Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

EVALUASI SEDIAAN FISIK EMULGEL MENGANDUNG MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria, (Berg.) Roscoe) Mahdi, Nur; Mudhakir, Diky; Gozali, Dolih
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 15 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v15i2.12657

Abstract

Temu putih atau disebut juga kunir putih merupakan salah satu spesies dari familiZingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rimpangnya sebagai tanaman obat.Komponen terbesar dari rimpang temu putih, yaitu minyak atsiri yang mempunyai efekantiinflamasi. Penggunaan rimpang temu putih sebagai antiinflamasi di masyarakatmasih secara empiris, dengan mengoleskan air perahan rimpang temu putih pada kulit.Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan minyak atsiri yang terkandung dalam temuputih, dilakukan formulasi emulgel yang mengandung minyak atsiri denganpenambahan PEG 8 beeswax agar didapat sediaan emulgel yang stabil, baik dan amandigunakan. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi penyiapan bahan, determinasibahan, skrining fitokimia, destilasi menggunakan uap-air, analisis komponen kimiadengan GC-MS, serta uji kualitatif minyak atsiri dengan sediaan emulgel yangmengandung minyak atsiri, formulasi emulgel mengandung minyak atsiri denganmenggunakan emulsifying wax konsentrasi 6,5%, 7%, 7,5%, dan 8%. Evaluasi sediaanmeliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, sentrifugasi, serta uji hedoniksediaan. Berdasarkan hasil evaluasi pengamatan organoleptik, pH, viskositas,sentrifugasi, serta uji hedonik sediaan menunjukkan bahwa kestabilan dalam batasrentang yang dibolehkan. Formulasi emulgel yang terbaik ditunjukkan pada formula ke-4 pada konsentrasi PEG 8 beeswax 8%.
Uji Efek Analgetik Ekstrak Etanol Kulit Buah Langsat (Lansium domesticum var. pubescens) Secara In Vivo Pertiwi, Hana Retno; Mahdi, Nur; Syaiful, Raisha Hamiddani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.601

Abstract

Nyeri merupakan perasaan sensitif yang tidak menyenangkan dikarenakan cedera jaringan. Pengobatan nyeri menggunakan tanaman obat sudah banyak dikenal masyarakat salah satunya adalah tanaman langsat (Lansium domesticum var. pubescens). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek analgetik ekstrak etanol kulit buah langsat (EEKBL) secara in vivo. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dan metode Writhing test. Sebanyak 25 ekor mencit digunakan sebagai hewan percobaan, yang dibagi ke dalam lima kelompok: kontrol negatif diberi Na-CMC 0,5%, kontrol positif diberi parasetamol, serta tiga kelompok dosis berbeda, yaitu dosis I (80 mg/kgBB), dosis II (160 mg/kgBB), dan dosis III (240 mg/kgBB). Diamati geliat dan total persen proteksi jumlah geliat dan uji hipotesis menggunakan ANOVA. Hasil persentase proteksi menunjukkan bahwa kontrol positif (parasetamol) sebanyak 39,91% dan untuk ketiga kelompok perlakuan menunjukkan persen proteksi yaitu dosis I sebanyak 34,45%, dosis II sebanyak 47,04%, dan dosis III sebanyak 68,59%. Hasil analisis ANOVA pada semua kelompok perlakuan terdapat perbedaan bermakna (p<0.05). Dapat disimpulkan bahwa EEKBL memiliki efek analgetik dan pada dosis II dan dosis III EEKBL memiliki persen efektivitas analgetik lebih tinggi dari parasetamol yaitu berturut-turut sebesar 117,87% dan 171,86%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Cerbera odollam) dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli Mahdi, Nur; Susanti, Susi; Agustina, Ani; Mukhlis, Andi Zsazsa Rafiatul
Sinteza Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i1.21431

