Claim Missing Document
Check
Articles

INTEGRASI E-COMIC INTERAKTIF BERBASIS BUDAYA NUSANTARA DALAM MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Putri Darma Zahra; Ardhi Prabowo; Sri Sumartiningsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44373

Abstract

This study aims to analyze the role of integrating interactive e-comics based on Nusantara culture in improving cultural literacy among elementary school students. The background of this study is the low level of students’ cultural literacy caused by the lack of contextual integration of cultural values and the limited use of innovative learning media. This research employs a literature review method by examining relevant scientific sources using descriptive qualitative analysis through data collection, classification, and synthesis. The findings indicate that interactive e-comics integrating visual elements, narratives, and local cultural values have significant effectiveness in improving students’ literacy, including reading comprehension and cultural literacy. Furthermore, this medium creates more contextual, engaging, and meaningful learning experiences, which enhance students’ motivation, engagement, and critical thinking skills. The integration of cultural values also contributes to strengthening students’ character and cultural awareness. Therefore, interactive e-comics based on Nusantara culture can be considered an effective and strategic learning innovation to support 21st-century education. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi e-comic interaktif berbasis budaya Nusantara dalam meningkatkan literasi budaya peserta didik sekolah dasar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya literasi budaya siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang belum mengintegrasikan nilai budaya secara kontekstual serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran inovatif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui proses pengumpulan, pengelompokan, dan analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan e-comic interaktif yang menggabungkan unsur visual, narasi, dan nilai kearifan lokal memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa, baik dalam aspek membaca, pemahaman, maupun literasi budaya. Selain itu, media ini mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna, sehingga meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Integrasi nilai budaya dalam e-comic juga berkontribusi dalam memperkuat karakter dan kesadaran budaya peserta didik. Dengan demikian, e-comic interaktif berbasis budaya Nusantara dapat menjadi inovasi media pembelajaran yang efektif dan strategis dalam mendukung pembelajaran abad ke-21.
PERAN BAHAN AJAR IPAS BERBASIS BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Dian Shofariatu Laeli; Ardhi Prabowo; Sri Sumartiningsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44378

Abstract

This study aims to analyze the role of Natural and Social Sciences (IPAS) teaching materials based on culture and local wisdom in South Sumatra in improving elementary school students' literacy. The study used a qualitative approach with a literature study method on various existing scientific publications. Data were obtained from accredited journals, proceedings, and relevant scientific articles, then analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that local wisdom-based teaching materials can increase students' interest in reading, comprehension of reading content, and critical thinking skills. In addition, contextual teaching materials also increase student engagement and help connect learning materials to real life. In the context of South Sumatra, the utilization of local cultural potential such as traditions, river environments, and community social systems has proven relevant as a learning resource. However, the use of local wisdom in teaching materials is still not optimal in some schools. Therefore, the development of culture- and local wisdom-based teaching materials needs to be continuously improved as an effective and contextual learning strategy to improve elementary school students' literacy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis budaya dan kearifan lokal Sumatera Selatan dalam meningkatkan literasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah yang ada. Data diperoleh dari jurnal terakreditasi, prosiding, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan minat baca, pemahaman isi bacaan, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, bahan ajar yang kontekstual juga meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Dalam konteks Sumatera Selatan, pemanfaatan potensi budaya lokal seperti tradisi, lingkungan sungai, dan sistem sosial masyarakat terbukti relevan sebagai sumber belajar. Meskipun demikian, pemanfaatan kearifan lokal dalam bahan ajar masih belum optimal di sebagian sekolah. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar berbasis budaya dan kearifan lokal perlu terus ditingkatkan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar.
Pengembangan Game Edukasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah: Systematic Literature Review Mesni Aprilia; Ardhi Prabowo
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2070

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika karena berkaitan dengan proses memahami permasalahan, merancang strategi, serta mengevaluasi solusi secara sistematis. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih belum berkembang optimal, khususnya dalam menyelesaikan persoalan non-rutin. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan kognitif murid. Salah satu alternatif yang banyak dikembangkan adalah penggunaan game edukasi sebagai media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pengembangan game edukasi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang dianalisis merupakan publikasi tahun 2021–2026 dan diperoleh melalui database Google Scholar dengan kriteria inklusi tertentu, sehingga terpilih tujuh artikel yang relevan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa game edukasi umumnya memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas dalam pembelajaran matematika. Implementasi media ini lebih dominan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Secara keseluruhan, game edukasi berpotensi mendukung penguatan kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran yang interaktif dan kontekstual.
IMPLEMENTASI NILAI SIPAKATAU, SIPAKALEBBI, DAN SIPAKAINGE DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Reski Amalia; Ardhi Prabowo; Eko Handoyo; Hanafi Hussin; Indriana Eko Armaidi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14114

Abstract

The erosion of local cultural values in formal education systems has become a critical issue in the globalization era. This study aims to analyze the implementation of sipakatau (mutual humanization), sipakalebbi (mutual respect), and sipakainge (mutual reminder) values in elementary students' character formation. Using a qualitative descriptive approach with a case study design in two elementary schools in South Sulawesi, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis over four months. Findings reveal that these values are implicitly implemented in school culture but lack formal curricular integration. This research contributes a conceptual model for integrating local values into contextual, wisdom-based character education.