Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EFEKTIVITAS EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) DALAM PENCEGAHAN EKSPRESI GEN CASPASE 8 PADA SEL PYRAMIDAL TIKUS MODEL DEMENSIA Sapto Yuliani; Suci Kurniati; Desi Iswahyuni; Vivi Sofia; Wahyu Widyaningsih; Moch. Saiful Bachri
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3193

Abstract

Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa pemberian ekstrak pegagan (Centela asiatica) dapat mencegah peningkatan ekspresi protein caspase 3 dan menurunkan ekspresi Bcl-2 yang berkaitan dengan apoptosis di daerah CA1 dan CA2-CA3 sel pyramidal hippocampus  pada tikus model demensia.  Selain ekspresi protein tersebut, mekanisme apoptosis juga melibatkan protein lain yaitu caspase 8, yaitu protease sistein yang berperan sebagai inisiator apoptosis di jalur ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak pegagan dalam mencegah ekspresi gen caspase 8 di sel pyramidal hippocampus pada tikus model demensia yang diinduksi dengan trimetiltin (TMT). Sebanyak 30 ekor tikus Sprague Dawley, 3 bulan, jantan, berat 200-300 g dibagi menjadi 6 kelompok.  sebagai berikut: Kelompok Normal dan TMT diberi CMC-Na,  kelompok ekstrak diberi ekstrak dosis 100 (EP-100), 200 (EP-200)  dan 400 mg/kg BB (EP-400), sedangkan kelompok Sitikolin diberi sitikolin dosis 200 mg/kg B. Pemberian perlakuan selama 35 hari.  Injeksi TMT dilakukan pada hari ke-8 perlakuan dengan dosis 8 mg/kg BB secara intraperitoneal, kecuali pada kelompok normal. Pada hari ke 36 tikus dikorbankan, otak diambil, kemudian bagian hippocampus dipisahkan untuk pembuatan preparat imunohistokimia untuk pengamatan ekspresi gen caspase 8 di sel pyramidal daerah CA1 dan CA2CA3. Jumlah sel yang mengekspresikan gen caspase 8 pada sel pyramidal di daerah CA1 dan CA2CA3 dianalisis dengan uji anava satu jalur dilanjutkan dengan uji LSD dengan tingkat signikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TMT meningkatkan secara signifikan jumlah sel yang mengekspresikan caspase 8 di daerah CA1 namun tidak pada daerah CA2CA3. Pemberian ekstrak pegagan dosis 400 mg/kg BB menurunkan secara signifikan ekspresi caspase 8 namun tidak terjadi pada dosis 100 dan 200 mg/kg BB. Dengan demikian ekstrak pegagan berpotensi dikembangkan untuk  mencegah demensia.
The Effect of Black Cumin Seed Oil on Active Smokers Based on Interleukin-1β Activity and Neutrophil Shabrina Arwi Laily; Titiek Hidayati; Akrom Akrom; Vivi Sofia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.13318

Abstract

Health problems due to exposure to cigarettes cause the body to fight against the occurrence of immune responses, one of which is leukocytes. The most common types of leukocytes are neutrophils, which are about 50-70% with a function as the body's line of defense against foreign substances. One of the toxic components in cigarettes is nicotine. Nicotine in cigarettes can induce the production of IL-1β. Black Cumin Seed Oil (BCSO) in various studies has been widely used as a supplement, especially as an immunomodulator. This study used a single-blind Randomized Controlled Trial (RCT) method, with a total of 39 test subjects divided into four groups for 30 days. Group 1 received placebo 3x1 capsules/day, group 2 received BCSO 3x1 capsules/day, group 3 received BCSO 3x2 capsules/day, and group 4 received BCSO 3x3 capsules/day. Data analysis used a one-way ANOVA test to see the average neutrophils between treatment groups. While the average levels of IL-1β using the method of Kruskall Wallis. The test results are said to be significant if p 0.05. The p value of the ANOVA test was 0.16 neutrophil levels. In Kruskal Wallis, the –p value for IL-1β is 0.43. BCSO administration does not affect IL-1β levels in smokers and BCSO doses 3x1 capsules/day can reduce neutrophil levels.
Burn wound healing activity of ethanol extract gel of Green Algae (Ulva lactuca L) in mice Wahyu Widyaningsih; Sapto Yuliani; Vivi Sofia; Reka Rukmiati; Khozanatul Ulwy
Pharmaciana Vol 12, No 2 (2022): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.425 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v12i2.22833

Abstract

Recently, burn injuries have become a major cause of morbidity and mortality in low-middle-income countries. Burn injuries are tissue loss caused by contact with heat sources such as hot water, fire, chemicals, electricity, and radiation. According to the WHO Global Burden Disease, in 2017 an estimated 180.000 people died from burn injuries. Ethanol extract of green algae (EEGA) contains compounds that potentially heal burn injuries. The research was conducted to obtain a gel formulation from EEGA and test its burn wound healing properties in mice (Mus musculus). Forty-five mice were divided into five groups: I (negative control), II (treated with gel base), III (positive control, Bioplacenton gel), IV (5% EEGA gel), and V (10% EEGA gel). Wound diameters and description scores were observed every fourth, seventh, and fourteenth day, and the derived data were analyzed in the SPSS program with the one-way analysis of variance (ANOVA) and least significance difference (LSD) test. The results indicate that EEGA can be formulated into gels with physical properties compliant with the requirements of the dosage form. Further, it was found that Groups IV and V showed significant reductions in wound description scores and diameters (p<0.05). In conclusion, gels containing 5% and 10% EEGA possess burn wound healing properties.
PENGARUH GASTROPROTEKTOR KOMBINASI TEPUNG GARUT (Marantha arundinaceae) DAN KUNYIT (Curcuma domestica Val.) PADA TIKUS MODEL TUKAK LAMBUNG Moch. Saiful Bachri; Vivi Sofia; Cipta Khairunnisa
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v12i1.3194

Abstract

Tukak lambung atau lebih populer dengan penyakit maag, banyak terdapat pada masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia. Kecenderungan masyarakat Indonesia memilih pengobatan tradisional (jamu) sejak dahulu untuk swamedikasi karena biayanya terjangkau dan efektif. Salah satunya untuk mengobati tukak lambung dinilai lebih aman dibanding dengan obat sintesis. Tukak lambung terjadi karena adanya kelebihan asam dan pepsin yang dapat disebabkan oleh stress-related mucosal damage. Tepung garut dan kunyit baik secara empiris dan ilmiah masing-masing dikatakan mampu mengurangi tukak lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh gastroprotektor kombinasi tepung garut dan kunyit terhadap nilai indeks tukak lambung dan gambaran histopatologinya pada tikus putih galur Wistar model tukak lambung. Tikus dibagi ke dalam kelompok normal, kontrol tukak diberi etanol 96% dosis 1 ml/ 200 g/BB,kontrol positif sukralfat dosis 200 mg/kgBB, perlakuan I; II; III diberi tepung garut 200 mg/kgBB, kunyit 250 mg/kgBB,kombinasi tepung garut dan kunyit 200 mg/kgBB. Perlakuan diberikan secara oral. Pengamatan dilakukan selama tujuh hari dan diikuti dengan puasa selama 24 jam pada hari ke delapan selain kelompok normal, semua kelompok diinduksi etanol 96% dengan dosis 1 ml/200gBB. Setelah satu jam, tikus dikorbankan dan lambungnya diambil. Pengujian antiulcer dihitung dengan indeks tukak lambung dan secara deskriptif dianalisis histopatologinya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian dosis tunggal dan kombinasi menghasilkan indeks tukak berturut-turut 1,80; 1,47; 1,33 secara nyata lebih rendah dibandingkan kontrol negatif (4,42) dan rasio proteksi (%) pemberian kombinasi tepung garut dan kunyit 200 mg/kgBB lebih tinggi dibandingkan kontrol positif. Gambaran histopatologi menunjukkan adanya perbaikan jaringan pada pemberian kunyit 250 mg/kgBB dan kombinasi tepung garut dan kunyit 200 mg/kgBB.
Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L) pada Mencit Parkinson yang Diinduksi Haloperidol Sapto Yuliani; Mochammad Saiful Bachri; Vivi Sofia; Wahyu Widyaningsih; Dandy Annas Muttaqien; Galuh Rista Putri; Nadia Selvia; Sofina Rahmadita; Intan Dwi Rahmita
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.71871