Abstract

Tanaman bintaro (Cerbera odollam) salah satu dari banyak tanaman antimikroba yang ditemukan di Indonesia. Tanaman bintaro efektif dalam mengendalikan serangan hama, namun dalam penelitian antibakteri belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bintaro menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk menguji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Pengujian dilakukan dengan menggunakan konsentrasi ekstrak daun bintaro terdiri dari 25%, 50%, 75%, dan 100%, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bintaro memiliki sifat antibakteri. Pada konsentrasi ekstrak 75% terhadap Streptococcus mutans diperoleh rata-rata zona hambat sebesar 6,125 mm dengan kategori daya hambat sedang dan pada Escherichia coli diperoleh rata-rata zona hambat sebesar 6,5mm. Kemudian pada pada konsentrasi 100% diperoleh pada kedua bakteri tersebut dengan zona hambat 7,5 mm dengan kategori daya hambat sedang. Uji Kruskal Wallis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003 atau (p < 0,05) menunjukkan perbedaan bermakna. Uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi untuk Streptococcus mutans sebesar 0,433 atau (p < 0,05) dan Escherichia coli sebesar 0,433 atau (p < 0,05). Pada konsentrasi 100% diameter zona hambat 7,5 mm, hasil ekstrak etanol daun bintaro menunjukkan aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Escherichia coli.
Formulasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) sebagai Antiseptik Mahdi, Nur; Rezekiah, Rezekiah; Ani, Agustina
Sinteza Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i2.25475

Abstract

Ramania leaves (Bouea macrophylla Griffith) are natural ingredients that have activity as an antiseptic. Ramania leaves contain flavonoids, alkaloids, steroids and tannins. This study aims to make antiseptic liquid soap from ramania leaf extract with a concentration of 5%, 10%, 15%. This study used experimental methods in the laboratory. three formulations were made (FI, FII, FIII with a concentration of 5%, 10%, 15%). Evaluation includes organoleptic, homogeneity, pH, specific gravity, foam height. Antiseptic test was carried out using the zigzag method. he antiseptic test was carried out using the replica method. The statistical test for evaluating preparations is One Way Anova, for antiseptic testing using Paired sample t-test. The results of several evaluations have met the requirements, except that the specific gravity does not meet the SNI criteria. The antiseptic test is indicated by the percentage of bacterial reduction. The percentage of bacterial reduction in FI, II, and III respectively was 40.5; 48.5; and 57.5%. It can be seen that increasing the extract concentration can reduce the number of bacterial colonies. The results of the One Way Anova statistical test (a = 0.05) showed that there was no difference in the results of the preparation evaluation, the results of the paired sample test (a = 0.05) showed a significant difference in the antiseptic test. Based on the results of research on the specific gravity test however all formulas do not meet the criteria. In the antiseptic test, all formulas were effective in inhibiting bacterial growth.
Penyuluhan tentang Oralit dan Zink untuk Terapi Diare Pada Balita di Posyandu Nabila, Nabila; Muliasari, Dreiyani Abdi; Hadi, Samsul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Mardiati, Nurul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16568

Abstract

Diare pada balita sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi dalam waktu yang singkat, yang jika tidak ditangani segera, berisiko fatal bagi tumbuh kembang anak. Oralit dan zink merupakan obat yang diberikan pada anak untuk mengatasi diare. Tujuan dari kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya cara penggunaan dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Kegiatan promosi kesehatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2024 di posyandu kembang barenteng V. Metode yang digunakan dalam kegiatan promosi kesehatan ini adalah metode ceramah, yaitu dengan menjelaskan terkait perbedaan, cara penggunaan, dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Kegiatan promosi kesehatan diikuti oleh 20 orang peserta. Nilai rata-rata pretest 20 peserta promosi kesehatan adalah 67,5% dan nilai rata-rata posttest adalah 98,125%. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap oralit dan zink sehingga diharapkan masyarakat dapat menggunakan obat oralit dan tablet zink secara tepat dan aman. Kata Kunci: Zink, Oralit, Diare, Posyandu, Balita Diarrhea in toddlers is very dangerous because it can cause dehydration in a short time, which, if not treated immediately, can be fatal for the child's growth and development. ORS and zinc are medications given to children to treat diarrhea. The purpose of this health promotion activity is to provide knowledge to the community, especially regarding how to use and things to pay attention to when using ORS or zinc. This health promotion activity was held on Tuesday, October 22, 2024, at the Kembang Barenteng V Integrated Health Service Post (Posyandu). The method used in this health promotion activity was the lecture method, namely by explaining the differences, how to use, and things to pay attention to when using ORS or zinc. Evaluation was carried out through pretests and posttests to measure improvements in community knowledge. The health promotion activity was attended by 20 participants. The average pretest score of the 20 health promotion participants was 67.5%, and the average posttest score was 98.125%. There was an increase in public knowledge about ORS and zinc, so it is hoped that the community will use ORS and zinc tablets appropriately and safely.
Peningkatan Produktivitas Hortikultura Melalui Pembuatan dan Aplikasi Bioaktivator Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki Setiawan, Deni; Hadi, Samsul; Wathan, Nashrul; Mardiati, Nurul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Aulia, Hilma; Sofa, Maida; Ulfah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.378

