Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Perilaku Ibu dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada Bayi Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Bies Kabupaten AcehTengah Tahun 2022 Juwita Kumala Sari Daeng; Nur Azizah; Adelina Sembiring; Gusni Syariah
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 2 (2025): April : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i2.632

Abstract

Complementary Foods for Breast Milk (MP-ASI) are additional intake given to babies aged 6–24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Giving MP-ASI that is not in accordance with the baby's age or condition can have a negative impact on the nutritional status and digestive system of the child. This study aims to determine the relationship between maternal behavior—which includes knowledge, attitudes, and actions—and the administration of MP-ASI in infants aged 6–24 months at the Bies Health Center, Central Aceh Regency, in 2022. The design of this study was quantitative with a cross-sectional approach, involving 35 respondents who were selected purposively. The results of the univariate analysis showed that most mothers had good knowledge (45.7%), positive attitudes (74.3%), and good actions (45.7%) in giving MP-ASI. Meanwhile, the provision of MP-ASI is also mostly in the good category (48.6%). The results of bivariate analysis with the chi-square test showed a significant relationship between knowledge (p=0.007), attitude (p=0.003), and maternal actions (p=0.001) with MP-ASI. In conclusion, maternal behavior has a significant relationship with MP-ASI feeding practices. Therefore, improving nutrition education and counseling is very important to encourage optimal maternal behavior in fulfilling child nutrition.
PENGARUH EDUKASI SELF-MANAGEMENT TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2026 Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Petra Diansari Zega; Lisbet Gurning; Sri Mulati Nendah Agreta; Srilina Br Pinem; Nur Azizah; Angel Shesapatrisia Girsang; Anisa Br Munte
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 11 (2026): Vol. 5 No. 11 Agustus 2026
Publisher : Ensiklopedia Research and Community Service Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i11.3999

Abstract

Background: Hypertension is one of the major risk factors for cardiovascular disease and remains a leading cause of mortality worldwide. Effective hypertension control depends not only on pharmacological therapy but also on patients' ability to perform self-management, including medication adherence, adherence to a low-sodium diet, regular physical activity, stress management, smoking cessation, and routine blood pressure monitoring. The low level of heart disease preventive behaviors among patients with hypertension remains a significant public health challenge. Therefore, effective educational interventions are needed to enhance patients' self-management abilities and promote healthier behaviors. Objective: This study aimed to determine the effect of self-management education on improving heart disease preventive behaviors among patients with hypertension in Bangun Rejo Village in 2026. Methods: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The study population consisted of all patients with hypertension in Bangun Rejo Village. The sample was selected using purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The intervention consisted of self-management education delivered through health education sessions, group discussions, demonstrations, and educational media throughout the study period. Data were collected using a validated and reliable questionnaire on heart disease preventive behaviors. Data analysis included univariate analysis to describe respondents' characteristics and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test (or the Paired t-test if the data were normally distributed), with a significance level of α = 0.05. Results: The findings demonstrated an increase in the mean score of heart disease preventive behaviors following the self-management education intervention. Statistical analysis indicated that self-management education had a significant effect on improving heart disease preventive behaviors among patients with hypertension (p 0.05). Conclusion: Self-management education is effective in improving heart disease preventive behaviors among patients with hypertension. This intervention can serve as a promotive and preventive strategy in community health services to enhance hypertension control and reduce the risk of cardiovascular disease.Keywords: Hypertension, Self-Management, Education, Preventive Behavior, Heart Disease
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2025 Nopalina Suyanti Damanik; Parningotan Simanjuntak; Basaria Manurung; Nur Azizah; Retno Wahyuni; Tetti Seriati Situmorang
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1423

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Masa ini sering kali diwarnai oleh tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, pencarian jati diri, dan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Data WHO (2023) menunjukkan bahwa sekitar 14% remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang berpotensi memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup mereka. Di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja masih cukup tinggi. Survei Kementerian Kesehatan RI (2023) melaporkan bahwa lebih dari 6% remaja mengalami depresi, sementara gangguan kecemasan dialami oleh 8,4% remaja. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan mental, serta masih adanya stigma negatif yang membuat remaja enggan mencari pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangun Rejo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental berupa one group pre-test and post-test design. Sampel terdiri dari 38 remaja berusia 13 sampai 18 tahun yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan setelah edukasi diberikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Oleh karena itu, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan mental di Desa Bangun Rejo.
Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) melalui Edukasi Kesehatan di BPM Deby Cintya Yun Eva Ratna Dewi; Ribur Sinaga; Nur Azizah; Ali Imran Sirait; Intan Aulia Zahra
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/s65vac84

