Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERBEDAAN EFEKTIVITAS MENYIKAT GIGI DENGAN BULU SIKAT HALUS (SOFT) DAN BULU SIKAT SEDANG (MEDIUM) TERHADAP PENURUNAN DEBRIS INDEKS PADA MURID KELAS VA SDN BULAK RUKEM II KOTA SURABAYA TAHUN 2020 Abdi Imanullah Mahulauw; Bambang Hadi Sugito; Isnanto Isnanto
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 3 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v1i3.560

Abstract

Masalah : Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia baik kesehatan jasmani dan rohani. Kesehatan gigi merupakan bagian dari kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang baik dan benar sangat mendukung terwujudnya kesehatan gigi dan mulut serta kesehatan tubuh secara menyeluruh. (Kemenkes RI, 2015). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 Proporsi masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah dasar dengan umur berkisar 10 -14 tahun sebesar 89 %. data pemeriksaan debris indeks yang dilakukan di SDN Bulak Rukem II Surabaya tahun 2019 tersebut, menunjukan rata – rata debris indeks termasuk dalam kategori buruk dengan nilai rata – rata 2.04. Ukuran sikat gigi dibagi menjadi beberapa jenis yaitu, lembut (soft), sedang (medium) dan keras (hard) (Ariningrum, 2016). Menurut ADA ( American Dental Associa-tion) diameter serabut bulu sikat gigi, yaitu Soft 0,007, medium 0,3 mm dan Hard 0,4 mm. Tujuan : Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektivitas menyikat gigi menggunakan sikat gigi berbulu halus (soft) dengan sikat gigi berbulu sedang (medium) terhadap penurunan debris indeks pada siswa kelas VA SDN Bulak Rukem II Surabaya. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test design. Subjek penelitian terdiri dari 66 siswa, Teknik analisa data yang digunakan Independent sample T-test. Hasil : Pada penelitian ini diperoleh rata – rata PHP pada bulu sikat soft 1.27 dan bulu sikat medium 0.87.
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI ANAK TUNA GRAHITA DENGAN METODE TELL SHOW DO Novia Putri Ranata; Endang Purwaningsih; Bambang Hadi Sugito
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.897

Abstract

Keterbatasan mental dan intelektual tuna grahita bisa mengakibatkan resiko tinggi terhadap masalah kesehatan gigi, salah satunya nilai kebersihan gigi yang buruk. Kondisi tersebut membuat anak tuna grahita kurang mampu merawat diri secara mandiri. Orang tua dibutuhkan dalam membimbing agar dapat memelihara kebersihan gigi. Diketahui pengetahuan orang tua tentang kebersihan gigi di SLBN 1 Lombok Tengah rata-rata rendah. Upaya peningkatan pengetahuan tentang kebersihan gigi dapat dilakukan dengan metode tell show do. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan orang tua tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak tuna grahita dengan metode tell show do. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan pretest-postest, dengan populasi 30 orang tua tuna grahita. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Teknik analisa data yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai P (0,00) 0,005. Nilai ini menunjukkan H0 ditolak, sehingga ada perbedaan pengetahuan orang tua sesudah penyuluhan dengan metode tell show do. Penyuluhan menggunakan metode tell show do sangat efektif dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi, sehingga akan membentuk perilaku dalam menjaga kebersihan gigi.
KEBIASAAN MENGUNYAH SATU SISI DENGAN KALKULUS INDEKS REMAJA KARANG TARUNA DI KEDUNG TARUKAN SURABAYA Maria Devielda Kurnia Dewi; Bambang Hadi Sugito; I.G.A Kusuma Astuti. N.P
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.906

