Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Pendidikan Kristen di Tengah Kehadiran Gereja dan Solusinya Bagi Sekolah Menengah Atas Gabriel Dhandi; Yusak Tanasyah; Sutrisno
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.51

Abstract

Kehadiran gereja yang beragam di Indonesia merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi orang percaya. Tetapi hal ini juga dapat menjadi suatu kendala atau tantangan bagi pendidikan Kristen di sekolah. Salah satu pertanyaan perihal doktrinal, aliran sinode mana yang digunakan dalam pendidikan Kristen di sekolah? Bentuk liturgi mana yang akan dipakai saat mengajar pendidikan Kristen di sekolah? Dari sudut pola pengajaran, pola mana yang dipakai? Pola vertikal (evangelical church) atau pola horizontal (ekumenical church)? Karena itu tujuan dari penelitian ini disusun untuk menunjukkan solusi bagi pendidikan Kristen yaitu untuk mencapai tujuan dasar dari pendidikan Kristen tetap berjalan dan tercapai, sekalipun berada di tengah-tengah doktrin dan aliran gereja yang beragam. Metode kualitatif dengan pendekatan literature research, digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulan yang didapatkan, pelaksanaan pendidikan Kristen di sekolah harus dengan tujuan dan motivasi yang benar, bersifat terbuka, dapat menerima semua perbedaan  dan keanekaragaman gereja agar tercapai kesatuan dan keesaan gereja di Indonesia.
Inkarnasi Bukti Kemahakuasaan Tuhan Pada Wujud Kemanusiaan Yesus: The Incarnation as Evidence of God’s Omnipotence in the Human Nature of Jesus Arifman Gulo; Yusak Tanasyah; Andreas Bayu Kristiantoro
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 3 No 2 (2022): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.3 No.2 (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v3i2.114

Abstract

The Incarnation is one of the Christian doctrines about the truth of God's word which is sourced from the Bible. God in His infinite omnipotence has come to earth to become a human. Man is in the form of Jesus who is God himself. He is the only begotten Son of God who became a perfect man. He is one hundred percent God, and He is one hundred percent also human. He is divine and He is also human. Through the fact of the birth and presence of Jesus in the world to do and fulfill God's will in His omnipotence, namely, to work salvation for sinners throughout the life, starting with birth (Christmas), ministry, tribulation, crucifixion, and death on the cross, resurrection, and ascending to the top. heaven. This is what is called the incarnation of God in His omnipotence. God is Spirit, but His words are real, God is real, God exists, and God is sovereign. God's sovereignty governs all things in creation, providence, and redemption. All the events that occurred in God's omnipotence in the form of Jesus while He was in the world, He has shown the reality of His humanity, His ministry, and prepared the disciples as Christian leaders to continue the ministry He had done in the form of Jesus while in the form of Jesus. world. At first glance, the kenotic model, in which the Son cedes some divine nature to incarnation, cannot help to meet this challenge, for the suggestion that the Son renounces necessary existence implies that the need in question is simply dependent and this notion is absurd. However, this study argues that some needs can be aptly described as 'dependent', subject to uncertain and changeable circumstances and that there is a natural understanding of the divine need in which the Son can give up the existence necessary to become incarnate. Inkarnasi merupakan salah satu doktrin Kristen tentang kebenaran firman Tuhan yang bersumber pada Alkitab. Allah dalam kemahakuasaan-Nya yang tidak terbatas telah turun ke dunia menjadi manusia. Manusia itu pada wujud Yesus yang adalah Allah itu sendiri. Ia adalah Anak Tunggal Allah yang menjadi manusia sempurna. Ia seratus persen Allah dan Ia seratus persen juga manusia. Ia ilahi dan Ia juga insani. Melalui fakta kelahiran dan kehadiran Yesus di dunia untuk mengerjakan dan menggenapi kehendak Allah dalam kemahakuasaan-Nya, yaitu mengerjakan keselamatan bagi orang berdosa melalui kehidupan, dimulai kelahiran (Natal), pelayanan, kesengsaraan, penyaliban dan kematian di kayu salib, kebangkitan, dan naik ke sorga. Inilah yang dinamakan inkarnasi Tuhan dalam kemahakuasaan-Nya. Tuhan itu Roh, tetapi firman-Nya nyata, Tuhan itu realitas, Tuhan itu ada, dan Tuhan itu berdaulat. Kedaulatan Tuhan mengatur segala hal di dalam ciptaan, pemeliharaan dan penebusan. Semua peristiwa yang terjadi dalam kemahakuasaan Tuhan pada wujud Yesus selama Ia berada di dunia, Ia telah menunjukkan realitas kemanusiaan-Nya, pelayanan-Nya, dan juga mempersiapkan para murid sebagai pemimpin Kristen untuk meneruskan pelayanan yang telah dikerjakan-Nya dalam wujud Yesus selama berada di dunia. Secara sepintas, model kenotik, di mana Anak menyerahkan beberapa sifat ilahi pada inkarnasi, tidak dapat membantu untuk memenuhi tantangan ini, karena saran bahwa Anak melepaskan keberadaan yang diperlukan menyiratkan bahwa kebutuhan yang dipertanyakan itu hanya bergantung dan gagasan ini tidak masuk akal. Tetapi, penelitian ini berpendapat bahwa beberapa kebutuhan dapat dengan tepat digambarkan sebagai 'bergantung', tergantung pada keadaan yang tidak pasti dan dapat berubah, dan bahwa ada pemahaman alami tentang kebutuhan ilahi di mana Anak dapat melepaskan keberadaan yang diperlukan untuk menjadi inkarnasi.
Christian Religious Education Strategies for Early Childhood in Fostering Knowledge of God in Schools Ruthnawaty Setiawan; Dunant Frederick Saukotta; Margreth Luciyanna Risakotta; Yusak Tanasyah
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 4 No 2 (2023): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.4 No.2 (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v4i2.209