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi, terutama Defisiensi Energi Kronis, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin, termasuk peningkatan risiko komplikasi kehamilan, stunting, dan berat badan lahir rendah. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan gizi, masalah Defisiensi Energi Kronis masih kurang diteliti di BPM Deby Cyntia Yun, yang menunjukkan bahwa program pencegahan dan promosi tidak selalu efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Situasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk status sosial ekonomi keluarga, paritas, dan tingkat keparahan penyakit menular.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dalam pencegahan KEK. Sasaran kegiatan adalah 20 ibu hamil yang aktif melakukan pemeriksaan kehamilan di BPM Deby Cyntia Yun. Metode pelaksanaan meliputi tahapan identifikasi masalah, pemberian edukasi gizi dan kesehatan, serta evaluasi kegiatan. Identifikasi awal dilakukan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner sederhana untuk menggali karakteristik dan faktor risiko KEK. Hasil evaluasi pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah kegiatan edukasi di BPM Deby Cyntia Yun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada pretest, mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan kurang (85%), sedangkan cukup 10% dan baik 5%. Setelah diberikan edukasi, jumlah ibu hamil dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%, cukup 5%, dan yang kurang menurun menjadi 15%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara partisipatif mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK), sekaligus mendorong kesadaran dan kesiapan mereka dalam menerapkan perilaku gizi sehat selama kehamilan. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan awal faktor risiko KEK yang dapat digunakan sebagai dasar tindak lanjut program kesehatan ibu secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan setempat
Effect of combined Moringa oleifera juice and oxytocin massage on lactogenesis II onset Lasria Simamora; Mastaida Tambun; Riska Susanti Pasaribu; Nur Azizah; Mediana Br Sembiring; Misno Misno
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 5 (2026): Volume 9 Number 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i5.3966

Abstract

Background: Delayed onset of lactogenesis II often triggers early formula feeding, which hinders the success of exclusive breastfeeding. Nutritional fulfillment and mechanical stimulation are needed simultaneously to optimize prolactin and oxytocin hormones. Purpose: To analyze the synergy between consuming fresh Moringa oleifera (moringa) juice and oxytocin massage on accelerating the onset of lactogenesis II in postpartum mothers. Method: This study used a cross-sectional descriptive comparative-correlational design involving 70 postpartum mothers. This quantitative study used a quasi-experimental design with a posttest-only control group design, conducted in Bangun Rejo Village, North Sumatra, from February to April 2026. A sample of 36 normal postpartum mothers was selected using purposive sampling and divided equally into two groups (n=18 each). The intervention group was given juice from 20 grams of fresh Moringa leaves twice daily and oxytocin massage for 10–15 minutes daily, while the control group received only standard care. Data normality was tested using the Shapiro-Wilk test, and bivariate analysis was performed using the Independent T-Test. Results: The baseline demographic characteristics (age, parity, education, and Body Mass Index) of both groups were homogeneous (p > 0.05). The mean onset time of lactogenesis II in the combination intervention group was significantly faster (34.50 ± 4.25 hours postpartum) than in the control group (56.60 ± 5.80 hours postpartum), with a difference of 22.10 hours. Independent T-Test results showed a highly significant statistical difference (p < 0.001). Conclusion: The synergy between fresh Moringa oleifera juice consumption and oxytocin massage significantly accelerated the onset of lactogenesis II. This dual-action approach efficiently combines the natural galactagogue properties of Moringa oleifera to stimulate prolactin with the neuroendocrine reflex of massage to facilitate milk ejection.
Continuity of Care pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di Klinik Pratama Rawat Inap Mariana Kecamatan Sunggal Tahun 2026 Gita Yanti Simamora; Kamelia Sinaga; Ester Simanullang; Nur Azizah; Lister Pasaribu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61866