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan suatu keadaan dimana gigi geligi yang berada di dalam rongga mulut dalam keadaan yang bersih, bebas dari plak, dan kotoran lain seperti debris, karang gigi, dan sisa makanan serta tidak tercium bau busuk di dalam ronga mulut. Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya angka kalkulus indeks pada remaja Karang Taruna di Kedung Tarukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan mengunyah satu sisi dengan kalkulus indeks pada remaja Karang Taruna di Kedung Tarukan Surabaya. Metode penelitian jenis penelitian analitik, populasi penelitian 40 orang remaja Karang Taruna. Metode pengambilan data dengan wawancara tertutup. Hasil penelitian ada hubungan kebiasaan mengunyah satu sisi dengan kalkulus indeks pada remaja Karang Taruna di Kedung Tarukan Surabaya. Hasil uji hubungan didapatkan nilai p-value 0,022 pada nilai a= 5% dimana p kurang dari 0,05, maka terlihat adanya hubungan mengunyah satu sisi dengan kalkulus indeks pada remaja Karang Taruna di Kedung Tarukan Surabaya.
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KESEHATAN GIGI DENGAN TERJADINYA KARIES PADA ANAK PRASEKOLAH Imam Sarwo Edie; Arief Iriansyah Putra; Bambang Hadi Sugito
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v2i2.723

Abstract

Karies merupakan salah satu masalah penyakit gigi dan mulut yang prevalensinya masih cukup tinggi di Indonesia. Karies gigi menyebabkan timbulnya rasa sakit pada gigi sehingga akan mengganggu penyerapan makanan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Masalah dalam penelitian ini tingginya persentase karies gigi di TK Pertiwi dan KB Pelangi Kerep Kidul Nganjuk Tahun 2020 (80%). Pemeliharaan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut anak Prasekolah bergantung kepada orang tua. Namun masih banyak orang tua yang memiliki pengetahuan tentang Kesehatan Gigi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan orang tua tentang Kesehatan Gigi dengan terjadinya karies gigi anak TK Pertiwi dan KB Pelangi Kerep Kidul Nganjuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.Dengan jumlah responden dalam penelitian ini adalah 44 orang tua dan 44 anak Prasekolah di TK Pertiwi dan KB Pelangi Kerep Kidul Nganjuk Metode yaitu pengumpulan data dengan cara pemeriksaan dan kuesioner Teknis analisa data : perhitungan Statistik dengan menggunkan uji chi square menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yaitu 0,817  lebih dari  0,05. Hal ini menunjukkan Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang kesehatan Gigi dengan terjadinya Karies Gigi anak TK Pertiwi dan KB Pelangi Kerep Kidul Nganjuk.
Community Empowerment Through Appropriate Technology: Wastewater Treatment Plant (WWTP) Program in Home-Made Batik Industry at Ngawi, Indonesia Winarko Winarko; Bambang Hadi Sugito; Sri Utami; Sari Luthfiyah
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2022): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v1i2.7

Abstract

The increasing number of companies and the number of batik productions in the Ngawi region is directly proportional to the amount of wastewater produced and thus poses a burden on the environment as the overflow of wastewater is absorbed from the production process. The results of the laboratory analyses showed that the values for TSS, color, COD, BOD, total ammonia, oil, and grease exceeded the quality standards. Prevention of pollution from wastewater is done through community empowerment. Community empowerment aims to realize the development of Appropriate Technology for Wastewater Treatment Plants (WWTP) and the prevention of Wastewater Pollution to the Environment Around Small and Medium Enterprises (UKM) Griya Batik Widi Nugraha, Ngawi Regency. The benefit of community empowerment is to provide experience for other Batik Wastewater Treatment Plant (WWTP) development programs. Community empowerment at UKM Griya Batik Widi Nugraha Ngawi uses methods of document collection, site surveys, preparation of processing systems, training, and demonstrations. The target group of community empowerment activities at Griya Batik Widi Nugraha Ngawi are the owner of Griya Batik Widi Nugraha Ngawi, batik workers at Griya Batik Widi Nugraha Ngaw, workers in the dyeing and washing process, administrators of Ngawi Batik Association and construction workers. Results of Community Empowerment of UKM Griya Batik Widi Nugraha Workers and Surroundings Together with the academic community of Poltekkes Kemenkes Surabaya, appropriate technology was built for a wastewater treatment plant (WWTP) with a capacity of 1,464.5 liters per day, which is still safe for UKM Griya Batik Widi Nugraha Ngawi Regency. The stages of wastewater treatment are pre-treatment, secondary treatment, tertiary treatment, and storage of the final product. The results of the functional tests based on effluent samples from the final treatment showed that the treatment plant was able to reduce the levels of TSS, color, COD, BOD, total ammonia, oil, and grease that exceeded the quality standard to meet the quality requirements as per the Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.16/MENLAHK /SETJEN/KUM.1/2019. These results provide benefits for UKM Griya Batik Widi Nugraha to prevent pollution and can use treated water as a source of fish pond water and watering the garden. It is recommended that community empowerment can be continued by other SMEs that have the potential to dispose of wastewater from production activities and pollute the environment through the use of appropriate technology (TTG) research results by lecturers or students so that they do not stop as intakes.
Knowledge Of Dental Caries Before And After Counseling Using Board Game Media For Students At SDN Rangkah 1 Surabaya : Pengetahuan Karies Gigi Sebelum Dann Sesudah Penyuluhan Menggunakan Media Board Game Pada Siswa SDN Rangkah 1 Surabaya Najwa Maulida Manik; Siti Fitria Ulfah Siti Fitria; Bambang Hadi Sugito
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v2i2.33

