Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Anemia di SMP Negeri 18 Banjarmasin 2019/2020 Krishna Satyagraha Kusuma Putera; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.338 KB)

Abstract

Abstract: Anemia in adolescents can occur due to malnutrition. Many young women experience a lack of nutrients in their daily food consumption. Based on data from the Banjarmasin City Health Office in 2018, the prevalence of anemia in adolescents aged 10-19 years in Banjarmasin City was 924 cases, in 884 adolescent girls. One factor causing anemia is poor diet. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between eating patterns and the incidence of anemia in adolescent girls at SMP Negeri 18 Banjarmasin 2019/2020. The method used is observational analytic with cross sectional approach. The sample of the study was 88 female teenagers from SMPN 18 Banjarmasin. Taken with proportional random sampling. Data analysis using fisher exact test (α=0,05). The results of this study were 45% of respondents with anemia and 55% of anemia, 89% of bad eating patterns and 11% of good eating patterns. The analysis showed that the value of p = 0.104 with the conclusion of the study there was no relationship between eating patterns with the incidence of anemia. Keywords: Food diet, anemia, adolescents females Abstrak: Anemia pada remaja dapat terjadi disebabkan oleh kekurangan gizi. Remaja putri banyak mengalami kekurangan zat-zat gizi dalam konsumsi makanan sehari-harinya. Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Banjarmasin pada tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja usia 10-19 tahun di Kota Banjarmasin terdapat 924 kasus, pada remaja putri sebanyak 884 kasus. Salah satu faktor penyebab anemia adalah buruknya pola makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 18 Banjarmasin 2019/2020. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri SMPN 18 Banjarmasin dengan jumlah 88 orang. Diambil dengan proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji fisher exact test (α=0,05). Hasil penelitian ini responden yang mengalami anemia 45% dan tidak anemia 55%, pola makan tidak baik sebanyak 89% dan pola makan baik sebanyak 11%. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,104 dengan kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia. Kata-kata kunci: Pola makan, anemia, remaja putri
Literature Review: Gambaran Berbagai Skor Diagnosis Apendisitis dengan Skor Alvarado dalam Diagnosis Apendisitis Akut Laily Alfisahrinie; Agung Ary Wibowo; Meitria Syahadatina Noor; Budianto Tedjowitono; Iwan Aflanie
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.927 KB)

