Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PENGUKURAN STATUS GIZI DAN MAKANAN BERGIZI DI DESA TEGALONGOK PANDEGLANG Septariawulan Kusumasari; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris; Dina Riziani; Arni Komala Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4887

Abstract

Stunting atau pendek merupakan masalah gizi menahun di Indonesia. Salah satu lokus stunting di Indonesia yaitu Kecamatan Koroncong Kabupaten Pandeglang. Desa Tegalongok merupakan salah satu sasaran bantuan stunting di Kecamatan Koroncong. Status gizi Balita di Desa Tegalongok cukup fluktuatif, sehingga diperlukan pemahaman para Ibu Balita dan Kader Posyandu mengenai teknik pengukuran status gizi Balita yang baik serta pengetahuan mengenai makanan yang dapat menaikkan status gizi Balita. Pendampingan dilakukan dengan demonstrasi langsung cara pengukuran tinggi badan dan berat badan Balita yang baik, serta penyuluhan mengenai makanan bergizi untuk Balita. Setelah dilakukan pendampingan, Kader Posyandu mampu melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan Balita dengan baik, para ibu Balita juga memiliki pengetahuan mengenai makanan bergizi untuk Balita. Pendampingan ini penting untuk dilakukan untuk memastikan data yang disampaikan ke Puskesmas merupakan data yang baik dan dengan adanya pengetahuan mengenai makanan bergizi para ibu lebih selektif dalam memberikan makanan pada Balita sehingga diharapkan mampu meningkatkan status gizi Balita.
Pembuatan dan Karakterisasi Edible Film dari Karagenan, Lilin Lebah dan Asam Sitrat Bayu Meindrawan; Qamarina Yasmin; Vega Yoesepa Pamela
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v2i2.2993

Abstract

The edible film is known as environmentally friendly packaging. Carrageenan has a good barrier property of gases, beeswax as a hydrophobic compound has a good ability to withstand moisture barrier and citric acid as a cross-linking agent which indicate the existence of an ester group. Therefore, the aim of the research is to determine the effect of beeswax and citric acid on the characterization of the carrageenan based edible film. The research was conducted in two stages: fabrication of beeswax emulsion and preparation of edible film from six formulations K, KAS0.25, KAS0.50. KL, KLAS0.25, and KLAS0.50. The result revealed the addition of beeswax and citric acid produced a murky and rough edible film with a grey color. Moreover, the addition of beeswax and 0.50% citric acid significantly improved tensile strength, elongation, and decrease of water vapor transmission rate of carrageenan film. In conclusion, the best formulation was KLAS0.50
PELATIHAN PEMBUATAN ES YOGHURT TALAS BENENG PADA MASYARAKAT KAMPUNG CIBORANG, KABUPATEN SERANG-BANTEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MELALUI PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL Winda Nurtiana; Septariawulan Kusumasari; Vega Yoesepa Pamela
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.108-113.2022

