Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kerapatan Stomata dan Kadar Klorofil Tumbuhan Clausena Excavata berdasarkan Perbedaan Intensitas Cahaya Budiono, Ruly; Sugarti, Dini; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Supriatun, Titin; Mutaqin, Asep Zainal
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.752 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerapatan stomata dan kadar klorofil tumbuhan Clausena excavata atau ki baceta berdasarkan intensitas cahaya di Cagar Alam Bojonglarang Jayanti Kabupaten Cianjur. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey dan untuk analisis sampel menggunakan spektrofotometer. Pengambilan sampel daun dengan intensitas cahaya 0-500 lux, 500-1000 lux dan 1000-1500 lux dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Sampel daun diambil sebanyak 6 helai kemudian dilakukan pengamatan kerapatan stomata dan ekstraksi untuk pengukuran kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerapatan stomata pada intensitas cahaya 0-500 lux sebesar 149,4/mm², pada intensitas cahaya 500-1000 lux sebesar 156,5/mm², dan pada intensitas cahaya 1000-1500 lux sebesar 166,5/mm². Dari hasil pengukuran kadar klorofil didapatkan bahwa total kadar klorofil pada intensitas 0-500 lux adalah sebesar 25,44 mg/L, pada intensitas 500-1000 lux sebesar 47,70 mg/L, dan pada intensitas 1000-1500 lux sebesar 52,45 mg/L
Kadar Klorofil pada Beberapa Tumbuhan Obat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung Nurzaman, Mohamad; Meilinda, Pudji; Budiono, Ruly; Setiawati, Tia; Mutaqin, Asep Zainal
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.257 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorofil dari tumbuhan–tumbuhan obat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey. Sampel dianalisis menggunakan spektrofotometer. Penelitian dilakukan pada lima titik lokasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 15 jenis tumbuhan obat dari 15 famili yang berbeda, yaitu Cananga odorata (Annonaceae), Cinnamomum parthenoxylon (Lauraceae), Cordyline fruticosa (Liliacaee), Datura metel (Solanaceae), Gossampynus heptaphylla (Bombacaceae), Intsia bijuga (Fabaceae), Ixora javinca (Rubiaceae), Lagerstromia speciosa (Lythraceae), Lantana camara (Verbenaceae), Melastoma candidum (Melastomaceae), Pileatrinervia (Urticaceae), Psidium guajava (Myrtaceae), Rhoeo discolor (Commelinaceae), Stercullia Oblongata(Streculiaceae), dan Styrax benzoin (Sytraceae). Jenis yang memiliki kadar klorofil tertinggi adalah Lantana camara dari famili verbenaceae, yaitu sebesar 50,52mg/L. Sedangkan Stercullia Oblongata dari famili Streculiaceae memiliki kadar klorofil terendah dengan nilai sebesar 3,96 mg/L.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI, ANATOMI, FITOKIMIA, DAN KLOROFIL DAUN SPESIES FABACEAE DI TWA PANANJUNG, PANGANDARAN Sephianti, Selvi; Mutaqin, Asep Zainal; Budiono, Ruly; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Hasan, Rusdi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 23, No 2 (2025): BIOTIKA DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v23i2.68018

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik morfologi, anatomi, kandungan fitokimia, dan klorofil daun tiga spesies famili Fabaceae (Acacia auriculiformis, Dendrolobium umbellatum, dan Cynometra ramiflora) yang tumbuh di Taman Wisata Alam (TWA) Pananjung, Pangandaran. Penelitian ini diharapkan menjadi penelitian dasar tentang potensi spesies Fabaceae dalam bidang farmasi, pertanian, dan konservasi sumber daya alam. Penelitian dilakukan secara observasional melalui pengamatan morfologi dan anatomi daun, pengujian fitokimia secara kualitatif (alkaloid, tanin, dan saponin), serta kadar klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan karakteristik morfologi, anatomi, dan profil fitokimia antar spesies. A. auriculiformis dan C. ramiflora mengandung alkaloid dan saponin. D. umbellatum mengandung tanin dan saponin. Species yang mengandung klorofil dari yang tertinggi ke terendah secara berurutan adalah C. ramiflora, D. umbellatum, dan A. auriculiformis. Faktor lingkungan yang terukur adalah 859.33-7474 lux untuk intensitas cahaya, 75-83,67% untuk kelembapan udara, 29,23-30,4°C untuk temperatur udara, 6,6-6,93 untuk pH tanah, <2 mg/kg untuk kadar nitrogen tanah, <6,67 mg/kg untuk kadar fosfor tanah, serta <2,34 mg/kg untuk kadar unsur kalium tanah.
Combination of Acclimatization Media for The Primary Hardening Phase of Musa paradisiaca L. var. Kepok Tanjung Plantlets Arianti, Tanti; Hasan, Rusdi; Setiawati, Tia; Nurzaman, Mohamad
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.7205

Abstract

Acclimatization is the last and critical stage in the in vitro culture of Musa paradisiaca L. var. kepok tanjung. The primary hardening phase of acclimatization is carried out so that plantlets can adapt from heterotrophic conditions to autotrophic conditions. This study aims to optimize the acclimatization media for M. paradisiaca L. var. kepok tanjung plantlets, an important factor in the acclimatization process. A completely randomized design was applied in this study using 13 different combinations of soil, cocopeat, and charcoal husk media. The observation parameters included morphological parameters (height, number of leaves, leaf area, pseudo-stem diameter, and survival rate) and physiological parameters (wet weight, dry weight, relative water content (RWC), and chlorophyll content index (CCI), which were analyzed using ANOVA or Kruskal-Wallis according to data assumptions. The results showed that all media combinations produced a 100% survival rate, with the best results shown by the cocopeat: charcoal husk (1:1) combination. This media combination provided the highest increase in height (1.05 ± 0.11 cm), pseudo-stem diameter (1.15 ± 0.12 mm), number of leaves (0.75 leaves), leaf area (121.06 ± 20 cm²), fresh weight (8.23 ± 2.99 g), dry weight (0.45 ± 0.16 g), CCI (23.2 ± 3.63), and the highest relative water content (98.47%). The combination of cocopeat and husk charcoal (1:1) was able to maintain moisture and provide good aeration for plantlet growth. Therefore, the combination of cocopeat and charcoal husk (1:1) is recommended as the most effective media for acclimatizing M. paradisiaca L. var. kepok tanjung plantlets in the primary hardening phase.