Abstract

This study aims to identify and analyze Christian religious education strategies that are effective in fostering knowledge of God in early childhood. Early childhood is a critical phase of development in which the foundations of character and moral values are formed. Christian religious education at this stage is considered an important factor in shaping a child's understanding of the existence of God. This study explores effective strategies of Christian religious education targeted at early childhood, with an emphasis on instilling a deep understanding of God. The aim is to provide practical insights and guidance for educators and stakeholders investing in the spiritual development of young learners. This research uses a qualitative approach with literature research methods. Recognizing the formative nature of early experiences, the focus is on creating an environment that encourages spiritual growth, instills Christian values, and fosters a personal relationship with God. This exploration advocates the integration of age-appropriate methods, engaging activities, and supportive communities to build a strong foundation for the development of a child's understanding of God in the school environment.
Kepemimpinan Rohani John O. Sanders Dalam Peningkatan Kepemimpinan Gereja Yang Melayani Tanpa Diskriminasi: Spiritual Leadership of John O. Sanders in Enhancing Church Leadership that Serves Without Discrimination Yusak Tanasyah; Robby Robert Repi; Joshua S. Hopping
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 5 No 1 (2024): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.5 No.1 (May 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v5i1.235

Abstract

Effective spiritual leadership, which has been practiced by many church leaders around the world, is related to motivation, individual potential development, and building a solid team. But that alone is not enough; the ability to manage crises, change and carry outgrowth, are the dominant demands in leadership. Leadership skills require not only skills but also require inspiration, wisdom, and commitment. Everyone today crave leadership, need leadership figures who can be relied on, trusted, and can actualize constructive changes. We need leadership capable of transforming the character of the church, providing strategic changes, as well as being able to increase the potential of the individuals it leads, effectively managing resources and having the desire to be actively involved in the process against discrimination. J Oswald provides the basis for good spiritual leadership in church leadership so that it can bring servant leadership and fight discrimination. Kepemimpinan rohani yang efektif yang selama ini telah dilakukan banyak pemimpin gereja di seluruh dunia, adalah yang berkaitan dengan motivasi, pengembangan potensi individu, dan pembentukan team yang solid. Namun itu saja tidak cukup; kemampuan mengelola krisis, perubahan dan melakukan pertumbuhan-pertumbuhan, menjadi tuntutan dominan dalam kepemimpinan. Keahlian kepemimpinan membutuhkan tidak saja ketrampilan namun juga membutuhkan inspirasi, kearifan dan komitmen. Semua orang saat ini mengidamkan kepemimpinan, membutuhkan figur kepemimpinan yang dapat diandalkan, dipercaya dan dapat mengaktualisasikan perubahan-perubahan konstruktif. Kita membutuhkan kepemimpinan yang mampu mentransformasikan karakter gereja, memberikan perubahan-perubahan strategis, sekaligus yang dapat meningkatkan potensi individu-individu yang dipimpinnya, efektif mengelola sumber daya dan memiliki keinginan untuk aktif terlibat dalam proses melawan diskriminasi masih terjadi dalam banyak bagian. J. Oswald memberikan dasar kepemimpinan rohani yang baik dalam kepemimpinan gereja sehingga dapat membawa kepemimpinan yang melayani serta melawan diskriminasi.
A THEOLOGICAL ANALYSIS OF SUICIDAL TERRORISM SAMSON’S TERRORISTS ACT ACCORDING TO JUDGES 16:30 Yusak Tanasyah
Manna Rafflesia Vol. 11 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v11i1.412

Abstract

This theological analysis delves into the complex and sensitive phenomenon of suicidal terrorism, drawing insights from the biblical narrative of Samson in Judges 16:30. By examining the life of Samson, a figure often cited in discussions surrounding violence and sacrifice, this paper seeks to explore the theological dimensions that may shed light on the motivations and justifications behind suicidal acts of terror. The study begins with examining the biblical text, particularly Judges 16:30, where Samson brings down the temple of the Philistines upon himself, resulting in his death. Through a careful exegetical analysis, we aim to uncover the theological underpinnings of Samson's actions and the implications for understanding contemporary instances of suicidal terrorism. The paper engages with theological concepts such as divine purpose, redemption, and sacrifice to explore how these themes manifest in the Samson narrative and their potential relevance to the ideological framework of modern terrorists. Additionally, it considers the ethical and moral implications of such acts within a theological context, seeking to distinguish between legitimate expressions of faith and distorted interpretations that lead to violence. By bridging biblical scholarship with contemporary issues, this theological analysis aims to contribute to a nuanced understanding of the theological roots of suicidal terrorism. It encourages a dialogue that acknowledges the complexities inherent in interpreting religious texts and their potential impact on individuals and communities grappling with issues of violence and extremism
Penerapan Teori Donald S. Whitney Dalam Pembinaan Spritualitas Remaja Kristen di PPA GBT Kristus Ajaib Tulungagung Gabriel Dhandi; Sutrisno Sutrisno; Yusak Tanasyah
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v5i1.131

Abstract

Based on the results of a survey which shows that Christian youths view church and spiritual activities as no longer attractive, such as prayer, worship, quiet time, reading the Bible and other spiritual activities. This causes Christian youth to experience an identity crisis, moral degradation and is easily influenced by today's juvenile delinquency. Even though they are important assets for the church, nation and state. This also happens to Christian youth at PPA GBT Kristus Ajaib Tulungagung and the reason is because they do not have a good spiritual life and even underestimate their spiritual development. This study used a qualitative field method with an observation and direct observation approach. So that the results of direct observation and observation can describe about attainment an overview of the research objectives, namely to provide a series and presentation of authentic data on the implementation of the application of Christian youth spirituality development at PPA GBT Kristus Ajaib Tulungagung using Donald S. Whitney's theory of Spirituality Development.
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Melalui Teori Behavioristik: Christian Religious Education Lesson Planning Through Behavioristic Theory Yohana Penina Zefanya Ribka; Yusak Tanasyah; Juan Tan
MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social Vol. 1 No. 1 (2023): MODERATE: Journal of Religious, Education, and Humanities (November 2023)
Publisher : Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/ptaki.v1i1.1

