Claim Missing Document
Check
Articles

TRADITIONAL REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP NYERI DALAM PERSALINAN KALA I Ratmiati; Erni Dwi Widyana; Eny Sendra
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2021): JAKIYAH VOL 6 NO. 2 Desember 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v6i2.88

Abstract

Latar Belakang : Pusat Data Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia menjelaskan kejadian saat persalinan dengan hasil 15% Ibu mengalami komplikasi persalinan, 21% persalinan menyakitkan, 23% tidak memperoleh informasi tentang persiapan persalinan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan yaitu salah satunya metode non farmakologi yaitu kompres hangat. Dampak nyeri persalinan jika tidak diatasi akan meningkatkan aktivitas sistem saraf yang dapat dapat mengakibatkan perubahan tekanan darah, nadi, dan dapat menyebabkan gangguan kekuatan kontraksi uterus. Selain itu dapat menyebakan partus lama yang akan mengancam keselamatan ibu dan janin. Tujuan: Penelitian Mengidentifikasi tingkat intensitas nyeri persalinan kala I, teknik pemberian kompres hangat, dan pengaruh kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I. Metode : Traditional review. Jurnal/artikel berasal dari pencarian pada database Google Scholar dan IOSR, menggunakan kata kunci terkait, selanjutnya jurnal diseleksi menggunakan PICOS dan kriteria inklusi dan eksklusi. Kemudian jurnal dianalisis satu persatu dengan mencari kesamaan dan perbedaan jurnal lalu menarik kesimpulan. Hasil: 14 jurnal yang dilakukan review, nyeri yang dirasakan ibu berkurang dari nyeri sangat berat, nyeri berat, dan nyeri sedang. Setelah dilakukan kompres hangat dibagian punggung dan perut menjadi nyeri ringan dan nyeri sedang. Kesimpulan : Terdapat Penurunan intesitas nyeri setelah dilakukan kompres hangat menjadi nyeri sedang dan nyeri ringan. Kompres hangat diberikan sesuai SOP agar meningkatkan pelayanan. Selain itu perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang teknik pemberian seperti posisi ibu, area/tempat, dan suhu agar dapat memberikan manfaat secara maksimal. Serta melibatkan keluarga dalam pemberian kompres hangat.
PENDAMPINGAN IBU BALITA DENGAN IMPLEMENTASI DETEKSI STUNTING Eny Sendra; Ririn Indriani
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat November 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v6i1.3704

Abstract

ABSTRAKStunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Kurang gizi kronis  ditandai dengan tubuh pendek pada anak BALITA, terdapat juga faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Selain disebabkan oleh lingkungan, stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal.  Menurut Kemenkes, terdapat balita stunting 27,7 persen pada tahun 2019 dan menurun menjadi 24,4 persen pada tahun 2021. Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menunjang 10 kegiatan pemerintah dalam rangka menurunkan stunting. Berdasarkan data stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukorame, tim mendapatkan 5 anak BALITA stunting    tim pengabdian pada masyarakat Poltekkes Kemenkes Kampus IV Kediri, memberikan pendampingan kepada ibu yang memiliki BALITA stunting dengan implementasi deteksi stunting. Kegiatan pendampingan ibu balita diawali dengan antropometri terhadap anak BALITA dengan hasil wasted dan stunted. Kegiatan berikutnya adalah penyuluhan dan mempraktikkan pijat anti stunting kepada anak BALITA. Pijat anti stunting dilakukan minimal 3 kali sehari dalam waktu 5-10 menit secara rutin. Setelah 1 minggu didapatkan hasil dari 5 balita yang dilakukan pijat hanya 1 balita (20%) yang memberikan dampak lebih tenang dan bugar. Sedangkan 4 balita (80%) belum memberikan dampak yang signifikan.  Pada akhir kegiatan penabdian pada  masyarakat , ibu balita tetap diberikan motivasi untuk melanjutkan melakukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan, pijat anti stunting, memberikan nutrisi cukup, menerapkan pola asuh yang sesuai dan mengikuti kegiatan di posyandu secara rutin.  
THE EFFECTIVENESS OF HERBAL INGREDIENTS TO RELIEVE BREAST ENGORGEMENT : LITERATURE REVIEW YUSTINA DEWI ANGGRAINI; RAHAJENG SITI NUR RAHMAWATI; RIRIN INDRIANI; ENY SENDRA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i4.1674

