Claim Missing Document
Check
Articles

PENANGANAN PASCAPANEN SAYUR KANGKUNG HIDROPONIK DI KECAMATAN SUKMAJAYA KOTA DEPOK Haura Nada Muthmainnah; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v4i3.672

Abstract

In Indonesia, vegetables and fruit are available in various varieties. This is also accompanied by quite high consumption interest. Vegetables and fruit are classified into climacteric and non-climacteric groups. With the high interest in consumption, abundant availability and climacteric properties of vegetables and fruit, a technology is needed that can maintain the quality of the ingredients, namely post-harvest technology. The aim of this research was to determine the post-harvest handling applied to kale vegetables. This research was carried out in a hydroponic-based water spinach garden located on Jl. Majapahit, Sukmajaya District, Depok through the observation and interview stage of one of the hydroponic garden owners who is part of the Mekarbesari Women Farming Community (KWT). Water spinach plants are harvested at the age of 14 days and immediately marketed. After being harvested, the kale vegetables are first sorted. Next, it is weighed, packaged and handed over to consumers. Water spinach vegetables will be harvested after meeting the harvesting age criteria, with the physical appearance of large, strong stems and large leaves. Vegetables that have been harvested are sorted to separate the good parts from the parts that have decreased in quality. The owner does not go through the storage stage. Products handed over to consumers are packaged using plastic, which does not comply with the packaging criteria required to maintain the general shelf life of kale vegetables.
SISTEM PENANGANAN PASCAPANEN TANAMAN PADI DI KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG Husniyyah, Erlinda Alya Husniyyah; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v4i3.673

Abstract

Rice is a staple crop with a high level of consumption in Indonesia. Rice paddy areas in Indonesia are vast and spread evenly across Java Island, especially Banten Province. Ciruas as one of the sub-districts with a large rice field area makes this area the center of rice production in Banten Province.  This research aims to find out the post-harvest handling applied to rice plants in Ciruas Sub-district. This research was conducted in rice fields and agricultural instruments in Singamerta Village, Ciruas Subdistrict, Serang Regency through observation and interviews with farmers who are members of the Singamerta Village Farmer Partner Group. Rice plants in the rice fields of Ciruas Subdistrict are harvested when 90-95% of the rice panicles are yellow to golden yellow, then threshed using a power tresher machine and dried conventionally using solar heat. The results of the drying are then milled into rice and packed in white plastic sacks with a capacity of 50 kg of rice and stored temporarily at BPSIP Banten or directly submitted to Bulog Singamerta. Pest and disease control of rice plants is carried out by applying herbicides, insecticides, and special medicines.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga pada Pembuatan Kerupuk Bawang Kusumasari, Septariawulan; Syabana, Mohamad Ana; Pamela, Vega Yoesepa; Puspanita, Intan; Riziani, Dina
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 1 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v1i2.16