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif dengan gangguan motorik seperti bradikinesia, rigiditas, dan tremor yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh.  Hal ini terjadi karena penurunan kadar dopamin yang dapat dipicu oleh adanya stres oksidatif. Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin yang mempunyai aktivitas antioksidatif dan neuroprotektif yang potensial sehingga dapat mencegah gangguan neurodegeneratif karena stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak rimpang kunyit pada mencit model Parkinson yang diinduksi haloperidol. Ekstraksi rimpang kunyit dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sebanyak 60 ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing mendapat perlakukan sebagai berikut : Kelompok normal diberi CMC-Na per oral (p.o) dan NaCl fisiologis intraperitoneal (i.p), kelompok haloperidol diberi CMC -Na (p.o) dan larutan haloperidol i.p (1 mg/kg BB), kelompok levodopa diberi levodopa (p.o) dan larutan haloperidol i.p, Kelompok ekstrak 100 diberi ekstrak kunyit dosis 100 mg/kg BB dan larutan haloperidol i.p , Kelompok ekstrak 200 diberi ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg BB dan larutan haloperidol i.p, Kelompok ekstrak 400 diberi ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg BB dan larutan haloperidol i.p. Pemberian CMC-Na, levodopa dan ekstrak kunyit diberikan selama 21 hari. Lima belas menit setelah pemberian perlakuan hari terakhir, semua hewan uji kecuali kelompok 1 diinjeksi haloperidol dosis 1 mg/kg BB secara i.p. Kemudian dilakukan uji batang, uji roda berputar, uji refleks geotaksis, uji refleks menghindari jurang dan uji kemampuan penciuman pada menit ke 5, 60, 120 dan 180. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova satu jalur dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemberian haloperidol dapat meningkatkan waktu katalepsi, meningkatkan jumlah jatuh dan mempercepat waktu jatuh pertama kali, menurunkan refleks geotaksis, meningkatkan waktu refleks menghindari jurang serta menurunkan kemampuan indera penciuman. Sedangkan pemberian ekstrak kunyit dosis 200 dan 400 mg/kgBB dapat menurunkan waktu katalepsi, menurunkan jumlah jatuh dan memperlama waktu jatuh pertama kali, menurunkan refleks geotaksis, menurunkan lama waktu pada uji refleks menghindari jurang serta meningkatkan kemampuan indera penciuman jika dibandingkan dengan Haloperidol (P<0.05). Pemberian ekstrak 200 dan 400 mg/kg tidak berbeda bermakna (P>0,05) dengan pemberian levodopa. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang kunyit dosis 200 dan 400 mg/kgBB memiliki aktivitas untuk mencegah terjadinya Parkinson pada mencit yang diberi haloperidol.
POTENTIAL ANTIVIRAL OF CATECHINS AND THEIR DERIVATIVES TO INHIBIT SARS-COV-2 RECEPTORS OF M pro PROTEIN AND SPIKE GLYCOPROTEIN IN COVID-19 THROUGH THE IN SILICO APPROACH Frengki Frengki; Deddi Prima Putra; Fatma Sri Wahyuni; Daan Khambri; Henni Vanda; Vivi Sofia
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 14, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.035 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v14i3.16652