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pelatihan pembuatan es yoghurt talas beneng dilakukan oleh dosen Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dilakukan kepada masyarakat Kampung Ciborang, Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang yang diwakili oleh anggota UMKM Karisma Creativa. Talas beneng dipilih karena umbi indigenous Banten yang kaya akan pati dan serat pangan akan tetapi belum termanfaatkan. Es yoghurt talas beneng dipilih karena bisa berfungsi sebagai pangan sinbiotik yang dapat bermanfaat bagi kesehatan, akan tetapi harganya sangat terjangkau. UMKM Karisma Creativa adalah UMKM yang mengolah pangan lokal seperti keripik umbi-umbian sehingga cocok untuk dilakukan hilirisasi penelitian yoghurt talas beneng yang dilakukan oleh dosen Program Studi Teknologi Pangan Untirta. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu identifikasi masalah, survey ke tempat secara langsung, penyuluhan oleh narasumber, dan praktek langsung pembuatan es yoghurt talas beneng oleh masyarakat. Hasil yang diperoleh yaitu masyarakat Kampung Ciborang khususnya anggota UMKM Karisma Creativa sangat antusias dalam pelatihan dan diskusi. Hasil pelatihan ini diharapkan masyarakat Kampung Ciborang khususnya UMKM Karisma Creativa dapat mengembangkan pangan lokal indigenous Banten yang sehat dan dapat dipasarkan dengan harga terjangkau sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Kata kunci: Kampung Ciborang Pabuaran, diversifikasi, talas beneng, yoghurt, peningkatan ekonomi ABSTRACT Training on making talas beneng yogurt ice, carried out by lecturers of the Food Technology Department, University of Sultan Ageng Tirtayasa, were conducted for the people of Ciborang Village, Kadubeureum Village, Pabuaran District, Serang Regency, represented by members of MSME Karisma Creativa. Talas beneng was chosen because the indigenous tuber of Banten is rich in starch and dietary fiber but has not been utilized yet. Taro Beneng yogurt ice was chosen because it can function as a synbiotic food that can be beneficial for health, but the price is very affordable. MSME Karisma Creativa is an MSME that processes local food such as tuber chips so that it is suitable for downstream research on talas beneng yogurt conducted by lecturers of the Food Technology Department Untirta. The stages carried out in this activity are identification of problems, direct site surveys, community service, and direct practice of making talas beneng yogurt ice by the community. The results obtained are that the people of Kampung Ciborang, especially members of MSME Karisma Creativa, are very enthusiastic in training and discussions. The results of this training are expected that the people of Kampung Ciborang, especially MSME Karisma Creativa, can develop local indigenous Banten food that is healthy and can be marketed at affordable prices so that it can improve the community's economy. Keywords: Ciborang Village Pabuaran, diversification, talas beneng, yoghurt, economic improvement
Digital Marketing Training for MSMEs to Increase Marketing Channel of Local Banten Product Septariawulan Kusumasari; Fitria Riany Eris; Yudi LA Salampessy; Anggoro Suryo Pramudyo; Ratna Mega Sari; Bayu Meindrawan; Vega Yoesepa Pamela; Winda Nurtiana; Nezly Nurlia Putri; Karmelia Nurrohmah
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 2 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v2i2.145

Abstract

This community service activity is a digital marketing training conducted by a lecturer of Food Technology Study Program, Sultan Ageng Tirtayasa University to the people of Ciborang Village, Kadubeureum Village, Pabuaran District, Serang Regency. The purpose of this service activity is to provide training and practical knowledge of management knowledge in helping the people of Ciborang Villages represented by MSMEs Karisma Creativa, to improve the marketing of Banten local products with digital marketing strategies. The methods used are survey and direct material delivery, as well as simulations and discussions on digital marketing strategies. The results obtained were that the people of Ciborang Village, especially MSMEs Karisma Creativa member, were very enthusiastic in training and discussions. The results of this training are expected that the people of Ciborang Village, especially MSMEs Karisma Creativa, can optimize the use of the marketplace as a marketing tool to Increase Marketing Channel of Local Banten Product.
Pemanfaatan Sumber Pangan Lokal Khas Provinsi Banten (Talas Beneng Sebagai Bahan Baku Produk Keripik): Pengabdian Pengolahan kripik talas beneng Nezly Nurlia Putri; Nia Ariani Putri; Fitria Riany Eris; Vega Yoesepa Pamela; Septariawulan Kusumasari; Tubagus Bahtiar Rusbana; Puji Wulandari; Winda Nurtiana; Rifqi Ahmad Riyanto; Zulfatun Najah; Ainun Nafisah; Mohamad Ana Syabana; Muhammad Dhabit Dzikribillah; Rahma Hariyanti
Abdi-mesin: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2022): Abdimesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v2i2.58

