Articles
Pengaruh Peer Teaching terhadap Kemampuan Penanganan Syncope Siswa Kelas VII MTSS Al-Ihsan
Istiqomah, Hafizhah Nur;
Silvitasari, Ika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v9i4.49575
Syncope merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara akibat penurunan aliran darah ke otak dan dapat berakibat fatal jika berlangsung lebih dari 10 menit. Menurut Barrow Neurological Institute (2020), syncope memengaruhi sekitar 1 juta orang di Amerika setiap tahunnya dan sering terjadi pada siswa di sekolah. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan penurunan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali dengan keterampilan menangani syncope secara tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah peer teaching, karena mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer teaching terhadap keterampilan penanganan syncope pada siswa kelas VII di MTSS Al-Ihsan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimental menggunakan desain one group pre-test post-test. Hasil dari penelitian ini sebelum intervensi seluruh responden (100%) menunjukkan keterampilan penanganan syncope yang rendah dan setelah intervensi 93% responden menunjukkan tingkat keterampilan yang tinggi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000), yang mengindikasikan bahwa peer teaching secara signifikan meningkatkan keterampilan penanganan syncope. Penelitian ini menunjukkan bahwa peer teaching memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan penanganan syncope pada siswa kelas VII di MTSS Al-Ihsan.
Peningkatan Pengetahuan tentang Penatalaksanaan Hipertensi Emergensi Menggunakan Media Booklet
Ika Silvitasari;
Muhlizardy;
Anik Sulistyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2770
Hipertensi emergensi merupakan kondisi kegawatan akibat tekanan darah yang sangat tinggi dan berisiko menyebabkan kerusakan organ vital jika tidak ditangani dengan tepat. Pengetahuan masyarakat mengenai penatalaksanaan hipertensi emergensi masih terbatas, terutama di wilayah Puskesmas Ngoresan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga pra lansia dan lansia mengenai penatalaksanaan hipertensi emergensi melalui media booklet. Metode yang digunakan adalah Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) dengan peserta sebanyak 15 orang yang memiliki riwayat hipertensi atau berisiko hipertensi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan menggunakan booklet, dengan kategori baik meningkat dari 7% menjadi 80%. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa media booklet efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi emergensi. Diharapkan hasil ini dapat menjadi acuan bagi Puskesmas dan kader posyandu dalam melakukan edukasi dan skrining hipertensi untuk mencegah komplikasi serius.
Penerapan Terapi Guided Imagery Terhadap Perubahan Skala Nyeri Post Sectio Caesarea Di Ruang Cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Rizqi Hijah Zahra Latifah;
Ika Silvitasari;
Neny Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persalinan SC memunculkan beberapa keluhan salah satunya adalah nyeri pada daerah insisi atau robekan dinding perut. Nyeri pasca operasi apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan reaksi fisik dan psikologi pada ibu post partum. Tujuan; Mendeskripsikan pengaruh terapi guided imagery terhadap perubahan skala nyeri post sectio caesarea. Metode; Menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan memfokuskan implementasi terapi guided imagery yang di lakukan sehari sekali selama 3 hari dengan waktu 10-15 menit. Hasil; Terapi guided imagery berpengaruh terhadap perubahan skala nyeri post sectio caesarea sehingga nyeri akut yang dialami ibu dapat berkurang. Pasien 1 dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 3 dan Pasien 2 dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2. Kesimpulan; Terapi guided imagery pada pasien post sectio caesarea dengan nyeri akut secara efektif mampu mengurangi nyeri SC dan dapat dikembangkan penelitian selanjutnya.
