Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Journal Health

EFEKTIVITAS PEMBERIAN PMT MODIFIKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA Irwan irwan; Meryati Towapo; Sunarto Kadir; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v4i2.7742

Abstract

Umur 0-5 tahun masa keemasan yang penting bagi fisik anak. Asupan gizi sangat penting untuk menghindari gangguan kesehatan yang serius bagi balita, seperti gizi buruk. Pemberian PMT bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak balita. Rumusan masalah: apakah pemberian PMT modifikasi dan PMT biskuit efektif untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas pemberian PMT modifikasi dan PMT biskuit terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang.Jenis penelitian: Pra Eksperimen design dengan rancangan pretest-postest desain. Populasi balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Kabupaten Boalemo yang mengalami gizi kurang sebanyak 16 orang balita. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling, responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu 8 balita pada kelompok PMT modifikasi dan dan 8 balita pada kelompok PMT biskuit. Analisis data menggunakan paired sampel t-test dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas data.Hasil penelitian: sebelum intervensi, seluruh balita mengalami gizi kurang dengan rata-rata berat badan pada kelompok PMT modifikasi 8,438 kg ± 1,1451 dan pada kelompok PMT biskuit 8,725 kg ± 1,2303. Sesudah intervensi, terjadi peningkatan berat badan rata-rata balita pada kelompok PMT Modifikasi menjadi 9,088 kg ± 1,1740 dan kelompok PMT biskuit 9,125 kg ± 1,1913. Hasil analisis didapatkan pada kelompok PMT modifikasi, t hitung = 19,858 dan ρ = 0,000 serta kelompok PMT biskuit, t hitung = 14,967 dan ρ = 0,000. Analisis uji beda mendapatkan nilai t hitung = 5,916 dan nilai ρ = 0,000Kesimpulan : PMT modifikasi dan PMT biskuit efektif terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Kabupaten Boalemo. PMT modifikasi lebih efektif dibandingkan pemberian PMT biskuit terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang. Diharapkan kepada orang tua balita agar terus memperhatikan dan memberikan asupan makanan bergizi tinggi kepada anak balita. 
HUBUNGAN PERSEPSI DAN PARTISIPASI LANSIA DENGAN TINGKAT PEMANFAATAN (UTILIZATION) POSYANDU sartika laiya; Sunarto Kadir
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 3, No 1 (2019): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.927 KB) | DOI: 10.35971/gojhes.v1i1.2127

Abstract

Lansia adalah bagian dari suatu kelompok yang juga membutuhkan pelayanan kesehatan daripemerintah, oleh karena itu pemerintah membuat program pelayanan untuk lansia yaitu berupa posyandulansia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan antara persepsi danpartisipasi dengan tingkat pemanfaatan posyandu lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubunganpersepsi dan parstisipasi dengan tingkat pemanfaatan posyandu lansia.Metode Penelitian ini adalah penelitian analisis kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasidalam penelitian ini sebanyak 333 lansia dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 152 lansia yang adadi kelurahan Limba U I. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji ChiSquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan persepsi lansia dengan pemanfaatanposyandu lansia P-Value 0,000 lebih besar dari (0.05)., dan ada hubungan partisipasi lansia dengan pemanfaatanposyandu lansia P-Value 0,000 lebih besar dari (0.05). Disarankan dukungan keluarga untuk mengoptimalkanpersepsi lansia serta partisipasi baik dari lansia dalam mengunjungi posyandu lansia, dukungan darikeluarga bagi lansia dapat dilakukan dengan memberikan perhatian, motivasi, kepedulian terhadapkeluhan lansia, sehingga lansia dapat mencurahkan perasaannya dan mendorong untuk lebih aktif dalammengikuti kegiatan posyandu lansia.
THE DIFFERENCES OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING IN REVIEW OF WORKING AND NOT WORKING PARENTING PATTERNS AT THE HEALTH CENTER OF KABILA BONE Sunarto Kadir; Irwan Irwan; Dwi Juliani Mertosono
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13777