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi 48,9% pada tahun 2023 dan berkontribusi terhadap komplikasi maternal-neonatal. Continuity of Care (COC) merupakan pendekatan pelayanan berkesinambungan yang efektif dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A dengan anemia ringan sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus di Klinik Pratama Rawat Inap Mariana, Kecamatan Sunggal, Sumatera Utara periode September 2025–Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Helen Varney dan didokumentasikan dengan metode SOAP. Hasil menunjukkan kadar hemoglobin Ny. A meningkat dari 10,5 g/dL menjadi 12 g/dL setelah pemberian tablet Fe, edukasi gizi, dan konsumsi rebusan daun ubi jalar. Persalinan berlangsung spontan tanpa penyulit, bayi lahir sehat (BB 3.300 g, APGAR 10), involusi uterus normal, dan ibu memilih kontrasepsi Metode Amenorea Laktasi (MAL). Kesimpulan: pendekatan Continuity of Care terbukti efektif mendeteksi dini, mencegah komplikasi anemia, serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Bidan disarankan mengimplementasikan COC pada seluruh ibu hamil berisiko anemia.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity Of Care) Pada Ibu Inpartu Ny. D dengan Ruptur Perineum Derajat II di PMB Sartika Manurung S. Keb., Bd Kec. Medan Johor Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Dewi Muarrofa; Nur Azizah; Siska Suci Triana Ginting; Asnita Sinaga; Sartika Manurung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61869

Abstract

Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan pervaginam yang berkontribusi terhadap perdarahan postpartum, infeksi, dan meningkatnya angka kematian ibu (AKI). Data WHO menunjukkan hampir 50% ibu bersalin di Asia mengalami ruptur perineum, sementara di Indonesia prevalensinya mencapai 85% pada ibu bersalin pervaginam. Pendekatan Continuity of Care (CoC) berperan strategis dalam deteksi dini dan penatalaksanaan komplikasi tersebut. Tujuan menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. D dengan ruptur perineum derajat II mulai dari kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan Keluarga Berencana di PMB Sartika Manurung. Metode: Studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care pada Ny. D usia 34 tahun (G2P1A0). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Analisis menggunakan tujuh langkah manajemen kebidanan Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil kehamilan berlangsung fisiologis dengan keluhan sering miksi. Persalinan tanggal 14 Desember 2025 menghasilkan ruptur perineum derajat II yang ditangani dengan penjahitan teknik matras. Masa nifas berjalan normal, involusi uteri baik, luka perineum sembuh sempurna, bayi lahir sehat dengan APGAR 10, dan ibu memilih kontrasepsi Metode Amenorea Laktasi (MAL). Simpulan penerapan Continuity of Care efektif menurunkan risiko komplikasi ruptur perineum derajat II dan mendukung kesejahteraan ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. E dengan Ruptur Perineum Derajat II di PMB Sartika Manurung, S.Keb, Bd Kecamatan Medan Johor Tahun 2026 Nasya Salwa Syanika; Juliana Munthe; Nur Azizah; Kamelia Sinaga; Sartika Manurung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62195

Abstract

Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan pervaginam yang berkontribusi terhadap morbiditas ibu postpartum. Di Indonesia, ruptur perineum terjadi pada sekitar 75% ibu bersalin pervaginam, baik akibat robekan spontan maupun episiotomi, dengan komplikasi berupa infeksi luka jahitan 5%, perdarahan 7%, dan kematian ibu postpartum 8%. Tujuan melaksanakan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. E usia 24 tahun G1P0A0 dengan ruptur perineum derajat II di PMB Sartika Manurung, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan Tahun 2026 dengan pendekatan tujuh langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi sejak Agustus 2025 sampai Januari 2026. Hasil pada masa kehamilan trimester II–III (3 kali kunjungan ANC) ditemukan keluhan sering miksi dan edema ekstremitas yang tertangani melalui pendidikan kesehatan. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada 15 Desember 2025 pukul 00.15 WIB dengan tindakan episiotomi karena perineum kaku, mengakibatkan ruptur perineum derajat II yang segera dijahit. Bayi perempuan lahir hidup dengan APGAR 9 dan berat 3.500 gram. Masa nifas (4 kunjungan) dan bayi baru lahir (3 kunjungan) berlangsung normal tanpa komplikasi; ibu memilih KB suntik 3 bulan. Kesimpulan penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan berbasis 7 langkah Varney efektif mendukung deteksi dini komplikasi, penyembuhan luka perineum, dan menjaga kesehatan ibu serta bayi.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ibu Nifas Ny. N dengan Bendungan ASI di Praktik Mandiri Bidan Desna Elfita Medan Denai Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Shinta Olivia Hia; Siska Suci Triana Ginting; Kismiasih Adethia; Nur Azizah; Desna Elfita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62197

