Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penghambat Digitalisasi Rekam Medis di UPTD Puskemas Tanjung Isuy Kutai Barat Jordan, Adam; Johan, Herni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3904

Abstract

Puskesmas Tanjung Isuy memiliki keinginan untuk menerapkan rekam medis elektronik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis, menjamin keamanan, kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data rekam medis, serta mewujudkan penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis yang berbasis digital dan terintegrasi. Penerapan RME di Puskesmas juga bertujuan untuk menciptakan efisiensi dan optimalisasi pelayanan kesehatan bagi pasien dan fasilitas kesehatan. Namun, Puskesmas Tanjung Isuy mengalami banyak hambatan dalam proses peralihan menggunakan rekam medis elektronik seperti dari faktor man, money, material, machine, dan metode. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan digitalisasi rekam medis.Berdasarkan hasil analisis penerapan Rekam Medis Elektronik di UPTD Puskesmas Tanjung Isuy belum bisa dilaksanakan dikarenakan masih banyak penghambat dalam pelaksanaanya mulai dari sumber manusia, dana yang kurang, mesin yang belum mencukpi dan tidak memadai, tidak adanya prosedur terkait RME, sulitnya jaringan sebagai penunjang utam setelah sdm dalam penerapan RME. Puskesmas Tanjung Isuy perlu melakukan perekrutan SDM yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam RME, pelatihan terkait RME, melakukan pengelolaan anggaran, penambahan komputer dan membuat prosedur atau kebijakan terkait RME.
Analisis Tidak Tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Penyakit Hipertensi Diuptd Puskesmas Air Putih Lingai, Fransiska Hagang; Johan, Herni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan penyakit hipertensi di UPTD Puskesmas Air Putih. Mengunakan metode kualitatif Melalui observasi, dokumentasi dan wawancara, ditemukan bahwa beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap permasalahan ini adalah pasien tidak akan dapat menjalani pengobatan yang tepat dan sumber daya informasi yang kurang memadai untuk mengedukasi terkait hipertensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran pasien tentang pentingnya pengobatan dan pengendalian tekanan darah. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perbaikan sarana prasarana, penguatan program promosi kesehatan, atau optimalisasi koordinasi dengan fasilitas kesehatan sebai bentuk edukasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan hipertensi di Puskesmas Air Putih. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi perbaikan pelayanan hipertensi di UPTD Puskesmas Air Putih guna mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan hipertensi dan memperbaiki outcome kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Loyalitas Karyawan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda Apriyani, Dita Ayu; Ardan, M.; Johan, Herni
INOVASI Vol. 11 No. 2 (2024): Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/Inovasi.v11i2.p640-653.45793

Abstract

Loyalitas karyawan ditunjukan melalui komitmen tinggi terhadap visi dan misi serta berkontribusi secara konsisten untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan transformasional, ditandai dengan kemampuan memotivasi, menginspirasi, dan memberdayakan karyawan. Terjadi peningkatan dan penurunan karyawan yang berhenti di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda yang angkanya melebihi 10% per tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap loyalitas karyawan di rumah sakit siaga al munnawarah samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, dengan populasi sebanyak 144 karyawan dan 103 karyawan sebagai sampel yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan dengan p-value (0,000 < 0,05), dengan kontribusi terhadap loyalitas karyawan sebesar 73,5%. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung gaya kepemimpinan transformasional untuk meningkatkan loyalitas karyawan di lingkup kesehatan.
PATIENT DATA-DRIVEN DIGITAL HEALTH PROMOTION IN HOSPITALS: A TECHNOLOGICAL AND ETHICAL PERSPECTIVE Johan, Herni; Ardan, M.; Haeruddin, Haeruddin; Lidia, Besse; Saidah, Siti; Ramlah, Ramlah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3159