Abstract

ASI eksklusif adalah air susu ibu (ASI) yang diberikan kepada bayi dari lahir sampai berusia enam bulan tanpa makanan tambahan lain. Kebaruan penelitian ini adalah meneliti terkait perbedaan pemberian asi ekslusif di tinjau dari pola asuh ibu bekerja dan tidak bekerja. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Perbedaan ASI Ekslusif di Tinjau dari Pola Asuh Ibu Bekerja dan tidak Bekerja di Puskesmas Kabila Bone. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Deskriptif . Sampel dalam penelitian ini yaitu semua populasi ibu yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ASI Eksklusif  yaitu 69 (67,0)%, dan yang paling sedikit yaitu 34 (33,0)%. Pola asuh Ibu bekerja dan tidak bekerja yaitu Ibu bekerja 61 (59,2)% dan ibu tidak bekerja 42 (40,8)%. Perbedaan Pola Asuh Ibu Bekerja dan Bukan Bekerja Terhadap Pemberian ASI Eksklusif dari ibu Bekerja memberikan ASI berjumlah 11 (10,7) dan tidak memberikan ASI 50 (48,5), Sedangkan tidak bekerja yang memberikan ASI berjumlah 23 (22,3)% dan tidak memberikan ASI 19 (18,4)%. Simpulan Adanya perbedaan antara pola asuh ibu Bekerja dan ibu tidak bekerja terhadap pemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci: ASI Eksklusif; Pola asuh; Ibu bekerja dan tidak bekerja.AbstractExclusive breastfeeding is mother's milk (ASI) given to babies from birth to six months of age without any other additional food. The novelty of this study is to examine the differences in exclusive breastfeeding in terms of the parenting patterns of working and non-working mothers. The purpose of the study was to determine the difference between exclusive breastfeeding in terms of parenting patterns for working and non-working mothers at the Kabila Bone Health Center. This research uses descriptive research method. The sample in this study is all the population of mothers who have toddlers. The sampling technique in this research is Total Sampling. The results showed that exclusive breastfeeding was 69 (67.0%), and the least was 34 (33.0)%. Parenting patterns of working and non-working mothers are working mothers 61 (59.2)% and mothers not working 42 (40.8)%. Differences in Parenting Patterns of Working and Non-Working Mothers on Exclusive Breastfeeding of working mothers giving breast milk amounted to 11 (10.7) and did not give breast milk 50 (48.5), while those who did not work gave breast milk amounted to 23 (22.3)% and not giving breast milk 19 (18.4)%. Conclusion There is a difference between the parenting pattern of working mothers and non-working mothers towards exclusive breastfeeding.
RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND AGE OF MENARCHE IN ADOLESCENT GIRLS AT MTs NEGERI 3 GORONTALO REGENCY Fatlun Indriani Adam; Sunarto Kadir; Ramly Abudi
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v6i3.16117