Abstract

In the teaching and learning process, students as learners and teachers as educators play essential roles. Every student requires a comfortable and conducive learning atmosphere. Each student possesses unique and diverse learning characteristics. The question arises whether a teacher should follow each student's individual learning pattern. In any case, learning necessitates methods and strategies that ensure the teaching and learning process runs smoothly and achieves its objectives. The implementation can be either systematic or less structured, which will be observable during classroom activities. Furthermore, various learning media are needed to convey difficult discussion points. This study specifically addresses the process of Christian Religious Education (CRE). To achieve learning objectives, the author employs behavioristic theory within the CRE learning process. The writing method used is a library study (literature review). Contribution: This study contributes a practical framework for integrating behavioristic theory—specifically stimulus-response and reinforcement—into Christian Religious Education lesson planning to systematically foster observable behavioral change aligned with spiritual transformation.    Dalam proses belajar mengajar, tentu terdapat peran peserta didik sebagai pembelajar dan guru sebagai pendidik. Setiap peserta didik memerlukan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Setiap peserta didik memiliki karakteristik belajar yang unik dan berbeda. Apakah seorang guru sebagai pendidik harus mengikuti alur atau pola belajar setiap peserta didik? Dalam pembelajaran, diperlukan metode dan strategi agar proses belajar mengajar berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan. Bentuk pelaksanaannya, baik teratur maupun tidak teratur, akan terlihat selama proses pembelajaran di kelas. Selain itu, diperlukan berbagai media pembelajaran untuk menyalurkan atau menyampaikan bagian diskusi yang sulit dipahami peserta didik. Secara khusus, penelitian ini membahas proses Pendidikan Agama Kristen (PAK). Untuk mencapai tujuan pembelajaran, penulis menggunakan teori behavioristik dalam proses pembelajaran PAK. Metode penulisan yang digunakan adalah studi pustaka. Kontribusi: Studi ini memberikan kontribusi berupa kerangka praktis untuk mengintegrasikan teori behavioristik ke dalam perencanaan pembelajaran PAK. Kontribusi utamanya adalah menunjukkan bagaimana stimulus-respons dan penguatan dapat digunakan guru PAK untuk membentuk perubahan perilaku peserta didik yang teramati sekaligus mendukung transformasi iman.
Assistance of Students in Christian Religious Education to Increase Learning Motivation at Benih Pengharapan Elementary School, Lembang, West Java Ricky Ivan Kristian Sitorus; Yusak Tanasyah
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 3 No 1 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i1.134

Abstract

Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere, and even a learning process, so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills. Christian Religious Education to educate him. Student assistance is something that already has good personal quality standards, responsibility, independence and even discipline. So don't be surprised a student mentoring must also be able to provide and instill it all, so that it can motivate students personally, even equip students through various needs, and grow in Jesus Christ. Assistance to PAK teachers must also be able to become creative coordinators in increasing the motivation of students in each lesson, because most of it is in the surrounding environment such as schools and homes, it can affect students to become lazy in learning, so they cannot be motivated in participating in learning. The main objective of this research is to assist students in Christian Religious Education to increase their motivation to study at Benih Pengharapan Elementary School, Lembang, West Java. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar, dan bahkan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan, maka dari sini perlulah pendampingan pada pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk mendidiknya. Pendampingan peserta didik menjadi suatu hal yang sudah memiliki standar kualitas pribadi yang baik, tanggung jawab, mandiri dan bahkan disiplin. Maka jangan heran seorang pendampingan peserta didik juga harus bisa memberikan dan menanamkan itu semua, agar bisa memotivasikan peserta didik dalam pribadinya, bahkan memperlengkapi peserta didik melalui berbagai kebutuhan, dan bertumbuh di dalam Yesus Kristus. Pendampingan kepada Guru PAK juga harus bisa menjadi koordinator yang kreatif dalam meningkatkan motivasi peserta didik setiap pembelajaran, sebab karena sebagian besar di lingkungan sekitarnya seperti sekolah, dan rumah, bisa mempengaruhi peserta didik menjadi malas belajar, sehingga tidak bisa motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah pendampingan peserta didik dalam Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan motivasi belajar di Sekolah Dasar Benih Pengharapan, Lembang, Jawa Barat.
Efforts to Motivate Youth Indonesian Christian Church of the Royal Family, Salatiga, Central Java in Spiritual Maturity Kartika Dewi Kristanti; Yusak Tanasyah; Margreth Luciyanna Risakotta; Mieki Cynthia Kurniawan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4 No 1 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i1.207

Abstract

This study examines the various efforts undertaken by the Indonesian Christian Church of the Royal Family in Salatiga, Central Java, to foster spiritual maturity among its youth members. Recognizing the pivotal role of youth in the church's future, the church employs a multifaceted approach to ensure their spiritual growth and active participation in religious life. Key strategies include structured Bible study programs, youth fellowship activities, leadership training, and community service projects. The church also emphasizes the importance of mentorship, with older, spiritually mature members guiding the younger generation. These efforts are designed to address the unique spiritual needs of young people, providing them with a supportive environment where they can explore their faith, develop a personal relationship with God, and grow in their understanding of Christian principles. The effectiveness of these initiatives is evaluated through qualitative methods, including interviews and participant observation, revealing significant positive impacts on the spiritual lives of the youth. This research contributes to the broader discourse on youth ministry by highlighting successful practices that can be replicated in similar contexts to nurture spiritual maturity among young Christians.
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Sosial Dan Emosional Anak Usia Sekolah Di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara Mangala Batara Hutahean; Ruthnawaty Setiawan; Samuel Tanasyah Setiawan; Yusak Tanasyah; Bobby Kurnia Putrawan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.249

