Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER DALAM PEMBUATAN TEH SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATANPRODUKSI ASI Abdul, Nurnaningsih Ali; Usman, Lisdiyanti; Olii, Nancy; Harun, Desriyanti; Hinta, Novia Veronica Angriany
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20127

Abstract

Abstrak: Pemberian ASI Eksklusif memegang peranan penting karena dapat melindungi dari berbagai macam penyakit infeksi dalam menjaga keseimbangan imunitas tubuh. Takut gemuk, sibuk bekerja, gencarnya promosi susu formula diberbagai media dan produksi ASI sedikit di awal masa nifas merupakan alasan penyebab sehingga ASI eksklusif tidak dapat diteruskan. Daun Kelor merupakan pangan lokal namun pemanfaatannya masih belum maksimal, dimana hanya berakhir sebagai limbah. Teh serbuk daun Kelor terbukti memiliki kandungan antioksidan. Kandungan antioksidan berupa alkaloid dan sterol dapat menambah produksi ASI karena mampu meningkatkan metabolisme glukosa untuk sintesis laktosa. Tujuan pengabmas ini adalah membentuk kemandirian kelompok kader dan ibu nifas dalam pembuatan teh serbuk daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI melalui peningkatan pengetahuan. Metode pelaksanaan pengabmas yaitu ceramah, tanya jawab, pemberian teh serbuk daun kelor, pemantauan produksi ASI melalui lembar observasi. Kegiatan dilakukan pada 11 orang kader Kesehatan, monitoring berupa pre dan posttest. Hasil yang dicapai terdapat 10 orang (90,9%) kader Kesehatan dengan Tingkat pengetahuan baik dari hasil tes sebelumnya dimana hanya ada 5 orang saja yang memiliki pengetahuan baik terkait materi yang disampaikan.Abstract: Exclusive breastfeeding plays an important role because it can protect against various infectious diseases and maintain the balance of the body's immunity. Fear of getting fat, busy work, incessant promotion of formula milk in various media and low breast milk production at the beginning of the postpartum period are the reasons why exclusive breastfeeding cannot be continued. Moringa leaves are a local food but their utilization is still not optimal, where they only end up as waste. Moringa leaf powder tea has been proven to contain antioxidants. The antioxidant content in the form of alkaloids and sterols can increase breast milk production because it can increase glucose metabolism for lactose synthesis. The aim of this community service is the independence of cadre groups and postpartum mothers in making Moringa leaf powder tea to increase breast milk production. The methods of implementing community service are lectures, questions and answers, giving Moringa leaf powder tea, monitoring breast milk production through observation sheets. Activities were carried out on 11 Health cadres, monitoring in the form of pre and posttests. The results achieved were 10 (90.9%) Health cadres with a good level of knowledge.
EDUKASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTERI Arbie, Rina Sulisthia; Olii, Nancy; Yulianingsih, Endah; Violentina, Yollanda Dwi Santi; Sujawati, Sri; Nurhidayah, Nurhidayah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37698

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang menyerang remaja putri di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 32% pada tahun 2018. Remaja putri menjadi kelompok paling rentan terhadap anemia akibat menstruasi, pola konsumsi gizi yang rendah, dan kebiasaan diet ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan status hemoglobin remaja putri melalui pendekatan edukatif dan preventif. Kegiatan dilakukan di Kabupaten Gorontalo, dengan melibatkan 50 peserta. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan mengenai anemia dan tablet tambah darah (TTD), skrining hemoglobin, pemberian tablet tambah darah, serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test yang memuat 15 pertanyaan . Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan peserta tentang anemia meningkat dari 28% menjadi 93% setelah edukasi. Dari 50 peserta, 46% teridentifikasi mengalami anemia ringan, dan 10 orang menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin setelah rutin mengkonsumsi tablet tambah darah. Indikator keberhasilan kegiatan ini ditandai oleh meningkatnya pengetahuan responden serta adanya kepatuhan konsumsi tablet Fe yang berdampak pada perbaikan kadar hemoglobin.Abstract: Anemia is one of the major nutritional problems affecting adolescent girls in Indonesia, with a prevalence reaching 32% in 2018. Adolescent girls are the most vulnerable group to anemia due to menstruation, inadequate dietary intake, and extreme dieting behaviors. This study aimed to improve the knowledge, awareness, and hemoglobin status of adolescent girls through educational and preventive approaches. The activities were conducted in Tinelo, Tualango, and Dulomo villages, Tilango Subdistrict, Gorontalo Regency, involving 50 participants. The implementation methods included health education on anemia and iron supplementation, hemoglobin screening, distribution of iron tablets, and evaluation through pre-test and post-test assessments. The results showed that participants’ knowledge about anemia increased from 28% to 93% after the educational intervention. Among the 50 participants, 46% were identified as having mild anemia, and 10 participants showed an increase in hemoglobin levels after regularly consuming iron tablets. By improving awareness and knowledge about anemia, it is expected that the prevalence of anemia and its negative impacts on the younger generation can be reduced.