Abstract

Catechin and their derivatives have been studied to have antiviral potential against COVID-19 through in silico method “pharmacokinetics screening and molecular docking”. Pharmacokinetics and toxicity profiles were obtained through the ADMETSAR server and SwissADME server. Then proceed with the prediction of affinity through the method molecular docking using the software application MOE 2007.09. The testmaterial is in the form of a 3D catechin structure and its derivatives as well as several control ligands downloaded via Pubmed. While templatethe Receptor M pro protein and the Spike glycoprotein are downloaded from pdb.org (PDB ID: 6LU7 and 6LXT). The pharmacokinetic profile of catechins is relatively better than all control ligands with the lowest toxicity. Molecular docking results also show that catechins and theirderivatives have a stronger affinity than control ligands. This research proves that catechin has antiviral potential through inhibition of Mpro protein and Spike glycoprotein COVID-19 virus.
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS HIPERTENSI YANG DIBERI PAKAN LEMAK TINGGI Moch. Saiful Bachri; Wiki Yuli Anita; Sapto Yuliani; Wahyu Widyaningsih; Vivi Sofia; Daru Estiningsih
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v10i1.10407

Abstract

Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) mengandung beberapa senyawa aktif, seperti alkaloid, saponin, tannin, terpenoid, steroid, glikosida, senyawa fenol, dan flavonoid yang diduga dapat menurunkan kadar trigliserida dalam serum darah, sehingga dapat mencegah keadaan hipertrigliseridemia. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar trigliserida serum setelah pemberian ekstrak etanol daun jarak pagar (EEDJP) variasi dosis pada tikus hipertensi yang diinduksi dengan NaCl dan diberi pakan lemak tinggi. Penelitian eksperimental dengan pre-posttest control group design terhadap tikus jantan galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu  kelompok normal, kontrol (diinduksi NaCl dan diberi pakan  tinggi lemak), Captopril, Simvastatin, EEDJP dosis 1,8 g/KgBB, 2,7 g/KgBB, 4,05 g/KgBB. Analisis kadar trigliserida serum dengan metode GPO- PAP. Data dianalisis   dengan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, Homogenity of Variances, One-Way ANOVA, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney. Induksi NaCl dan pemberian pakan lemak tinggi dapat meningkatkan kadar trigliserida serum yang signifikan (p<0,050). Pemberian EEDJP dapat menurunkan kadar trigliserida serum yang signifikan (p<0,050) pada semua variasi dosis. Kesimpulannya EEDJP dapat menurunkan kadar trigliserida secara signifikan pada dosis 1,8 g/KgBB, 2,7 g/KgBB, 4,05 g/KgBB.
Pemanfaatan Tumbuhan Herbal Dalam Mencegah Penyakit Hipertensi Untuk Edukasi Masyarakat di Stadion Teladan Medan Rahma Yulia; Kanne Dachi; Salman Salman; Meutia Indriana; Mariany Razali; Dea Anggraini; Vivi Sofia
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.624

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan angka morbiditas tinggi dimana penyakit ini ditandai  dengan peningkatan tekanan darah. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada tahun 2020 sebesar 31,7 persen penduduk berusia 18 tahun ke atas. Sekitar 80% orang dengan tekanan darah tinggi diklasifikasikan sebagai hipertensi esensial. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan  obat (terapi farmakologis) dan terapi komplementer menggunakan obat tradisional dari tanaman berkhasiat obat. Berdasarkan latar belakang tersebut tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien tertarik memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan tanaman obat yang berasal dari alam yang dapat mencegah penyakit hipertensi. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari dosen untuk memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat. Edukasi tentang pemanfaatan tanaman obat untuk mencegah hipertensi dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pembagian brosur serta pemeriksaan tekanan darah pada masyarakat yang sedang melakukan kegiatan di Stadion Teladan Medan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini meunjukkan sebagian besar peserta yang berkontribusi memilki tekanan darah yang cukup tinggi. 7 dari 10 orang yang diperiksa tekanan darahnya memiliki tekanan darah 140/90 mmHg, 2 orang memiliki tekanan darah normal 120/90 mmHg dan 1 orang memiliki tekanan darah 100/70 mmHg. 60 % peserta memiliki pengetahuan mengenai penggunaan tanaman obat untuk mencegah hipertensi seperti daun seledri dan bawang putih yang diracik sendiri dengan cara direbus kemudian diminum air rebusannya
Aphrodisiaca Activity of Momordica charantia L. and Areca catechu L. Ethanolic Extract Againts Blood Pressure and Body Weight of White Mile Rats Sofia, Vivi; Aji, Abisyahdan Satria
FITOFARMAKA: JURNAL ILMIAH FARMASI Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v14i1.9778