Abstract

In Indonesia, the incidence of breast milk retention in postpartum mothers has increased to 10% -20% of the population of postpartum mothers. In Indonesia every year the number of breast milk sufferers in Indonesia is around 2.3 million of the total postpartum mothers. Postpartum mothers who experience breast engorgement can interfere with the breastfeeding process and if not treated immediately will result in mastitis and breast abscess. One way to deal with breast dams is by compressing herbal ingredients. The purpose of this study was to determine the effectiveness of herbal ingredients to treat breast dams. This research method is a literature study or search of previous journal articles and then adjusted to the inclusion and exclusion criteria. This study uses journal articles published in the last five years. The reviewed articles were obtained from the Google Scholar and Research Gate databases. The journal review technique uses Compare and Contrast, namely by looking for similarities and differences from the journals that have been found, then the researcher draws conclusions according to the researcher's specific goals. Results of 10 journal articles reviewed (5 cabbage compress articles, 3 aloe vera compress articles and 2 ginger compress articles). The results of the review show that there is an influence of herbal ingredients to overcome breast dams. Cabbage herbal ingredients are antibiotic, while aloe vera and ginger herbs contain active substances that are anti-inflammatory which can relieve pain and inflammation in the breasts. In conclusion, giving compresses with herbal ingredients is effective for dealing with breast dams. ABSTRAKDi Indonesia tingkat kejadian bendungan ASI pada ibu nifas naik menjadi 10%-20% dari populasi ibu nifas. Di Indonesia setiap tahun jumlah penderita bendungan ASI di Indonesia berkisar 2,3 juta dari total ibu nifas. Ibu nifas yang mengalami bendungan payudara dapat menganggu proses menyusui dan jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan mastitis dan abses payudara. Salah satu cara untuk mengatasi bendungan payudara adalah dengan kompres bahan herbal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas bahan herbal untuk mengatasi bendungan payudara. Metode penelitian ini merupakan penelitian studi literatur atau penelusuran artikel jurnal terdahulu kemudian disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan artikel jurnal publikasi lima tahun terakhir. Artikel yang direview diperoleh dari database Google Schoolar dan Research Gate. Teknik review jurnal menggunakan Compare dan Contrast yaitu dengan mencari suatu kesamaan dan perbedaan dari jurnal yang telah ditemukan kemudian peneliti menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan khusus peneliti. Hasil dari 10 artikel Jurnal yang di review (5 artikel kompres kubis, 3 artikel kompres lidah buaya dan 2 artikel kompres jahe). Hasil review menunjukkan terdapat pengaruh bahan herbal untuk mengatasi bendungan payudara. Bahan herbal kubis bersifat antibiotic, sedangkan herbal lidah buaya dan jahe mengandung zat aktif yang bersifat anti inflamasi yang dapat meredakan rasa nyeri dan peradangan pada payudara. Kesimpulan pemberian kompres dengan bahan herbal efektif untuk mengatasi bendungan payudara.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU USIA DI BAWAH 20 TAHUN UMU CHABIBAH HEMI RISTIANA; KISWATI KISWATI; ENY SENDRA; RIRIN INDRIANI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i4.1706