Abstract

Sektor hortikultura berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun produktivitasnya masih terhambat oleh penurunan kualitas tanah, biaya pupuk yang tinggi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Kelompok (KWT) Sri Rejeki yang berada di Kota Banjarbaru menghadapi kendala serupa karena masih bergantung pada pupuk anorganik sehingga pendapatan bersih dapat berkurang hingga 20% karena peningkatan harga pupuk. Novelty program ini terletak pada pengembangan bioaktivator berbahan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan KWT Sri Rejeki serta integrasi pelatihan teori dan praktik, mulai dari pembuatan dan fermentasi hingga penerapan langsung bioaktivator pada lahan hortikultura anggota KWT. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan serta aplikasi bioaktivator berbahan dasar limbah sayuran dan empon-empon. Kegiatan berlangsung pada 11 Juni–13 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 20 orang anggota KWT. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, koordinasi, persiapan, pelaksanaan praktik, serta pelaksanaan pre-test, post-test, dan observasi lapangan. Hasil kegiatan meningkatkan pengetahuan peserta dari nilai awal 45% menjadi 82%, serta keterampilan 85% peserta dalam memproduksi bioaktivator cair secara mandiri. Aplikasi bioaktivator terbukti memperbaiki tekstur lahan, mendorong pertumbuhan tanaman, dan meminimalisir ketergantungan pada pupuk kimia. Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas petani terhadap teknologi bioaktivator, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik.
Edukasi Berbasis Video Animasi untuk Meningkatkan Ketepatan Penggunaan Suppositoria di Pelayanan Primer Maharani, Ni Ayu; Syarifuddin, Nur Indriyani; Setiawan, Deni; Mahdi, Nur; Hadi, Samsul; Mahdi, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18044

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk pada penggunaan suppositoria yang masih sering salah dalam penggunaannya oleh pasien. Kurangnya pemahaman mengenai teknik penggunaan dan penyimpanan suppositoria dapat menurunkan efektivitas terapi serta menimbulkan ketidaknyamanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketepatan penggunaan suppositoria melalui edukasi menggunakan video animasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan sasaran pasien dan atau keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara individu melalui pendekatan tatap muka yang didukung oleh video animasi edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari lima soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukatif, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 26 menjadi 98 pada nilai postest dan 90% responden memperoleh skor maksimal. Selain itu, responden menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi melalui video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penggunaan suppositoria. Media edukasi ini berpotensi untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Suppositoria, Penggunaan Obat Abstrakrasional, Puskesmas Onal drug use constitutes a crucial aspect of healthcare services, including the administration of suppositories, which are still frequently misused by patients. Inadequate understanding of proper techniques for the use and storage of suppositories may reduce therapeutic effectiveness and cause discomfort. This community service activity aimed to improve knowledge and the accuracy of suppository use through educational interventions utilizing animated videos. The program was conducted at the Inpatient Public Health Center Cempaka, Banjarbaru City, South Kalimantan, targeting patients and/or their family members visiting the health center. The method employed was individual health promotion through a face-to-face approach supported by an educational animated video. Evaluation was carried out using a pretest and posttest consisting of five multiple-choice questions to measure the participants’ improvement in knowledge. The results demonstrated a significant increase in knowledge following the educational intervention, with the mean pretest score improving from 26 to 98 in the posttest, and 90% of respondents achieving the maximum score. In addition, respondents showed active participation during the discussion and question-and-answer sessions. In conclusion, education delivered through animated videos was effective in enhancing understanding and knowledge regarding the proper use of suppositories. This educational medium has strong potential for sustainable implementation as a health promotion tool in primary healthcare facilities.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KASTURI (Mangifera casturi Kosterm) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT SECARA IN VIVO Mahdi, Nur; Kamaliah, Hajatul; Syaiful, Raisha Hamiddani; Muthia Sari, Okta; Maulana Perdana Putra, Aditya
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v11i1.2870