Abstract

Pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan oleh program Studi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang merupakan salah satu perwujudan dan pengaplikasian bidang ilmu atau kajian pada bidang rekayasa dan pengolahan pangan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh program studi teknologi pangan berkerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabuaran dalam bentuk pelatihan pengolahan kripik talas beneng yang difokuskan pada penurunan kadar oksalat. Batas konsumsi kalsium oksalat adalah 71mg / 100g berat basah talas. Apabila terkonsumsi dapat menimbulkan pembengkakan pada bibir dan mulut atau rasa gatal pada lidah dan tenggorokan.Kadar kalsium oksalat tepung talas varietas beneng, mentega, semir dan hijau berkisar antara 219.3 - 759.9 ppm. Umbi talas beneng dapat meningkatkan potensi sumber pangan lokal dan pendapatan masyarakat setempat. Salah satunya kandungan karbohidrat yang tinggi dan mensubstitusi beras. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan sumber pangan lokal talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, memberikan informasi dan solusi cara menurunkan kandungan oksalat serta meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat tentang teknologi pengolahan pangan. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tujuh tahapan dengan pendekatan partisipatif. Hasil pengabdian di Desa Telaga Warna adalah Ibu-ibu mampu menjelaskan sumber pangan lokal dan pemanfaatan talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, mendapatkan solusi alternatif dari kendala yang ditemukan dilapangan dan kegiatan ini berjalan dengan lancer dimana terlihat antusias dan semangat ibu-ibu mengikuti kegiatan ini
Application of Taro Beneng Inulin and Red Dragon Fruit Peel Extract in Making Ice Cream Pamela, Vega Yoesepa; Eris, Fitria Riany; Kusumasari, Septariawulan; Riziani, Dina
Journal of Nutrition Science Vol 4, No 2 (2023): November, 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jns.v4i2.8332

Abstract

The characteristics of ice cream with the addition of beneng taro inulin and red dragon fruit extract were evaluated in this study. Various concentrations of beneng taro inulin (3%, 4%, and 5%) and dragon fruit extract (25%, 30%, and 35%) were added as fat substitutes and natural dyes, respectively. The results showed that the addition of 4% taro beneng inulin had a significant effect on the overrun value, melting time, and fat content of ice cream. The addition of 30% red dragon fruit peel extract significantly affected the color of ice cream, fat content, antioxidant activity, and total plate number. There is an interaction between the treatment of the addition of taro beneng inulin and red dragon fruit peel extract on color analysis, namely the L* notation (brightness) and a* notation (redness). A3B3 ice cream was selected as the best ice cream formula based on existing criteria
Pemanfaatan Sumber Pangan Lokal Khas Provinsi Banten (Talas Beneng Sebagai Bahan Baku Produk Keripik) Putri, Nezly Nurlia; Putri, Nia Ariani; Eris, Fitria Riany; Pamela, Vega Yoesepa; Kusumasari, Septariawulan; Rusbana, Tubagus Bahtiar; Wulandari, Puji; Nurtiana, Winda; Riyanto, Rifqi Ahmad; Najah, Zulfatun; Nafisah, Ainun; Syabana, Mohamad Ana; Dzikribillah, Muhammad Dhabit; Hariyanti, Rahma
abdimesin Vol. 2 No. 2 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v2i2.32

Abstract

Pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan oleh program Studi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang merupakan salah satu perwujudan dan pengaplikasian bidang ilmu atau kajian pada bidang rekayasa dan pengolahan pangan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh program studi teknologi pangan berkerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabuaran dalam bentuk pelatihan pengolahan kripik talas beneng yang difokuskan pada penurunan kadar oksalat. Batas konsumsi kalsium oksalat adalah 71mg / 100g berat basah talas. Apabila terkonsumsi dapat menimbulkan pembengkakan pada bibir dan mulut atau rasa gatal pada lidah dan tenggorokan.Kadar kalsium oksalat tepung talas varietas beneng, mentega, semir dan hijau berkisar antara 219.3 - 759.9 ppm. Umbi talas beneng dapat meningkatkan potensi sumber pangan lokal dan pendapatan masyarakat setempat. Salah satunya kandungan karbohidrat yang tinggi dan mensubstitusi beras. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan sumber pangan lokal talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, memberikan informasi dan solusi cara menurunkan kandungan oksalat serta meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat tentang teknologi pengolahan pangan. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tujuh tahapan dengan pendekatan partisipatif. Hasil pengabdian di Desa Telaga Warna adalah Ibu-ibu mampu menjelaskan sumber pangan lokal dan pemanfaatan talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, mendapatkan solusi alternatif dari kendala yang ditemukan dilapangan dan kegiatan ini berjalan dengan lancer dimana terlihat antusias dan semangat ibu-ibu mengikuti kegiatan ini.
Dextrose Equivalent (DE) Variation and Maltodextrin Concentration Effects in Yoghurt Powder Characteristics Using Foam-mat Drying Eris, Fitria Riany; Pamela, Vega Yoesepa; Kusumasari, Septariawulan; Febriansah, Muhammad Rizal; Riyanto, Rifqi Ahmad
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 7 No. 1: Volume 7 Number 1, December 2023 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v7i1.30152