Abstract

Abstract: Appendicitis is an inflammation of the appendix vermiformis. Immediate surgery is the standard weakening to prevent perforation, but only by looking at clinical symptoms the negative appendectomy rate reaches 15-30%, leading to morbidity and even death. The ideal service system serves to speed up and improve diagnostic accuracy, the best known of which is the Alvarado score. Other service score tables are the King Isteri Pengiran Anak Saleha Appendicitis (RIPASA) score, Appendicitis Inflammatory Response (AIR) score, and Tzanakis score. The purpose of this literature review is to see an overview of the various appendicitis diagnosis scores with the Alvarado score in the diagnosis of acute appendicitis. The research method used a narrative literature review of 20 related literatures. Examining 11 literature discussing the Ripasa score, got superior in sensitivity and negative predictive rates. In 5 literature that discusses the Tzanakis score, it was found to be superior in sensitivity, positive and negative predictive numbers. And in 4 literature discussing AIR scores, it was found superior in specificity and positive predictive numbers. So that the use of scores other than Alvarado can be revoked in daily practice. Keywords: Appendicitis, Alvarado score, Ripasa score, Tzanakis score, AIR score. Abstrak: Apendisitis merupakan peradangan pada appendiks vermiformis. Pembedahan segera merupakan standar emas untuk mencegah terjadinya perforasi, tetapi hanya dengan melihat gejala klinis angka apendektomi negatif mencapai 15-30%, sehingga akan mengarah pada morbiditas dan bahkan kematian. Sistem penilaian yang ideal berfungsi untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnostik, yang paling dikenal adalah skor Alvarado. Terdapat skor penilaian lainnya yaitu skor Raja Isteri Pengiran Anak Saleha Appendicitis (RIPASA), skor Appendicitis Inflammatory Response (AIR), dan skor Tzanakis. Tujuan kajian literatur ini untuk melihat gambaran dari berbagai skor diagnosis apendisitis dengan skor Alvarado dalam diagnosis apendisitis akut. Metode penelitian menggunakan narrative literature review terhadap 20 literatur yang berkaitan. Terdapat 11 literatur yang membahas skor Ripasa, didapatkan unggul dalam sensitivitas dan angka prediksi negatif. Pada 5 literatur yang membahas skor Tzanakis, didapatkan unggul dalam sensitivitas, angka prediksi positif dan negatif. Dan pada 4 literatur yang membahas skor AIR, didapatkan unggul dalam spesifisitas dan angka prediksi positif. Sehingga penggunaan skor selain Alvarado dapat dipertimbangkan dalam praktek sehari-hari. Kata-kata kunci: Apendisitis, skor Alvarado, skor Ripasa, skor Tzanakis, skor AIR.
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dan Akses Ke Puskesmas terhadap Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Nani Mi’rajiah; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.88 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia is a country with the fourth highest population in the world. The Indonesian government states to reduce the percentage of pregnancies effectively by using LACMs, the number of LACMs users in Indonesia is low, namely 7,920,260 people (21.81%). Some of the factors that influence the use of LACMs are health workers support and access to public health center. The purpose of the study was to find out the relationship of health workers support and access to public health center on use of LACMs. This study used an observational analytic design with a case control approach involving 30 non LACMs and 30 LACMs. Data analysis using chi-square test with a confidence level of 95% + odds ratio. The results of the study there are relationship of health workers support (p = 0.003, OR = 5.231) and access to public health center (p = 0.018, OR = 3.596) on the use of LACMs . Keywords: LACMs, Health workers support, Access to public health center Abstrak: Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk tertinggi keempat dunia. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa untuk menurunkan persentase kehamilan secara efektif yaitu dengan pemakaian MKJP, namun angka pengguna MKJP di Indonesia tergolong rendah yaitu 7.920.260 orang (21,81%). Beberapa faktor yang mempengaruhi pemakaian MKJP adalah dukungan tenaga kesehatan dan akses ke puskesmas. Tujuan penelitian adalah  mengetahui adanya hubungan dukungan tenaga kesehatan dan akses ke puskesmas dengan pemakaian MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol yang melibatkan 30 kelompok kasus (non MKJP) dan 30 kelompok kontrol (MKJP).Hasil penelitian ini menunjukan 61,67% responden mendapatkan dukungan tenaga kesehatan dengan baik dan 58,33% responden mempunyai akses ke puskesmas dengan mudah. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan tenaga kesehatan(p=0,003, OR=5,231) dan akses ke puskesmas (p=0,018, OR=3,596) dengan pemakaian MKJP pada akseptor KB yang terdaftar di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Kota Banjarmasin. Kata-kata kunci: MKJP, Dukungan tenaga kesehatan, Akses ke puskesmas.
Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri SMAIT Ukhuwah Banjarmasin Ade Satria Wiguna; Meitria Syahadatina Noor; Istiana Istiana; Juhairina Juhairina; Nika Sterina Skripsiana
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.244 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is a condition in which hemoglobin (Hb) or erythrocyte levels are low. According to the Banjarmasin City Health Office, there were 884 young women with anemia in 2018, out of 924 cases in adolescents aged 10 to 19. The goal of the study at SMAIT Ukhuwah Banjarmasin was to look at the impact of the environment on adolescent girls' conduct when it came to preventing anemia. This study takes a cross-sectional approach and employs an analytic observational method. A random sample of 36 students who met the inclusion and exclusion criteria was taken using a simple random sampling approach. The results demonstrate that there are two groups with an average value in environmental factors that is higher than the overall average, and the average value in environmental factors is higher than the overall average. Keywords: anemia, environment, behavior, young women. Abstrak: Anemia merupakan suatu kondisi dimana kurangnya nilai hemoglobin (Hb) atau eritrosit. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa pada tahun 2018 didapatkan sebanyak 884 remaja putri mengalami anemia dari 924 kasus pada remaja usia 10-19 tahun. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa pengaruh lingkungan terhadap perilaku pencegahan anemia remaja putri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Peneltian ini menggunakan metode observasional analitik dengan Teknik pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 36 siswi yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi.  Hasil menunjukan terdapat dua kelas dengan nilai rerata di atas rata-rata keseluruhan dalam faktor lingkungan dan begitu pula dengan nilai rerata perilaku pencegahan anemia. Kata-Kata Kunci: anemia, lingkungan, perilaku, remaja putri.
Literature Review: Perbedaan Kadar Hemoglobin dan LiLA Ibu Hamil di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan Daniar Agustini Husniah; Meitria Syahadatina Noor; Djallalluddin Djallalluddin; Nur Qamariah
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.097 KB)

