Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Layanan Farmasi Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan Di RSUD I.A Moeis Samarinda Vera Michaella Stefani; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 pasien rawat jalan dengan penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepuasan layanan farmasi serta Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan terhadap layanan farmasi dalam kategori puas (86,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan dalam kategori tinggi (92,3%). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kepuasan layanan farmasi dengan kepatuhan pengobatan (r = 0,781) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,610. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Hubungan Etika Pelayanan Tenaga Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Ela Ardawati; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60758

Abstract

Etika pelayanan yang baik mempunyai dampak positif yang bermakna terhadap kepuasan pasien, yang juga berdampak pada citra rumah sakit. Tingginya etika tenaga kesehatan akan menciptakan persepsi pelayanan positif sehingga kepuasan pasien menjadi maksimal. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda, didapatkan secara faktual bahwa pasien merasa kurang puas akan etika pelayanan tenaga kesehatan, yang ditandai dengan kurangnya penerapan dimensi empati, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dari petugas. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan harapan pasien, sehingga membuat mereka merasa kurang nyaman dalam menerima pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan etika pelayanan dengan kepuasan pasien. Sampel terdiri dari 152 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, dan analisis dilakukan melalui uji statistik korelasi Spearman Rho yang diproses menggunakan perangkat lunak komputer. Hasil analisis menunjukkan bahwa etika pelayanan tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,376 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa etika pelayanan mempengaruhi kepuasan pasien di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit memperhatikan lebih lanjut pemberian pelatihan etika pelayanan kepada tenaga kesehatan serta melakukan evaluasi kinerja secara berkala untuk memastikan pemberian pelayanan yang humanis, dengan harapan dapat meningkatkan kepuasan pasien.
Hubungan Etika Pelayanan Tenaga Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Ela Ardawati; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60760

Abstract

Etika pelayanan yang baik mempunyai dampak positif yang bermakna terhadap kepuasan pasien, yang juga berdampak pada citra rumah sakit. Tingginya etika tenaga kesehatan akan menciptakan persepsi pelayanan positif sehingga kepuasan pasien menjadi maksimal. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda, didapatkan secara faktual bahwa pasien merasa kurang puas akan etika pelayanan tenaga kesehatan, yang ditandai dengan kurangnya penerapan dimensi empati, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dari petugas. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan harapan pasien, sehingga membuat mereka merasa kurang nyaman dalam menerima pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan etika pelayanan dengan kepuasan pasien. Sampel terdiri dari 152 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, dan analisis dilakukan melalui uji statistik korelasi Spearman Rho yang diproses menggunakan perangkat lunak komputer. Hasil analisis menunjukkan bahwa etika pelayanan tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,376 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa etika pelayanan mempengaruhi kepuasan pasien di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit memperhatikan lebih lanjut pemberian pelatihan etika pelayanan kepada tenaga kesehatan serta melakukan evaluasi kinerja secara berkala untuk memastikan pemberian pelayanan yang humanis, dengan harapan dapat meningkatkan kepuasan pasien.
Sosialisasi Aplikasi Mobile JKN pada Layanan Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda Vera Michaella Stefani; Herni Johan
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2813

Abstract

Pengabdian ini bertujuan mengatasi kendala penggunaan aplikasi Mobile JKN di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda untuk mempercepat pendaftaran pasien. Pendekatan Service Learning dengan observasi, wawancara, dan analisis Fishbone digunakan untuk mengidentifikasi masalah utama dan solusi prioritas. Hasilnya, aplikasi mobile JKN memberikan dampak positif mempercepat pendaftaran pasien serta efektif mengurangi antrean manual namun masih ada beberapa kendala yang dapat diatasi dengan intervensi edukasi, sosialisasi, dan jalur alternatif pendaftaran diusulkan guna meningkatkan akses dan efektivitas layanan digital kesehatan.
Pentingnya Penerapan Gender Mainstreaming dalam Segala Aspek Kerja Profesional: Strategi untuk Mewujudkan Keadilan dan Efisiensi Organisasi Suryaningsi Suryaningsi; Herni Johan; Widyatmike Gede Mulawarman; Endang Herliah
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.2944

Abstract

Penerapan gender mainstreaming di lingkungan kerja profesional merupakan strategi penting untuk menciptakan organisasi yang adil, setara, dan efisien. Pendekatan ini tidak hanya memiliki landasan moral dan hukum, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas tim, serta daya saing institusi. Gender mainstreaming dipahami sebagai proses sistemik yang mengintegrasikan kebutuhan perempuan dan laki-laki secara setara dalam seluruh kebijakan dan praktik organisasi. Berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan budaya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar gender mainstreaming dalam kerja profesional, menelaah urgensi serta tantangan pelaksanaannya, dan merumuskan strategi guna mewujudkan organisasi yang inklusif dan responsif gender. Metode studi pustaka dengan pendekatan normatif dan sosiologis digunakan untuk mengkaji hubungan antara kebijakan, struktur, budaya organisasi, dan transformasi institusional menuju kesetaraan gender. Gender mainstreaming menuntut kepemimpinan visioner, regulasi mendukung, dan perubahan budaya kerja. Hambatan resistensi struktural dan kultural menuntut sinergi kebijakan, edukasi, dan advokasi. Dalam konteks globalisasi, pengarusutamaan gender menjadi pilar penting bagi tata kelola organisasi modern yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Sosialisasi Program Kesehatan Gratispol Untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat di Kalimantan Timur Muhammad Hamdan Riyadi; Herni Johan; Nurhasanah Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12403

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program kesehatan gratis seperti GratisPol, PKG, rumah sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda Permasalahan Utama yang di temukan adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme, prosedur, dan cakupan layanan, yang berdampak pada kesalahan alur pendaftaran , keterlambatan pelayanan, serta kurang optimalnya pemanfaatan program. Metode yang digunakan yaitu analisis masalah menggunkan fishbone, menentukan prioritas penyelesaian masalah melalui metode Reinke dan penyusunan Plan of action. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyebab masalah berdasarkan aspek man, methode, money dan material. Pemyelesaian masalah yang memiliki skor reinke tertinggi yaitu sosialisasi program kesehatan gratis menggunakan leaflet, banner, media sosial dan penyuluhan langsung.Dengan kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan yang tepat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal. Namun, keberhasilan program masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya dan dukungan pendanaan, segingga diperlukan upaya berkelanjutan dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas edukasi dan jangkauan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan sosialisasi merupakan strategi yang paling efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan yang ada, dibandingkan alternatif solusi lainnya, karena mampu menjangkau masyarakat secara luas dengan biaya yang relatif terjangkau. Selain itu, keberhasilan kegiatan juga didukung oleh adanya interaksi langsung antara tenaga kesehatan dan masyarakat yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah sehingga informasi lebih mudah dipahami informasi.