Claim Missing Document
Check
Articles

AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN MISI NUSANTARA SURAKARTA Juliana Christyaningsih; Puspitadewi, Teresia Retna; Alberta, Lembunai Tat; Pengge, Nuning Marina; Siagian, Hotmaida; Mutiarawati, Diah Titik; Rahayuningsih, Christ Kartika; Kurniawan, Dedi; Lestari, Indah; Sumasto, Hery; Endarini, Lully Hani; Kiaonarni OW; Ira Puspita Sari; Evi Yunita N; Suliati; Darjati; Nur Hatijah; Khambali; Hadi Suryono; Demes Nurmayanti; Tatarini Ika Pipitcahyani; Astuti Setiyani; Siti Alfiah; Dina Isfentiani; Bambang Hadi Sugito; Retno Sasongkowati; Yusianti Silviani; N. S. Widodo
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.553

Abstract

Permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat adalah kaum marjinal yang terpinggirkan seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis, dan sebagainya. Salah satu upaya mengatasi masalah kaum marjinal yaitu dengan didirikan lembaga sosial berupa panti asuhan anak. Sejak masa pandemi, anak di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta jarang mendapat layanan kesehatan dan ada keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu panti asuhan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan penghuni dan pengelola Panti Asuhan Misi Nusantara di Surakarta. Metoda pelaksanaan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi Anak, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan pengelola panti asuhan serta pelatihan penanggulangan bencana. Hasil pemeriksaan Kesehatan pada penghuni dan pengelola panti didapatkan sebagian besar (52,6 persen) penghuni panti berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya berusia rata-rata 21-60 tahun, Sebagian besar (68,4 persen) tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, Sebagian besar (73,1 persen) berstatus gizi normal, hampir seluruhnya (94,4 persen) glukosa darah kurang dari 126 m/dL dan asam urat kurang dari 8 mg/dL. Secara umum keadaan warga panti asuhan dalam keadaan baik Social problems that often occur in society are abandoned children, street children, beggars, disabled people, neglected elderly, poor families, families with social problems, and so on. Children and poor people should have their human rights fulfilled by the State of Indonesia. However, in reality there are many children whose needs are not met, such as parents who are unable to provide for the child's needs or the child does not have parents. One effort to overcome this is to establish social institutions in the form of orphanages. Since the pandemic, children at the Mission Nusantara Surakarta Orphanage rarely receive health services and there is limited space for children to move. Theless than purpose of this community service is to assist the orphanage in monitoring the growth and development of residents and managers of the Mission Nusantara Orphanage in Surakarta. The implementation method is in the form of examinations on child growth and development, Counseling on Clean and Healthy Living, checking on the Nutritional Status of Children, counseling on how to brush their teeth properly, health checks for orphanage managers and training on disaster management. 6 percent) of the residents of the orphanage are male, almost half of them are aged 21-60 years, most (68.4 percent) have blood pressure less than 140/90 mmHg, most (73.1 percent) have normal nutritional status, almost all (94.4 percent) blood glucose less than 126 m/dL and uric acid less than 8 mg/dl. Similar activities are needed to see general body health and must be monitored periodically, so that the residents of the orphanage can find out their health status, especially now that they are still in a pandemic condition Covid-19
Permainan Halma sebagai Media yang Efektif untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar tentang Karies Gigi Ilham, Saiful; Sugito, Bambang Hadi; Marjianto, Agus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16137