Abstract

Menarche adalah haid yang pertama kali dialami oleh setiap remaja putri yang sudah memasuk masa pubertas. Setiap remaja putri memiliki usia menarche yang berbeda-beda, hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan, faktor gizi, dan kesehatan umum lainnya. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan usia menarche pada remaja putri di MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan usia menarche pada remaja putri di MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan desain Cross Sectional, pengumpulan data menggunakan lembar observasi, analisis data menggunakan uji non parametrik dengan analisis spearman rank. Hasil penelitian yaitu siswi yang memiliki usia menarche normal terdapat 70 responden (56,5%) dan yang memiliki usai menarche lambat terdapat 54 reponden (43,5%), dengan rata-rata indeks massa tubuh yaitu 19,65. Hubungan indeks massa tubuh dan usia menarche diperoleh dengan nilai koofisien korelasi sebesar -0,622 dengan nilai p-value 0,000 ≤ α = 0,05. Simpulan terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan usia menarche pada remaja putri di MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo. Kata Kunci : IMT; Usia Menarche; Remaja Putri.  Abstract            Menarche is the first menstruation experienced by every teenage girl who has begun puberty. Every young woman has a different age of menarche; this can be influenced by heredity, nutritional factors, anf other general health. The novelty of this study is because it examines the relationship between Body Mass Index (BMI) and menarche age in young women in MTs Negeri 3, Gorontalo Regency. This study answered the question of whether  there is a relationship between body mass index (BMI) and age of menarche in adolescent girls at MTs Negeri 3 Gorontalo Regency. This research is quantitative research with an observational approach using a cross sectional design, data collection using observation sheets, and data analysis using a non-parametric test with spearman rank analysis. The results of the study show that students who had normal menarche age were 70 respondents (56.5%), and those who had late menarche were 54 respondents (43.5%), followed by an average body mass index of 19.65. The relationship between body mass index and age of menarche was obtained with a correlation coefficient of -0.622 with a p-value of 0.000—0.05. The conclusion is that there is a relationship between body mass index and age of menarche in adolescent girls at MTs negeri 3 Gorontalo Regency. Keywords: BMI; Age of Menarche; Adolescent Girl.
THE RELATIONSHIP OF NUTRITIONAL KNOWLEDGE AND MICRONUTRIENT INTAKE WITH THE EVENT OF ANEMIA IN PREGNANT WOMENCOVID-19 PANDEMIC (Case Study In The Work Area Of Tapa Health Center, Bone Bolango Regency) Pratiwi Hulinggi; Sunarto Kadir; Tri Septian Maksum
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16131

Abstract

AbstrakAnemia pada ibu hamil berdampak pada tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan asupan mikronutrien dengan kejadian anemia pada ibu hamil di masa pandemi covid-19. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan asupan mikronutrien dengan kejadian anemia pada ibu hamil di masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Tapa Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Tapa Kabupaten Bone Bolango. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sehingga sampel dalam penelitian ini  sebanyak 31 ibu hamil. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Instrumen penelitian pengetahuan menggunakan kuesioner dan asupan mikronutrien menggunakan food recall 24 jam untuk memudahkan responden yang buta huruf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden berpengetahuan baik (58,1%), asupan mikronutrien (zat besi, asam folat dan zink) dalam kategori sesuai (77,4%), tidak mengalami anemia (74,2%). Kesimpulan bahwa ada hubungan pengetahuan gizi dan asupan mikronutrien dengan kejadian anemia pada ibu hamil di masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Tapa Kabupaten Bone BolangoKata Kunci: Pengetahuan gizi; Asupan mikronutrien; Anemia; Ibu Hamil; Pandemi covid-19. AbstractAnemia in pregnant women impacts the non-optimal growth and development of the fetus in the womb. It can potentially cause pregnancy and childbirth complications and even cause maternal and child death. This study's novelty is that it analyzes the relationship between nutritional knowledge and micronutrient intake with the incidence of anemia in pregnant women during the Covid-19 pandemic. The study aimed to explore the relationship between nutritional knowledge and micronutrient intake with the incidence of anemia in pregnant women during the Covid-19 pandemic at the Tapa Health Center, Bone Bolango Regency. This study is an observational study with a cross-sectional approach. The population in this study was all pregnant women in the Tapa Health Center Working Area, Bone Bolango Regency. The sampling technique used accidental sampling so that the samples in this study were 31 pregnant women. The data were analyzed using the chi-square test. The knowledge research instrument uses questionnaires and micronutrient intake using 24-hour food recall to make it easier for illiterate respondents. The results showed that most respondents were well-informed (58.1%), had micronutrient intake (iron, folic acid, and zinc) in the appropriate category (77.4%), and did not experience anemia (74.2%). The conclusion that there is a relationship between nutritional knowledge and micronutrient intake with the incidence of anemia in pregnant women during the Covid-19 pandemic at the Tapa Health Center, Bone Bolango Regency,Keywords: Nutritional knowledge; Micronutrient intake; Anemia; Pregnant Women; Covid-19 pandemic.
THE INFLUENCE OF GIVING LONG BEAN LEAVES IN INCREASING BREAST MILK PRODUCTION POSTPARTUM MOTHERS IN KOMBUTOKAN VILLAGE, BANGGAI ISLANDS REGENCY Aisa Melinda; Sunarto Kadir; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16291