Abstract

Perubahan pola konsumsi informasi kesehatan di era digital mendorong rumah sakit berinovasi dalam strategi komunikasi. Pesan generik yang kurang efektif, rendahnya kepercayaan pasien, dan tantangan etika data menjadikan promosi kesehatan digital berbasis personalisasi serta data sebagai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan pasien. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas promosi kesehatan digital dengan menitikberatkan pada personalisasi pesan, penguatan kepercayaan, dan pemanfaatan data pasien sebagai dasar keputusan strategis. Menggunakan metode campuran dengan desain eksploratori sekuensial, penelitian dilaksanakan di RS Siaga Al Munawwarah Samarinda (September 2024–Februari 2025). Tahap kualitatif melibatkan wawancara mendalam dengan informan kunci bidang teknologi informasi dan layanan medis, menunjukkan bahwa personalisasi pesan berdasarkan usia, jenis layanan, dan riwayat medis meningkatkan keterlibatan serta kepatuhan pasien. Pengiriman pesan otomatis dan tepat waktu melalui sistem informasi rumah sakit dinilai efektif, sedangkan kolaborasi lintas unit penting untuk integrasi konten dan sistem. Etika seperti informed consent, enkripsi data, dan kontrol akses berbasis peran membangun kepercayaan pasien. Tahap kuantitatif melibatkan 232 pasien rawat jalan dan inap dengan kuesioner Likert, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan personalisasi pesan (β = 0,318; p < 0,001), kepercayaan terhadap rumah sakit (β = 0,277; p = 0,003), kepatuhan pasien (β = 0,342; p = 0,000), dan perilaku digital (β = 0,364; p = 0,035) berpengaruh signifikan terhadap manajemen strategis promosi kesehatan (R² = 0,587), sementara manajemen berbasis data mendukung promosi etis berbasis teknologi (R² = 0,506). Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi adaptif, tata kelola data etis, dan kolaborasi antarunit.
SOCIALIZATION OF IMPROVING THE QUALITY OF HEALTH ADMINISTRATION SERVICES THROUGH THE USE OF DIGITAL TECHNOLOGY Hamdana, Erika; Johan, Herni
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3122

Abstract

The rapid development of digital technology has influenced the management of health services, particularly in financial administration at primary health centers. This study focuses on Segiri Public Health Center Samarinda, which still relies heavily on manual processes in managing the Health Operational Assistance (BOK) fund. Field observations revealed challenges such as delays in reporting, limited human resources, weak coordination, and inadequate use of information technology, all of which hinder service quality. Problem identification using a Fishbone Diagram indicated that the main issue lies in the suboptimal use of digital systems influenced by human, financial, procedural, and infrastructural factors. Alternative solutions were analyzed using the Reinke Method, with the development of a digital application integrated with Google Workspace identified as the top priority, supported by hybrid SOPs, staff training, archive digitization, and budget optimization. The internship findings conclude that strengthening digital-based financial administration is essential to improve efficiency, accountability, and reporting quality, thereby supporting better health services for the community.
Analisis Pengaruh Keseimbangan Kerja-Kehidupan Terhadap Loyalitas Karyawan Nazarani Kezia Zanetti; M. Ardan; Herni Johan
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 1 (2025): February
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i1.555

Abstract

Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (Work-Life Balance) menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat loyalitas karyawan, jika tidak ada keseimbangan maka akan memyebabkan stres dan menurunkan kepuasan hidup, yang pada akhirnya berdampak negatif pada loyalitas karyawan. Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda mengalami peningkatan dan penurunan karyawan yang berhenti bekerja sehingga angka turnover mencapai lebih dari 10% per tahunnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh hubungan antara keseimbangan kerja-kehidupan terhadap loyalitas karyawan. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, dengan 144 populasi dan 103 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan. Sehingga dapat disimpulakan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan dapat meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih loyal.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal Terhadap Mutu Pelayanan Venesha Silvanya Losong; Herni Johan
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 16 No. 2 (2024): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v16i2.774

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara keseluruhan, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemapuan teknologi informasi terhadap mutu pelayanan di Rumah Sakit Siaga Al Munnawarah Samarinda. Dalam penelitian ini melibatkan sebanyak 270 responden yang diambil secara simple random sampling. Teknik pengambilan data melalui wawancara terstruktur melalui kursioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Untuk menilai hubungan antara variabel. Dari hasil analisis univariat didapatkan bahwa karakteristik responden pada bagian jenis kelamin responden didominasi oleh perempuan sebesar 167 (62%), pada karakteristik pekerjaan didominasi oleh IRT dengan rincian sebesar 100 (37%), dan pada karakteristik keterangan responden di dominasi oleh pasien dengan rincian sebanyak 145(54%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa p-value sebesar 0.01 (lebih kecil dari 0.05) maka Ho ditolak. Kemampuan komunikasi interpersonal memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pelayanan. Keberhasilan implementasi komunikasi interpersonal di pengaruhi oleh strategi pengembangan, evaluasi yang terus di lakukan dalam rangka memajukan Mutu. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi interpersonal dan mutu pelayanan di Rumah Sakit Al Munawwarah Samarinda.
Pengaruh Persepsi Sarana dan Prasarana Terhadap Mutu Pelayanan di Rumah Sakit Siaga Al-Munawwarah Samarinda Claudia, Maria Cindi; Johan, Herni; Nurhasanah, Nurhasanah
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 11 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i11.9973

Abstract

Service Quality is a key to improving patient statisfaction in hospitals. Adequate facilities and infrastructure not only support hospital operations but also directly influence patients’ perceptions of service quality. This study aims to analyze the effect of perceptions of facilities and infrastructure on service quality at Siaga Al-Munawwarah Hospital in Samarinda. The study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population involved 57.923 outpatients, with a sample of 270 respondents selected through simple random sampling. Data collection was conducted through structured interviews using a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon test to assess the relationship between variables. Based on analysis, the respondents’ characteristics were as follow: the gender of respondent was predominantly female, totaling 167 individuals (62%); the age group was mostly 31-50 years, with 128 individuals (47%); the most common occupation was housewife, totaling 155 individuals (43%); and the majority of the questionnaires were filled out by the patients themselves, amounting to 165 individuals (61%). The distribution of respondents’ perceptions of facilities and infrastructure showed that 20% fell into the low category, 65% into the medium category, and only 15% into the high category. Meanwhile, the distribution of service quality responses revealed that the highest percentage was in the low category qt 66%, followed by 15% in the high category. The results of this study indicate a p-value of 0.01 (less than 0.05), thus the null hypothesis (Ho) is rejected. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between perceptions of facilities and infrastructure and service quality at Siaga Al-Munawwarah Hospital in Samarinda. 
Peran Baby Safety Care Dalam Peningkatan Budaya Patient Safety Pada Bidan Di Kota Samarinda Siti Saidah; Dian Samtyaningsih; Herni Johan; Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.479

Abstract

Setiap ibu hamil memiliki risiko sebesar 8,6% mengalami insiden yang salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan bidan mengenai patient safety, sehingga diperlukan strategi intervensi yang mampu meningkatkan budaya keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Baby Safety Care terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sebanyak 34 bidan dilibatkan sebagai sampel penelitian, yang kemudian dibagi ke dalam kelompok intervensi menggunakan aplikasi Baby Safety Care dan kelompok kontrol menggunakan buku. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai perubahan budaya patient safety yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata budaya patient safety antara sebelum dan sesudah intervensi, di mana kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001 pada kelompok yang menggunakan aplikasi Baby Safety Care, sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan buku diperoleh nilai p sebesar 0,152. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Baby Safety Care memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan, sementara penggunaan buku tidak memberikan perubahan yang bermakna. Berdasarkan perbandingan nilai mean difference, intervensi melalui aplikasi Baby Safety Care terbukti lebih efektif dibandingkan dengan intervensi menggunakan buku dalam meningkatkan pemahaman dan praktik budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi berbasis digital dapat menjadi solusi strategis untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kebidanan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien. Dengan demikian, aplikasi Baby Safety Care berpotensi diintegrasikan dalam program pelatihan maupun pembelajaran berkelanjutan bagi bidan sebagai upaya membangun budaya patient safety yang lebih kuat di tingkat pelayanan kesehatan dasar.
Pengaruh Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda Erika Hamdana; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55318

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan.