Claim Missing Document
Check
Articles

Karakter Kepemimpinan Pemuda Kristen: Peran Pendidikan Agama Kristen Gereja Meningkatkan Kepemimpinan Spiritualitas Tarore, Renita Novia; Tanasyah, Yusak; Basuki, Eko; Setiawan, Ruthnawaty
Indonesian Journal of Religious Vol. 6 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Religious, Vol.6, No.2 (October 2023)
Publisher : LPPM - Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/ijr.v6i2.58

Abstract

The role of the church is crucial in nurturing Christian education to enhance spiritual leadership among youth. This study examines the characteristics of Christian leadership in youth and the church's role in providing religious education to foster spiritual leadership. Using a qualitative approach, this research explores how the church can effectively support the development of spiritual leadership qualities such as integrity, humility, and empathy in youth. The findings reveal that the church plays a significant role in shaping the spiritual and moral guidance of young individuals, equipping them with the skills and values necessary for spiritual leadership. The study also emphasizes the importance of mentorship, community involvement, and experiential learning as key strategies for nurturing young Christian leaders. By investing in the spiritual development of youth, the church can contribute to the growth of future leaders with a strong faith foundation and a commitment to serve their communities.   Peran gereja sangat penting dalam membina pendidikan Kristen untuk meningkatkan kepemimpinan spiritual di kalangan Pemuda. Penelitian ini mengkaji tentang karakteristik kepemimpinan Kristen pada Pemuda dan peran gereja dalam memberikan pendidikan agama untuk menumbuhkan kepemimpinan spiritual. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana gereja dapat secara efektif mendukung pengembangan kualitas kepemimpinan spiritual seperti integritas, kerendahan hati, dan empati pada Pemuda. Temuan-temuan ini mengungkapkan bahwa gereja memainkan peran penting dalam membentuk pedoman spiritual dan moral individu muda, membekali mereka dengan keterampilan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk kepemimpinan spiritual. Studi ini juga menekankan pentingnya pendampingan, keterlibatan komunitas, dan pembelajaran berdasarkan pengalaman sebagai strategi utama untuk membina pemimpin muda Kristen. Dengan berinvestasi dalam pengembangan rohani Pemuda, gereja dapat berkontribusi pada pertumbuhan pemimpin masa depan yang mempunyai dasar iman yang kuat dan berkomitmen untuk melayani komunitas mereka.
Sumbangsih Pendidikan Israel Kuno Dalam Pendidikan Agama Kristen Pada Anak Singal, Youke L.; Tanasyah, Yusak; Malau, Maya; Bulan, Susanti Embong
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2023): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i1.126

Abstract

This study explores the contribution of education in ancient Israel and its application to Christian education for children today. The study begins by examining the education system in ancient Israel, including the role of parents, religious leaders, and formal institutions in imparting knowledge and moral teachings. Taking lessons from the ancient Israelites, the study then explores how these principles can be applied to Christian education today. It examines the role of parents, teachers, and the church community in fostering a nurturing and holistic educational environment. It also investigates the use of Scripture, prayer, worship, and ministry to engage children in their faith journey. The purpose of this study emphasizes the value of integrating educational wisdom and practices in ancient Israel into modern Christian education. By adopting a holistic approach that combines Scripture, experiential learning, community engagement, and character building, Christian educators can provide a solid foundation for children to develop lifelong faith, moral values, and a living relationship with God. This study used a literature review research method that investigated books and journals related to ancient Israeli education. Studi ini mengeksplorasi kontribusi pendidikan di Israel kuno dan penerapannya pada pendidikan Kristen untuk anak-anak saat ini. Studi dimulai dengan mengkaji sistem pendidikan di Israel kuno, termasuk peran orang tua, pemimpin agama, dan lembaga formal dalam menyampaikan pengetahuan dan ajaran moral. Mengambil pelajaran dari bangsa Israel kuno, penelitian ini kemudian mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan pada pendidikan Kristen saat ini. Ini mengkaji peran orang tua, guru, dan komunitas gereja dalam membina lingkungan pendidikan yang mengasuh dan holistik. Itu juga menyelidiki penggunaan Kitab Suci, doa, ibadah, dan pelayanan sebagai sarana untuk melibatkan anak-anak dalam perjalanan iman mereka. Tujuan dari penelitian ini menekankan nilai integrasi kebijaksanaan dan praktik pendidikan di Israel kuno ke dalam pendidikan Kristen modern. Dengan mengadopsi pendekatan holistik yang menggabungkan Kitab Suci, pengalaman belajar, keterlibatan masyarakat, dan pembentukan karakter, pendidik Kristen dapat memberikan landasan yang kokoh bagi anak-anak untuk mengembangkan iman seumur hidup, nilai-nilai moral, dan hubungan yang hidup dengan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka yang menyelidiki buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan pendidikan Israel kuno.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Efektifitas Pembelajaran di Masa Pandemi dalam Mengembangkan Karakter Peserta Didik Tanasyah, Yusak; Singal, Youke; Mariana, Eta
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.89

