Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Baby Safety Care Dalam Peningkatan Budaya Patient Safety Pada Bidan Di Kota Samarinda Siti Saidah; Dian Samtyaningsih; Herni Johan; Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.479

Abstract

Setiap ibu hamil memiliki risiko sebesar 8,6% mengalami insiden yang salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan bidan mengenai patient safety, sehingga diperlukan strategi intervensi yang mampu meningkatkan budaya keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Baby Safety Care terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sebanyak 34 bidan dilibatkan sebagai sampel penelitian, yang kemudian dibagi ke dalam kelompok intervensi menggunakan aplikasi Baby Safety Care dan kelompok kontrol menggunakan buku. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai perubahan budaya patient safety yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata budaya patient safety antara sebelum dan sesudah intervensi, di mana kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001 pada kelompok yang menggunakan aplikasi Baby Safety Care, sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan buku diperoleh nilai p sebesar 0,152. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Baby Safety Care memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan, sementara penggunaan buku tidak memberikan perubahan yang bermakna. Berdasarkan perbandingan nilai mean difference, intervensi melalui aplikasi Baby Safety Care terbukti lebih efektif dibandingkan dengan intervensi menggunakan buku dalam meningkatkan pemahaman dan praktik budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi berbasis digital dapat menjadi solusi strategis untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kebidanan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien. Dengan demikian, aplikasi Baby Safety Care berpotensi diintegrasikan dalam program pelatihan maupun pembelajaran berkelanjutan bagi bidan sebagai upaya membangun budaya patient safety yang lebih kuat di tingkat pelayanan kesehatan dasar.
Pengaruh Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda Hamdana, Erika; Johan, Herni; Ardan, M.
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55318

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan.