Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Penanganan Pascapanen Ubi Cilembu di Desa Cilembu Kabupaten Sumedang Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris; Ayu Angelika Novianti Sitinjak; Salma Rahmania Zahroh; Latifahisan Rahadiana Putri
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5031

Abstract

Ubi Cilembu merupakan komoditas unggulan dari Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang yang dikenal memiliki cita rasa manis khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sistem penanganan pascapanen Ubi Cilembu yang diterapkan oleh petani di Desa Cilembu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa sistem pascapanen Ubi Cilembu meliputi proses grading/sortasi berdasarkan kelas ukuran (A, AB, C/TO, Ares), pencucian, pelayuan selama 1-2 minggu tanpa terkena sinar matahari langsung, penyimpanan dalam keranjang bambu, dan distribusi. Teknik pelayuan secara alami (kering angin) terbukti mampu mempertahankan cita rasa manis khas Ubi Cilembu. Hama silas menjadi ancaman utama dalam proses pascapanen karena dapat menyerang dari dalam umbi dan menyebar dengan cepat. Potensi pengembangan Ubi Cilembu teridentifikasi pada aspek varietas, teknologi budidaya, pascapanen, pengolahan produk turunan, dan pemasaran. Pendekatan pengendalian hama yang ramah lingkungan juga diperlukan untuk mengatasi serangan hama silas. Implikasi penelitian mencakup peningkatan kualitas pascapanen, penguatan ekonomi petani melalui diversifikasi produk, dan dukungan terhadap pertanian berkelanjutan berbasis potensi wilayah.
Penanganan Pasca Panen Mentimun Di Desa Jaliti Kabupaten Pandeglang Audrin Salsabilla Putri Ana; Najwa Rizkia; Delis Raozatul Aulia; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5042

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan, termasuk melalui produksi tanaman hortikultura seperti mentimun. Namun, tingginya kadar air dan sifat mudah rusak pada mentimun menyebabkan kerentanan terhadap kerusakan pasca panen, yang berdampak pada penurunan kualitas dan harga jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penanganan pasca panen mentimun di Desa Jaliti, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, serta dampaknya terhadap kualitas dan nilai jual produk. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data terkait praktik panen, sortasi, pengemasan, hingga distribusi mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun petani telah melakukan penanganan pasca panen seperti pemanenan pagi hari, penyimpanan di tempat teduh, sortasi manual, dan pengemasan menggunakan karung plastik, masih terdapat kelemahan dalam proses distribusi dan pengemasan yang menyebabkan penurunan kualitas produk. Selain itu, rendahnya produktivitas tanaman setelah pemanenan ketujuh serta serangan hama turut berkontribusi pada penurunan hasil. Kesimpulannya, peningkatan penanganan pasca panen yang tepat serta pengendalian hama yang efektif sangat penting untuk menjaga kesegaran, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan daya saing mentimun di pasar.   
Sistem Penanganan dan Budidaya Pascapanen Bunga Telang Di Kecamatan Serang, Kota Serang Amalia, Azka; Fahraini, Fariha Ihda; Azahra, Elsa Fidhela; Pamela, Vega Yoesepa; Eris, Fitria Riany
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.32947

Abstract

AbstrakBunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal dengan ciri khasnya yang berwarna biru, ungu, dan putih, serta dikenal dengan tanaman merambat yang sering dijumpai di sekitar pagar. Bunga ini merupakan salah satu bahan alami yang umum dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bunga telang dapat digunakan dalam berbagai produk pangan, seperti minuman, pewarna makanan alami, serta sebagai obat tradisional. Meskipun demikian, tanaman ini umumnya tumbuh secara liar dan belum banyak yang memahami cara pemanfaatan dan budidayanya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari cara budidaya dan penanganan pascapanen tanaman bunga telang di Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten tepatnya di tempat budidaya bunga telang yaitu “Ambasee Blue Garden”. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada tempat budidaya ini penanganan terhadap bunga telang masih dilakukan secara tradisional. Budidaya bunga telang melalui proses yang cukup sederhana, diawali dari menyemai biji telang, mempersiapkan lahan yang sudah diberi pupuk, proses penanaman, dan dirawat secara rutin dengan cara memberikan udara dan pupuk secukupnya. Bunga telang dapat mekar setelah kurang lebih 3-4 minggu dan dipanen setelah 2 bulan, penanganan pascapanen dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan oven untuk dijadikan produk teh, kemudian dikemas dan siap dipasarkan. Kata Kunci: budidaya, bunga telang, panen, pascapanenAbstractButterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is known for its characteristic blue, purple, and white colors, and is known as a vine that is often found around fences. This flower is one of the natural ingredients commonly used in people's daily lives. Butterfly pea flower can be used in various food products, such as drinks, natural food coloring, and as traditional medicine. However, this plant generally grows wild and not many people understand how to optimally utilize and cultivate it. This research aims to find out and learn how to cultivate and handle post-harvest of Butterfly pea flower plants in Serang District, Serang City, Banten Province, precisely at the place of Butterfly pea flower cultivation, namely “Ambasee Blue Garden”. This research method was carried out by means of observation, interviews and documentation. In this cultivation place, the handling of Butterfly pea flower is still done traditionally. The cultivation of Butterfly pea flower through a fairly simple process, starting from sowing Butterfly pea flower seeds, preparing the land that has been given fertilizer, the planting process, and being treated regularly by giving enough water and fertilizerKeywords: butterfly pea flower, cultivation, harvest, post-harvest
Analisis Budidaya dan Pascapanen Melon Hidroponik di Akaruku Hydro Farm Berbasis Greenhouse Yoesepa Pamela, Vega; Riany Eris, Fitria; Hana Dwiyanti, Norma; Putri, Nadilla; Nur Fitria, Aini
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2025): Agrotech : Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v7i1.1927

