Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Kesiapsiagaan Banjir Untuk Penguatan Literasi Bencana Berbasis Konten Video Pembelajaran Di SMA Negeri 10 Kabupaten Sigi Hasan, Haslita Rahmawati; Arsy, Risma Fadhilla; Nurvita, Nurvita; Suwarni, Suwarni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/4dkfwr89

Abstract

SMA Negeri 10 Kabupaten Sigi termasuk sekolah yang berada di lokasi bencana dan tentunya berdampak langsung terhadap banjir bandang yang terjadi belakangan ini, sehingga siswa mengalami penurunan proses pembelajaran secara optimal dan kurangnya pengetahuan tentang literasi bencana. Tujuan pengabdian pada masyarakat yang akan dilaksanakan di SMA Negeri 10 Kabupaten Sigi adalah untuk mengedukasi siswa dalam kesiapsiagaan banjir terhadap penguatan literasi bencana berbasis konten video pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi berjumlah 30 orang menggunakan metode desain pra dan post test. Evaluasi kegiatan digunakan kuisioner untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan uji statistik terhadap capaian nilai pra dan post test dengan uji t untuk data berpasangan (paired test). Ada perbedaan rerata nilai pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi 73,67 dan sesudahnya 89,00. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bawa pemberian edukasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang literasi bencana. Kegiatan edukasi ini berjalan lancar dan siswa antusias mengikuti kegiatan. Diharapkan pihak sekolah terus melakukan kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana secara continue untuk memastikan semua warga sekolah memahami kesiapsiagaan bencana dan dapat mengurangi resiko bencana.
Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Berbasis Wordwall Quiz Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Pelajaran Geografi Albar, Laode Muh; Khairurraziq, Khairurraziq; Putra, Exsa; Nurvita, Nurvita
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29230

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa pada proses pembelajaran geografi di kelas, guru hanya menggunakan media konvensional berupa papan tulis dan buku teks. Akibatnya, siswa kurang terlibat dalam kegiatan yang memerlukan analisis, evaluasi, atau penerapan konsep, yang merupakan elemen penting dari berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif berbasis Wordwall Quiz terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas XI MA Alkhairaat Parigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan sampel kelas XI P.IIS berjumlah 29 siswa sebagai kelas eksperimen dan XI P.MIA berjumlah 15 siswa sebagai kelas kontrol dengan jumlah populasi sebanyak 44 orang. Teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, tes, serta dokumentasi, melalui serangkaian pengujian dan analisis data yang mencakup uji pretest dan posttest. Hasil perhitungan hipotesis akhir menggunakan uji wilcoxon (Uji t) menggunaakan aplikasi SPSS Versi 25.0 For Windows menunjukkan bahwa nilai kelas kontrol sebesar 0,001 dan kelas eksperimen sebesar 0,000. Nilai signifikan (sig) (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh penggunaan media interaktif berbasis Wordwall Quiz terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas XI MA Alkhairaat Parigi.
The Influence Of An Interactive Learning Model Game Based Learning Using The Wordwall Application On The Geographic Literacy Of Class X Students In MA AN-Nur Gio Parigi Moutong District Nispa; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita; Novarita, Amalia
Journal of Geography Science and Education Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine the influence of the interactive game-based learning model using the Wordwall application on the technological literacy of class X students in Geography Learning at MA An-Nur Gio. This research uses quantitative research methods with a Quasi Experimental research type. Data collection techniques include observation, tests and documentation to determine the effect of the interactive game based learning model using the Wordwall application on students' Geography literacy. Through a series of data analysis tests which include pretest and posttest, as well as implementing various analysis tests using the SPSS IBM 25 application. Based on the results of the n-gain test results in the experimental class it was 60.15% while for the control class it was 17.66%, so it can It was concluded that the n-gain in the experimental class had increased compared to the control class. Based on the hypothesis test, there is a difference in scores between the posttest class and the experimental class, the control class reached 69.16, the posttest reached 83.46. This proves that the Game Based Learning interactive learning model using the Wordwall application has an influence on increasing students' Geography literacy at MA AN-Nur Gio Parigi Moutong Regency.
Kontribusi Tradisi Ogoh-Ogoh Terhadap Nilai Sosial Masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Wulandari, Tia; Hamid, Abdul; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.100318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tradisi ogoh-ogoh terhadap nilai sosial masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Tradisi ogoh-ogoh yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu tidak hanya mengandung nilai religius, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap nilai sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, kemudian pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh melibatkan partisipasi lintas generasi, baik dari kalangan muda maupun tua yang bekerja sama dalam proses pembuatan ogoh-ogoh dan pelaksanaannya. Masyarakat non-Hindu juga menunjukkan dukungan dengan ikut menyaksikan pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh. Beberapa kepala dusun non-Hindu ikut terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut dengan membantu menjaga keamanan. Tradisi ini memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, toleransi, serta kepedulian terhadap budaya. Pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh juga berdampak pada ekonomi pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa penyewaan baju adat, pengusaha baju dan sablon. Tradisi ini juga meningkatkan daya tarik pariwisata lokal, karena menarik perhatian masyarakat dari luar daerah untuk datang menyaksikan tradisi tersebut. Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, penggerak ekonomi dan penguat identitas budaya.
Pola Persebaran Objek Wisata Budaya di Toraja Utara Sulawesi Selatan Bulan, Indra Sombo; Arsy, Risma Fadhilla; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.101802

Abstract

Pariwisata budaya merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Kabupaten Toraja Utara di Sulawesi Selatan dikenal memiliki kekayaan budaya yang unik dan masih terjaga, seperti situs pemakaman batu, rumah adat Tongkonan, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Keunikan ini menjadikan wilayah tersebut menarik untuk dikaji, khususnya dalam konteks persebaran objek wisata budaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun potensinya besar, kajian spasial mengenai pola persebaran objek wisata budaya di wilayah ini masih terbatas. Padahal, pemahaman pola tersebut penting sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja objek wisata budaya, menganalisis pola persebaran objek wisata budaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis), yang diproses menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Data yang digunakan meliputi koordinat geografis objek wisata budaya, data sekunder dari instansi terkait, serta hasil observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola persebaran objek wisata budaya di Kabupaten Toraja Utara bersifat tersebar (dispersed), dengan rasio tetangga terdekat sebesar 1,432244, jarak rata-rata antar objek wisata sebesar 2.415,5181 meter, dan nilai z-score sebesar 2,61493, yang menunjukkan signifikansi statistik (T > 2,58). Pola ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aspek historis, sosial budaya, dan aksesibilitas wilayah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta perencanaan wilayah berbasis potensi lokal.
THE IMPLEMENTATION OF OUT DOOR STUDY LEARNING MODEL FOR GEOGRAPHY AT XI IPS CLASS OF SMAN 6 SIGI Huljana, Sara; Nurvita, Nurvita
Tadulako Social Science and Humaniora Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Tadulako Social Science and Humaniora Journal
Publisher : LPPM Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of outdoor study learning model and student’s perceptions onoutdoor study learning model. The study applied descriptive qualitative method. The number of populationwas 50 students and the sample of the study was 27 students. Techniques of data collection were observation, questionnaire, and documentation. The result of applying outdoor study learning model towards students’observation was 86.6% which included in the very good category. Moreover, the result of teacher’ activity was 77.7% included in thevery well implemented category. Based on the lesson plan and the average result of the students’ questionnaire, the results obtained were 49.37%for the category of strongly agree, 26.67% for the category agree, 20.48% for the category of disagree, and 3.48% for the category of strongly disagree. It couldbe concluded that the results of students’ perception on outdoor study learning model was 49.37% which included in good category.
The Relationship Between Students' Perceptions of Geography Teachers' Pedagogical Competence and the Learning Outcomes of Grade X Students at Palu State Senior High School 9 Nabila, Putri; Nurvita, Nurvita; Hamid, Abdul; Durrotunnisa, Durrotunnisa
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.5674-5685

Abstract

Education is a human endeavor to nurture and develop innate physical and spiritual potential. This study aims to determine students' perceptions of geography teachers' pedagogical competence, assess student learning outcomes, and analyze whether there is a relationship between students' perceptions of geography teachers' pedagogical competence and the learning outcomes of 10th grade students at SMA Negeri 9 Palu. The type of research used was descriptive-correlational research with a quantitative approach. Student learning outcomes were classified as very good, with an average score of 84.27 and the majority of students obtaining scores in the range of 81–85 (40%), although none achieved scores above 90. There is a very strong relationship between students' perceptions of geography teachers' pedagogical competence and the learning outcomes of 10th grade students, as evidenced by a correlation coefficient of 0.907 and an influence contribution of 82.2%. This means that the better the students' perception of the teachers' pedagogical competence, the higher the learning outcomes achieved. Thus, this study confirms that the mastery of teachers' pedagogical competence plays an important role in improving the quality of student learning outcomes at SMA Negeri 9 Palu.
Adaptasi Sosial Budaya Masyarakat Etnis Bugis Di Desa Bahomakmur Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Izma Izma; Haslita Rahmawati Hasan; Amalia Novarita; Nurvita Nurvita
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 3 (2025): VOLUME 10 NUMBER 3 SEPTEMBER 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i3.7008

Abstract

Penelitian ini membahas bagiamana bentuk Adaptasi Sosial Budaya Masyarakat Etnis Bugis yang terjadi Di Desa Bahomakmur Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali dengan adanya berbagi macama etnis di daerah tersebut salah satunya adalah Etnis Bugis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bentuk adaptasi sosial budaya yang terjadi kepada masyarakat etnis Bugis yang berada di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, dengan menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dapat menyeimbangkan dampak modernisasi dengan pelestarian tradisi. Kelompok usia muda (15–25 tahun) dan lanjut usia (51 tahun ke atas) sangat mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional, terutama yang tercermin dalam gaya hidup, norma, kebiasaan, dan cara interaksi sosial sehari-hari. Kelompok usia produktif (26–40 tahun) juga cenderung lebih terpapar modernisasi, tetapi tetap mempertahankan beberapa aspek budaya lokal, meskipun nilai-nilai tradisional mereka telah berkurangan. Dari semua kelompok usia, anggota masyarakat tetap terhubung satu sama lain melalui semangat gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan. Secara keseluruhan, proses adaptasi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Bugis dapat mempertahankan identitas budaya mereka sambil beradaptasi dengan perubahan zaman dan budaya lokal. Meskipun berada di tengah modernisasi, tradisi tetap penting dalam kehidupan sosial masyarakat setempat karena komitmen terhadap pelestarian budaya.