Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI BANJARMASIN Zhafira Khoirunnisa Suwanto; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Population in Indonesia has a major problem, namely the high birth rate. LACMs is effective method to plan a pregnancy in the long term, but the use has not been done maximally. The purpose of this study was to analyze the relationship between education and work with the use of LACMs. This study was observational analytic. Data analysis in the study used the chi-square test. The results showed that the proportion of LACMs use based on education showed that was dominated lower-middle education, while the proportion of jobs was dominated by women who worked., From the results of the Chi Square test with a degree of confidence (p <0.05) it was concluded that there was no correlation between education and LACMs use (p> 0.05) and there was a relationship between work with LACMs use (p <0.05), with an Odds Ratio of 3.286, it was indicated that family planning acceptors who did not work have the chance to use LACMs 3.2 times higher than KB acceptors who  work. Keywords: education, work, Long Acting Contraceptive Methods (LACMs) Abstrak: Kependudukan di Indonesia mempunyai masalah tingginya angka kelahiran. MKJP merupakan solusi untuk merencanakan kehamilan dalam waktu  jangka panjang, namun penggunaan belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan  pekerjaan dengan penggunaan MKJP. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Responden di bagi 2 kelompok yaitu kelompok kasus akseptor KB non MKJP dan kelompok kontrol akseptor KB MKJP. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan MKJP pendidikan menunjukkan pendidikan rendah-menengah lebih besar dibandingkan dengan pendidikan tinggi, adapun proporsi pekerjaan banyak didominasi wanita bekerja bagi pengguna MKJP. Dari hasil uji Chi Square dengan derajat kepercayaan (p < 0,05 ) disimpulkan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan penggunaan MKJP (p > 0,05) dan ada hubungan antara pekerjaan dengan penggunaan MKJP (p < 0,05), dengan nilai Odds Ratio 3,286 menunjukkan akseptor KB tidak bekerja berpeluang tidak menggunakan MKJP 3,286 kali lebih besar dibandingkan akseptor KB  bekerja. Kata-kata kunci: pendidikan, pekerjaan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
Hubungan antara Diagnosis Rujukan dan Frekuensi Asuhan Antenatal dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019 Indra Rukmana Bangsawan; Noor Meitria Syahadatina; Ihya Ridlo Nizomy
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.644 KB)

Abstract

Abstract: Postpartum hemorrhage is more than 500 ml of bleeding that occurs after vaginal delivery or more than 1000 ml after abdominal delivery within 24 hours. This research aims to determine the relationship of reference diagnosis and frequency of antenatal care with postpartum hemorrhage in RSUD Ulin Banjarmasin period January 2018 – June 2019 This research uses a case control analytical observational research method. The samples in this study were divided into samples of cases and control samples. Sample cases used total sampling and sampel control used simple random sampling. The statistical test used was the Chi-Square test and Fisher's alternative test    with a confidence level of 95% or α = 0.05. Analysis results of post-saline bleeding relationship to the diagnosis of reference (p= 0.000) and antenatal frequency (p= 0.424). The conclusion of this research is that there is a diagnosis relationship with the postpartum hemorrhage incident in RSUD Ulin Banjarmasin period January 2018 – June 2019 and there is no frequency relationship of antenatal bleeding with the incidence of postpartum hemorrhage in the RSUD Ulin Banjarmasin period January 2018-June 2019. Keywords: postpartum hemorrhage, referral diagnose, antenatal care frequency. Abstrak: Perdarahan pasca-salin adalah perdarahan yang terjadi lebih dari 500 ml setelah bayi lahir pervaginam atau lebih dari 1000 ml setelah persalinan abdominal dalam 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diagnosis rujukan dan frekuensi asuhan antenatal dengan kejadian pendarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019 Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik yang bersifat case control. Sampel kasus menggunakan total sampling, sampel kontrol menggunakan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji’ Chi-Square dan uji alternatif Fisher dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05. Didapatkan hasil analisis hubungan perdarahan pasca-salin terhadap diagnosis rujukan (p=0,000) dan frekuensi asuhan antenatal (p=0,424). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan diagnosis rujukan dengan kejadian perdarahan pasca-salin, tetapi tidak terdapat hubungan frekuensi asuhan antenatal dengan kejadian perdarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018-Juni 2019. Kata- kata  kunci: perdarahan pasca-salin, diagnosis rujukan, frekuensi asuhan antenatal.
Hubungan antara Cara Persalinan dan Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019 Muhammad Aldy Rahman; Meitria Syahadatina Noor; Ihya Ridlo Nizomy
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.271 KB)