Abstract

AbstrakKebutuhan nutrisi terbaik bagi bayi selama 6 bulan pertama adalah Air Susu Ibu. Didalam ASI mengandung nutrisi alamiah untuk kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang pengaruh pemberian daun kacang panjang dalam meningkatkan produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Puskesmas Totikum, Desa Kombutokan Kabupaten Banggai Kepulauan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh daun kacang panjang dalam meningkatkan produksi ASI ibu postpartum. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum yang mengalami keluhan Air Susu Ibu tidak lancar tahun 2022 yang ada di Puskesmas Totikum dengan penentuan sampel menggunakan total sampling dengan 21 responden. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu karakteristik responden sebagian besar umur ibu antara 25-29 tahun berjumlah 10 orang (47,6%), paritas 1 anak berjumlah 10 orang (47,6%), pendidikan tamat SMA berjumlah 7 orang (33,3%) dan pekerjaan sebagai IRT berjumlah 20 orang (95,2%). Jumlah ASI sebelum dan sesudah diberikan daun kacang panjang yaitu mean 1405,23 dan standar deviasi 177,58. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pemberian daun kacang panjang dalam meningkatkan produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Puskesmas Totikum. Kata Kunci : Daun kacang panjang; Produksi ASI; Ibu Postpartum. AbstractBreast milk is the best nutritional need for babies during the first six months. Breast milk contains natural nutrients for energy needs and substances needed during the first six months of a baby's life. The novelty of this study is that it examines the influence of giving long bean leaves in increasing the milk production of postpartum mothers in the Totikum Health Center Area, Kombutokan Village, Banggai Islands Regency. This study aimed to analyze the influence of string bean leaves in increasing the milk production of postpartum mothers. This study is a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The population in this study was postpartum mothers who experienced complaints of breast milk not running smoothly in 2022 at the Totikum Health Center with sample determination using total sampling with 21 respondents. Data analysis using paired t-tests. The results of the study obtained were the characteristics of respondents, most of whom were mothers between 25-29 years old with ten people (47.6%), parity of 1 child was ten people (47.6%), high school graduation was seven people (33.3%) and worked as an IRT was 20 people (95.2%). The amount of breast milk before and after being given long bean leaves is the mean 1405.23, and the standard deviation is 177.58. The conclusion is that providing long bean leaves increases the milk production of postpartum mothers in the Totikum Health Center Area. Keywords: Long bean leaves; Milk production; Postpartum mother.
RELATIONSHIPS OF NUTRITIONALLY CONSCIOUS FAMILY BEHAVIOR WITH STUNTING INCIDENCE IN TODDLERS AT MOTOLOHU HEALTH CENTER Siti Nur Ain B. Hamid; Sunarto Kadir; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16110