Abstract

Dental caries is one of the most common dental and oral health problems experienced by school-aged children, especially elementary school students. This is due to the lack of independence in maintaining dental and oral hygiene in children, resulting in poor dental and oral hygiene in children. The purpose of this study was to measure the increase in knowledge about dental caries before and after the use of Halma media in high school students at SD Plus Muhammadiyah 1 Waru Pamekasan Madura. The study design was a one-group pre-test and post-test, involving 57 high school students. Data on knowledge were collected using a questionnaire in the pre- and post-intervention phases. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. The results showed that there was a difference in knowledge about dental caries between before and after counseling using Halma media. Knowledge about dental caries before counseling was low, with a mean of 54.56 and a standard deviation of ±15.876, while after counseling using Halma media, the average was dominated by good results with a mean of 92.37 and a standard deviation of 6.755. The conclusion of this study indicates that counseling using the Halma game is effective in increasing elementary school students' knowledge about dental caries.Keywords: dental caries; Halma media; knowledge ABSTRAK Karies gigi menjadi salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dialami anak usia sekolah, terutama siswa sekolah dasar. Hal ini disebabkan belum mandirinya anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut, sehingga kebersihan gigi dan mulut pada anak masih buruk. Tujuan penelitian ini adalah mengukur peningkatan pengetahuan tentang karies gigi sebelum dan setelah penggunaan media halma siswa kelas tinggi SD Plus Muhammadiyah 1 Waru Pamekasan Madura. Desain penelitian ini adalah one grup pre test and post test, yang melibatkan 57 siswa kelas tinggi. Data tentang pengetahuan dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner pada fase sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang karies gigi antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan menggunakan media permainan halma. Pengetahuan tentang karies gigi sebelum dilakukan penyulahan adalah kurang, dengan rerata 54,56 dan simpangan baku ±15,876, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan menggunakan media pemainan halma didapatkan rerata sudah didominasi hasil baik dengan rerata 92,37 dan simpangan baku 6,755. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan menggunakan media permainan halma efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang karies gigi.Kata kunci: karies gigi; media halma; pengetahuan
Kurangnya Pengetahuan Siswa Sekolah Menengah Pertama tentang Seputar Penambalan Gigi Anggraini, Dian; Sugito, Bambang Hadi; Hidayati, Sri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300l

Abstract

The treatment for cavities involves filling. The Performance Treatment Index (PTT) is an indicator that shows the percentage of permanent teeth that have been filled compared to Decayed, Missing, and Filled Teeth (DMF-T), with a standard of 50%. In the field, many students still have low Performance Treatment Index (PTI) percentages. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about dental fillings among junior high school students. This was a descriptive quantitative study involving 81 students from An-Nawah Islamic Junior High School, Pasean, Pamekasan. The data collection method used was a questionnaire. The data obtained were then analyzed using descriptive statistics in the form of frequencies and proportions. The results showed that students' knowledge about dental fillings and their indications was considered insufficient, knowledge about the purpose of dental fillings was considered insufficient, and knowledge about the consequences of not filling cavities was also considered insufficient. Therefore, it can be concluded that there is still a general lack of knowledge among students from An-Nawah Islamic Junior High School, Pasean, regarding dental fillings.Keywords: cavities; dental fillings; knowledge; junior high school students ABSTRAK Penanganan yang dilakukan untuk merawat gigi berlubang adalah dengan melakukan penambalan gigi. Performance Treathment Index merupakan indikator yang menunjukkan persentase jumlah gigi tetap yang telah ditambal terhadap Decayed, Missing, and Filled Teeth (DMF-T) dengan standar 50%. Di lapangan masih banyak ditemukan rendahnya presentase Performance Treathment Index (PTI) pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penambalan gigi pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif yang melibatkan 81 siswa SMP Islam An-Nawah Pasean Pamekasan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian kuesioner. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang penambalan gigi dan indikasi gigi masuk dalam kategori kurang, pengetahuan tentang tujuan penambalan gigi masuk dalam kategori kurang, pengetahuan tentang akibat jika tidak dilakukan penambalan pada gigi berlubang juga masuk dalam kategori kurang. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa secara umumnya masih ada masalah kurangnya pengetahuan para siswa SMP Islam An-Nawah Pasean tentang penambalan gigi.Kata kunci: gigi berlubang; penambalan gigi; pengetahuan; siswa sekolah menengah pertama
Relationship Of Brushing Teeth Skills With Debris Index In The Older Adults At Tambak Wedi Baru Surabaya Prasetyowati, Silvia; Kinzoku Nur Alif; Bambang Hadi Sugito; Isnanto
Journal Dental Health Vol 2 No 1 (2023): Dental Health
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The proportion of Indonesians who have dental and oral problems at the age of 55-64 years is 61.9% and the age of >65 years is 54.2%. As well as the proportion of daily brushing behaviour, namely 94.7% and 2.8% have brushed their teeth twice a day. The problem of this study is the high prevalence of debris index in older adults in Tambak Wedi Baru Surabaya. The purpose of the study was to find out the relationship between of knowledge how to brush teeth and debris index in the older adults at Tambak Wedi Baru Surabaya. The type of research is cross-sectional with the number of respondents being 50 older adults. Research method by filling out observation sheets. The data analysis technique used is by tapping the results of data that has been collected and presented in the form of tables. The results showed that there is a relationship between knowing how to brush teeth with dental hygiene in older adults.
The Role of Parents In Brushing Teeth With Dental Caries In Autistic Children In Slb C Autis Negeri Tuban Asri, Abil; Sugito, Bambang Hadi; Marjianto, Agus; Sunomo Hadi
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v4i1.97