Abstract

Buah naga merupakan tanaman berjenis kaktus yang kini banyak dibudidayakan sebagai tanaman pertanian. Sebanyak 30-35% bagian buah naga merupakan kulit buah yang seringkali hanya dibuang sebagai sampah dan jarang dimanfaatkan sehingga diperlukan suatu alternatif dalam pemanfaatannya. Salah satu pemanfaatan kulit buah naga yaitu dapat dijadikan pewarna alami yang diaplikasikan pada produk pangan, salah satunya kerupuk bawang. Kerupuk bawang merupakan salah satu olahan pangan tradisional yang digemari oleh masyarakat di Indonesia. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan produk olahan dengan memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai pewarna alami pada kerupuk bawang
Sistem Budidaya dan Penanganan Pascapanen Kacang Panjang di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon Vita Shofiyah Rohmah; Shahrin Fathia, Aisha; Siti Farah Nabila; Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i3.4229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem budidaya dan penanganan pascapanen kacang panjang di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan serta wawancara dengan petani, didukung dengan studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa budidaya dilakukan dengan sistem tanam benih langsung (Tabela), pemupukan rutin, dan perawatan intensif pada masa generatif. Panen dilakukan secara bertahap tergantung musim dan varietas, dengan frekuensi 40–50 kali petik dalam satu musim. Penanganan pascapanen mencakup penyortiran, grading, pencucian, dan pengemasan sederhana, meskipun distribusi masih terbatas pada pasar lokal. Kesimpulannya, sistem budidaya dan penanganan pascapanen sudah cukup baik namun masih diperlukan perbaikan dalam distribusi dan pelabelan produk agar memiliki daya saing lebih tinggi.
Analisis Penanganan Pasca Panen dan Rantai Distribusi Komoditas Melon di Sentra Produksi Agro Edu Wisata Markazkomobid Diana Rahmayanti; Tetin Sunari; Asshifa Hasanah; Vega Yoesepa Pamela; Fitri Riany Eris
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i3.4252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penanganan pascapanen dan jalur distribusi buah melon di Agro Edu Wisata Markazkomobid, sebuah kawasan wisata edukatif yang mengintegrasikan pertanian modern berbasis hidroponik. Komoditas utama yang dibudidayakan adalah melon jenis Sweet Net, Rangipo, dan Sweet Hami. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penanganan pascapanen di Markazkomobid dilakukan melalui tahapan pemanenan dengan teknik kunci T, pengumpulan, sortasi, penilaian mutu (brix), grading, dan distribusi. Setiap tahapan telah diupayakan untuk menjaga mutu dan daya simpan buah, meskipun masih terdapat beberapa kelemahan dalam skema penjualan langsung. Pendistribusiannya dilakukan melalui sistem curah dan display terbuka, namun belum dilengkapi dengan fasilitas pendingin atau kemasan pelindung yang memadai. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan fasilitas pascapanen dan sistem distribusi guna menjaga kualitas buah melon hingga sampai ke tangan konsumen.  
Teknik Budidaya dan Manajemen Pascapanen Buah Melon di Rafila Farm Agrikulture Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah; Siti Erisna Wati; Annisa; Nanda Nur Saputri
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.4483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses budidaya hingga pascapanen melon varietas Golden Alisha di Rafila Farm Agrikultur, Kota Cilegon, Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada 12 April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya dimulai dari pemilihan benih unggul, penyemaian selama 10 hari menggunakan media cocopeat dan peat moss, penanaman di lahan mulsa plastik hitam perak, serta perawatan intensif berupa pemupukan organik dan NPK, penyemprotan pestisida rutin, serta seleksi buah untuk menjaga kualitas. Panen dilakukan secara manual menggunakan gunting pada usia 70 hari setelah tanam, dengan konsep agrowisata petik buah langsung oleh pengunjung. Perkiraan panen 700 kg atau 600 buah, dengan berat per buah rata-rata 1,5 kg. Pascapanen dilaksanakan dengan tahapan sortasi berdasarkan grade mutu, pembersihan, penimbangan, pelabelan, pengemasan, hingga distribusi. Penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta manajemen pascapanen yang tepat mendukung peningkatan kualitas dan nilai jual melon, sekaligus membuka peluang agrowisata berbasis edukasi di kawasan pertanian lokal.
Penerapan Penanganan Pascapanen Komoditas Melon (Cucumis melo L.) di Agromedia Garden, Cilegon, Banten Aqilah Putri Afsiana; Khalida Shabrina Azzahrah; Aisha Ratna Rahmania; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5001

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menggambarkan secara sistematis proses pascapanen buah melon di Agromedia Garden, sebuah kebun melon hidroponik yang terletak di Kota Cilegon. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung mengenai praktik yang dilakukan dalam penanganan pascapanen melon dan studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah dari Google Scholar dan buku referensi dari Google Books. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan yang tepat selama proses pascapanen sangat penting untuk menjaga kualitas melon dan meminimalkan kerugian. Proses panen dilakukan dengan perencanaan matang untuk memastikan kematangan optimal, diikuti dengan sortasi untuk mengelompokkan melon berdasarkan kualitas, dan pembersihan untuk menghilangkan kotoran serta mikroorganisme. Pengemasan yang tepat sangat penting untuk melindungi buah selama distribusi. Penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan dalam pengemasan yang dapat mempengaruhi kondisi lingkungan mikro, serta merekomendasikan penggunaan wadah yang sesuai dan teknologi Modified Atmosphere Packaging (MAP) untuk memperlambat proses respirasi dan pertumbuhan mikroorganisme. Penyimpanan pada suhu rendah disarankan untuk memperpanjang umur simpan. Distribusi dilakukan secara langsung dan tidak langsung, dengan pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar. Praktik pascapanen yang baik diharapkan dapat meningkatkan mutu dan daya saing produk melon, serta memberikan wawasan bagi praktik pascapanen di sektor pertanian perkotaan.
Manajemen Fisiologis Tanaman Sayuran dalamSistem Hidroponik di Graha Hidroponik Center, Serang Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah; Muhammad Zein Fauzan; Diva Ayu Anisa; Helvi Delianti
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5002