Abstract

Abstract: Anemia and KEK are nutritional health problems that are still widely experienced by pregnant women around the world. Some literature shows variations in the incidence of anemia and KEK between rural and urban seats. This literature review will analyze the differences in hemoglobin and LiLA levels in rural and urban pregnant women. The method used narrative review, articles obtained using keyword search in several databases with a range of publications in 2010-2020 in Indonesian or English. Of the 14 articles analyzed, 9 articles (100%) discussing about pregnant women's anemia shows a difference. While 6 out of 7 articles (85.7%) which discussed about pregnant women's KEK showed a difference, while 1 article (14.3%) equal opportunities between rural and urban pregnant women. It is influenced by multifactorials such as age, education and knowledge, food variation, parity, socioeconomic, physical activity, to environmental sanitation of pregnant women.  Keywords: hemoglobin, MUAC, pregnant, rural, urban Abstrak: Anemia dan KEK merupakan masalah kesehatan gizi yang masih banyak dialami oleh ibu hamil di seluruh dunia. Beberapa literatur menunjukkan variasi kejadian anemia dan KEK antara peduduk pedesaan dan perkotaan. Tinjauan literatur ini akan menganalisis mengenai perbedaan kadar hemoglobin dan LiLA pada ibu hamil di pedesaan dan perkotaan. Metode yang digunakan narrative review, artikel didapat menggunakan pencarian kata kunci dibeberapa database dengan rentang publikasi tahun 2010-2020 dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Dari 14 artikel yang dianalisis, sebanyak 9 artikel (100%) membahas mengenai anemia ibu hamil menunjukkan adanya perbedaan. Sedangkan 6 dari 7 artikel (85.7%) yang membahas mengenai KEK ibu hamil menunjukkan adanya perbedaan, sedangkan 1 artikel (14.3%) menunjukkan peluang yang sama antara ibu hamil di pedesaan dan pekotaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh multifaktorial seperti usia, pendidikan dan pengetahuan, variasi makanan, paritas, sosio ekonomi, aktivitas fisik, hingga sanitasi lingkungan ibu hamil. Kata-kata kunci: hemoglobin, LiLA, ibu hamil, pedesaan, perkotaan.
ubungan Dukungan Suami dan Pola Komunikasi Suami Istri dengan Pengunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Noor Khalisha Puteri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.384 KB)

Abstract

Abstract: Long acting contraceptive methods (LACMs) are contraceptive methods that can be used for a long period and effective to prevent pregnancy. Factors that can influence contraceptive use are husband’s support and husband-wife communication pattern. The aim of this research was to determine the relationship of husband’s support and husband-wife communication pattern to the use of LACMs on family planning acceptors who were registered in Pemurus Dalam, Cempaka Putih, and 9 November Public Health Center. The method of this research was case control which consisted of 60 respondents, they were divided into 30 non LACMs group and 30 LACMs group. Data analysis used chi-square test with 95% of confident level+odds ratio. The result showed that husband’s support was mostly categorized as good by 53,3% and husband-wife communication pattern was mostly categorized as good by 58,3%. The conclusions of this research are there was a relationship of husband’s support  (p=0,000, OR=16,429) and husband-wife communication pattern to the use of LACMs (p=0,001, OR=6,909). Keywords: LACMs, Husband’s support, Husband-wife communication pattern Abstrak: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan efektif untuk menjarangkan kehamilan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan kontrasepsi di antaranya dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP pada akseptor KB yang terdaftar di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah kasus control, subjek penelitian terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi 30 kelompok non MKJP dan 30 kelompok MKJP. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% + odds ratio. Hasil penelitian didapatkan dukungan suami terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 53,3% dan pola komunikasi suami-istri terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 58,3%. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan suami (p=0,000, OR=16,429) dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP (p=0,001, OR=6,909). Kata-kata kunci: MKJP, dukungan suami, pola komunikasi suami-istri
Hubungan Hitung Jenis Leukosit dengan Tingkat Keparahan Apendisitis Martinus Anggriawan Salim; Agung Ary Wibowo; Meitria Syahadatina Noor; Budianto Tedjowitono; Iwan Aflanie
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.001 KB)

Abstract

Abstract: Acute appendicitis is the most common cases of emergency surgery. Appendicitis divided into several phase: focal, suppurative, gangrene, and perforation phase. In acute appendicitis that is not diagnosed and treated early, it will cause perforated appendicitis and has the higher risk to be peritonitis or abscess. Leukocytes are one of the body's defenses against infection. There are 5 types of leukocytes counted: basophil, eosinophil, neutrophil, monocyte, and lymphocyte. This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. Total of 93 samples were taken using consecutive sampling technique. Data analysis using unpaired T-test was found that monocyte count was not related to the severity of appendicitis (p = 0.19). Data analysis using Man Whittney test was found that neutrophil and lymphocyte related with the severity of appendicitis (p = 0.02 and p = 0.01), while eosinophil and basophil count was not related to the severity of appendicitis (p = 0.182 and p = 0.109). Keywords: Acute appendicitis, perforated appendicitis, leukocyte count. Abstrak: Apendisitis akut merupakan kasus bedah emergensi paling sering ditemui. Apendisitis terbagi menjadi beberapa fase berdasarkan tingkat keparahannya yaitu fase fokal, supuratif, gangren, dan perforasi. Pada apendisitis akut yang tidak diagnosis dan diobati secara dini maka akan menyebabkan apendisitis perforasi. Leukosit merupakan salah satu pertahanan tubuh terhadap infeksi. Tipe leukosit yang dihitung ada 5 yaitu: basofil, eosinofil, neutrofil, monosit, dan limfosit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 93 sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji T-tidak berpasangan didapatkan hitung jenis monosit tidak berhubungan dengan tingkat keparahan apendisitis dengan nilai p= 0,19. Analisis data menggunkan uji Man Whittney didapatkan hitung jenis neutrofil dan limfosit berhubungan dengan tingkat keparahan apendisitis dengan nilai p= 0,02 dan p= 0,01, sedangkan hitung jenis eosinofil dan basofil tidak didapatkan berhubungan dengan tingkat keparahan apendisitis dengan nilai p=0,182 dan p= 0,109. Kata-kata kunci: Apendisitis akut, apendisitis perforasi, hitung jenis leukosit.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orang Tua dengan Kejadian Pernikahan Dini di Kecamatan Aluh-Aluh Tahun 2019 Annie Khairun Nida; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.032 KB)