Abstract

This Community Service activity aims to develop the social and emotional skills of children at the Cikahuripan Nusantara Association Foundation through the implementation of various innovative and participatory educational strategies. The program includes a series of activities designed to improve communication skills, empathy, emotion management, and cooperation among children. The methodology used in the program involves a participatory approach that involves children, teachers, and parents in a variety of activities, including role-playing, group discussions, and collaborative projects. This activity is carried out regularly with periodic supervision and evaluation to measure children's development. The results of this activity show that a holistic and inclusive approach can significantly improve children's social and emotional skills. Children who are involved in the program show improvement in communicating effectively, showing empathy for others, managing emotions better, and working together in a team. The conclusion of this activity is that development strategies that involve a collaborative approach and active support from families and communities can have a significant positive impact on children's social and emotional development. The program not only improves the quality of children's social interactions but also strengthens the bonds between children, families, and communities. The implementation of this strategy is expected to be adopted by other educational institutions as a model to improve children's overall welfare and development. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara melalui penerapan berbagai strategi pendidikan yang inovatif dan partisipatif. Program ini mencakup serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, empati, pengelolaan emosi, dan kerjasama di kalangan anak-anak. Metodologi yang digunakan dalam program ini melibatkan pendekatan partisipatif yang mengikutsertakan anak-anak, guru, dan orang tua dalam berbagai aktivitas, termasuk permainan peran, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan pengawasan dan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan inklusif dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak. Anak-anak yang terlibat dalam program ini menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi secara efektif, menunjukkan empati terhadap orang lain, mengelola emosi dengan lebih baik, dan bekerja sama dalam tim. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa strategi pengembangan yang melibatkan pendekatan kolaboratif dan dukungan aktif dari keluarga serta komunitas dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas interaksi sosial anak-anak tetapi juga memperkuat ikatan antara anak, keluarga, dan komunitas. Implementasi strategi ini diharapkan dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya sebagai model untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
Co-Authors Abednego Tri Gumono, Abednego Agus Santoso Akimas , Handreas Sudarmiko Akimas, Handreas Akimas, Handreas Sudarmiko Amos Naolaka Andreas Bayu Kristiantoro Antonius Missa Arifman Gulo Barus, Ronaganta Bebas Pinem Betaubun, Jiefard Stanley Bobby Kurnia Putrawan Christina Mendrofa Dunant Frederick Saukotta Eko Basuki, Eko Ester Agustina Tandana Francis, Lewi Frank Gabriel Dhandi George, Alexi E. Gerald Frederico John Laoh Gerald Laoh Gideon Sutrisno Gulo, Arifman Halawa, Maju Halawa, Solingkari Hopping, Joshua S. ISWAHYUDI ISWAHYUDI Iswahyudi Iswahyudi Jenifert Heru Jenifert Heru Siswanto Joshua S. Hopping Juan Tan Jusuf Hutapea Kartika Dewi Kristanti Kurniawan, Mieke Cynthia Laoh, Gerald Lasmaria Nami Simanungkalit Malau, Maya Mangala Batara Hutahean Margreth Luciyanna Risakotta Margreth Luciyanna Risakotta Mariana, Eta Maya Malau Mieki Cynthia Kurniawan Missa, Antonius Naolaka, Amos Novida Dwici Yuanri Manik Pasaribu, Damaria Patanan, Ferry Ratu, Artika Repi, Robby Robert Ricky Ivan Kristian Sitorus Robby Robert Repi Robby Robert Repi Robby Robert Repi Ruthnawaty Setiawan Ruthnawaty Setiawan Samuel Tanasyah Setiawan Sari, Anita Irama Setiawan, Ruthnawaty Singal, Youke Singal, Youke L. Sni, Seoni Solaiman, Yugianti Steven Phang Susanti Embong Bulan Susanti Embong Bulan Susanti Embong Bulan Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Tarore, Renita Novia Utama, Sapta Baralaska Winda, Tan Yensi, Yensi Yohana Penina Zefanya Ribka Youke Singal Zendato, Petrus Damai Zusanna, Dian Paskarina