Abstract

The highness of dental caries score in students of SDN Rangkah 1 Surabaya is 8,4 where according to WHO, the DMF-T index above 6,6 is in the very high category. Dental caries can occur due to several factors, one of which is due to a lack of dental caries knowledge. Therefore, to increase students knowledge about caries, a board game was created to help convey information about dental caries. The purpose of the research was to find out the knowledge of dental caries of students of SDN Rangkah 1 Surabaya before and after counseling using board game media. The descriptive research method with the number of respondents was 48 students of SDN Rangkah 1 Surabaya which was counseling using board game media with data collection techniques using pretest and posttest questionnaires. The data analysis technique is by recapping the data results and then categorizing them according to the research criteria and presented in the form of tables. The results of this study are the knowledge of students of SDN Rangkah 1 Surabaya before counseling using board game media in the medium category and the knowledge of students of SDN Rangkah 1 Surabaya after counseling using board game media in the good category.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN PENYAKIT GINGIVITIS PADA NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PASONGSONGAN TAHUN 2019 Minnatillah, Aula; Sugito, Bambang Hadi; Isnanto, Isnanto
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 2 (2020): Juli
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v1i2.521

Abstract

Perokok aktif saat ini di indonesia yang memiliki persentase tertinggi pada profesi pekerjaan salah satunya adalah nelayan. Kebiasaan merokok tidak hanya menimbulkan efek sistemik pada tubuh, tetapi juga dapat menimbulkan kondisi patologis di rongga mulut, salah satunya adalah gingivitis. Panas dan akumulasi produk hasil pembakaran rokok dapat mempengaruhi respon inflamasi gingiva. Hasil pemeriksaan gigi pada nelayan di pelabuhan perikanan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep tahun 2019 diketahui indeks gingivitis sebesar 36,7% dalam kategori berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan penyakit gingivitis pada nelayan di pelabuhan perikanan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep tahun 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang yang bekerja sebagai nelayan. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah analisis data menggunakan uji chi-square dengan nilai signifikan p=0,00 (p kurang dari 0,05). Kesimpulan penelitian yaitu terdapat adanya hubungan antara perilaku merokok dengan penyakit gingivitis pada nelayan di pelabuhan perikanan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep tahun 2019.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MENGUNYAH BUAH APEL DAN BUAH SEMANGKA DALAM MENURUNKAN NILAI DEBRIS INDEKS Diyatama, Niko Arinda Putri; Sugito, Bambang Hadi; Isnanto, Isnanto
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 2 (2020): Juli
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v1i2.523