Abstract

Dental caries is the damage to the hard tissues of the teeth caused by the acids present in carbohydrates through the intermediates of microorganisms present in the saliva. The prevalence of dental caries in autistic children is classified as high, because autistic children have different mental, emotional and physical limitations compared to normal children, so autistic children need the help of parents in brushing their teeth. One of the causes of dental caries problems in autistic children is that the way to brush teeth is still not right. Therefore, the role of parents in getting used to brushing their teeth is very important. Considering the importance of the relationship between the role of parents in brushing their teeth and the prevalence of dental caries in autistic children, this study aims to find out the relationship in autistic children in SLB C Autistic Tuban. This type of research is a cross sectional research. The respondents in this study were 21 parents and 21 autistic children. The analysis technique used in this study is the Rank Spearman Test correlation test with a significance level of p-value (ρ <0.05). The results of this study showed that the p-value (ρ= 0.016<0.05) which means that there was a relationship between the role of parents in brushing teeth and very high dental caries in autistic children in SLB C Autis Negeri Tuban, the role of parents as companions, supervisors, educators and drivers with a passive category.
Pembangunan Model Elektrokoagulasi Menggunakan Elektroda Aluminium untuk Menurunkan Timbal (Pb) Air Limbah Batik di UKM Batik Nugraha Ngawi Winarko, Winarko; Suprijandani, Suprijandani; Sugito, Bambang Hadi; Yumni, Hilmi; Nurmayanti, Demes; Wardoyo, Slamet
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1665

Abstract

This community service activity is expected to be able to make a real contribution to solving problems that exist in the community, as well as bring the roles and functions of universities closer to the community. Community Service aimed to build an Electrocoagulation Model Using Aluminum Electrodes 20 cm apart at a voltage of 20 Volts, a current of 10 Ampere system back with a contact time of 60 minutes. The Community Service method was through organizing activities and dividing work groups so that all work was evenly distributed. The results of Community Service activities were in the form of an Electrocoagulation Model Building Using Aluminum Electrodes 20 cm apart at a voltage of 20 Volts, a current of 10 Ampere Batch System with a contact time of 60 minutes, the connection of treated wastewater to the Electrocoagulation Model to the sewerage (effluent) and understanding of the operation, performance, maintenance and importance of utilizing wastewater treatment products containing Lead (Pb) for filling fish ponds and watering gardens. It was recommended that the Electrocoagulation Model Using 20 cm Aluminum Electrodes with 20 Volts and a strong current of 10 Ampere used with a contact time of 60 minutes, the power source must be turned off when the electrocoagulation reactor is not in use and the treated water can be used to gardens, yards, and fish pond.
PENGARUH MENGUNYAH BUAH APEL DAN BUAH PIR DALAM MENURUNKAN ANGKA INDEKS DEBRIS GIGI PADA ANAK TUNANETRA DI SMPLB & SMALB-A YPAB SURABAYA Dzaldiri, Tabitha Zevanya; Larasati, Ratiha; Sugito, Bambang Hadi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2968

Abstract

Latar Belakang: Mengingat bahwa penglihatan yang berkurang dapat memengaruhi kemampuan anak tunanetra untuk membersihkan gigi, kebersihan gigi dan mulut merupakan komponen penting dari kesehatan mereka secara keseluruhan. Indeks kotoran gigi yang tinggi pada anak tunanetra di SMPLB & SMALB-A YPAB Surabaya merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah buah-buahan seperti apel fuji dan pir madu yang memiliki tindakan membersihkan diri merupakan metode alternatif untuk meningkatkan kebersihan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah mengunyah pir madu dan apel fuji menurunkan indeks kotoran gigi pada anak tunanetra di SMPLB-A dan SMALB-A YPAB Surabaya. Metode Dalam penelitian ini, pra-tes dan pasca-tes dirancang untuk satu kelompok menggunakan teknik kuantitatif dan desain penelitian kuasi-eksperimental. Dua puluh empat siswa menjadi sampel, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok mengunyah pir madu dan kelompok mengunyah apel fuji. Untuk penelitian ini, observasi dan analisis adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Baik uji-t independen maupun berpasangan digunakan dalam metode analisis data. Hasil: Temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua varietas buah tersebut berhasil menurunkan indeks serpihan gigi; meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam efek kedua kelompok (p<0,05). Kesimpulan: Apel Fuji memiliki dampak lebih tinggi daripada pir madu.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK PAUD WIDYA TAMA GRESIK Vani, Adinia Septio; Sugito, Bambang Hadi; Marjianto, Agus
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2985