Abstract

Perilaku keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalah suatu gerakan yang terkait dengan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi (KKG) yang merupakan bagian dari Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) untuk mencegah penyakit yang dapat ditimbulkan jika zat gizi tidak terpenuhi dengan baik, seperti stunting. Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadazi) dengan kejadian stunting pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku Kadarzi dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Motolohu. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji Chi square dengan sampel berjumlah 88 balita. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa responden dengan menimbang berat badan secara tidak teratur sebanyak 59 balita (67.0%), pemberian ASI eksklusif sebanyak 58 responden (65.9%), konsumsi makanan beraneka ragam sebanyak 56 responden (63.6%), penggunaan garam beryodium sebanyak 80 responden (90.9%), minum suplemen gizi sebanyak 68 balita (77.3%). perilaku kadarzi menimbang berat badan (p-value 0.002 ≤ α 0.05), pemberian ASI eksklusif (p-value 0.003 ≤ α 0.05), konsumsi makanan beraneka ragam (p-  value 0.034 ≤ α 0.05), penggunaan garam beryodium (p-value 0.019 ≤ α 0.05), minum suplemen gizi (nilai p- value 0.048 ≤ α 0.05) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan ada hubungan perilaku Kadarzi dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Motolohu. Kata Kunci: Balita; Kadarzi; Stunting. AbstractNutrition-conscious family behavior (Kadarzi) is a movement related to the Family Health and Nutrition Program (KKG), which is part of the Family Nutrition Improvement Business (UPGK) to prevent diseases that can be caused if nutrients are not appropriately met, such as stunting. The novelty of this study is that it examines Nutrition Conscious Family Behavior (Kadazi) with the incidence of stunting in toddlers. Stunting is a condition where children experience growth disorders. The child's height is not by his age This study aimed to determine the relationship between Kadarzi's behavior and the incidence of stunting in toddlers at the Motolohu Health Center. This study is an analytical research design with a cross-sectional approach using the Chi-square test with a sample of 88 toddlers. The results of the statistical test showed that respondents weighing weight irregularly as many as 59 toddlers (67.0%), exclusive breastfeeding as many as 58 respondents (65.9%), consumption of variegated foods as many as 56 respondents (63.6%), used iodized salt as many as 80 respondents (90.9%), taking nutritional supplements as many as 68 toddlers (77.3%). Kadarzi's behavior of weighing body weight (p-value 0.002 ≤ α 0.05), exclusive breastfeeding (p-value 0.003 ≤ α 0.05), consumption of variegated foods (p-value 0.034 ≤ α 0.05), use of iodized salt (p-value 0.019 ≤ α 0.05), drinking nutritional supplements (p-value 0.048 ≤ α 0.05) with stunting incidence in toddlers. The conclusion is that Kadarzi's behavior is related to the incidence of stunting in toddlers at the Motolohu Health Center. Keywords: Toddlers; Kadarzi; Stunting.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SALT CONSUMPTION PATTERNS AND THE INCIDENCE OF HYPERTENSION IN THE ELDERLY AT THE KOTA TENGAH HEALTH CENTER Mifta Hulzana Yunus; Sunarto Kadir; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16279

Abstract

Hipertensi menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus meningkat dan kian hari semakin mengkhawatirkan. Pada tahun 2025 sekitar 29% orang dewasa diseluruh dunia akan menderita hipertensi. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis hubungan konsumsi garam dengan kejadaian hipertensi pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia baik laki-laki maupun perempuan yang menderita hipertensi di Puskesmas Kota Tengah dengan penentuan sampel menggunakan accidental sampling dengan 224 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 127 orang (56,7%) yang mengkonsumsi garam tidak normal dan 97 orang (43,3%) yang mengkonsumsi garam normal, sedangkan 123 orang (54,9%) yang mengalami hipertensi dan 101 orang (49,1%) yang tidak mengalami hipertensi. Hubungan pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh dengan  nilai p value 0,012   α 0,05. Simpulan terdapat hubungan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Kota Tengah. Kata Kunci : Hipertensi; Konsumsi Garam;  Lansia.AbstractHypertension is a global problem because of its increasing prevalence and increasingly alarming day by day. By 2025 about 29% of adults worldwide will suffer from hypertension. The novelty of this study is because it analyzes the relationship of salt consumption with hypertension in the elderly. The purpose of this study was to analyze the relationship between salt consumption patterns and the incidence of hypertension in the elderly in the Kota Tengah Puskesmas Working Area. This research is an analytical survey study with a cross sectional study design. The population in this study was all elderly people, both men and women who suffered from hypertension at the Kota Tengah Health Center with sample determination using accidental sampling with 224 respondents. Data analysis using chi square test. The results of the study obtained 127 people (56.7%) who consumed abnormal salt and 97 people (43.3%) who consumed normal salt, while 123 people (54.9%) who had hypertension and 101 people (49.1%) who did not experience hypertension. The relationship between salt consumption patterns and the incidence of hypertension in the elderly was obtained with a p value of 0.012 α 0.05. In conclusion, there is a relationship between salt consumption patterns and the incidence of hypertension in the elderly in the Kota Tengah Health Center. Keywords : Hypertension; Salt consumption;  Elderly.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE CONSUMPTION OF FOODS CONTAINING MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) WITH THE INCIDENCE OF OBESITY IN STUDENTS OF SDN 4 SUWAWA TENGAH Zulyana Arapa; Sunarto Kadir; Ekawaty Prasetya
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16112