Abstract

Pada tahun 2019 menyebarnya penyakit yang dinamai Covid-19 diseluruh dunia, dan masuk di Indonesai pada bulan maret 2020, menanggapi situasi yang sangat genting pemerintah Indonesai beserta Kementrian Pendidikan dan Kebudaayaan mengambil kebijakan dengan memberlakukan libur (work At Home) untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran luas dari penyakit Covid-19. Pandemi adalah epidemi yang terjadi saat ini sangat memberikan dampak yang sangat merugikan bangsa Indonesia bahkan mancanegara. Diketahui pada akhir tahun 2019 telah terjadi adanya virus yang membahayakan bahkan dapat mematikan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru pendidikan agama kristen dan efektifitas pembelajaran di masa pandemi dalam mengembangkan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu guru harus dapat meningkatkan kualitas dan kompetensinya di bidang pendidikan dan kerohanianya. Guru juga harus menganali peserta didiknya, serta mampu meningkatkan pengetahuan, karakter peserta didik secara holistik, sebagaimana yang sudah di tetapkan oleh peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Pasal 1, ayat 1 tentang bagaimana tugas Guru dan Dosen itu sangat besar. Setiap Guru menjadi teladan bagi peserta didik karena guru adalah model bagi mereka yang mengidolakan guru tersebut.
Child Sacrifice in the Book of Leviticus: A Comparative Study with Ancient Near Eastern Practices Tanasyah, Yusak; George, Alexi E.
MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social Vol. 3 No. 1 (2025): MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social (November 2025)
Publisher : Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/moderate.v3i1.20

Abstract

Child sacrifice, a deeply disturbing yet widespread ritual in the Ancient Near East, represents one of the most striking contrasts between Israelite and pagan religious thought. This study explores the prohibition of child sacrifice in Leviticus 18:21 and 20:2–5 as a theological and ethical response to the death-centered cults surrounding ancient Israel. Employing a comparative-historical and exegetical approach, this research examines how the Levitical text redefines holiness, sacrifice, and divine justice within the wider Ancient Near Eastern context. The findings demonstrate that Leviticus transforms the logic of sacrifice from appeasement by destruction to covenantal communion grounded in life and obedience. This shift reveals a moral revolution in biblical theology—where holiness is not separation for privilege but participation in God’s life-giving justice. The study further argues that Leviticus’ rejection of Molech worship constitutes an enduring theological protest against all systems, ancient or modern, that exploit or destroy human life for ideological gain. Ultimately, Leviticus articulates a theology of life that unites divine worship with the protection of humanity, offering a prophetic vision profoundly relevant to today’s moral and technological world. Contribution:  This study contributes to biblical theology by demonstrating that Leviticus redefines the ancient logic of sacrifice into a moral theology of life, where holiness is expressed through justice, compassion, and the preservation of human dignity. It further offers a contemporary ethical framework that challenges modern societies to resist every form of dehumanizing ideology—the “modern Molechs”—by reaffirming the inseparable bond between divine worship and the sanctity of life.   Pengorbanan anak, sebuah ritual yang sangat mengerikan namun tersebar luas di wilayah Timur Dekat Kuno, merupakan salah satu kontras paling mencolok antara pemikiran religius bangsa Israel dan bangsa-bangsa kafir. Penelitian ini menelaah larangan terhadap pengorbanan anak dalam Imamat 18:21 dan 20:2–5 sebagai respons teologis dan etis terhadap kultus-kultus yang berpusat pada kematian di sekitar Israel kuno. Dengan menggunakan pendekatan komparatif-historis dan eksegetis, penelitian ini mengkaji bagaimana teks Imamat mendefinisikan ulang makna kekudusan, korban, dan keadilan ilahi dalam konteks luas dunia Timur Dekat Kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Imamat mengubah logika pengorbanan dari penenangan melalui penghancuran menjadi persekutuan perjanjian yang berlandaskan pada kehidupan dan ketaatan. Perubahan ini mengungkapkan adanya revolusi moral dalam teologi biblika—di mana kekudusan tidak lagi berarti pemisahan demi keistimewaan, melainkan partisipasi dalam keadilan Allah yang memberi kehidupan. Penelitian ini juga berpendapat bahwa penolakan terhadap penyembahan Molekh dalam Imamat merupakan protes teologis yang abadi terhadap semua sistem—baik kuno maupun modern—yang mengeksploitasi atau menghancurkan kehidupan manusia demi keuntungan ideologis. Pada akhirnya, kitab Imamat menegaskan teologi kehidupan yang mempersatukan penyembahan kepada Allah dengan perlindungan terhadap kemanusiaan, menawarkan visi profetik yang sangat relevan bagi dunia moral dan teknologi masa kini. Kontribusi: Penelitian ini memperkaya teologi biblika dengan menafsirkan kitab Imamat sebagai transformasi dari logika korban kuno menjadi teologi moral kehidupan, di mana kekudusan terwujud dalam keadilan, belas kasih, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Studi ini juga menawarkan kerangka etika modern yang menegaskan hubungan erat antara ibadah kepada Allah dan kesucian hidup sebagai perlawanan terhadap ideologi-ideologi yang mendehumanisasi.
Optimalisasi Interaksi Anak Autis Melalui Kegiatan Bermain Di Rumah Belajar Epiginosko, Tangerang Selatan Barus, Ronaganta; Tanasyah, Yusak; Solaiman, Yugianti; Winda, Tan; Pasaribu, Damaria
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2023)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i2.206

