Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Phytochemical Screening and Anti-hyperglycemic Effect Test of Ethanol Extract of Waru Leaf (Hibiscus tiliaceus) on Glucose-loaded Mice Sofia, Vivi; Firdaus, Tya Novita; Saputri, Muharni
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v11i32024.345-355

Abstract

Background: The treatment of diabetes mellitus relies on synthetic drugs with various side effects. Therefore, it is necessary to explore alternative treatments with herbal therapies, such as Hibiscus tiliaceus leaves. Objectives: The aim of this study was to determine the anti-hyperglycemic effect of an ethanol extract from Hibiscus tiliaceus leaves in glucose-loaded mice. Methods: The initial stage of dried leaf characterization was to ensure the identity, quality, purity, and safety to be used, and then extracted using the maceration method with 70% ethanol solvent. The next step was phytochemical screening to identify secondary metabolite content. The anti-hyperglycemic effect was evaluated using the oral glucose tolerance test (OGTT) on 25 male mice divided into five treatment groups. The negative control group was given Na CMC 0.5% w/v Na CMC, and the positive control group was administered glibenclamide. The ethanol extract of Hibiscus tiliaceus leaves was administered at doses of 200, 400, and 800 mg/kg. Approximately 200 µL of blood was collected and analyzed for glucose levels. The data were statistically analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA) with SPSS ver. 25 program. Results: Hibiscus tiliaceus leaves contain alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The highest decrease in blood glucose levels was observed in the ethanol extract group at a dose of 400 mg/kg BW, with a decrease of 78.52%, followed by a dose of 200 mg/kg BW of 76.63%, a dose group of 800 mg/kg BW of 73.48%, and a positive control group (glibenclamide) of 34.68%, which was significantly different from the negative control group (Na CMC 0.5%) (p < 0.05). Conclusion: The ethanol extract of H. tiliaceus has anti-hyperglycemic effects.
Uji Aktivitas Analgesik Dari Ekstrak Daun Ara Sungsang (Asystasia gangetica L.) Terhadap Mencit Jantan dengan Metode Hot Plate Fujiko, Muflihah; Saputri, Muharni; Sofia, Vivi; Mauliza, Indah
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 6 No 1 (2025): February 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v6i1.6881

Abstract

Pain is a body response that indicates a disorder. The use of conventional drugs to treat pain is quite worrying because of its long-term effects. This causes people to use drugs derived from nature. Breech fig leaves contain flavonoids and alkaloids that are able to reduce pain. This study aims to see the potential of breech fig leaves as an analgesic induced to male mice using the hot plate method. This research began with plant identification, material collection, simplicia and extract, phytochemical screening, and testing on mice. This study was carried out in vivo using male mice. Twenty birds were divided into five groups, namely the negative control group (CMC-Na 0.5%), the positive control group (Ibuprofen 200 mg/kg BB), the breech fig leaf extract group (dosage 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB). Then the analgesic activity test was carried out by looking at the responsse of mice who were given pain using the hot plate method with a temperature of 55ºC. Then the percent of analgesic power and percent of the effectiveness of the analgesic were calculated. The results of the study showed that flavonoid compounds, alkaloids, tannins, steroids, and saponins were contained in breech fig leaves (Asystasia gangetica L.). dose 200 mg/kg BB has the highest percent analgesic power and effectiveness percentage, which is 99.12% (p<0,05) and 99.67% (p<0,05). From dose 50 mg/kg BB, the analgesic effect can be seen, and the best analgesic effect is at a dose of 200 mg/kg BB. This shows that breech fig leaf extract has analgesic activity in male mice by hot plate method.
Penyuluhan DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Promotif Kesehatan Bagi Siswa-Siswi SMA Negeri 4 Medan Nilsya Febrika Zebua; Ernawaty Ginting; Yangie Dwi Marga Pinanga; Vivi Sofia; Nurul Karima
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 3 No 1 (2024): Edisi Januari 2024 - Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v3i1.1013