Abstract

Gout is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase, particularly among the elderly. The treatment using medicinal plants has become widely known to the public, one of which involves kasturi leaves, which are known to contain flavonoids, alkaloids, and tannins that are potentially effective as antihyperuricemic agents. This study aimed to evaluate the effectiveness of extract of kasturi leaves in reducing uric acid levels in Mus musculus. The research employed a true experimental design with a pre-and post-test control group approach. A total of 25 mice were divided into five groups: a negative control group (Na-CMC 1%), a positive control group (allopurinol), and three treatment groups with extract doses of 3 mg/kgBW, 6 mg/kgBW, and 9 mg/kgBW. Hyperuricemia was induced using chicken liver for 7 days. Afterward, the extract was administered for another 7 days, and uric acid levels were measured before and after treatment using the Glucometer tool. The data were analyzed using ANOVA. The results showed that dose 1st reduced uric acid by 21.56%, dose 2nd by 27.15%, and dose 3th by 38.88%. Based on these findings, the ethanol extract of casturi leaves was proven effective in lowering uric acid levels and comparable to allopurinol. Statistically, dose III had a significantly different effect from the negative control and was not significantly different from allopurinol (p> 0.05). It can be concluded that the ethanol extract of casturi leaves at a dose of 9 mg/gBW has the most effective antihyperuricemic activity. The calculated ED50 value was 13.20 mg/gBW.
Co-Authors Agustina, Ani Agustina, Ni Kadek Ayu Alpia Damayanti Andi Sultang Andi Sultang AS Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis Anggreni, Nova Ani Agustina Ani Agustina Ani Agustina Ani, Agustina Aulia, Hilma Buih, Putri Helena Junjung Chatarina Umbul Wahyuni DENI SETIAWAN Deni Setiawan Deni Setiawan Diky Mudhakir Dolih Gozali Dyah Ariani Perwitasari Dyah Aryani Perwitasari Farhandika Putra Fatmawati Fitriyati, Fitriyati Hamiddani Syaiful, Raisha Hardianti, Sitti Iis Wahyuningsih Izma, Hayatun Kamaliah, Hajatul Liling Triyasmono Maghfirah, Rahmayani Maharani, Ni Ayu Mahdi, Lukman Malahayati, Siti Maryani, Henny Maulana Perdana Putra, Aditya Melindawati, Vina Moch. Saiful Bachri Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Riki Shindi Praristiya Mukhlis, Andi Zsazsa Rafiatul Muliasari, Dreiyani Abdi Mustika Muthaharah Mustika Muthaharah Muthia Sari, Okta Nabila, Nabila Nashrul Wathan Noorma Yahni Normaidah, Normaidah Nur Indriyani Syarifuddin, Nur Indriyani Nur Meina Anjeli Nur Meina Anjeli Nuraini Manurung Nurul Mardiati Nyoman Kertia Pertiwi, Hana Retno Rahmayani Maghfirah Rahmayani Maghfirah Raisha Hamiddani S Raisha Hamiddani Syaiful Rakhil Zulfansyah Ratnapuri, Prima Happy Rezekiah, Rezekiah Rikha Arliandini Rinda, Ririn Purnama Samsul Hadi Samsul Hadi Sapto Yuliani Sari, Okta Mutia Savitri, Riswandayani Shindi, Muhammad Riki Siti Nur Farida Sofa, Maida Solly Aryza Sri Mulyaningsih Sri Sulistyorini, Sri Susi Susanti Syaiful, Raisha Hamiddani Tuty Alawiyah Ulfah Wilda Maulida Nur Fatimatuzzahra