Abstract

Education is a very important thing for all children in Indonesia. Education is a conscious and planned effort to realize learning and the learning process, so that students actively develop their potential. Education is needed by all children in Indonesia, including children with autism. Autism is a child who has psychomotor disorder, which makes it difficult for autistic children to interact with their social environment. Therefore, the authors want to do research on autistic children. Where the research was conducted to see changes in the interaction of autistic children through play activities. This research was carried out in the form of direct research, or qualitative methods of experimental phenomena. Where children are examined directly through play activities. Literature Review is also used in this study, to strengthen the arguments set. Literature Review also helps to compile and provide opinions in this writing. The time of this research was carried out within a period of three months. The success of this method will be seen through changes in the child. The method used was also a single research method (in 1 child). The research location was conducted at the Epiginosko Alam Sutra Learning House. Change in children is the ultimate goal in this study. Children are expected to be able to interact in their social environment. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting pada seluruh anak di Indonesia. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan di butuhkan oleh semua anak di Indonesia, termasuk anak autis. Autis merupakan anak yang memiliki gangguan psikomotorik, yang membuat anak autis cenderung sulit untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian pada anak autis. Dimana penelitian itu di lakukan untuk melihat perubahan interaksi anak autis melalui kegiatan bermain. Penelitian ini di lakukan dalam bentuk penelitian langsung, atau metode kualitatif fenomena eksperimen. Dimana anak di teliti secara langsung melalui kegiatan bermain. Kajian Pustaka juga di gunakan dalam penelitian ini, untuk memperkuat argumen-argumen yang di tetapkan. Kajian Pustaka juga membantu untuk Menyusun dan memberikan pendapat dalam penulisan ini. Waktu penelitian ini pun di lakukan dalam kurun waktu tiga bulan. Keberhasilan pada metode ini akan di lihat melalui perubahan pada anak tersebut. metode yang di gunakan pun metode penelitian tunggal (pada 1 anak). Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Belajar Epiginosko Alam Sutra. Perubahan pada anak adalah tujuan akhir dalam penelitian ini. Anak diharapkan mampu berinteraksi dalam lingkungan sosialnya.
Pengembangan Pendidikan Karakter Berdasarkan Teori Thomas Licona di Bimbingan Belajar Barengkok Desa Tenjo, Bogor Akimas, Handreas Sudarmiko; Tanasyah, Yusak
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.110

Abstract

Character education is an effort to form the personality of students into fully human beings so that they are useful to society and the country. The importance of character education requires philosophy, planning, and strategies to achieve the desired goals in the development of character education. The focus of character education is based on the theories and thoughts of Thomas Licona to shape the personality of students in Barengkok tutoring, Tenjo village, Bogor district. Based on Licona's theory, we can see that the development of measurable and coherent character education is the existence of real behavior in the form of honesty, responsibility, and courtesy. The terminology of character education introduced by Thomas Licona in the 1900s narrowed down to three main elements, namely knowing the good (knowing goodness), desiring the good (loving the truth) and doing the good (doing good). With this research, it is hoped that educators will understand aspects of education at the level of doing, not only on aspects of knowing and loving. This study uses a qualitative observation research method which explains the phenomena that exist in Barengkok tutoring. The phenomenon that occurs in Barengkok tutoring is not only limited to cognitive learning to students but gives students the opportunity to experience character building directly both in class and learning. The role of educators is to be able to integrate learning in tutoring in various subjects with character education as the entrance to the formation of children's character. Based on these three Licona theories, it is hoped that the development of character education in tutoring can be maximally applied to students. The author will examine through research from library sources and the theory of character education from Thomas Licona.  AbstrakPendidikan karakter merupakan upaya untuk pembentukan kepribadian peserta didik menjadi manusia yang seutuhmya sehingga berguna bagi masyarakat dan negara. Pentingnya Pendidikan karakter ini memerlukan filosofi, perencanaan, strategi untuk mencapai tujuan yang dikehendaki dalam pengembangan Pendidikan karakter. Fokus pendidikan karakter ini diambil berdasarkan teori dan pemikiran Thomas Licona dalam upaya membentuk kepribadian peserta didik di bimbingan belajar Barengkok, desa Tenjo kabupaten Bogor. Berdasarkan teori Licona maka kita dapat melihat pengembangan pendidikan karakter yang terukur dan koheren adalah adanya perilaku yang nyata berupa kejujuran, tanggung jawab, sopan santun. Terminologi pendidikan karakter yang dikenalkan Thomas Licona di era 1900-an sesungguhnya mengerucut pada tiga unsur utama, yaitu knowing the good (mengetahui kebaikan), desiring the good (mencintai kebenaran) dan doing the good (melakukan kebaikan). Dengan penelitian ini diharapkan para pendidik memahami aspek pendidikan pada level melakukan, bukan hanya pada aspek mengetahui dan mencintai. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif observasi yang mana menjeleskan fenomena yang ada di dalam bimbingan belajar Barengkok. Fenomena yang terjadi dalam bimbingan belajar Barengkok tidak hanya sebatas dalam pembelajaran secara kognitif kepada peserta didik melainkan memberikan kepada peserta didik untuk dapat mengalami pembentukan karakter secara langsung baik di dalam kelas dan pembelajaran. Peran dari pendidik untuk dapat mengintegrasikan pembelajaran pada bimbingan belajar dalam berbagai mata pembelajran dengan pendidikan karakter menjadi pintu masuk dalam pembentukan karakter anak. Didasarkan tiga teori Licona ini, diharapkan pengembangan Pendidikan karakter di bimbingan belajar dapat maksimal diterapkan pada peserta didik. Penulis akan mengkaji melalui riset dari sumber kepustakaan dan teori pendidikan karakter dari Thomas Licona.  
Sastra Religius Sebagai Sarana Menumbuhkan Pendidikan Karakter Kristiani [Religious Literature as A Means to Cultivate Christian Character Education] Tri gumono, Abednego; Tanasyah, Yusak; Laoh, Gerald
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 4 No. 2 (2022): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v4i2.5225