Penerapan Footbath Therapy Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Cempaka RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Indriyani Ayu Mandira;
Ika Silvitasari;
Neny Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persalinan sectio caesarea adalah suatu proses persalinan dengan melakukan insisi pada dinding abdomen dan uterus untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Dampak persalinan sectio caesarea akan menyebabkan ketidaknyamanan. Salah satunya yaitu nyeri insisi abdominal sehingga diperlukan penatalaksanaan untuk menghilangkan nyeri salah satunya dengan footbath therapy. Tujuan penelitian adalah mengetahui penerapan footbath therapy terhadap penurunan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Jenis penelitian studi kasus dengan metode diskriptif, Penerapan footbath therapy dilakukan dengan menggunakan NRS (Numeric rating scale) selama 3 hari berturut-turut dalam 1 hari durasi 20 menit. Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat penurunan Skala nyeri sebelum dan sesudah di lakukan footbath therapy dari kategori nyeri sedang menjadi kategori nyeri ringan. Kesimpulan yaitu Footbath therapy dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologis untuk menurunkan nyeri pada post sectio caesarea secara mandiri
Pengaruh Shalat Dhuha Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Di Desa Bandung Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali
Rizca Zuliant Pramudita;
Ika Silvitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data WHO (2021) prevalensi hipertensi di dunia pada penduduk usia lanjut adalah (55,2%). Lansia dengan hipertensi membutuhkan penatalaksanaan, jika tidak segera diatasi dapat beresiko terjadinya komplikasi atau penyakit yang lebih serius yang dapat berujung kematian. Shalat dhuha menjadi salah satu pengobatan dalam terapi non-farmakologis. Hal ini karena respon relaksasi shalat lebih dominan pengaruhnya pada sistem saraf parasimpatik yang memperlambat detak jantung, menyebabkan tekanan darah turun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh shalat dhuha terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di Desa Bandung Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperiment dengan desain penelitian pretest-posttest one group design dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jumlah 17 responden. Instrumen yang digunakan lembar observasi dan sphygmomanometer. Hasil: Berdasarkan hasil menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai tekanan darah sistolik p=0,001 (p<0,05) dan nilai tekanan darah diastolik p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan shalat dhuha pada lansia.
Penerapan Intervensi Pernapasan Pursed Lips Breathing Dan Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pasien Tb Paru Di RSUD Wonogiri
Rina Ayu Setyaningrum;
Ika Silvitasari;
Sumardi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang organ paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Salah satu masalah keperawatan pada pada pasien TB paru adalah ganggguan pertukaran gas, sesak nafas menyebabkan saturasi oksigen turun di bawah level normal, sehingga suplai oksigen terganggu, darah dalam arteri kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen. Sehingga pasien TB dilakukan intervensi teknik pernapasan pursed lips breathing dan posisi semi fowler untuk meningkatkan saturasi oksigen. Tujuan: Mendiskripsikan bagaimana perubahan saturasi oksigen pada pasien TB setelah diberi teknik pernapasan pursed lips breathing dan posisi semi fowler. Metode: Jenis penelitian ini adalah study kasus yang dilakukan kepada 2 responden dengan diagnosa tuberkulosis. Penerapan yang pertama dilakukan teknik pernapasan pursed lips breathing dan dilanjutkan posisi semi fowler terapi ini dilakukan selama 3 hari berturt-turut setiap hari. Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat peningkatan saturasi oksigen pada kedua responden setelah 3 hari penerapan. Kesimpulan : Intervensi yang diberikan kepada pasien selama 3 hari cukup meberikan hasil yang signifikan yang awalnya 90% menjadi 97% dan 98%
Hubungan Kesiapsiagaan Dengan Tingkat Kecemasan Bencana Gunung Merapi Di Desa Surodadi Tarubatang Selo Boyolali
Rina Sri Widayanti;
Ika Silvitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejadian bencana gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang berdampak pada kerusakan fisik dan non fisik bencana ini dapat dikurangi salah satunya dengan kesiapsiagaan. Gunung berapi dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan juga berdampak pada psikologi salah satunya kecemasan. Factor penyebap timbulnya kecemasan bagi masyarakat khususnya yang pernah menjadi korban. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapsiagaan dengan tingkat kecemasan bencana gunung Merapi di desa Surodadi Tarubatang Selo Boyolali. Metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dengan rancangan cross sectional,sampel yang di ambil 67 responden dengan tehnik stratifiet random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisioner kesiapsiagaan dan kuisioner HARS ( Hamilton Anxiety Rating Scale). Analisa data menggunakan uji sperman rho. Hasil penelian uji statistic pada responden menunjukkan p value 0,001 (<0,05). Kesimpulan terdapat hubugan antara kesiapsiagaan dengan tingkat kecemasan bencana gunung Merapi di desa Surodadi Tarubatang Selo Boyolali.