Abstract

Advances in the discovery of herbal medicine and the increasing popularity of traditional  medicines have made accessto traditional medicines in the market increasingly easier. Bitter melon and areca nut are known to have many benefits and potential as natural medicine. Previous studies has shown the aphrodisiac effects of these two natural ingredients. This research aimed to  determine the additional effects, particularly on blood pressure and body weight of rats, when bitter melon and areca nut are administered as aphrodisiacs. Test animal retrieval techniques based on complete randomized design (RAL). Blood pressure was measured using the CODA® instrument on 25 white rats divided into 5 treatment groups, namely the control group (CMC Na 0.5 % 0.5 % w/v), the bitter melon extract group at a dose of 280 mg / kg BW, the areca nut extract group at a dose of 50 mg/kg 50 mg / kg BW, the mixed  bitter melon and areca nut extracts group (1: 1), and the X-Gra® group. Blood pressure profiles measured included systolic and diastolic blood as well as changes in rat body weight before and after treatment. The results of the study of systole and diastole blood pressure parameters and rat body weight in groups I, II, III, IV, V analyzed using the Tukey HSD method obtained results that were not significantly different (sig 0.05) in all groups. Based on this study, it was concluded that the aphrodisiac activity of bitter melon and areca nut seeds did not significantly influence changes  in blood pressure, systole and diastole, and  body weight rats.
Jatropha curcas L. Leaf Extract Effects on Blood Pressure and Lipid Levels in Hypertensive Rats with High-Fat Diet Moch. Saiful Bachri; Wiki Yuli Anita; Putri Dwi Lestari; Desi Eko Wulansari; Dwi Retno Nengtyas; Muhammad Ma'ruf; Sapto Yuliani; Wahyu Widyaningsih; Laela Hayu Nurani; Daru Estiningsih; Vivi Sofia
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v11i12024.61-70

Abstract

Background: One of the main risk factors for cardiovascular diseases such as coronary atherosclerotic heart disease (CAHD) is dyslipidaemia or high levels of low-density lipoprotein (LDL) and triglycerides (TG) and low levels of high-density lipoprotein (HDL). Hypertension is also a cause of cardiovascular disease. One potential plant to lower LDL levels and blood pressure is Jatropha curcas, which is known to contain saponins, polyphenols, and flavonoids. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of the ethanol extract of Jatropha curcas leaves (EEJCL) on blood pressure, LDL levels, and HDL levels in hypertensive rats given a high-fat diet. Methods: This study is an experimental study with a pretest-posttest control group design on male Wistar strain rats. Rats were divided into seven groups, namely the normal group, control group (induced with NaCl and given a high-fat diet), Captopril group, Simvastatin group, and EEJCL groups given doses of 1.8, 2.7, and 4.05 g/kg BW. The data obtained were analysed using the One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, Homogeneity of Variance, One-Way ANOVA, and Tukey Test. Results: The results showed that the administration of EEJCL could significantly lower LDL levels and blood pressure and increase HDL levels (p < 0.05) at doses of 1.8, 2.7, and 4.05 g/kg BW, and the dose of 4.05 g/KgBW was the most optimal dose. Conclusion: EEJCL has a potential for development in the treatment of hypertension and dyslipidaemia.