Abstract

Character education is a major aspect in the learning process, even in all human existence. Generally, superior character will support success so that character becomes the key word in life. That is the main role of character so that the national education goal makes this aspect the main goal in addition to the cognitive and psychomotor aspects. The purpose of this study is to describe the role of religious literature, especially poetry, in growing christian characters. It is realized that literary works have a function in building human life, especially in the aspect of character. The integrated education model contains aspects of character in each field of study or subject. Through subjects or courses, character education is realized. One of the fields of science that includes character education is literature, especially religious literature. Religious literature contains dimensions of life values that can foster character education. This scientific article was developed by exploring the literature as study data. Therefore, this paper is qualitative research. This research is expected to contribute to educational efforts in general in developing Christian character education, particularly through religious literature. By having superior character, students will have integrity, morality, character, and actions that are in harmony with the norms prevailing in society and religious values.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pendidikan karakter merupakan aspek utama dalam proses pembelajaran, bahkan dalam seluruh kehidupan manusia. Karakter yang unggul akan menunjang kesuksesan secara keseluruhan sehingga karakter menjadi kata kunci dalam kehidupan. Itulah peran utama karakter sehingga tujuan pendidikan nasional menjadikan aspek ini sebagai tujuan utama selain aspek kognitif dan psikomotorik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran sastra religius, khususnya puisi, dalam menumbuhkan karakter kristiani. Disadari bahwa karya sastra memiliki fungsi dalam membangun kehidupan manusia, khususnya dalam aspek karakter. Model pendidikan terpadu memuat aspek karakter dalam setiap bidang studi atau mata pelajaran. Melalui mata pelajaran atau mata kuliah, pendidikan karakter direalisasikan. Salah satu bidang ilmu yang memuat pendidikan karakter adalah sastra, khususnya sastra agama. Sastra religius mengandung dimensi nilai-nilai kehidupan yang dapat menumbuhkan pendidikan karakter. Artikel ilmiah ini dikembangkan dengan melakukan eksplorasi terhadap karya sastra sebagai data kajian. Oleh karena itu, tulisan ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya pendidikan pada umumnya dalam mengembangkan pendidikan karakter Kristen, khususnya melalui sastra religius. Dengan memiliki karakter yang unggul, peserta didik akan memiliki integritas, moralitas, budi pekerti, dan tindakan yang selaras dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan nilai-nilai agama.
Hubungan Antara Profesionalisme Dosen dengan Karakter Kristiani Mahasiswa (Studi Korelasi di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan, Tangerang) [The Relationship Between Lecturer Professionalism and Student Christian Character (Correlation Study at the Faculty of Education, Pelita Harapan University, Tangerang)] Gumono, Abednego Tri; Tanasyah, Yusak; Naolaka, Amos
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 6 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v6i1.7884

Abstract

The realization of character education is a shared responsibility of both parents and educational institutions. Higher education as an integral educational facility has a responsibility to develop aspects of character. This is because character is an important domain in forming a student's personality as a whole. In this way, students can grow cognitively, affectively and psychometrically. The Faculty of Education, Pelita Harapan University has a profile of students who are competent, have character, have a calling as Christian teachers (Calling), and have compassion (compassion). To realize this profile, it must be supported by the professionalism of lecturers with the characteristics of having a loving spirit like the good Samaritan and a spirit of self-emptying of Christ in serving. The aim of this research is to determine the relationship between lecturer professionalism and student Christian character. The results of this research will provide an overview, evaluation, and input to build Christian character in a sustainable manner. The method used in this research is a correlative quantitative method. The research results show that lecturer professionalism is significantly related to students' Christian character. The research results show that there is a correlation between lecturer professionalism and student Christian character of .537. Thus, it can be concluded that the correlation between lecturer professionalism and student Christian character is in the strong category. The test results show the significance value (p = .000) is smaller than 0.05. This means that there is not enough evidence to accept the proposed hypothesis (reject Ho). Thus, it can be concluded that there is a significant correlation between lecturer professionalism and student Christian character.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Perwujudan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan institusi pendidikan. Perguruan tinggi sebagai salah satu sarana pendidikan yang tidak terpisahkan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan aspek karakter. Hal ini dikarenakan karakter merupakan domain penting dalam membentuk kepribadian mahasiswa secara utuh. Dengan demikian, mahasiswa dapat berkembang secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan memiliki profil mahasiswa yang kompeten, berkarakter, memiliki panggilan sebagai guru Kristen (Calling), dan memiliki belas kasih (compassion). Untuk mewujudkan profil tersebut, harus didukung oleh profesionalisme dosen dengan ciri-ciri memiliki semangat mengasihi seperti orang Samaria yang baik hati dan semangat mengosongkan diri seperti Kristus dalam melayani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa. Hasil penelitian ini akan memberikan gambaran, evaluasi dan masukan untuk membangun karakter kristiani secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme dosen berhubungan secara signifikan dengan karakter kristiani mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa sebesar 0,537. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa korelasi antara profesionalisme dosen dengan karakter Kristen mahasiswa berada pada kategori kuat Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi (p=.000) lebih kecil dari 0.05. Hal ini berarti tidak terdapat cukup bukti untuk menerima hipotesis yang diajukan (tolak Ho). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa.
The impact of identity politics on democracy and religious system in Indonesia Utama, Sapta Baralaska; Tanasyah, Yusak
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.763