Abstract

Lactic Acid Bacteria (LAB) in yoghurt is a probiotic bacteria which potentially improves intestinal health. Yoghurt has a high moisture content. Thus, storing it at low temperatures can maintain the stability of microbes in the yoghurt. Yoghurt stored in the refrigerator has a maximum shelf life of 10 days. Yoghurt powder is one of the alternative solutions to prolong the shelf life. This study used a randomized design of factorial groups with variations of dextrose equivalent (DE) values of 10-12 and 18-20, as well as variations of maltodextrin concentrations of 10, 15, and 20%. The study aimed to determine the DE value and maltodextrin concentration which can produce the best quality synbiotic yoghurt powder. The quality of this synbiotic yoghurt was assessed by the highest yield, lowest water content, highest solubility, highest water absorption, highest acidic titrated total, highest total of lactic acid bacteria, and highest organoleptic. The study obtained that the DE value of maltodextrin affected the total LAB. Meanwhile, the concentration of maltodextrin affected the yield, moisture content, solubility, acidic titrated total, and total of LAB. The interaction between the DE value and the concentration of maltodextrin did not affect all the parameters of this study.
Application of Edible Coating from Beneng Taro Starch, Chitosan and Ginger Essential Oil to Maintain the Quality of Mango: Aplikasi Pelapis Edibel dari Pati Talas Beneng, Kitosan dan Minyak Atsiri Jahe untuk Mempertahankan Kualitas Mangga Meindrawan, Bayu; Kusuma, Azahra Wibi; Yuniarti, Rahma; Nabila, Firyal Giani; Rahmayanti, Diana; Pamela, Vega Yoesepa
jurnal makanan tropis dan teknologi agroindustri Vol 5 No 02 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jtfat.v5i02.1631

Abstract

Mango fruits are a popular Indonesian export commodity. Still, they could not penetrate several international markets because they have a short shelf life and are easily damaged, especially during transportation and distribution. Edible coating can be an alternative to extend the shelf life of mangoes. Edible coatings are formulated from beneng taro starch combined with chitosan and ginger essential oil (0; 0.5; 1 and 2% v /v). The research results showed that the edible coating formulation of beneng taro starch, chitosan, and 2% ginger essential oil was the best formulation which gave the lowest final weight loss value (10.06 %), highest hardness (33.56 N), lowest carbon dioxide production (850,5 ppm/day), lowest pH (4.2), highest total dissolved solids (82°brix) compared to other formulations. The visual appearance of mangoes with the edible coating application did not change significantly compared to mangoes without the edible coating. In conclusion, the application of beneng taro starch, chitosan, and essential oil edible coatings maintained the quality of mangoes during storage.
EFFECT OF SOYBEAN FLOUR ADDITION ON THE PHYSICOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF BENENG TARO DRIED NOODLES Annisah Nurul Izzah; Puji Wulandari; Vega Yoesepa Pamela; Mohamad Ana Syabana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.29779