Abstract

Limited agricultural land has encouraged the development of hydroponic systems as an efficient urban farming solution. This study aims to analyse the physiological management and post-harvest handling of vegetable crops at Graha Hydroponic Centre, Serang. The methods used include observation, interviews, and documentation. Results show that understanding plant physiology is crucial in nutrient management, variety selection, and adaptation to environmental and market conditions. A closed circulation irrigation system is used efficiently, and plant health monitoring is done visually. In the post-harvest aspect, the use of edible coatings made from natural ingredients such as cassava starch and ginger extract is proven to be able to extend product freshness without refrigeration. Distribution of crops is done by considering delivery time and the needs of modern markets. Strategies such as weekly crop rotation and provision of backup seedlings are also applied to maintain production continuity. This study demonstrates the integration of simple technology, field experience and post-harvest innovation as a model of sustainable hydroponic farming.
Penerapan Teknologi Pascapanen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Di Arifki Tani, Cipocok Jaya, Kota Serang Adiwinata, Doni; Nurpitriani, Irna; Tampenawas, Russel Yehezkiel; Pamela, Vega Yoesepa; Najah, Zulfatun
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman petani mengenai penanganan panen dan pascapanen jamur tiram (Pleurotus ostreatus) serta upaya mereka dalam mengolahnya untuk meningkatkan nilai produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan petani jamur dan studi literatur yang relevan dengan budidaya dan pengolahan jamur. Ruang lingkup penelitian meliputi prosedur budidaya, waktu panen, teknik pasca panen, diversifikasi produk, dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mengikuti proses budidaya yang terstruktur, mulai dari persiapan media hingga inkubasi dan panen. Panen dilakukan berdasarkan indikator morfologi seperti ukuran dan kematangan kepala jamur. Penanganan pascapanen meliputi penyortiran, penyimpanan yang tepat untuk menjaga kesegaran, dan pengemasan yang mendukung perlindungan dan daya tarik pemasaran. Sebagian dari jamur segar diolah menjadi makanan ringan jamur krispi yang lebih tahan lama dan dapat dipasarkan. Selain itu, petani memanfaatkan media tanam yang sudah tidak terpakai sebagai kompos dan menjual produk sampingannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Praktik ini tidak hanya meminimalkan kerugian produksi tetapi juga meningkatkan keberlanjutan dan daya saing di pasar. Studi ini menyimpulkan bahwa penanganan pascapanen yang tepat dan pengolahan bernilai tambah secara signifikan berkontribusi pada kualitas produk, manfaat ekonomi, dan pengembangan jangka panjang pertanian jamur.
ANALISIS SISTEM PASCAPANEN DALAM BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI ALLISA FARM KECAMATAN CIPOCOK JAYA KOTA SERANG Rulla Agnia Naura Aisyah; Anin Dita Amelia Putri; Sutiawati; Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5025