Abstract

Monosodium Glutamat (MSG) merupakan zat aditif pada makanan yang meningkatkan cita rasa makanan. Konsumsi MSG secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan status gizi berlebih (overweight) hingga obesitas. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hubungan konsumsi makanan mengandung Monosodium Glutamat (MSG) dengan kejadian obesitas pada siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi makanan mengandung Monosodium Glutamat (MSG) dengan kejadian obesitas pada Siswa SDN 4 Suwawa Tengah. Desain penelitian ini adalah Cross sectional dengan total sampel 99 responden siswa SDN 4 Suwawa Tengah. Analisis data menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi makanan mengandung MSG pada responden yang mengkonsumsi MSG dalam jumlah yang tinggi sebanyak 46 responden (46,5%) dan sebagian besar responden mengalami obesitas sejumlah 35 responden (35,4%). Hasil uji statistic rank spearman diperoleh angka signifikan probabilitas (0,000) menunjukkan bahwa ada hubungan antara hubungan konsumsi makanan mengandung MSG dengan kejadian obesitas. Kesimpulan terdapat hubungan antara konsumsi makanan mengandung Monosodium Glutamat (MSG) dengan kejadian obesitas pada siswa SDN 4 Suwawa Tengah.Kata kunci: Konsumsi makanan; Monosodium Glutamat (MSG); Obesitas. AbstractThe novelty of this study is that it examines the relationship between the consumption of foods containing Monosodium Glutamate (MSG) with the incidence of obesity. Monosodium Glutamate (MSG) is an additive in food that improves the taste of food. Excessive consumption of MSG can cause health problems, from overweight to obesity. The purpose of this analysis was to determine the relationship between the consumption of foods containing Monosodium Glutamate (MSG) with the incidence of obesity in students of SDN 4 Suwawa Tengah. The design of this study was Cross-sectional, with a total sample of 99 respondents of SDN 4 Suwawa Tengah students. Data analysis using the Spearman Rank Test. The results showed that the consumption of foods containing MSG in respondents who consumed high amounts of MSG was 46 (46.5%), and most were obese 35 respondents (35.4%). The spearman statistical rank test results, obtained a significant probability figure (0.000) showing a relationship between the consumption of foods containing MSG and the incidence of obesity. Conclusion there is a relationship between the consumption of foods containing Monosodium Glutamate (MSG) and the incidence of obesity in students of SDN 4 Suwawa Tengah.Keywords: Food consumption; Monosodium Glutamate (MSG); Obesity.
THE EFFECT OF STUNTING COUNSELING USING VIDEO MEDIA ON INCREASING THE KNOWLEDGE OF MOTHERS IN BONE BOLANGO DISTRICT Mohamad Sarpan Ibrahim; Sunarto Kadir; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16375