Abstract

Latar Belakang: Kerusakan gigi lebih umum terjadi pada anak usia prasekolah. Hingga 93 persen balita Indonesia berusia antara tiga dan empat tahun menderita gigi berlubang. Dengan mendorong anak-anak mereka untuk mencuci gigi dua kali sehari, orang tua dapat membantu mereka menjaga kebersihan mulut yang baik. Pengetahuan orang tua yang baik ataupun tidak bisa berdampak pada status kesehatan mulut anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karies gigi pada anak PAUD Widya Tama dengan pengetahuan orang tua tentang teknik menyikat gigi yang benar. Metode: Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 38 orang tua dan anak PAUD Widya Tama Gresik. Pengetahuan orang tua dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuisioner dan lembar observasi digunakan untuk mengukur indeks karies gigi. Teknik analisis menggunakan uji Spearman. Hasil: Hasil dari analisis univariat menunjukkan, dominan responden kebanyakan perempuan (86,8%), memiliki pendidikan SMA (78,9%), dan memiliki pekerjaan ibu rumah tangga (55,3%). Nilai ρ sebesar 0,005 yang diperoleh dari hasil pengujian penelitian ini lebih kecil dari kriteria signifikansi 0,05 atau ρ < 0,05. Dilihat dari hasil analisis, kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang relatif positif, ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,449. Kesimpulan: Karies gigi pada anak PAUD Widya Tama berkorelasi dengan pemahaman orang tua tentang teknik bagaimana menyikat gigi yang benar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI mardatillah, marifah asmaul; Larasati, Ratih; Sugito, Bambang Hadi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3174

Abstract

Karies merupakan salah satu permasalahan pada pada area mulut yang dicirikan adanya korosi pada enamel hingga pulpa. Fenomena prevalensi karies gigi yang cukup besar pada kalangan wanita hamil di Puskesmas Kamal kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Tahun 2025. Cross sectional design dipilih sebagai desan penelitian yang mejaring 37 ibu hamil sebagai sampel. Alat pengumpulan data berupa kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan responden serta formulir pemeriksaan indeks DMF-T. Teknik pengolahan data mengaplikasikan uji korelasi Spearman. Hasil yang diperoleh memaparkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) 0.000<0,05 maknanya terdapat keterkaitan antara tingkat pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan gigi dan mulut dengan munculnya kasus karies gigi. Kata kunci : Karies, pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut, ibu hamil
Pengetahuan Pasien tentang Karies Gigi di Poli Gigi Puskesmas Kangayan Kepulauan Kangean Mardlatillah, Lutviana; Isnanto, Isnanto; Sugito, Bambang Hadi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16424