Abstract

Abstract: Early marriage is the marriage of adolescents under the age of 20. Aluh aluh subdistrict has the second-highest rate of early marriage in Banjar district with 67 cases. Parental knowledge and also attitude are the risk factors of early marriage occurrence. The purpose of this study was to determine whether there is an association between the level of parental knowledge and attitude with the occurrence of early marriage in Aluh aluh subdistrict, 2019. This study is an analytic observational with case-control approach. A total of 16 case samples (early marriage) were obtained using a total sampling technique and 16 control samples were obtained using a systematic random sampling technique. Data analysis using chi-square test with fisher test as the alternative with score ρ<0,05. After analyzing the data, the value of ρ  = 0,077 is obtained for the father’s knowledge variable, ρ  = 0,719 for the mother’s knowledge, ρ = 1,000 for the father’s attitude variable, and there is no analysis test for the mother’s attitude variable because 100% of the mothers have a positive attitude. Based on the results of statistical tests, there is no association between parental knowledge and attitudes with the occurrence of early marriage in Aluh aluh subdistrict in 2019. Keywords:  knowledge, attitude, parent, early marriage Abstrak: Pernikahan dini ialah pernikahan pada remaja ketika usianya krang dari 20 tahun. Kecamatan Aluh-Aluh memiliki angka pernikahan dini tertinggi kedua di Kabupaten Banjar dengan 67 kasus. Pengetahuan dan sikap orang mengenai pernikahan dini diketahui merupakan salah satu faktor risiko dari pernikahan dini.   Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap orang tua dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh tahun 2019. Penelitian ini  bersifat observasional analitik dengan menggunakan metode case control. Sampel diambil dengan teknik total sampling untuk kelompok kasus dan systematic random sampling untuk kelompok kontrol dan didapatkan sebanyak 16 sampel untuk kasus (menikah dini) dan 16 sampel untuk kontrol (tidak menikah dini) yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square serta uji fisher dengan nilai ρ<0,05. Setelah dilakukan analisis data, didapatkan nilai ρ = 0,077 untuk variabel pengetahuan ayah, ρ = 0,719 untuk variabel pengetahuan ibu, ρ = 1,000 untuk variabel sikap ayah, serta tidak dilakukan uji analisis untuk variabel sikap ibu karena 100% ibu memiliki sikap positif. Dari hasil uji statistik, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh Tahun 2019. Kata-kata kunci:  pengetahuan, sikap, orang tua, pernikahan dini
Hubungan antara Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019 Muhammad Zulfi Karami Fachir; Meitria Syahadatina Noor; Ihya Ridlo Nizomy
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.896 KB)

Abstract

Abstract: Postpartum hemorrhage is bleeding more than 500 ml that occurs after vaginal delivery. Data from Ulin Hospital Banjarmasin mentioned that from 714 deliveries in January to December 2018 there were 28 cases of postpartum hemorrhage. Risk factors for postpartum hemorrhage include age and parity. The study aims to determine the associations of maternal age and parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Ulin Hospital Banjarmasin in the period January 2018 - June 2019. The study used an observational analytic method that was case control. The study population was all patients who gave birth in the delivery room of Ulin Hospital Banjarmasin in January 2018 - June 2019. The study sample was divided into case and control samples. Case sampling technique uses total sampling and control samples use simple random sampling. The statistical test used was chi-square with a confidence level of 95%. The results showed that postpartum hemorrhage patients at age less than 20 and more than 35 years were 62.2% and in nulliparous, primiparous and multiparous parity (parity> 3) were 70.3%. Obtained the results of the analysis of the associations of postpartum hemorrhage to maternal age (p = 0,000) and parity (p = 0.010). The conclusion of this study is that there is a significant associations between maternal age and parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Ulin Hospital Banjarmasin in the period January 2018 - June 2019. Keywords: postpartum hemorrhage, age, parity Abstrak: Perdarahan pasca-salin adalah perdarahan lebih dari 500 ml yang terjadi setelah kelahiran pervaginam. Data Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin menyebutkan dari 714 persalinan pada bulan Januari sampai Desember tahun 2018 terdapat 28 kasus perdarahan pasca-salin. Faktor risiko perdarahan pasca-salin diantaranya adalah usia dan paritas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian pendarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Penelitian menggunakan metode observasional analitik bersifat kasus kontrol. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang melahirkan di kamar bersalin RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Januari 2018 – Juni 2019. Sampel penelitian dibagi menjadi sampel kasus dan sampel kontrol. Teknik sampling kasus menggunakan total sampling dan sampel kontrol menggunakan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan pasien perdarahan pasca-salin pada usia <20 dan >35 tahun sebanyak 62,2 % dan pada paritas nulipara, Primipara dan multipara (paritas >3) sebanyak 70,3 %. Didapatkan hasil analisis hubungan perdarahan pasca-salin terhadap usia ibu (p=0,000) dan paritas (p=0,010). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dan paritas dengan kejadian perdarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Kata-kata kunci: perdarahan pasca-salin, usia ibu, paritas
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Protokol Kesehatan 3M dengan Kejadian Covid-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021 Syellin Ivasga Baylina; Farida Heriyani; Lisda Hayatie; Meitria Syahadatina Noor; Edyson Edyson
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.246 KB)