Abstract

Abstract: Postpartum haemorrhage is loss of blood more than 500 cc after vaginal birth, or more than 1000 ml after sectio caesarea. Risk factors associated with postpartum haemorrhage are mode of delivery, history of hypertension, and hypertension during pregnancy. The aims study this of was to determine the between relationship mode of delivery and history of hypertension with the incidence of postpartum haemorrhage in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin over the period of January 2018 - June 2019. This study was an analytic observational research to design case control. The population used in study this were all patient who gave birth in the delivery room at RSUD Ulin Banjarmasin over the period of January 2018 - June 2019. The sample was divided into case samples and control samples. The case sample was selected using total sampling from 42 cases. The result; the sample with sectio caesarea was 12% and without sectio caesarea was 88%, the sample with history of hypertension was 7% and without history of hypertension was 97%. Analytical method used Fisher method represent the p=0,713 for mode of delivery and p=0,616 for history of hypertension.  It was concluded that there is no relationship between the mode of delivery and history of hypertension with the incidence of postpartum haemorrhages in RSUD Ulin Banjarmasin over the period of January 2018 - June 2019. Keywords: postpartum hemorrhages, mode of delivery, hypertension history Abstrak: Perdarahan pasca-salin adalah perdarahan yang terjadi lebih dari 500 cc setelah kelahiran pervaginam dan terjadi lebih dari 1000 ml setelah kelahiran abdominal.’ Faktor risiko terjadinya perdarahan pasca-salin yaitu cara persalinan, riwayat hipertensi dan hipertensi pada masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cara persalinan dan riwayat hipertensi dengan kejadian pendarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019 Penelitian ini menggunakan metode penelitian observational analitik yang bersifat case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di kamar bersalin RSUD Ulin Banjarmasin dari Januari 2018 – Juni 2019. Sampel  dibagi menjadi menjadi sampel kasus dan sampel kontrol. Sampel kasus menggunakan total sampling dari 42 kasus. Hasil penelitian ini sampel yang persalinan tindakan sebanyak 12% dan yang tanpa tindakan sebanyak 88%, yang ada riwayat hipertensi sebanyak 7% dan tidak ada riwayat hipertensi sebanyak 97%. Metode analitik yang digunakan adalah uji Fisher menunjukan bahwa nilai p=0,713   untuk cara persalinan dan nilai p=0.616 untuk riwayat hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat  hubungan cara persalinan dan riwayat hipertensi dengan kejadian perdarahan pasca-salin  di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Kata-kata Kunci: Perdarahan  pasca-salin, cara persalinan, riwayat hipertensi
Hubungan Asupan Protein dan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMPN 18 Banjarmasin Fitrah Noor Pratama; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.581 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is a condition of decreased hemoglobin levels in the blood. Data from the Banjarmasin City Health Department 2018 the incidence of anemia in adolescents was 924 cases, consisting 884 young women and 40 young men. One factor that may cause anemia is the lack of protein and iron intake. The purpose of this study was to determine and analyze the relationship of protein and iron intake with the incidence of anemia in adolescent girls at SMPN 18 Banjarmasin. The method used in this study is analytic observational with a cross-sectional approach. The population was the entire female students at SMPN 18 Banjarmasin with 88 females as the sample. The sampling technique used a proportional random sampling. Chi square test was used to help analyze this research. The results of this study were 47% of respondents with anemia and 53% without anemia, 60% of inadequate protein intake and 40% of adequate protein intake, 70% of inadequate iron intake and 30% of adequate iron intake. Chi-square test shows the results with a value of p = 0.149 for the association of protein intake of adolescents females with anemia and a value of p = 0.084 for the association of iron intake of adolescents females with anemia. In conclusion, there is no association between protein and iron intake with the occurrence of anemia in adolescents females at SMPN 18 Banjarmasin. Keywords : protein intake, iron intake, anemia, adolescents females. Abstrak: Anemia merupakan keadaan terjadinya penurunan kadar Hb darah di dalam tubuh. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin 2018 angka kejadian anemia pada remaja sebesar 924 kasus, 884 remaja putri dan 40 remaja putra. Asupan protein dan zat besi yang kurang merupakan salah satu faktor kejadian anemia. Metode observasional analitik digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri SMPN 18 Banjarmasin dengan jumlah 88 orang. Pengambilan sampel dengan proportional random sampling.  Data hasil uji chi-square menunjukan responden yang mengalami anemia 47% dan tidak anemia 53%, asupan protein yang tidak terpenuhi sebanyak 60% dan yang terpenuhi sebanyak 40%, asupan zat besi yang tidak terpenuhi sebanyak 70% dan yang terpenuhi sebanyak 30%. Hasil analisis uji chi square menunjukkan nilai p=0,149 untuk hubungan asupan protein dengan anemia dan nilai p=0,084 untuk hubungan asupan zat besi dengan kejadian anemia. Hasil pada penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan asupan protein dan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 18 Banjarmasin. Kata-kata kunci: asupan protein, asupan zat besi, anemia, remaja putri
Literature Review: Hubungan Dukungan Suami dan Tenaga Kesehatan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Najibah Lestari; Meitria Syahadatina Noor; Ferry Armanza
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.536 KB)