Penerapan Terapi Bermain Ular Tangga Terhadap Perilaku Kooperatif Selama Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Ruang Edelweis RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo
Indah Dwi Rohmandani;
Ika Silvitasari;
Yohana Ika Prastiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hospitalisasi menyebabkan seorang anak harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani berbagai perawatan, yang sering menimbulkan pengalaman trauma, kecemasan, dan anak menjadi tidak kooperatif. Peningkatkan perilaku kooperatif anak memerlukan adanya hubungan terapeutik anak dengan perawat dibantu dengan upaya intervensi aktivitas bermain, salah satunya terapi bermain ular tangga. Tujuan: Mengetahui hasil penerapan terapi bermain ular tangga terhadap perilaku kooperatif selama hospitalisasi pada anak usia pra sekolah di ruang edelweis RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang melibatkan 2 pasien anak usia pra sekolah. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan penerapan terapi bermain ular tangga pada An. F didapatkan skor 40 (tidak kooperatif) sedangkan pada An. Z didapatkan skor 36 (tidak kooperatif). Sesudah dilakukan penerapan selama 2 hari pada An. F didapatkan skor 84, sedangkan An. Z didapatkan skor 72, sehingga setelah diberi intervensi kedua pasien dalam kategori kooperatif. Kesimpulan: Setelah dilakukan penerapan terapi bermain ular tangga pada An. F dan An. Z dapat disimpulkan terjadi peningkatan perilaku kooperatif pada kedua pasien.
Penerapan Terapi Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) Untuk Menurunkan Respiratory Rate Pada Pasien TB Paru Di Ruang Tulip RSUD Dr. Soeratno Gemolong
Isnaini;
Ika Silvitasari;
Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang sistem pernapasan manusia. Sehingga pasien tuberkulosis paru bisa mengalami sesak nafas dan respiratory rate meningkat. Salah satu cara untuk membantu menurunkan respiratory rate pasien yaitu dengan cara terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT). Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) untuk menurunkan Respiratory Rate pada pasien dengan tuberkulosis paru. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam dengan jenis penelitian studi kasus. Diberikan terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) selama 5 hari kepada 2 responden. Hasil penelitian dari kedua responden keduanya menunjukkan adanya penurunan respiratory rate pasien setelah diberikan intervensi terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT). Pasien pertama respiratory rate dari 29 x/menit menjadi 18 x/menit dan pasien kedua respiratory rate dari 28 x/menit menjadi 21 x/menit. Kesimpulan : Terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) ini dapat diterapkan pada pasien Tuberkulosis Paru di ruang Tulip RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen.
Penerapan Perawatan Tali Pusat Metode Terbuka Terhadap Lamanya Pelepasan Tali Pusat
Nadia Trihapsari;
Ika Silvitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 5 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i5.1712
Angka Kematian Neonatus di Jawa Tengah tahun 2023 sebesar 5,9 per 1.000 kelahiran hidup. Penyebab Kematian Neonatal di Jawa Tengah karena infeksi sebesar 5,28 %. Bayi baru lahir berisiko tinggi terkena infeksi, salah satunya adalah infeksi tali pusat sehingga perlu dilakukan perawatan tali pusat dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan hasil penerapan perawatan tali pusat dengan metode terbuka terhadap lamanya pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di wilayah Gondangrejo. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada 2 neonatus dengan menerapkan perawatan tali pusat metode terbuka menentukan lamanya pelepasan tali pusat. Kondisi tali pusat sesudah dilakukan perawatan tali pusat dengan metode terbuka menunjukkan bahwa tali pusat By Ny. I lepas dalam waktu 5 hari dikatakan normal dan By Ny. S lepas dalam waktu 4 hari dikatakan cepat. Terdapat perbedaan kecepatan lamanya pelepasan tali pusat sesudah diberikan perawatan tali pusat dengan metode terbuka pada By Ny. I dan By Ny. S.