Abstract

Abstract: The case of COVID-19 continues to increase. Health protocols are being promoted by the government in an effort to prevent the spread of COVID-19. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and adherence to the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Banjarmasin City. This study used an analytic observational method in the form of a case control in Pemurus Dalam Public Health Center in Banjarmasin City using a questionnaire distributed via a google form link, the data were analyzed using the chi square test. The results showed that subjects in the case group 43% had poor knowledge and 12% did not comply with health protocols when compared to the control group which only had a little bad knowledge (11%) and more who obeyed health protocols (91%). The conclusion of this study is that there is a significant correlation (p value < 0,050) between knowledge and compliance with the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Pemurus Dalam Community Health Center in 2021. Keywords: knowledge, compliance, health protocol, incidence, COVID-19 Abstrak: Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat. Protokol kesehatan sedang digalakkan oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik berupa case control di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui link google form, data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada kelompok kasus 43% memiliki pengetahuan kurang dan 12% tidak mematuhi protokol kesehatan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya memiliki sedikit pengetahuan buruk (11%) dan lebih banyak yang mematuhi protokol kesehatan (91%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan (p value < 0,050) antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021. Kata-kata kunci: pengetahuan, kepatuhan, protokol kesehatan, kejadian, COVID-19
Co-Authors Ade Satria Wiguna Adhi Surya Agung Ary Wibowo Agung Ary Wibowo Ahmad Rianza Hutasuhut Alfi Yasmina Andini Octaviana Puteri Andini Octaviana Puteri Andini Octaviana Putri Andini Oktaviana Putri Andini Oktaviani Putri Annie Khairun Nida Ardik Lahdimawan Ari Yunanto Arifin Syamsul Budi Santoso Budianto Tedjowitono Budianto Tedjowitono Chelsea Zefanya Narang Cindana Amalia Paramitha Daniar Agustini Husniah Della Tanzilia Hidayat Dian Rosadi Djallalluddin Djallalluddin Dwi Rezki Safitri Dwika Fresty Dian Mustika Sari Dwike An Nisa Kurniawan Edyson Edyson Eka Novica Puspa Dewi Eko Suhartono Erfan Maulana Fahrin Noor Fahrini Yulidasari Fakhriyah Fakhriyah Farida Heriyani Fauzie Rahman Ferry Armanza Fitrah Noor Pratama H.M Bahkriansyah Hadrianti H. D. Lasari Harapan Parlindungan Ringoringo Harapan Parlindungan Ringoringo Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Fatimah I Made Gede Darma Susila Ihya Hazairin Noor Ihya Ridlo Nizomy Ihya Ridlo Nizomy Inanda Kasmawardah Indra Rukmana Bangsawan Ira Nurrasyidah Isnaini Isnaini Istiana Istiana Iwan Aflanie Josephine Olivia Cristie Juhairina Juhairina Junaidy Junaidy Kharis Faridan Khuzai Khuzaini Krishna Satyagraha Kusuma Putera Laily Alfisahrinie Laily Khairiyati Leny Suardi Lisa Fitriani Lisda Hayatie, Lisda M Riduan Abriadi M. Hafiz Ansari M. Irpan Martinus Anggriawan Salim Muhammad Aldy Rahman Muhammad Hasfhi Abdurrahman Muhammad Hashfi Abdurrahman Muhammad Irwan Setiawan Muhammad Riza Muhammad Zulfi Karami Fachir Najibah Lestari Nani Mi’rajiah Nika Sterina Skripsiana Nita Pujianti Noor Khalisha Puteri Nur Laily Nur Qamariah Nur Qamariah Oktriyanto Oktriyanto Pribakti Budinurdjaja Pribakti Budinurdjaja Puspita Aisyiyah Ranindy Qadrinnisa Riki Welli Saputra Rizky Yusnida Amelia Rosihan Adhani, Rosihan Singgih Sidarta Siti Wasilah Sulastini Sulastini Suriani Agreini Sagoba Syahrial Shaddiq Syellin Ivasga Baylina Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Widjiati Widjiati Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati Yustin Ari Prihandini Zairin Noor Zairin Noor Zhafira Khoirunnisa Suwanto