Abstract

Pengetahuan tentang Dagusibu dikalangan remaja saat ini tergolong minim, mereka hanya menganggap bahwa apotek ataupun toko obat merupakan tempat mendapatkan obat, apakah itu golongan obat bebas, bebas terbatas, maupun obat keras, mereka menganggap tidak ada perbedaan diantara keduanya, selain itu pengetahuan tentang penyimpanan obat masih sangat minim mereka dapatkan, mereka menganggap penyimpanan obat dalam bentuk sirup harus disimpan di lemari pendingin. Kebiasaan ini masih saja terjadi, untuk pembuangan obat yang memiliki cara tersendiri juga masih minim diketahui dikalangan remaja, sehingga perlu dilakukan sosialisasi terhadap teknik Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat) dikalangan remaja dalam hal ini dilakukan terhadap siswa-siswa SMA Negeri 4 Medan. Metode pengabdian ini dilakukan secara ceramah, tanya jawab, dan kuesioner untuk menilai pemahaman siswa terkait dengan Dagusibu. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang siswa/i di SMA Negeri 4 Medan pada tanggal 08 November 2023. Pada kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa/i di SMA Negeri 4 terkait dengan Dagusibu memiliki tingkatan pengetahuan yang baik, hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner yang dilakukan pada saat sebelum dilakukan sosialisasi dalam bentuk ceramah mengalami kenaikan rata-rata sekitar 19,58% yang awalnya sudah memiliki persentase yang tinggi secara berurut untuk pengetahuan tentang mendapatkan obat dari sumbernya sebanyak 70,7% menjadi 84,3%; menggunakan obat untuk penyakit yang tepat berkisar dari angka 64,8% menjadi 81,9%; menyimpan obat sesuai dengan bentuk sediaannya berkisar dari angka 58,1% menjadi 81,0% dan membuang obat dengan benar berkisar dari 55,2% menjadi 80,0%. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pemahaman siswa/i SMA Negeri 4 Medan tentang Dagusibu sangat baik.
Edukasi Obat Generik Dan Obat Paten Untuk Ibu-Ibu Pengajian Masjid Jamik Medan Helvetia Nurul Karima; Nilsya Febrika Zebua; Nerdy Nerdy; Vivi Sofia; Kanne Dachi
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 3 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 - Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v3i2.1295

Abstract

Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya bagi ibu-ibu pengajian masjid jamik terkait dengan perbedaan obat generik dan obat paten. Pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal 10 Juni 2024 di dilakukan dengan cara memberikan edukasi dalam bentuk ceramah terkait perbedaan obat generik dan paten kepada 25 orang ibu pengajian masjid jamik, kecamatan Medan Helvetia, Sumatera Utara. Metode edukasi yang diberikan pemaparan materi dalam bentuk ceramah oleh dosen Universitas Tjut Nyak Dhien dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan bahwa sebagian besar ibu-ibu pengajian masjid jamik masih beranggapan bahwa penggunaan obat generik kurang efektif dibandingkan dari obat paten karena memiliki harga yang lebih mahal. Edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan bagi Ibu-ibu pengajian masjid jamik dan merubah anggapan mereka terhadap penggunaan obat generik dan obat paten.
Antihypertensive Activity of Black Garlic Extract in Rats and Its Phytochemical Analysis using GC-MS Estiningsih, Daru; Saiful Bachri, Moch; Hayu Nurani, Laela; Ma’ruf, Muhammad; Yuliani, Sapto; Sofia, Vivi; Prasasti, Dian
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v12i12025.67-74

Abstract

Background: Hypertension is defined as a medical condition where blood pressure rises above 140/90 mmHg. Black garlic is recognized as a natural remedy that may help lower high blood pressure, primarily due to its abundant antioxidant properties, which are believed to inhibit the function of the angiotensin-converting enzyme (ACE) that is essential for regulating blood pressure. Objective: This study aimed to identify the chemical composition of black garlic using GC-MS and assess its antihypertensive effects in rat models. Methods: This study characterized the chemical composition of black garlic using GC-MS (Agilent 7890A) and evaluated its antihypertensive effects in rats. Hypertension was induced by oral administration of NaCl at a dose of 3.75 g/20 g body weight (BW) from day 0 to day 14. Blood pressure measurements were taken on days 0, 14, and 21. Black garlic extract was administered at three dose levels 4.2 mg/20 g BW, 8.4 mg/20 g BW, and 12.4 mg/20 g BW to evaluate dose dependent antihypertensive responses. Statistical analysis included the Kolmogorov-Smirnov test for normality, homogeneity testing, One-Way ANOVA Results: The GC-MS analysis identified 9-octadecenoic acid as the dominant compound in black garlic, accounting for 34.53% of its total composition. The antihypertensive activity test showed that administering black garlic at a dose of 12.4 mg/20 g BW significantly lowered systolic, diastolic, and mean arterial blood pressure while enhancing nitric oxide levels in hypertensive rats. Conclusion: Black garlic has the potential as an effective herbal treatment to lower blood pressure.
Pengaruh Campuran Ekstrak Etanol Buah Pare dan Biji Pinang Terhadap Kadar Testosteron Tikus dengan Menggunakan Metoda ELISA Sofia, Vivi; Rahmawanti, Salsabila
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 6 No 2 (2025): June 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v6i2.6580