Abstract

Hydroponic farming is increasingly popular as a modern, efficient, environmentally friendly, and sustainable agricultural solution, including in the cultivation of horticultural commodities such as melon (Cucumis melo L.). This study aims to analyze the stages of melon cultivation and post-harvest applied at Akaruku Hydro Farm, an agribusiness that develops a closed greenhouse hydroponic system in Cisauk District, Tangerang Regency, Banten. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques in the form of field observations and direct interviews with managers. The results of the study indicate that melon cultivation is carried out through the stages of sowing, planting, intensive care (embroidery, fertilization, pruning, pollination), harvesting when the fruit reaches optimal ripeness, and post-harvest which includes sorting, grading, packaging, labeling, and direct distribution to consumers. The application of modern agricultural technology in this practice not only produces high-quality commodities, but also makes a real contribution to food security and improving the local economy
PENANGANAN PASCAPANEN JAMUR TIRAM DI KECAMATAN KASEMEN KOTA SERANG Yasmin Nurlaily; Marwah Astria Ningrum; Zalfa Marsa Rahmani; Vega Yoesepa Pamela; Zulfatun Najah
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.263

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, umur simpan yang pendek menjadi kendala utama dalam distribusi dan pemasaran, karena jamur ini mudah rusak akibat kandungan air yang tinggi dan aktivitas respirasi pascapanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penanganan pascapanen jamur tiram putih di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, guna menjaga mutu dan memperpanjang daya simpan produk. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung ke lokasi budidaya, dokumentasi proses, serta wawancara dengan pembudidaya terkait tahapan panen, pengemasan, dan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panen dilakukan secara manual pada sore hari, jamur dikemas menggunakan plastik PE berkapasitas 5 kg, dan segera didistribusikan ke pasar tanpa penyimpanan lanjutan untuk meminimalkan kerusakan. Penggunaan plastik PE dinilai efektif menjaga kesegaran jamur selama distribusi, meskipun tanpa pendinginan. Namun, keterbatasan biaya menyebabkan petani belum dapat menerapkan teknologi penyimpanan suhu rendah yang terbukti mampu memperpanjang umur simpan hingga dua kali lipat. Penanganan pascapanen yang sederhana ini cukup efektif untuk skala usaha rumahan, tetapi pengembangan metode penyimpanan yang lebih baik masih diperlukan agar kerugian pascapanen dapat ditekan dan nilai ekonomi jamur tiram meningkat.
Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Kadugemblo melalui Diversifikasi Produk Tisane Berbasis Bunga Telang Pamela, Vega Yoesepa; Meindrawan, Bayu; Eris, Fitria Riany; Kusumasari, Septariawulan; Mulyati, Sri
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i2.378