Abstract

Gigi dan mulut bagian penting dalam tubuh manusia. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, kesehatan gigi dan mulut perlu diperhatikan. Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut pada siswa SMP Miftahul Ulum Surabaya adalah tingginya nilai debris indeks, berdasarkan data pemeriksaan debris indeks menunjukkan bahwa rata-rata debris indeks sebesar 1.94 yang termasuk dalam katagori buruk. Debris tidak dapat dibersihkan dengan berkumur, debris dapat dibersihkan secara mekanis yaitu self cleansing, dilakukan dengan mengunyah buah yang mengandung banyak serat dan air, salah satunya buah apel dan buah semangka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas mengunyah buah apel dan buah semangka dalam menurunkan nilai debris indeks pada siswa kelas VII SMP Miftahul Ulum Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Quasi Eksperimen (Eksperien Semu) pre-test dan post-test, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa kelas VII, pengambilan responden dengan cara membagi menjadi 2 kelompok terdiri dari 16 siswa mengunyah buah apel dan 16 siswa lainnya mengunyah buah semangka. Pengumpulan data diperoleh dengan cara pemeriksaan langsung, dilakukan dengan mengukur kebersihan gigi dan mulut menggunakan metode Debris Indeks. Hasil penelitian ini adalah analisis data menggunakan uji independent sample T-test dengan nilai signifikan p=0,007 (p0,05) artinya mengunyah buah apel dan buah semangka terdapat perbedaan efektivitas dalam menurunkan nilai Debris Indeks. Sehingga buah semangka adalah buah yang lebih efektif dalam menurunkan nilai debris indeks.
Inhibition Activity Of Black Cumin Toothpaste Contain With Detergent Compared With Black Cumin Extract Non Detergent To The Growth Of Supragingiva Plaque Bacteria Masya, Resgita Nadila; Ulfah, Noer; Hadinoto, Maria Elisea Kiswantoro; Sugito, Bambang Hadi; Wahyudadi, Badai Septa; Setiawatie, Ernie Maduratna
Indonesian Journal of Dental Medicine Vol. 2 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Dental Medicine
Publisher : Faculty of Dental Medicine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijdm.v2i2.2019.41-44

Abstract

Background: Plaque can inhibit the antibacterial activity of salivary function, which can damage the periodontal tissue. Several preventive measures can be done to control plaque, mechanically or chemically. Mechanical plaque control in combination with chemical plaqie control such as toothpaste can reduce plaque. The role of SLS in toothpaste which can facilitate plaque detachment from the tooth surface. Herbal toothpaste has been developed using herbal ingredients that have antibacterial properties as black cumin (Nigella sativa). The contents of black cumin, thymoquinone, thymol, and tannins, have been proven to be effective in inhibiting the growth of plaque bacteria. Purpose: This study aims to identify the inhibitory ability of black cumin toothpaste extract containing detergent compared to black cumin extract toothpaste without detergent on the growth of supragingival plaque bacteria. Methods: This research method of diffusion of wells on BHIB media was conducted in four research groups namely negative control, cumin paste with SLS, non SLS cumin paste, and SLS and carried out bacterial planting on MHA media. Next measure the diameter of the inhibition zone around the well. Results: There was a significant difference in each group against the inhibitory growth of supragingival plaque bacteria on the Oneway ANOVA test results (p <0.05) Conclusion: Black cumin extract toothpaste containing 2% of detergent has better inhibition against supragingival plaque bacteria than non cumin detergent 3% black cumin toothpaste.
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN MISI NUSANTARA SURAKARTA Juliana Christyaningsih; Puspitadewi, Teresia Retna; Alberta, Lembunai Tat; Pengge, Nuning Marina; Siagian, Hotmaida; Mutiarawati, Diah Titik; Rahayuningsih, Christ Kartika; Kurniawan, Dedi; Lestari, Indah; Sumasto, Hery; Endarini, Lully Hani; Kiaonarni OW; Ira Puspita Sari; Evi Yunita N; Suliati; Darjati; Nur Hatijah; Khambali; Hadi Suryono; Demes Nurmayanti; Tatarini Ika Pipitcahyani; Astuti Setiyani; Siti Alfiah; Dina Isfentiani; Bambang Hadi Sugito; Retno Sasongkowati; Yusianti Silviani; N. S. Widodo
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.553