Abstract

The global rate of teenage pregnancy is still high, at 41/1000 women. In Indonesia, approximately 7% of women aged 15 - 19 have given birth or are currently pregnant with their first child. It has impact on the low rate (48,8%) of exclusive breastfeeding among mothers aged under 20 years. That is possibly related to several factors. The purpose of this research was to determine the factors associated with exclusive breastfeeding of mothers aged under 20 years. This research used a traditional review design to conducted a literature review which the literature is scientific articles, both national and international, that are relevant to the research topic. The articles were found using the keywords ("exclusive breastfeeding" AND ("adolescent mother" OR "teenage mother") in the PubMed and Google Scholar databases. Selected articles based on the PEOS framework and research criteria, then compared and contrasted for analysis. From analysis was found that 3 articles mention the lack knowledge of mothers, two of which are in line with the low rate of exclusive breastfeeding. Ten articles showed about family support with mostly supporting exclusive breastfeeding. Two out of 3 articles explained the lack of support from health workers for mothers and the other one did not provide support for exclusive breastfeeding. The results indicated that maternal knowledge, family support, and health workers support were related to exclusive breastfeeding among mothers aged under 20 years. Knowledge and support from families and health workers to mothers aged under 20 years contribute importantly in influencing exclusive breastfeeding. ABSTRAKSecara global, angka kehamilan pada usia remaja masih tinggi yaitu 41/1000 perempuan. Sekitar 7% perempuan usia 15-19 tahun di Indonesia sudah pernah melahirkan atau sedang hamil anak pertama. Hal tersebut berdampak pada praktik pemberian ASI eksklusif oleh ibu usia di bawah 20 tahun yang dinilai masih rendah yaitu sebesar 48,8% ibu yang memberikan ASI eksklusif. Kondisi tersebut diasumsikan berhubungan dengan beberapa faktor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu usia di bawah 20 tahun. Jenis penelitian ini yaitu studi literatur dengan desain traditional review dimana literatur yang di-review merupakan artikel ilmiah, baik nasional maupun internasional, yang sesuai dengan topik penelitian. Artikel diperoleh dari database PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan keywords (“exclusive breastfeeding” AND (“adolescent mother” OR “teenage mother”)). Penyeleksian artikel dilakukan sesuai dengan PEOS framework dan kriteria penelitian, kemudian dianalisis dengan cara compare dan contrast. Hasil analisis ditemukan sebanyak 3 artikel menyebutkan kurangnya pengetahuan ibu, dua di antaranya sejalan dengan rendahnya ASI eksklusif. Sepuluh artikel membahas mengenai dukungan keluarga dengan dukungan yang sebagian besar mendukung pemberian ASI eksklusif. Dua dari 3 artikel menjelaskan kurangnya dukungan tenaga kesehatan pada ibu dan satu lainnya tidak diberikannya dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian data yang diambil dari Oktober 2016 sampai Juni 2022 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu usia di bawah 20 tahun. Kesimpulan diperoleh bahwa pengetahuan dan dukungan dari keluarga serta tenaga kesehatan pada ibu usia di bawah 20 tahun berperan penting dalam mempengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif.
Hypothermia Intervention In Newborn With Early Breastfeeding Initiation Alfiyah Dwi Rahmawati; Eny Sendra; Triatmi Andri Yanuarini; Ririn Indriani
Indonesian Journal of Applied and Industrial Sciences (ESA) Vol. 2 No. 1 (2023): January, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.551 KB) | DOI: 10.55927/esa.v2i1.2786

Abstract

Hypothermia is a baby’a body temperature below normal. Low temperatures cause metabolic and physiological processes to occur more slowly. The purpose of this study was to determine interventions for newborns, with hypothermia.  Types and methods uses literature review. A search from the Google Scholar dabase for a number of registered journals and having a DOI (Digital Object Identifier) and ISSN (International Standard Serial Number). Journals were selected for the last 5 years (2015-2020), with the topic of newborn intervention with hypothermia. The analysis technique stars from the initial research year and gradually extends to the old year. Conclusion : hypothermia intervention in newborna with breastfeeding initiation for 1 hour can increase the newborn’s body temperature by 1-2°C. It si hoped that midwives will be able to provide delivery care for newborns with breastfeeding initiation in the first hour to prevent hypothermia.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) Reki Lintang Nastiti; Eny Sendra; Arika Indah Setyarini; Ira Titisari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 2 (2022): Mei 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i2.941

Abstract

Metode Operasi Wanita (MOW) merupakan metode kontrasepsi yang sangat efisien dan lebih efektif namun penggunaanya tergolong masih sangat rendah hanya sebesar 2,76% dari semua pengguna akseptor KB. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor pengetahuan, pendidikan dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MOW. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan desain traditional review. Pencarian artikel jurnal dilakukan dengan memerhatikan format PEOS. Pencarian dilakukan pada beberapa database Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan oleh peneliti. Seluruh jurnal artikel yang ditemukan diseleksi menggunakan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Dilakukan seleksi dan penilaian kualitas jurnal kemudian artikel dianalisis satu persatu untuk ditarik kesimpulan. Dari 11 artikel ilmiah yang telah dianalisis, pengetahuan, pendidikan, dan dukungan suami merupakan faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor pengetahuan. Terdapat hubungan pengetahuan dengan pemilihan MOW. Tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan pemilihan MOW. Terdapat hubungan dukungan suami dengan pemilihan MOW. Faktor pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan pemilihan MOW.
FAKTOR PENGETAHUAN DAN KETERSEDIAAN DENGAN PENGGUNAAN KONDOM DALAM PENCEGAHAN HIV AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKS Celine Natasya; Shinta Kristianti; Eny Sendra
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 12 No 1 (2023): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.03 KB) | DOI: 10.35328/kebidanan.v12i1.2233