Abstract

Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan pelayanan komprehensif yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Masa nifas kerap dihadapkan pada gangguan klinis berupa bendungan ASI yang, apabila tidak ditangani, dapat berkembang menjadi mastitis dan menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan melaksanakan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. N dengan fokus pada pemantauan ibu dan bayi serta penatalaksanaan bendungan ASI melalui pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif pada Ny. N usia 32 tahun G2P1A0 di Praktik Mandiri Bidan Desna Elfita, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, sejak 23 November 2025 sampai 1 Maret 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi buku KIA, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil pelaksanaan Continuity of Care berjalan optimal. Pada kunjungan nifas kedua (hari ke-6) ditemukan bendungan ASI dengan payudara bengkak, nyeri, puting lecet, dan pengeluaran ASI tidak lancar. Intervensi berupa edukasi teknik menyusui, perawatan payudara (breast care), pijat oksitosin, kompres, serta menyusui on demand terbukti efektif mengatasi bendungan ASI. Pada akhir masa pendampingan ibu memilih Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai kontrasepsi. Simpulan penerapan manajemen tujuh langkah Helen Varney secara berkelanjutan efektif dalam memberikan pelayanan komprehensif, mendukung deteksi dini komplikasi, mengatasi bendungan ASI, serta berkontribusi terhadap upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity Of Care) Pada Ibu Inpartu Ny. E Dengan Ruptur Perineum Derajat II di PBM Rimenda Br. Tarigan Kec. Medan Denai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Lidya Triangga Bawamenewi; Nur Azizah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62482

Abstract

Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) yang diberikan kepada Ny. E di PBM Rimenda Br. Tarigan tahun 2026 sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Seluruh tahapan tata laksana terlaksana secara komprehensif, aman, dan bermutu sesuai standar profesi. Saat proses persalinan pervaginam, ditemukan penyelit berupa ruptur perineum derajat II. Robekan jalan lahir ini dipicu oleh kondisi otot dasar panggul yang kurang lentur karena ibu jarang melakukan senam hamil selama masa gestasi. Komplikasi tersebut segera ditangani menggunakan teknik penjahitan jelujur (Chromic 2/0) secara aseptik. Hasil pemantauan masa nifas menunjukkan involusi uteri berjalan normal dan luka perineum sembuh dengan sangat baik tanpa tanda infeksi. Selain itu, bayi baru lahir terpantau sehat serta mendapatkan ASI ekslusif. Ibu juga telah memperoleh konseling kontrasepsi pascapersalinan guna mengatur jarak kehamilan. Kesimpulannya, penerapan model asuhan ini terbukti efektif dalam deteksi dini, meminimalkan komplikasi parah, serta meningkatkan kesejahteraan maternal dan neonatal.
Co-Authors Adelina Sembiring Agussamad, Indra Ali Imran Sirait Angel Shesapatrisia Girsang Anisa Br Munte Aritonang, Ribur Asnita Sinaga Debby Chintya Yun Debora Debora Deby Chuntya Yun Desna Elfita Desna Elfita Sari Desyandri Desyandri Dewi Muarrofa Diah Pitaloka Tarigan Eka Falentina Tarigan Eka Purnama Sari Elika Fitri Era Adhaini Eva Ratna Dewi Gita Yanti Simamora Gusni Syariah Herna Rinayanti Manurung Ingka Kristina Pangaribuan Intan Aulia Zahra Isyos Sari Sembiring Juliana Munthe Junida Laia Juwita Kumala Sari Daeng KAMELIA SINAGA Kartini Kartini Khairunisa Khairunisa Kiki Miftasari Kismiasih Adethia Leni Br Sarumpaet Leni Sinaga Lia Andriani Lidya Natalia Br Sinuhaji Lidya Triangga Bawamenewi Lisa Putri Damanik Lisbet Gurning lisdayanti simanjuntak Lister Pasaribu Lydia Sinuhaji magdalena Barus Manurung, Basaria Markus Doddy Markus Doddy Simanjuntak Marliani Marliani Marlina Lamawati Simbolon Marsa Adelia Martaulina Sinaga Mayla Atika Sari Misno Misno Mutiara Asia Nasya Salwa Syanika Nilan Sari Niska Wati Waruwu Nopalina Suyanti Damanik Nursi Oktaviani PARNINGOTAN SIMANJUNTAK Petra Dian Sari Zega Pinta Br Perangin Angin Purba, Edy Marjuang Putri Yani Siahaan Retno Wahyuni Riska Susanti Pasaribu Rusmei Yanti Gultom Sartika Manurung Sartika Manurung Sembiring, Mediana Shinta Olivia Hia Simamora, Lasria Simanjuntak Simanjuntak Simanullang, Ester SINAGA, ROSMANI Siska Ginting Siska Suci Triana Ginting Sonia Novita Sari Sri Mulati Nendah Agreta Sri Wahyu Nduru Srilina Br Pinem Tambun, Mastaida tetti seriati situmorang