Abstract

Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten Pandeglang seringkali terkait dengan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya lokal, seperti bunga telang (Clitoria ternatea). Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Kadugemblo melalui diversifikasi produk menjadi tisane berbasis bunga telang. Kegiatan ini melibatkan 15 orang petani perempuan dan dilaksanakan melalui sosialisasi, workshop, serta evaluasi. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai manfaat gizi bunga telang dan rempah, melakukan formulasi campuran tisane, serta uji coba penyeduhan. Hasil pre-test menunjukkan keterbatasan pemahaman awal, sementara hasil post-test mengonfirmasi adanya pemahaman komprehensif setelah pelatihan. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada integrasi pembelajaran partisipatif dengan pengembangan produk fungsional, yang memungkinkan petani mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual. Program ini memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan potensi ekonomi masyarakat, serta berkontribusi secara teoretis pada model pemberdayaan agribisnis pedesaan.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam Pada Pembuatan Kue Akar Kelapa Kusumassari, Septariawulan; Rusbana, Tubagus Bahtiar; Pamela, Vega Yoesepa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian sosial ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan limbah dan meningkatkan nilai ekonomi produk UMKM melalui sosialisasi penggunaan cangkang telur ayam sebagai bahan tambahan pada pembuatan kue akar kelapa. Kue akar kelapa merupakan salah satu warisan kuliner Betawi yang kaya akan cita rasa dan memiliki karakteristik unik. Kue akar kelapa yang sudah diproduksi memiliki masalah tekstur yang rapuh sehingga mudah patah jika dikirim menggunakan jasa pengiriman. Dengan penambahan tepung cangkang telur ayam pada adonan kue akar kelapa diharapkan dapat menghasilkan tekstur kue akar kelapa yang lebih keras dan memiliki kandungan kalsium. Sosialisasi penggunaan cangkang telur ayam sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kue akar kelapa dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat tepung cangkang telur ayam dan peningkatan kualitas produk kue akar kelapa. Pada akhir sosialisasi, seluruh peserta dapat menjawab dengan benar keenam pertanyaan pada lembar kuesioner. Diharapkan keterampilan dan pengetahuan yang diberikan pada kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat untuk UMKM Desa Kadubeureum untuk sebagai bahan konsumsi pribadi maupun dijadikan peluang usaha rumah tangga skala kecil yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan masyarakat. Masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dalam mengelola limbah cangkang telur dan meningkatkan kualitas hidup melalui pemanfaatan limbah yang berkelanjutan.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA FOOD BAR UBI UNGU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN BANDENG Wulandari, Puji; Kusumasari, Septariawulan; Pamela, Vega Yoesepa
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4356

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat fisikokimia produk food bar ubi jalar ungu yang diperkaya dengan tepung tulang ikan bandeng. Tepung tulang ikan bandeng dicampur dengan bahan lain untuk membuat formulasi adonan food bar (0 % (FB1); 1,2 % (FB2); 2,4 % (FB3); 3,6 % (FB4); 4,8% (FB5) Sifat fisikokimia yang dianalisis meliputi kadar air dan kadar abu, parameter kekerasan, dan browning index produk. Penambahan tepung tulang ikan bandeng (1,2% sampai 4,8%) dalam formulasi food bar dapat meningkatkan kadar abu, dan parameter kekerasan pada produk food bar ubi jalar, namun menurunkan browning index  mulai pada kosentrasi tepung tulang ikan bandeng 3,6%. Penambahan tepung tulang bandeng tidak mempengaruhi kadar air produk. Produk food bar ubi jalar ungu diperkaya dengan tulang ikan bandeng menunjukkan peningkatan kekerasan sebagai parameter tekstur dari 17,87 N menjadi 57,43 N.Kata kunci: tepung tulang ikan bandeng,sifat fisikokimia, food bar ubi jalar
Karakteristik Karakteristik Sifat Organoleptik Yoghurt Dengan Variasi Susu Skim Dan Lama Inkubasi: Sifat Organoleptik Yoghurt Pamela, Vega Yoesepa
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v3i1.1963

Abstract

Yogurt merupakan salah satu produk hasil fermentasi susu yang paling tua dan cukup populer di seluruh dunia. Bentuknya mirip bubur atau es krim tetapi dengan rasa agak asam. Saat ini berbagai jenis yogurt dapat ditemukan, dengan berbagai jenis formulasi, teknik pembuatan hingga penambahan bahan lainnya termasuk penambahan susu skim dengan variasi lama waktu inkubasi. Penambahan susu skim dan lama waktu inikubasi ini diketahui mempengaruhi flavor yang dihasilkan sehingga perlu dilakukan uji organoleptik pada yogurt yang dihasilkan. Tujuan dari percobaan ini untuk mengatahui dan membandingkan flavour organoleptik yogurt dengan berbagai variasi tersebut. Hasil percobaan menunjukkan jika penambahan susu skim berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik yoghurt seperti tekstur, rasa dan aroma. Sedangkan pada warna penambahan susu skim tidak berpengaruh. Lama waktu inkubasi berpengaruh nyata terhadap rasa yoghurt tetapi tidak berpengaruh teradap tekstur, aroma, dan warna. Hasil organoleptik pada yoghurt yang dibuat yaitu mempunyai rasa yang asam, sedikit kental, aroma asam khas yoghurt dan memilik warna sedikit kekuningan
PENGARUH SUHU HEAT MOISTURE TREATMENT (HMT) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PATI TALAS BENENG Wulandari, Puji; Vega Yoesepa Pamela; Abidin Mustofa; Ghasany Taqiyya Salsabila Zulafa Iskandar
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.355-362