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) infection is a spectrum of diseases that attack immune cells which includes primary infection, with or without acute syndrome, asymptomatic stage, to advanced stage. According to the risk group, FSW (Women Sex Worker) occupies a high risk group for HIV transmission. FSW knowledge about the benefits of condoms is one of the factors in using condoms, out of 77 FSWs, 41 (53.4%) have poor knowledge. Of the 33 FSWs who did not provide condoms, 15 (20.5%) used condoms and 18 (24.7%) did not. The general objective of this study was to explaining the relationship between knowledge and availability of condoms with condom use in an effort to prevent the transmission of HIV/AIDS in female sex workers based on a literature study.. This literature review research was used a systematic mapping study design with literature sources obtained from the Pubmed database, and Google Scholar. The literature collected by using PEOS was then selected to produce 10 articles that were screened and analyzed using the presentation of the results of a literature review. Based on the 10 articles analyzed, it produced a good knowledge factor that made FSW consistently use condoms during sexual intercourse. The factor of the availability of condoms in the localization makes it easier for FSWs to always use condoms in every sexual transaction with customers. There is a relationship between knowledge factors and condom availability factors with condom use in an effort to prevent HIV/AIDS transmission in FSW.
Effectiveness of Mindfulness Interventions on Neonatal Outcomes : A Systematic Review Faizatul Azimah; Finta Isti Kundarti; Eny Sendra
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 12 No 1 (2023): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v12i1.648

Abstract

Abstract Psychological stress during pregnancy is associated with negative birth outcomes, such as premature birth, low birth weight, gestational age at birth, indicators of breastfeeding, symptoms of postpartum depression, and can cause long-term defects in cognitive development. This study aims to determine the effectiveness of mindfulness interventions on neonatal outcomes through a systematic review. The method used in this study is a systematic review by searching articles through the Pubmed, ProQuest, Science Direct, Wiley Library, Sage Journal, and Cochrane Library databases with publication years January 2018 to January 2022. The results of the study obtained 6 articles that met the inclusion criteria, articles that discussed mindfulness on neonatal outcomes consisted of several countries, namely Canada, Egypt, the United States, San Francisco, Amsterdam, Netherlands. The use of mindfulness interventions for mothers with psychological distress suggests that mindfulness interventions are effective for improving labor outcomes and positive experiences during childbirth. From this study it can be concluded that mindfulness for the future can be used as a non-pharmacological intervention option to reduce psychological distress without risky side effects. Researchers suggest that further research is needed regarding the long-term effects after delivery and delivery outcomes.
PENDAMPINGAN IBU BALITA DENGAN IMPLEMENTASI DETEKSI STUNTING Eny Sendra; Ririn Indriani
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat November 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v6i1.3704

Abstract

ABSTRAKStunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Kurang gizi kronis  ditandai dengan tubuh pendek pada anak BALITA, terdapat juga faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Selain disebabkan oleh lingkungan, stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal.  Menurut Kemenkes, terdapat balita stunting 27,7 persen pada tahun 2019 dan menurun menjadi 24,4 persen pada tahun 2021. Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menunjang 10 kegiatan pemerintah dalam rangka menurunkan stunting. Berdasarkan data stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukorame, tim mendapatkan 5 anak BALITA stunting    tim pengabdian pada masyarakat Poltekkes Kemenkes Kampus IV Kediri, memberikan pendampingan kepada ibu yang memiliki BALITA stunting dengan implementasi deteksi stunting. Kegiatan pendampingan ibu balita diawali dengan antropometri terhadap anak BALITA dengan hasil wasted dan stunted. Kegiatan berikutnya adalah penyuluhan dan mempraktikkan pijat anti stunting kepada anak BALITA. Pijat anti stunting dilakukan minimal 3 kali sehari dalam waktu 5-10 menit secara rutin. Setelah 1 minggu didapatkan hasil dari 5 balita yang dilakukan pijat hanya 1 balita (20%) yang memberikan dampak lebih tenang dan bugar. Sedangkan 4 balita (80%) belum memberikan dampak yang signifikan.  Pada akhir kegiatan penabdian pada  masyarakat , ibu balita tetap diberikan motivasi untuk melanjutkan melakukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan, pijat anti stunting, memberikan nutrisi cukup, menerapkan pola asuh yang sesuai dan mengikuti kegiatan di posyandu secara rutin.  
PENANGANAN BALITA STUNTING PADA KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Indah Indah Rahmaningtyas; Eny Sendra; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Arika Indah Setyarini
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v6i1.1430