Abstract

Testosterone is a hormone that plays an important role in sexual development and reproductive function. Infertility problems, decreased libido and erectile dysfunction are closely related to decreased testosterone levels in the blood. This study aims to see the effect of a mixture of ethanol extracts of bitter melon (Momordica charantia L.) and areca nut (Areca catechu L) on testosterone levels in male white rats. This study used the Sexual Behavior method. 30 Wistar rats were divided into 5 groups consisting of distilled water control, positive control (X-Gra®) 45 mg/kg BW, ethanol extract of bitter melon (EEBP) dose of 100 mg/kg BW, ethanol extract of areca nut (EEP) dose of 50 mg/kg BW and mixed group of EEBP:EEP (1:1), after 15 days, blood samples were taken and testosterone levels were analyzed. The data obtained were statistically analyzed with one-way ANOVA test and continued with Tukey's HSD test with 95% confidence level (p<0.05) using SPSS ver.20 software. The results showed that testosterone levels in the EEBP group at a dose of 100 mg / kg BW and a mixture of EEBP: EEP (1: 1) of 2.31 ± 0.84 ng/ml and 1.65 ± 0.54 ng/ml were not significantly different when compared to the distilled water control group (p < 0.05). Testosterone levels in the EEP group at a dose of 50 mg/kg BW of 3.43 ± 0.98 ng/ml showed a significant difference with the aquades control group (p<0.05). The mixture of bitter melon ethanol extract at a dose of 100 mg/kg BW and areca nut seeds at a dose of 50 mg/kg BW was not able to increase testosterone levels, while the ethanol extract of areca nut seeds given singly at a dose of 50 mg/kg BW could increase testosterone hormone levels in male white rats. Based on the results obtained in this study, it can be concluded that a mixture of bitter melon ethanol extract at a dose of 100 mg / kg BW and areca nut seeds at a dose of 50 mg / kg BW is not able to increase testosterone levels, while areca nut ethanol extract given singly at a dose of 50 mg / kg BW can increase testosterone levels in male white rats.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Alternatif Pengobatan Mandiri Pada Masyarakat Desa Marindal-1 Nadia, Syarifah; Karima, Nurul; Rahmi Ningrum, Siti; Sofia, Vivi; Antri Andra Lubis, Dello; Aulia Putri, Melati; Natasya E.Purba, Nazwa
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.258

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman tanaman obat dan dapat dimanfaatkan sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA). TOGA juga digunakan sebagai tanaman berestetika yang ditanam pada pekarangan rumah dan bermanfaat sebagai pengobatan tradisional yang dapat dikelola bersama keluarga. Penanaman TOGA mengandung senyawa aktif yang secara ilmiah sudah terbukti manfaatnya bagi Kesehatan. Saat ini obat tradisional sering digunakan masyarakat karena memiliki efek samping yang lebih rendah dari obat konvensional. Kegiatan sosialisasi Pemanfaatan tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada masyarakat Desa Marindal-1 bertujuan untuk memberikan wawasan terkait manfaat dan pelaksanaannya yang dapat dilakukan secara mandiri, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Kegiatan sosialisasi dilakukan oleh 4 dosen dan  4 mahasiswa dari Universitas Tjut Nyak Dhien. Kegiatan dihadiri perangkat desa dan 25 orang masyarakat  dari Desa marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan sosialisasi memberikan pengetahuan terkait manfaat, jenis-jenis dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat Desa marindal-1 masih kurang, dengan adanya sosialisasi yang diberikan masyarakat tersebut sangat antusias dalam membudidayakan tanaman obat tradisional sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Antusias tersebut didukung dengan memberikan bibit tanaman obat tradisional oleh perangkat desa pada masyarakat Desa Marindal tersebut untuk langsung dibudidayakan sehingga nanti dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat bagi keluarga.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Alami Dalam Pembuatan Sediaan Balsem Kelurahan Empus Langkat Julianty, Siti Muliani; Siahaan, Desy Natalia; Fujiko, Muflihah; Sofia, Vivi
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 4 No 1 (2025): Edisi Januari 2025 - Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v4i1.1575