Abstract

Abstract: Long term contraceptive methods (LTCMs) are contraceptive methods can be used effective for a long period, and efficient to delaying pregnancy. LTCMs, users in Indonesia are classified as low, specifically 7,920,260 users (21,81%). The fact0rs that influence the use of LTCMs needs support from husbands, support from heaIth workers in using LTCMs. The purpose of this literature review is to explain the relationship between husband support and health workers with the use of LACMs. The method in this study uses a systematic literature review of 20 related research literature. The value showed that the percentage of literature related to the variable of husband's support with the use of LACMs was 61%, and the husband's support that was not related to the use of LACMs was 39%. While the value of the study showed that the percentage of literature related to the variable support for health workers with the use of LACMs was as much as 75% and the support for health personnel who were not related to the use of LACMs was 25%. Keywords: relationship, husband support, health worker support, long term contraceptive methods (LTCMs) Abstrak: Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah metode k0ntrasepsi yang masa kerjanya lama dan mempunyai efektivitas tinggi terhadap pencegahan kehamilan. Penggunaan MKJP di lndonesia tergolong sedikit sebesar 7.920.260 pengguna (21,81%). Faktor yang berpengaruh dalam MKJP yaitu dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan dalam penggunaan MKJP. Tujuan kajian literatur ini untuk menjelaskan hubungan dukungan suami dan tenaga kesehatan dengan penggunaan MKJP. Metode penelitian ini menggunakan systematic literature review terhadap  sebanyak 20 litarature penelitian yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukan persentase literature yang berhubungan  untuk variabel dukungan suami dengan penggunaan MKJP sebanyak 61%, dan dukungan suami dengan penggunaan MKJP yang tidak berhubungan sebanyak 39%. Hasil penelitian menunjukan pesentase literature yang berhubungan untuk variabel dukungan tenaga kesehatan dengan penggunaan MKJP sebanyak 75% dan dukungan tenaga  Kesehatan yang tidak berhubungan dengan penggunaan MKJP sebanyak 25%. Kata-kata kunci: hubungan, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, MKJP
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Dwi Rezki Safitri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Contraception user to reduce rate of population growth. One of is the Long Acting Contraception Methods(LACMs).The factors can influence low uses of LACMs is the level of knowledge and attitude.This research aimed to discover the correlation between the level of knowledge and attitudes with the use of MKJP in the In-Administer Pemurus Dalam, Cempaka Putih and Puskesmas 9 November Health Center Banjarmasin. This was an observational analytic with a case control method. The samples taken were 30 sample cases(Non-LACMs) users) and 30 control sample(LACMs users). Data analysis used chi-square+ ood ratio.The results were 73,3% the highest level of good knowledge in LACMs group and the highst non-LACMs group 56,7% with bad knowledge.The attitude of LACMs group was the most good attitude is 80% and the most non-LACMs group 50% with a bad attitude. In conclution, there is correlation between the level of knowledge(ρ = 0.018; OR = 3,596) and attitude(ρ = 0.015; OR = 4) with the use of LACMs. Keywords: knowledge level, attitude, peritoneal, Long Acting  Contraceptive Methods (LACMs) Abstrak: Penggunaan Kontrasepsi  bertujuan menekan laju pertumbuhan penduduk,salah satu metodenya yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya penggunaan MKJP yaitu tingkat pengetahuan dan sikap.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol. Sampel terdiri dari  30 sampel kasus (pengguna NonMKJP) dan 30 sampel kontrol (pengguna MKJP). Analisis data menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%+ood ratio. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan baik terbanyak pada kelompok MKJP 73,3% dan kelompok nonMKJP terbanyak tingkat pengetahuan buruk 56,7%. Sikap pada kelompok MKJP terbanyak sikap baik 80% dan kelompok nonMKJP terbanyak dengan sikap buruk 50%. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan =0,018;OR=3,596) dan sikap ( =0,015;OR=4) dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Kata-kata kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Metode Kontrasepsi Jangka anjang (MKJP)
Impact of E2 and FSH levels on the severity of Stress Urinary Incontinence (SUI) in menopausal women Leny Suardi; Pribakti Budinurdjaja; Wiwit Agung Sri Nurcahyawati; Meitria Syahadatina Noor
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol. 30 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.V30I22022.92-100

