknya di tengah masyarakat. Kehadiran media baru (new media) seperti media sosial ternyata juga berdampak pada perkembangan strategi branding. Tidak terbatas pada perusahaan saja, strategi branding melalui media sosial ini juga dimanfaatkan oleh organisasi atau lembaga pemerintah maupun swasta non profit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi serta dampak strategi branding yang diterapkan oleh sejumlah perusahaan/organisasi/lembaga pemerintah dan swasta khususnya di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dalam menganalisis sumber rujukan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari sejumlah perusahaan/organisasi/lembaga di Indonesia yang menerapkan strategi digital branding melalui media sosial terbukti merasakan dampak positif berupa peningkatan keputusan masyarakat dalam membeli dan menggunakan produk (barang atau jasa) yang ditawarkan. Adapun jenis media sosial yang mayoritas digunakan oleh pemilik produk ialah Facebook, Instagram, dan Youtube.
UPAYA NEGOSIASI MAKNA INKLUSIVITAS: STUDI RESEPSI MAHASISWA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL PADA KAMPANYE “SHINE WITH PRIDE” NETFLIX 2022 Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6791

Abstract

Netflix sebagai aplikasi streaming yang semakin sering mengadopsi aktivisme merek, berisiko menghadapi resistensi di pasar dengan konteks sosial-budaya yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi mahsaiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Negeri Makassar terhadap kampanye Netflix “Shine with Pride” 2022. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi resepsi, penelitian ini melibatkan 28 mahasiswa semester awal dan menganalisis data mereka menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan, partisipan melakukan pembacaan oposisional. Jadi meski mereka memahami strategi visual di balik kampanye tersebut, pesan inklusivitas LGBTQ+ tetap ditolak secara tegas karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya ketimuran yang mereka anut. Kampanye ini memicu emosi negatif seperti ketidaknyamanan dan gagal meningkatkan minat menonton, bahkan berpotensi menurunkannya. Disimpulkan bahwa kampanye aktivisme merek global yang tidak diadaptasi secara mendalam pada konteks lokal dapat menjadi kontraproduktif. Disarankan agar merek global melakukan riset audiens yang lebih mendalam dan mempertimbangkan narasi yang lebih kontekstual untuk menghindari penolakan budaya.
LITERASI KEAGAMAAN YANG INKLUSIF: STUDI COGNITIVE FLUENCY PADA DESAIN PANDUAN MEMAKSIMALKAN PUASA RAMADAN BAGI PENGGUNA LANSIA Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.7142

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan literasi keagamaan yang lebih inklusif bagi pengguna lansia, khususnya dalam memahami panduan ibadah puasa Ramadan yang disajikan melalui media visual. Lansia cenderung mengalami penurunan fungsi penglihatan, daya tangkap, dan kecepatan pemrosesan informasi, sehingga desain infografis yang terlalu padat ornamen berpotensi menurunkan keterbacaan dan meningkatkan beban kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap tiga partisipan lansia, terdiri atas satu laki-laki dan dua perempuan. Partisipan diperlihatkan dua versi infografis Panduan Memaksimalkan Puasa Ramadan, yaitu desain minimalis dan desain yang lebih dekoratif, untuk mengetahui mana yang lebih cepat dipahami serta bagian mana yang dianggap membingungkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang lebih sederhana cenderung lebih cepat dipahami karena memberikan cognitive fluency yang lebih tinggi, sedangkan desain yang padat ornamen memunculkan beban kognitif visual yang lebih besar. Meski demikian, unsur estetika Ramadan tetap memiliki nilai selama tidak mengganggu kejelasan pesan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain literasi keagamaan untuk lansia perlu mengutamakan keterbacaan, struktur visual yang tegas, dan keseimbangan antara estetika serta efisiensi pemrosesan informasi. Oleh karena itu, desainer dan penyusun materi keagamaan disarankan menerapkan pendekatan user-centered serta menguji desain pada pengguna sasaran sejak awal perancangan.
Sosialisasi aplikasi belajar mandiri berbasis smartphone: Kamus ilmu komunikasi Nurjayanti Nurjayanti; Wa Nurfida; Yayu Rahmawati Mayangsari; Masni Sanmas
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/qnk9ph76

Abstract

The Communication Science Dictionary application was created to meet the independent learning needs of students studying the field of Communication Science. During the creation stage, the application was tested on a limited basis on students taking Communication Science courses in the Visual Communication Design study program, Makassar State University. The trial phase was continued by measuring the level of student satisfaction using the EUCS method (End User Computing Satisfaction), the results show that in terms of content, accuracy, form, ease of use, and timeliness, the application meets user satisfaction. The results of the trial and measuring the level of satisfaction became the basis for carrying out this socialization activity targeting Communication Science study program students at three other universities spread across three different provinces, namely at Muhammadiyah University of Papua, Muhammadiyah University of Buton, and Mbojo Bima University. Previously, the Communication Science Dictionary application had never been socialized and no similar application had ever been used at the three universities. The participatory method is the method applied in this service activity, where Communication Science study program students at the three universities are actively involved in using the application through smartphone each of them during the socialization activities. The result of this service is that students have independent learning media to understand various terms in the field of Communication Science.
Menantang Maskulinitas Hegemonik Lewat Maskulinitas Alternatif: Analisis Representasi Pria dalam Produk Axe dan Kahf Nurul Fadhillah; Nurjayanti Nurjayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp229-244

Abstract

Iklan tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga mereproduksi nilai sosial, termasuk maskulinitas. Lanskap periklanan Indonesia saat ini menunjukkan pertarungan narasi antara maskulinitas hegemonik yang direpresentasikan oleh merek global seperti Axe dan kemunculan maskulinitas alternatif yang diusung oleh merek lokal seperti Kahf. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana audiens muda yang kritis memaknai kedua representasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Desain Komunikasi Visual semester pertama sebagai audiens muda yang melek visual, memaknai, menegosiasikan, dan merefleksikan representasi maskulinitas dalam iklan Axe dan Kahf. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi resepsi yang melibatkan 28 mahasiswa DKV sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui analisis interpretasi visual partisipan dalam bentuk presentasi secara pribadi. Hasilnya menunjukkan adanya pemaknaan yang sangat kontras. Pria Axe dipersepsikan sebagai perwujudan maskulinitas hegemonik yang modern, stylish, dominan, dan berpusat pada daya tarik seksual untuk validasi eksternal yang dianggap tidak realistis. Sebaliknya, pria Kahf dimaknai sebagai representasi maskulinitas alternatif karena ia religius, bertanggung jawab, tenang, dan berfokus pada kekuatan karakter internal. Representasi Kahf dinilai jauh lebih relevan, jujur, dan aspiratif bagi realitas kehidupan mahasiswa di Makassar. Kesimpulannya, terjadi pergeseran yang signifikan di kalangan audiens muda kritis, dari citra pria performatif menuju maskulinitas yang otentik dan berbasis nilai. Hal ini menandakan bahwa relevansi budaya dan nilai-nilai positif kini menjadi kunci untuk membangun koneksi dengan Generasi Z di Indonesia.