Abstract

Political identity in Indonesia has become an increasingly important issue in recent years. Ethnic, religious, and regional identities are often important factors in influencing people's political preferences. However, the impact of this political identity on Indonesia's democratic and religious system is debatable. The impact of political identity in Indonesia's democratic and religious system remains a complex and ever-changing issue. While some negative effects need to be addressed, political identity can also strengthen society and political participation. Therefore, continuous efforts are required to enhance the democratic and religious system in Indonesia and overcome conflicts arising from political identity.  The purpose of this study is to clarify and analyze the impact of political identity on the democratic and religious system in Indonesia. This study aims to provide a better understanding of issues related to political identity and how these issues affect the political system and Indonesian society as a whole. Thus, this research is expected to contribute to the development of thoughts and policies related to the democratic and religious system in Indonesia.
THE DEVELOPMENT OF HELL FROM JEWISH TO CHRISTIAN THEOLOGY: a Biblical Guide to Hell and Its Existence Tanasyah, Yusak
QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies Vol 4 No 1 (2022): QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/quaerens.v4i1.80

Abstract

According to the view that is relatively common in the wider Christian culture, heaven and hell basically deserve compensation for the kind of earthly life we lead. Good people go to heaven as a worthy reward for a virtuous life, and bad people go to hell as a just punishment for an immoral life; in that way, the scale of justice is sometimes considered balanced. But almost all Christian theologians regard such a view, however commonly it may be in popular culture, as too simplistic and unsampled; the biblical perspective, as they see it, is much more subtle than that. It is important to acknowledge the polemical and apologetic setting of its development. Judaism underwent modifications to protect the Jewish faith and chastise apostates in the face of invading Hellenism. For the early Christ-movement, continued growth was necessary to defend itself against both internal defection and first-century Judaism and Greco-Roman paganism. The early church fathers believed that using the dread of damnation to uphold moral standards was ideologically motivated. As a result, the evolution of the afterlife may be viewed as a social construct, the effects of which in the contemporary day have had a permanent, harmful influence on many individuals.
Co-Authors Abednego Tri Gumono, Abednego Agus Santoso Akimas , Handreas Sudarmiko Akimas, Handreas Akimas, Handreas Sudarmiko Amos Naolaka Andreas Bayu Kristiantoro Antonius Missa Arifman Gulo Barus, Ronaganta Bebas Pinem Betaubun, Jiefard Stanley Bobby Kurnia Putrawan Christina Mendrofa Dunant Frederick Saukotta Eko Basuki, Eko Ester Agustina Tandana Francis, Lewi Frank Gabriel Dhandi George, Alexi E. Gerald Frederico John Laoh Gerald Laoh Gideon Sutrisno Gulo, Arifman Halawa, Maju Halawa, Solingkari Hopping, Joshua S. ISWAHYUDI ISWAHYUDI Iswahyudi Iswahyudi Jenifert Heru Jenifert Heru Siswanto Joshua S. Hopping Juan Tan Jusuf Hutapea Kartika Dewi Kristanti Kurniawan, Mieke Cynthia Laoh, Gerald Lasmaria Nami Simanungkalit Malau, Maya Mangala Batara Hutahean Margreth Luciyanna Risakotta Margreth Luciyanna Risakotta Mariana, Eta Maya Malau Mieki Cynthia Kurniawan Missa, Antonius Naolaka, Amos Novida Dwici Yuanri Manik Pasaribu, Damaria Patanan, Ferry Ratu, Artika Repi, Robby Robert Ricky Ivan Kristian Sitorus Robby Robert Repi Robby Robert Repi Robby Robert Repi Ruthnawaty Setiawan Ruthnawaty Setiawan Samuel Tanasyah Setiawan Sari, Anita Irama Setiawan, Ruthnawaty Singal, Youke Singal, Youke L. Sni, Seoni Solaiman, Yugianti Steven Phang Susanti Embong Bulan Susanti Embong Bulan Susanti Embong Bulan Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Tarore, Renita Novia Utama, Sapta Baralaska Winda, Tan Yensi, Yensi Yohana Penina Zefanya Ribka Youke Singal Zendato, Petrus Damai Zusanna, Dian Paskarina