Abstract

HIGHLIGHTS 1. E2 and FSH levels in menopausal women are thought to have relationship with stress urinary incontinensia (SUI).2. It was found that E2 and FSH levels had no significant relationship with SUI severity in menopausal women.   ABSTRACT Objectives: This study aimed to analyze the relationship between E2 and FSH levels in menopausal women with the severity of Stress Urinary Incontinence (SUI) at Ulin Hospital, Banjarmasin, Indonesia. Materials and Methods: This study used an analytic observational method with cross-sectional design in menopausal women diagnosed with Urinary Incontinence (UI) from October 2020 - March 2021. The independent variables were E2 and FSH levels. The dependent variable was the severity of SUI in menopausal women. The severity of SUI was determined by the Incontinence Severity Index (ISI) scoring. Data were analyzed by Spearman correlation. Results: The subjects who met the criteria were 25 women. The results showed the prevalence rate of SUI was 5.8% with E2 and FSH levels of mild SUI (14.25 pg/mL and 49.70 mIU/mL), moderate (7.91 pg/mL and 54.13 mIU/mL), and severe (9.14 pg/mL) and 70.97 mIU/mL). The number of severity levels of mild SUI was 44%, moderate SUI was 48%, and severe SUI was 8%. Most patients with SUI aged >60 years, multipara, normal body mass index (BMI), duration of menopause <10 years, menarche <15 years, Intrauterine Device (IUD) contraception, and delivered with spontaneous vaginal delivery. There was no significant relationship between E2 levels and the severity of SUI with a p-value of 0.084 and a correlation coefficient of -0.353. There was no significant relationship between FSH level and severity of SUI with a p-value of 0.367 and a correlation coefficient of 0.189. Conclusion: There was no significant relationship between E2 and FSH levels and the severity of SUI in menopausal women. It is necessary to do research on other factors that influence the high severity of SUI in menopausal women.  
PELATIHAN KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI KELUARGA BERENCANA PADA KADER POSYANDU UNTUK MENINGKATKAN CAPAIAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG WILAYAH LAHAN BASAH Fakhriyah Fakhriyah; Siti Wasilah; Meitria Syahadatina Noor; Andini Oktaviana Putri; Inanda Kasmawardah; Muhammad Hasfhi Abdurrahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11657