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan pangan bergizi tinggi terus meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Sayuran sebagai komoditas hortikultura memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi karena kandungan vitamin, mineral, dan seratnya. Namun, tantangan seperti keterbatasan lahan dan perubahan iklim mendorong perlunya inovasi sistem pertanian yang lebih efisien seperti hidroponik. Hidroponik adalah metode budidaya tanpa tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi yang efisien dalam penggunaan air dan ruang serta dapat mempercepat masa panen. Penelitian ini dilakukan di Allisa Farm kebun hidroponik yang berlokasi di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pengelolaan pascapanen dalam menjaga kualitas sayuran. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Allisa Farm membudidayakan komoditas seperti kangkung, selada, dan pakcoy dengan sistem hidroponik horizontal. Proses pascapanen dilakukan secara sistematis mulai dari panen pada waktu optimal, pencucian, penyortiran, penyimpanan dalam lemari pendingin, hingga pengemasan dengan plastik bening berlogo. Distribusi dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor ke toko, restoran, dan pasar lokal. Tantangan utama yang dihadapi adalah serangan hama dari area persawahan sekitar yang dapat diatasi melalui pemantauan rutin dan pengendalian organik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan praktik hidroponik yang berkelanjutan dan efisien di daerah perkotaan.
Co-Authors Abidin Mustofa Adiwinata, Doni Ahmad Azis Nurrahman Ahmad Riyanto, Rifqi Ainun Nafisah AINUN NAFISAH Ainun Nafisah, Ainun Aisha Ratna Rahmania Alfi Rahmawan Amalia, Azka Anggoro Suryo Pramudyo Anin Dita Amelia Putri Annisa Annisah Nurul Izzah Aqilah Putri Afsiana Arni Komala Sari Asshifa Hasanah Audrin Salsabilla Putri Ana Ayu Angelika Novianti Sitinjak Azahra, Elsa Fidhela Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Chairunisa Maharani Delis Raozatul Aulia Diana Rahmayanti Dina Riziani Diva Ayu Anisa Dzikribillah, Muhammad Dhabit Elisabeth Michaela Pareira Elisha Firli Nurjanah Evi Savitri Iriani Fahraini, Fariha Ihda Febriansah, Muhammad Rizal Felda Adzra Musyarofah Filki Ardiansyah Fitri Riany Eris Fitria Riany Eris Ghasany Taqiyya Salsabila Zulafa Iskandar Hana Dwiyanti, Norma Hariyanti, Rahma Haura Nada Muthmainnah Helvi Delianti Husniyyah, Erlinda Alya Husniyyah Ihsan Jabran Mumtaz Ila Maratush Shalihah Intan Puspanita Karina Aditia Ningrum Karmelia Nurrohmah Khalida Shabrina Azzahrah Kusuma, Azahra Wibi Kusumasari, Septariawulan Kusumassari, Septariawulan Latifahisan Rahadiana Putri Lisna Widyatikta, Athifa Lulu Zakiyah Hasna Marwah Astria Ningrum Meindrawan, Bayu Mohamad Ana Syabana Muhammad Dhabit Dzikribillah Muhammad Dhabit Dzikribillah Muhammad Zein Fauzan Nabila, Firyal Giani Najah, Zulfatun Najwa Rizkia Nanda Nur Saputri Nia Ariani Putri Nia Ariani Putri Nugraha Edhi Suyatma Nur Fitria, Aini Nurpitriani, Irna Puji Wulandari Puji Wulandari Puji Wulandari Kuncorowati Putri, Nadilla Putri, Nezly Nurlia Putri, Nia Ariani Qamarina Yasmin Rahma Hariyanti Rahma Hariyanti Rahmayanti, Diana Ratna Mega Sari Rera Haiefinah Rifqi Ahmad Riyanto Rifqi Ahmad Riyanto Rifqi Ahmad Riyanto Riyanto, Rifqi Ahmad Rizal Syarief Riziani, Dina Rulla Agnia Naura Aisyah Salma Rahmania Zahroh Saskia Revinka Maharani Shahrin Fathia, Aisha Siti Erisna Wati Siti Farah Nabila Sri Mulyati Sri Mulyati Sutiawati Tampenawas, Russel Yehezkiel Tegar Attar Ardiansyah Tetin Sunari Tubagus Bahtiar Rusbana Tubagus Bahtiar Rusbana Tubagus Bahtiar Rusbana, Tubagus Bahtiar Vita Shofiyah Rohmah Winda Nurtiana Winda Nurtiana Winda Nurtiana Yasmin Nurlaily Yudi LA Salampessy YUNIARTI, RAHMA Zalfa Marsa Rahmani Zenny Aulia Zahwa Zulfatun Najah Zulfatun Najah