Abstract

The main oral health problem among dental clinic patients is dental caries. A lack of understanding of the etiology of dental caries can contribute to its development. The purpose of this study was to determine the level of understanding of dental caries among dental clinic patients. This descriptive study focused on dental caries among dental clinic patients at the Kangayan Community Health Center in the Kangean Islands. Data were collected through questionnaires, which were then analyzed using descriptive statistics in the form of frequencies and percentages. The findings of this study indicate that the highest level of patient understanding for each component of knowledge is as follows: the importance of dental caries is in the good category (82%), the causes of dental caries are in the sufficient category (73%), the impact of dental caries is in the sufficient category (60%), the prevention of dental caries is in the sufficient category (67%), and the treatment of dental caries is in the low category (48%). It can be concluded that the level of knowledge of dental clinic patients about dental caries at the Kangayan Community Health Center in the Kangean Islands is in the sufficient category.Keywords: dental caries; patients; dental clinic; knowledge ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut yang utama pada pasien poli gigi adalah karies gigi. Kurangnya pemahaman tentang etiologi karies gigi dapat menyebabkan perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman tentang karies gigi pada pasien di poli gigi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang berfokus pada karies gigi pada pasien poli gigi di Puskesmas Kangayan di Kepulauan Kangean. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, yang selanjutnya dianalisis dengan metode statistika deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Temuan penelitian ini menunjukkan Tingkat pemahaman pasien yang paling besar pada masing-masing komponen pengetahuan adalah sebagai berikut: pentingnya karies gigi dalam kategori baik (82%), penyebab karies gigi dalam kategori cukup (73%), dampak karies gigi dalam kategori cukup (60%), pencegahan karies gigi berada dalam kategori cukup (67%), terapi karies gigi dalam kategori rendah (48%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien klinik gigi tentang karies gigi di Puskesmas Kangayan Kepulauan Kangean berada pada kategori cukup.Kata kunci: karies gigi; pasien; poli gigi; pengetahuan
Co-Authors Abdi Imanullah Mahulauw Ahsani Taqwim Ridwan Taqwim Ridwan Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggraini, Dian Arief Iriansyah Putra Asri, Abil Astuti Setiyani, Astuti Ayu Dwi Pradnyani Azizah Shofiyatul Fadhilah Azzahra Septiana Nur Annisa Darjati Dedi Kurniawan Demes Nurmayanti Dewi De Fatimah Dewi Diah Permatasari, Ni Kadek Dinda Novia Ramadhani Diyatama, Niko Arinda Putri Dyah Harum Kartika Dzaldiri, Tabitha Zevanya Endang Purwaningsih Endang Purwaningsih Endarini, Lully Hani Ernie Maduratna Setiawatie Evi Yunita N Ginarsih, Yuni Hadi Suryono Hadinoto, Maria Elisea Kiswantoro Hendro Suharnowo Heru Santoso Wahito Nugroho Hikmatun Ariany Mabruroh Hilmi Yumni I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Putri I Putu Suiraoka I.G.A Kusuma Astuti N.P I.G.A Kusuma Astuti. N.P I.G.A. Kusuma Astuti N.P I.G.A. Kusuma Astuti N.P. Ida Chairanna M Ida Chairanna Mahirawatie Ida Chairanna Mahirawatie IGA Kusuma Astuti NP Ilham, Saiful Imam Sarwo Edi Imam Sarwo Edie Indah Lestari, Indah Ira Puspita Sari Isfentiani, Dina Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto, Isnanto Izzakiya Chalida Zain Izzatun Nuriy Taufik Joel Rey U. Acob Juliana Christyaningsih Kamiliyatun Nisaa' Kartika Rahayuningsih, Christ Khambali, Khambali Kiaonarni OW Kinzoku Nur Alif Komang Ayu Purnama Dewi Kusuma Astuti N.P, I.G.A Larasati, Ratih Larasati, Ratiha Lastati, Lastati Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Luthfi Zainur Rohmah mardatillah, marifah asmaul Mardlatillah, Lutviana Maria Devielda Kurnia Dewi Marjianto, Agus Masya, Resgita Nadila Minnatillah, Aula Moh. Zikry Ariansyah Nayu Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Najwa Maulida Manik Ni Nyoman Trisna Arta Cahyani Nika Laillan Thowilla Niken Arlintya Ramadhani Noer Ulfah Novia Putri Ranata Nur Hatijah Ossy Amalia Julfani Pengge, Nuning Marina Prasetyowati, Silvia Puspita Dewi, Teresia Retna Rosita Novayanti Nur Arofah Sahrir Sillehu Sanglar Polnok Sari Lutfiah Sari Luthfiyah Sasongkowati, Retno Sealomita Rizka Apritama Septiarini, Dwi Siagian, Hotmaida Sindi Anggela sindi Siti Alfiah Sri Hidayati Sri Utami Stefani Dwi Adelia Putri Susanto Suliati Sumasto, Hery Sunomo Hadi Suparji Suparji Ulfah, Siti Fitria Vani, Adinia Septio Vonny Amanda Rusmawaty Wahyudadi, Badai Septa Winarko, Winarko winarko, winarko Wiwin Martiningsih Yusianti Silviani Zhorif Abrial Afif