Abstract

Heat-moisture treatment (HMT) is known as one of physical modification techniques that improves the functional property of starch. Taro beneng starch isolated from taro beneng tuber was modified by HMT to improve its application in the food product. The aim of this research is to determine the physical and functional properties of taro beneng starch modified by HMT. HMT were applied to the taro beneng starch using three different temperatures (90,100, and 100oC). This research was conducted using a randomized-complete design. The results showed that the temperature did not had a significant effect on the whiteness degree and lightness, however had a significant effect on the resistant starch content and flowability of the modified starch. Future studies about its effect on the nutritional and crystallinity characteristics of this starch need to be done to provide a better understanding of the implications of this technique.
Co-Authors Abidin Mustofa Adiwinata, Doni Ahmad Azis Nurrahman Ahmad Riyanto, Rifqi Ainun Nafisah AINUN NAFISAH Ainun Nafisah, Ainun Aisha Ratna Rahmania Alfi Rahmawan Amalia, Azka Anggoro Suryo Pramudyo Anin Dita Amelia Putri Annisa Annisah Nurul Izzah Aqilah Putri Afsiana Arni Komala Sari Asshifa Hasanah Audrin Salsabilla Putri Ana Ayu Angelika Novianti Sitinjak Azahra, Elsa Fidhela Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Bayu Meindrawan Chairunisa Maharani Delis Raozatul Aulia Diana Rahmayanti Dina Riziani Diva Ayu Anisa Dzikribillah, Muhammad Dhabit Elisabeth Michaela Pareira Elisha Firli Nurjanah Evi Savitri Iriani Fahraini, Fariha Ihda Febriansah, Muhammad Rizal Felda Adzra Musyarofah Filki Ardiansyah Fitri Riany Eris Fitria Riany Eris Ghasany Taqiyya Salsabila Zulafa Iskandar Hana Dwiyanti, Norma Hariyanti, Rahma Haura Nada Muthmainnah Helvi Delianti Husniyyah, Erlinda Alya Husniyyah Ihsan Jabran Mumtaz Ila Maratush Shalihah Intan Puspanita Karina Aditia Ningrum Karmelia Nurrohmah Khalida Shabrina Azzahrah Kusuma, Azahra Wibi Kusumasari, Septariawulan Kusumassari, Septariawulan Latifahisan Rahadiana Putri Lisna Widyatikta, Athifa Lulu Zakiyah Hasna Marwah Astria Ningrum Meindrawan, Bayu Mohamad Ana Syabana Muhammad Dhabit Dzikribillah Muhammad Dhabit Dzikribillah Muhammad Zein Fauzan Nabila, Firyal Giani Najah, Zulfatun Najwa Rizkia Nanda Nur Saputri Nia Ariani Putri Nia Ariani Putri Nugraha Edhi Suyatma Nur Fitria, Aini Nurpitriani, Irna Puji Wulandari Puji Wulandari Puji Wulandari Kuncorowati Putri, Nadilla Putri, Nezly Nurlia Putri, Nia Ariani Qamarina Yasmin Rahma Hariyanti Rahma Hariyanti Rahmayanti, Diana Ratna Mega Sari Rera Haiefinah Rifqi Ahmad Riyanto Rifqi Ahmad Riyanto Rifqi Ahmad Riyanto Riyanto, Rifqi Ahmad Rizal Syarief Riziani, Dina Rulla Agnia Naura Aisyah Salma Rahmania Zahroh Saskia Revinka Maharani Shahrin Fathia, Aisha Siti Erisna Wati Siti Farah Nabila Sri Mulyati Sri Mulyati Sutiawati Tampenawas, Russel Yehezkiel Tegar Attar Ardiansyah Tetin Sunari Tubagus Bahtiar Rusbana Tubagus Bahtiar Rusbana Tubagus Bahtiar Rusbana, Tubagus Bahtiar Vita Shofiyah Rohmah Winda Nurtiana Winda Nurtiana Winda Nurtiana Yasmin Nurlaily Yudi LA Salampessy YUNIARTI, RAHMA Zalfa Marsa Rahmani Zenny Aulia Zahwa Zulfatun Najah Zulfatun Najah