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dalam penggarapan Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) tahun 2020-2024 diantaranya masih rendahnya kesertaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Berdasarkan hasil PK 2021 secara nasional hanya tercapai sebesar 22,0 dari target 25,93 sedangkan Provinsi Kalimantan Selatan tercapai sebesar 9,1 dari target 10,4. Provinsi Kalimantan Selatan berada pada posisi paling rendah secara nasional. Di Kabupaten Banjar capaian MKJP adalah 6,6% dan di Kecamatan Martapura Barat capaian MKJP yaitu 4,6 %. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya cakupan KB MKJP, dan belum optimalnya peran kader Kesehatan dalam peningkatan KB MKJP. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatakan pengetahuan dan keterampilan kader Kesehatan tentang Komunikasi Informasi dan Edukasi Keluarga Berencana (KIE KB) MKJP. Metode pelaksanaan pengabdian adalah dengan metode ceramah, demonstrasi dan praktek. Jumlah sasaran yang berpartisipasi adalah 21 orang selama 2 hari. Hasil dari kuesioner pre test dan post test didapatkan hasil sebanyak 95% peserta pengetahuannya meningkat. Rerata hasil pretest adalah 5,09 dan rerata hasil post test adalah 7,19. Rekomendasi untuk Puskesmas agar mengoptimalkan peran kader dan meningkatkan kapasitas kader dalam upaya peningkatan cakupan peserta KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Kata kunci: pelatihan; kader; komunikasi; informasi dan edukasi; keluarga berencana ABSTRACTProblems that need attention in working on the Family Planning and Reproductive Health (KBKR) 2020-2024 sector include the low participation of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP). Based on the PK 2021 results nationally, it only achieved 22.0 of the target of 25.93, while for South Kalimantan Province it achieved 9.1 of the target of 10.4. South Kalimantan Province is in the lowest position nationally. In Banjar Regency, MKJP achievement was 6.6% and in Martapura Barat District, MKJP achievement was 4.6%. The problems found were the low coverage of KB MKJP, and the not optimal role of health cadres in improving KB MKJP. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of Health cadres regarding Family Planning Information Communication and Education (IEC KB) MKJP. The method of implementing the dedication is by the method of lectures, demonstrations and practice. The number of participating targets is 21 people. The results of the pre-test and post-test questionnaires showed that 95% of the participants' knowledge increased. The average pretest result was 5.09 and the posttest result average was 7.19. Recommendations for Community Health Centers to optimize the role of cadres and increase the capacity of cadres in an effort to increase the coverage of Long Term Contraceptive Method Family Planning participants. Keywords: training; cadres; MKJP; communication; information and education; family planning
Pengetahuan, Sikap, dan Indeks Masa Tubuh pada Kejadian Kurang Energi Kronis di Remaja Putri Fakhriyah Fakhriyah; Hadrianti H D Lasari; Meitria Syahadatina Noor; Andini Oktaviani Putri; Muhammad Irwan Setiawan
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.2

Abstract

Asupan gizi yang kurang merupakan salah satu masalah gizi yang khas pada remaja putri yang dapat menyebabkan gizi buruk, kekurangan energi-protein kronis, dan anemia. Permasalahan tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, seperti menurunnya konsentrasi belajar pada remaja, melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR) pada wanita usia subur, dan menurunnya kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, kejadian Kekurangan Energi Kronis pada remaja putri berfluktuasi dengan hasil sebesar 36,5%. Sedangkan menurut data Riskesdas di Kalimantan Selatan, angka KEK pada ibu hamil sebesar 19,45% dan pada ibu tidak hamil sebesar 14,42%. Sedangkan di Kecamatan Aluh-Aluh terdapat 58,3% remaja mengalami kekurangan energi kronis. Urgensi penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan IMT dengan KEK pada remaja putri SMA. Penelitian ini menggunakan analisis observasional dengan pendekatan desain cross sectional dengan purposive sampling di SMA. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata sikap (p=0,848) dan pengetahuan (p=0,850) antara remaja putri KEK dengan kelompok lawannya. Sedangkan ada perbedaan rata-rata nilai IMT remaja putri KEK (p=0,0001).
EDUKASI PENINGKATAN PARTISIPASI PRIA DALAM KEPESERTAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI WILAYAH LAHAN BASAH (KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR) Meitria Syahadatina Noor; Andini Octaviana Putri; Fakhriyah Fakhriyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13317