Abstract

Masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan sediaan balsam dikarenakan balsam memiliki aromatherapy serta memiliki rasa yang hangat saat digunakan. Balsem merupakan sediaan yang penggunaannya dioleskan ke kulit dengan tangan sehingga dapat mengotori dan memberikan rasa panas yang sulit hilang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mewujudkan membagi pengetahuan kepada warga dalam edukasi pemanfaatan tanaman bahan alami dalam pembuatan sediaan balsam. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Empus, Kab. Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan yang dilakukan berupa pemeriksaan kesehatan, pemaparan edukasi dan tanya jawab. Adapun pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan gula darah, pemaparan materi yang disampaikan terkait edukasi pemanfaatan tanaman bahan alami dalam pembuatan sediaan balsam kepada masyarakat. Hasil kegiatan ini untuk menambah pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam sebagai sediaan balsam. Berdasarkan hasil tanya jawab semua peserta yang hadir menyatakan kegiatan ini memberikan manfaat positif serta tertarik dan ingin untuk mencoba memulai memanfaatkan bahan alami yang ada. secara mandiri. Kata kunci : Balsam, Edukasi, Masyarakat, Pengabdian LSEM
KARAKTERISASI, SKRINING FITOKIMIA, IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK BABY (Citrus sinensis L. Osbeck) Fitratul, Wahyuni; Vivi, Sofia; Widya, Kardela
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2257

Abstract

Kulit jeruk baby (Citrus sinensis L. Osbeck) merupakan limbah pertanian yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi, skrining fitokimia, identifikasi, serta penentuan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol kulit jeruk baby. Proses penyarian dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Untuk menentukan parameter spesifik dan  nonspesifik simplisia kulit jeruk baby, dilakukan uji organoleptik, pengukuran kadar air, total kadar abu, kadar abu larut asam, serta susut pengeringan. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan berbagai reagen untuk mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung dalam kulit jeruk baby. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan teknik kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan kadar flavonoid total ditentukan melalui spektrofotometri UV-Vis dengan AlCl₃ sebagai pereaksi dan rutin sebagai standar pembanding. Hasil pengukuran kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam dan susut pengeringan bertuturut-turut sebesar 2,47%; 2,33%; 0,84% dan 5,90%. Pemeriksaan fitokimia pada ekstrak etanol menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan flavonoid total yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 1,61 ± 0,036%.
POTENTIAL ANTIVIRAL OF CATECHINS AND THEIR DERIVATIVES TO INHIBIT SARS-COV-2 RECEPTORS OF M pro PROTEIN AND SPIKE GLYCOPROTEIN IN COVID-19 THROUGH THE IN SILICO APPROACH Frengki, Frengki; Putra, Deddi Prima; Wahyuni, Fatma Sri; Khambri, Daan; Vanda, Henni; Sofia, Vivi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 14, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v14i3.16652

Abstract

Catechin and their derivatives have been studied to have antiviral potential against COVID-19 through in silico method pharmacokinetics screening and molecular docking. Pharmacokinetics and toxicity profiles were obtained through the ADMETSAR server and SwissADME server. Then proceed with the prediction of affinity through the method molecular docking using the software application MOE 2007.09. The testmaterial is in the form of a 3D catechin structure and its derivatives as well as several control ligands downloaded via Pubmed. While templatethe Receptor M pro protein and the Spike glycoprotein are downloaded from pdb.org (PDB ID: 6LU7 and 6LXT). The pharmacokinetic profile of catechins is relatively better than all control ligands with the lowest toxicity. Molecular docking results also show that catechins and theirderivatives have a stronger affinity than control ligands. This research proves that catechin has antiviral potential through inhibition of Mpro protein and Spike glycoprotein COVID-19 virus.