Abstract

Stunting is a chronic condition that describes stunted growth due to long-term malnutrition. The results of Basic Health Research in Indonesia in 2010 showed that the discovery of short toddlers by 35.6%, although the prevalence of undernutrition and malnutrition had decreased from 18.4% in 2007 to 17.9% in 2010. This percentage meant more than one-third of toddlers have lower height than the standard height of toddlers of their age. This study aims to determine the description of the family in handling stunting in their toddlers in the Sukorame Public Health Center Work Area in City of Kediri. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Participants in this study were a number of families with stunting toddlers as many as 6 participants. Data collection uses a process of in-depth interviews (in depth interviews), Focus Group Discussion (FGD) and observation of handling stunting by the family. The results showed that families with short toddlers (stunting), most of them have low education, middle-low socio economic status, and in specific nutrition interventions and families sensitive to stunting are still below health standards. Need attention from cooperation both the government with cross-sectoral activities and cross-programs and the community by increasing social sensitivity.
Co-Authors Afnani Toyibah Afrila Salsabila Aisyiyah, Suci Agnanni Alfiyah Dwi Rahmawati Amalia Afifi Anggita Retno Sari Antika, Antika Agus Antono, Sumy Dwi Ardi Panggayuh Ardinata, Syanofa Cardia Arefti, Vyola Chania Aris, Muhammad Asriningtias, Winahyu Winahyu Cahyani, Desy Dwi Celine Delvi Natasya Celine Natasya Clairine Maretha Martin Putra Damayanti, Adelia Rosa Defniwita Yuska Desy Dwi Cahyani Devira Natalia Dewi Indriani Dinasti Siswahyuning Dias Dwi Antono, Sumy Dwi Estuning Rahayu Dyah Nuril Hasanah ERNA RAHMA YANI Erni Dwi Widyana FIRDAYANTI, IVA Frida Indah Rahmaningrum Gama Bagus Kuntoadi Hardianti, Andi Hariyadi, Pipit Haryadi, Pipit Herdita Dwi Mulyani Indah Rahmaningtyas Indah Rahmaningtyas Indah Rahmaningtyas Indrani, Ririn Indriani, Ririn Ira Titisari Irawan, Irlina Raswanti Jalilah, Nurul Hidayatun Jenice Sanaky, Marisca Karlina, Nonok Kartadarma, Supriyatni Khafifa Luthfia Kiswati Koekoeh Hardjito Kundarti, Finta Isti Kusumawardani, Emi Lidya Putri Kartika Dewi Lubis, Astri Yulia Sari M. Nur Dewi Kartikasari Masfufah Masfufah, Masfufah Mashadi, Ali Mega Yulia Mika Mediawati Mika Mediawati Mulyani, Herdita Dwi Mustika Putri Fadelika Noorma, Nilam Novika, Revi Gama Hatta Nugraheni, Hermita Nurani, Calista Baby Anggun Oktavia, Liana Devi Pratamamningtyas, Susanti Pratamaninngtyas, Susanti Pridinia Ramadhanti Rahajeng Siti Nur Rahmawati Rahmadani, Risna Ayu Rahmasari, Salisa Putri Rahmatiningtyas, Indah Ratih Novitasari Ratmiati Reki Lintang Nastiti Ridiana, Ulfiya May Ririn Indriani Ririn Indriani Ririn Indriani Ririn Indriani rofiqoh rofiqoh Rurik Rosa Apriliana Salwantomo, Lumastari Ajeng Wijayanti Sembiring, Rinawati Setyarini, Arika Indah Shinta Kristianti Shinta Kristianti Silfiana, Andi SULISTIYANI SULISTIYANI Sumy Dwi Antono Susanti Pratamaningtyas Susanti Susanti Suwoyo, Suwoyo Tanti Dwi Pujaningsih Tanto Hariyanto Tri Harjati Triatmi Andri Yanuarini Triatmi Andri Yanuarini Triswanti, Triswanti Tutik Setyowati, Tutik UMU CHABIBAH HEMI RISTIANA Wakano, Abuzar Wijayanti , Lumastri Ajeng Wijayanti, Lumastari Ajeng Wulandari, Ikrawanty Ayu YUSTINA DEWI ANGGRAINI