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari teman sebayanya. Kurangnya pengetahuan para ibu tentang stunting dapat menentukan perilaku ibu dalam penanganan ataupun pencegahan stunting. Kebaruan penelitian karena mengalisis pengaruh penyuluhan stunting menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan para Ibu. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penyuluhan stunting menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan para Ibu di Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Populasi dan sampel adalah para Ibu yang memiliki balita stunting di Kabupaten Bone Bolango yang ditentukan dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Paired-samples T-test dan analisis Regresi Linear sederhana untuk melihat seberapa besar pengaruh penyuluhan stunting menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan para Ibu. Hasil penelitian dengan uji Paired-samples T-test diperoleh nilai p-value 0.000 0.05 yang artinya terdapat pengaruh penyuluhan stunting menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan para Ibu. Nilai R Square sebelum dan setelah penyuluhan yaitu 0,671 yang artinya terdapat pengaruh penyuluhan stunting menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan para Ibu sebersar 67,1%. Kesimpulannya terdapat pengaruh penyuluhan stunting menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan para Ibu. Kata Kunci: Penyuluhan Stunting; Media Video; Pengetahuan.AbstractStunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by a child's height being shorter than his peers. The lack of knowledge of mothers about stunting can determine mothers' behavior in handling or preventing stunting. The novelty of the research is that it analyzes the influence of stunting counseling using video media on increasing mothers' knowledge. The purpose of the study was to analyze the effect of stunting counseling using video media on increasing the knowledge of mothers in Bone Bolango Regency. This research method uses a Pre-Experimental design with a One Group Pre-Post Test design. The population and sample are mothers with stunting toddlers in Bone Bolango District, which is determined by the purposive sampling technique. Bivariate analysis using Paired-samples T-test and simple Linear Regression analysis to see how much influence stunting counseling using video media has on improving mothers' knowledge. The results of the study with the Paired-samples t-test obtained a p-value of 0.000 0.05, which means that there is an influence of stunting counseling using video media on increasing the knowledge of mothers. The R Square value before and after counseling is 0.671, which means that there is an influence of stunting counseling using video media on increasing the knowledge of mothers by 67.1%. In conclusion, stunting counseling using video media has an influence on expanding mothers' knowledge.
Co-Authors Agusrianto Yusuf Ahmad I. Mohune Aisa Melinda Amalia, Safira Aprilita Putri Salsabila Arikalang, Mutya Rahmawaty Arpin Arwati, Niluh Aswin, Nurlila Puspita Aulia, Ulfa Ayu Rofia Nurfadillah Cecy Rahma Karim Chairunnisah J Lamangantjo Dakio, Ferawati Dehi, Regita Della Fatimi Modeong Djafar, Iswanto Dwi Juliani Mertosono Ekawaty Prasetya Ervan Djafar Fachriany, Chindy Faradilla Valencia Sinandaka Farlin Usman Fatlun Indriani Adam Ginoga, Febriyanti Hadju , Vidya Avianti Inang Musa Indrawati, Lia Irwan Irwan Irwan irwan Irwan Irwan Ismail, Nurhavia Ismiaty Abdullah Kadir, Laksmyn Karim, Cecy Rahma Kasim, Vivien N. A Khairunnisa Lamalani Kum, Fahria Laksmyn Kadir Lasalutu, Astuti Lia Amalia Lintje Boekoesoe Lintje Boekoesoe Manaf, Tyas Pratiwi Margaretha Solang Meryati Towapo Mifta Hulzana Yunus Moh. Rivai Nakoe Moh. Rivai Nakoe Mohamad Sarpan Ibrahim Muhammad isman Jusuf Musawir, Sadam Nikmatisni Arsad Nikmawati Palilati Nur Ain Nur Ayini S Lalu Nurdiana Djamaluddin nusi, ilmin Pakaya, Yusnan Paneo, Fuji Dayanti Paneo, Ibrahim Panigoro, Moh Lutfi Pratiwi Hulinggi Putri Julistia Nakoda Ramli, Rahmiyati Ramly Abudi Sadik, Karmila Said, Adiba Saleh, M Sahrul A sartika laiya Sartika Nusi Shalsa Y. Abudrahman Shannaz Dea Puspita Lengkong Siti Nur Ain B. Hamid Sri Manovita Pateda Suardi Suardi Tahir, Nurkemala Suleman Tatu, Muslima S. Teti Sutriyati Tuloli Tiara Monoarfa Tiara Septiana Mohamad Toar, Puput Oktafiani Tomu, Putri Ayu Tri Septian Maksum Ulva Aulia Usman, Yunita Vidya Avianti Hadju Vivien Novarina Kasim Vivien Novarina Kasim Yasin, Sri Rahmawaty Yasir Mokodompis Yoyanda Bait Yunus, Deis Zulfikal Dulalimo Zulyana Arapa