Abstract

ABSTRAKContraceptive prevalence rate (CPR) merupakan salah satu indikator pelayanan Keluarga Berencana (KB).  Data CPR Kalimantan Selatan berdasarkan BKKBN Kalimantan Selatan menunjukkan persentase yang menggunakan KB Modern adalah 67,5%.  Salah satu Kabupaten/Kota dengan capaian CPR terendah di Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Banjar (66,6%).  Data KB pria yang menjadi akseptor kondom di Kabupaten Banjar hanya 1,03% dan metode Kontrasepsi Pria (MOP) 0,09% dari jumlah pasangan usia subur (PUS).  Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di wilayah kerja puskesmas Martapura Barat, Senin, 25 Juli 2022 dengan melibatkan 30 suami dari PUS.  Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pria dalam kepeserta program KB.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan ceramah menggunakan media video, booklet dan alat peraga. Penilaian pre-test dan post-test pengetahuan PUS dilakukan untuk menilai keberhasilan program.  Hasil analisis data menunjukkan terdapat peningkatan bermakna skor pengetahuan, persepsi dan partisipasi pria dalam program KB, tapi belum dapat meningkatkan skor sikap secara bermakna. Selanjutnya adalah pria dapat lebih dilibatkan sebagai peserta edukasi tentang KB untuk meningkatkan partisipasi dalam program KB, dan dilakukan secara berulang. Kata kunci: lahan basah; partisipasi pria; peserta KB ABSTRACTContraceptive prevalence rate (CPR) is one of the Family Planning Service Indicator.  CPR data of Kalimantan Selatan based on BKKBN Kalimantan Selatan show a percentage whose use modern KB are 67,5%.  One of the city with the lowest CPR gain in South Kalimantan is Kabupaten Banjar (66,6%).  Based on data, male as condom acceptor in Kabupaten Banjar is only 1,03% and percentage of Male Contraception Method reach 0,09% from (PUS). Our purpose is to increase men's participation in family planning program participants. The method of implementing community service is by providing education with lecture using video media, booklet, and other props to PUS. Pretest and posttest assessment of PUS knowledge was carried out to assess program success. The results of the data analysis showed that there was a significant increase in the scores of men's knowledge, perceptions and participation in the family planning program, but had not be able to significantly increase the attitude score. Furthermore, men can be more involved as participants in education about family planning to increase participation in family planning programs, and this is done repeatedly.Keywords: KB participants; male participation; wet-land
Co-Authors Ade Satria Wiguna Adhi Surya Agung Ary Wibowo Agung Ary Wibowo Ahmad Rianza Hutasuhut Alfi Yasmina Andini Octaviana Puteri Andini Octaviana Puteri Andini Octaviana Putri Andini Oktaviana Putri Andini Oktaviani Putri Annie Khairun Nida Ardik Lahdimawan Ari Yunanto Arifin Syamsul Budi Santoso Budianto Tedjowitono Budianto Tedjowitono Chelsea Zefanya Narang Cindana Amalia Paramitha Daniar Agustini Husniah Della Tanzilia Hidayat Dian Rosadi Djallalluddin Djallalluddin Dwi Rezki Safitri Dwika Fresty Dian Mustika Sari Dwike An Nisa Kurniawan Edyson Edyson Eka Novica Puspa Dewi Eko Suhartono Erfan Maulana Fahrin Noor Fahrini Yulidasari Fakhriyah Fakhriyah Farida Heriyani Fauzie Rahman Ferry Armanza Fitrah Noor Pratama H.M Bahkriansyah Hadrianti H. D. Lasari Harapan Parlindungan Ringoringo Harapan Parlindungan Ringoringo Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Fatimah I Made Gede Darma Susila Ihya Hazairin Noor Ihya Ridlo Nizomy Ihya Ridlo Nizomy Inanda Kasmawardah Indra Rukmana Bangsawan Ira Nurrasyidah Isnaini Isnaini Istiana Istiana Iwan Aflanie Josephine Olivia Cristie Juhairina Juhairina Junaidy Junaidy Kharis Faridan Khuzai Khuzaini Krishna Satyagraha Kusuma Putera Laily Alfisahrinie Laily Khairiyati Leny Suardi Lisa Fitriani Lisda Hayatie, Lisda M Riduan Abriadi M. Hafiz Ansari M. Irpan Martinus Anggriawan Salim Muhammad Aldy Rahman Muhammad Hasfhi Abdurrahman Muhammad Hashfi Abdurrahman Muhammad Irwan Setiawan Muhammad Riza Muhammad Zulfi Karami Fachir Najibah Lestari Nani Mi’rajiah Nika Sterina Skripsiana Nita Pujianti Noor Khalisha Puteri Nur Laily Nur Qamariah Nur Qamariah Oktriyanto Oktriyanto Pribakti Budinurdjaja Pribakti Budinurdjaja Puspita Aisyiyah Ranindy Qadrinnisa Riki Welli Saputra Rizky Yusnida Amelia Rosihan Adhani, Rosihan Singgih Sidarta Siti Wasilah Sulastini Sulastini Suriani Agreini Sagoba Syahrial Shaddiq Syellin Ivasga Baylina Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Widjiati Widjiati Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati Yustin Ari Prihandini Zairin Noor Zairin Noor Zhafira Khoirunnisa Suwanto