Abstract

Permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat adalah kaum marjinal yang terpinggirkan seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis, dan sebagainya. Salah satu upaya mengatasi masalah kaum marjinal yaitu dengan didirikan lembaga sosial berupa panti asuhan anak. Sejak masa pandemi, anak di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta jarang mendapat layanan kesehatan dan ada keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu panti asuhan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan penghuni dan pengelola Panti Asuhan Misi Nusantara di Surakarta. Metoda pelaksanaan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi Anak, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan pengelola panti asuhan serta pelatihan penanggulangan bencana. Hasil pemeriksaan Kesehatan pada penghuni dan pengelola panti didapatkan sebagian besar (52,6 persen) penghuni panti berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya berusia rata-rata 21-60 tahun, Sebagian besar (68,4 persen) tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, Sebagian besar (73,1 persen) berstatus gizi normal, hampir seluruhnya (94,4 persen) glukosa darah kurang dari 126 m/dL dan asam urat kurang dari 8 mg/dL. Secara umum keadaan warga panti asuhan dalam keadaan baik Social problems that often occur in society are abandoned children, street children, beggars, disabled people, neglected elderly, poor families, families with social problems, and so on. Children and poor people should have their human rights fulfilled by the State of Indonesia. However, in reality there are many children whose needs are not met, such as parents who are unable to provide for the child's needs or the child does not have parents. One effort to overcome this is to establish social institutions in the form of orphanages. Since the pandemic, children at the Mission Nusantara Surakarta Orphanage rarely receive health services and there is limited space for children to move. Theless than purpose of this community service is to assist the orphanage in monitoring the growth and development of residents and managers of the Mission Nusantara Orphanage in Surakarta. The implementation method is in the form of examinations on child growth and development, Counseling on Clean and Healthy Living, checking on the Nutritional Status of Children, counseling on how to brush their teeth properly, health checks for orphanage managers and training on disaster management. 6 percent) of the residents of the orphanage are male, almost half of them are aged 21-60 years, most (68.4 percent) have blood pressure less than 140/90 mmHg, most (73.1 percent) have normal nutritional status, almost all (94.4 percent) blood glucose less than 126 m/dL and uric acid less than 8 mg/dl. Similar activities are needed to see general body health and must be monitored periodically, so that the residents of the orphanage can find out their health status, especially now that they are still in a pandemic condition Covid-19
Co-Authors Abdi Imanullah Mahulauw Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Arief Iriansyah Putra Asri, Abil Astuti Setiyani Darjati Dedi Kurniawan Demes Nurmayanti Diyatama, Niko Arinda Putri Dzaldiri, Tabitha Zevanya Edi, Imam Sarwo Endang Purwaningsih Endang Purwaningsih Endarini, Lully Hani Ernie Maduratna Setiawatie Evi Yunita N Ginarsih, Yuni Hadi Suryono Hadinoto, Maria Elisea Kiswantoro Hendro Suharnowo Heru Santoso Wahito Nugroho Hikmatun Ariany Mabruroh Hilmi Yumni I Putu Suiraoka I.G.A Kusuma Astuti. N.P Ida Chairanna M IGA Kusuma Astuti NP Imam Sarwo Edie Indah Lestari, Indah Ira Puspita Sari Isfentiani, Dina Isnanto Isnanto Isnanto Joel Rey U. Acob Juliana Christyaningsih Khambali, Khambali Kiaonarni OW Kinzoku Nur Alif Larasati, Ratih Larasati, Ratiha Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat mardatillah, marifah asmaul Maria Devielda Kurnia Dewi Marjianto, Agus Masya, Resgita Nadila Minnatillah, Aula Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Najwa Maulida Manik Noer Ulfah Novia Putri Ranata Nur Hatijah Ossy Amalia Julfani Pengge, Nuning Marina Prasetyowati, Silvia Puspitadewi, Teresia Retna Rahayuningsih, Christ Kartika Ramadhani, Niken Arlintya Ratih Larasati Ratih Larasati Retno Sasongkowati Sanglar Polnok Sari Lutfiah Sari Luthfiyah Siagian, Hotmaida Sillehu, Sahrir Sindi Anggela sindi Siti Alfiah Siti Fitria Ulfah Sri Hidayati Sri Utami Suliati Sumasto, Hery Sunomo Hadi Suparji Suparji Vani, Adinia Septio Wahyudadi, Badai Septa Winarko, Winarko winarko, winarko Wiwin Martiningsih Yusianti Silviani