Abstract

Ketergantungan Indonesia pada impor gandum telah mendorong minat pada alternatif tepung lokal, meskipun formulasi sebelumnya menggunakan tepung talas beneng dan MOCAF menghadapi tantangan dalam mencapai kandungan protein 10% yang disyaratkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk mengatasi hal ini, tepung kedelai Anjasmoro, yang dikenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi, dimasukkan pada tingkat (0, 5, 10, 15, dan 20%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kedelai Anjasmoro terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi kering yang dibuat. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor. Hasil menunjukkan bahwa mi dengan penambahan 15% tepung kedelai mencapai tingkat protein optimal, memenuhi standar SNI, sekaligus meningkatkan kecerahan warna berkat pigmen karotenoid alami pada kedelai. Namun, peningkatan kadar tepung kedelai juga meningkatkan kehilangan saat memasak dan memperpanjang waktu memasak akibat interaksi pati-protein yang berubah, sehingga diperlukan formulasi seimbang untuk menjaga tekstur dan kualitas. Penelitian ini menegaskan potensi penggunaan tepung lokal dalam mi kering, menawarkan produk yang lebih bergizi sambil mendukung sektor pertanian Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor gandum.
Co-Authors Abidin Mustofa Adiwinata, Doni Ahmad Azis Nurrahman Ahmad Riyanto, Rifqi Ainun Nafisah AINUN NAFISAH Ainun Nafisah, Ainun Aisha Ratna Rahmania Alfi Rahmawan Amalia, Azka Anggoro Suryo Pramudyo Anin Dita Amelia Putri Annisa Annisah Nurul Izzah Aqilah Putri Afsiana Arni Komala Sari Asshifa Hasanah Audrin Salsabilla Putri Ana Ayu Angelika Novianti Sitinjak Azahra, Elsa Fidhela Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Chairunisa Maharani Delis Raozatul Aulia Diana Rahmayanti Dina Riziani Diva Ayu Anisa Dzikribillah, Muhammad Dhabit Elisabeth Michaela Pareira Elisha Firli Nurjanah Evi Savitri Iriani Fahraini, Fariha Ihda Febriansah, Muhammad Rizal Felda Adzra Musyarofah Filki Ardiansyah Fitri Riany Eris Fitria Riany Eris Ghasany Taqiyya Salsabila Zulafa Iskandar Hana Dwiyanti, Norma Hariyanti, Rahma Haura Nada Muthmainnah Helvi Delianti Husniyyah, Erlinda Alya Husniyyah Ihsan Jabran Mumtaz Ila Maratush Shalihah Intan Puspanita Karina Aditia Ningrum Karmelia Nurrohmah Khalida Shabrina Azzahrah Kusuma, Azahra Wibi Kusumasari, Septariawulan Kusumassari, Septariawulan Latifahisan Rahadiana Putri Lisna Widyatikta, Athifa Lulu Zakiyah Hasna Marwah Astria Ningrum Meindrawan, Bayu Mohamad Ana Syabana Muhammad Dhabit Dzikribillah Muhammad Dhabit Dzikribillah Muhammad Zein Fauzan Nabila, Firyal Giani Najah, Zulfatun Najwa Rizkia Nanda Nur Saputri Nia Ariani Putri Nia Ariani Putri Nugraha Edhi Suyatma Nur Fitria, Aini Nurpitriani, Irna Puji Wulandari Puji Wulandari Puji Wulandari Kuncorowati Putri, Nadilla Putri, Nezly Nurlia Putri, Nia Ariani Qamarina Yasmin Rahma Hariyanti Rahma Hariyanti Rahmayanti, Diana Ratna Mega Sari Rera Haiefinah Rifqi Ahmad Riyanto Rifqi Ahmad Riyanto Rifqi Ahmad Riyanto Riyanto, Rifqi Ahmad Rizal Syarief Riziani, Dina Rulla Agnia Naura Aisyah Salma Rahmania Zahroh Saskia Revinka Maharani Shahrin Fathia, Aisha Siti Erisna Wati Siti Farah Nabila Sri Mulyati Sri Mulyati Sutiawati Tampenawas, Russel Yehezkiel Tegar Attar Ardiansyah Tetin Sunari Tubagus Bahtiar Rusbana Tubagus Bahtiar Rusbana Tubagus Bahtiar Rusbana, Tubagus Bahtiar Vita Shofiyah Rohmah Winda Nurtiana Winda Nurtiana Winda Nurtiana Yasmin Nurlaily Yudi LA Salampessy YUNIARTI, RAHMA Zalfa Marsa Rahmani Zenny Aulia Zahwa Zulfatun Najah Zulfatun Najah