Claim Missing Document
Check
Articles

KINERJA KARYAWAN BERBASIS KOMPETENSI DENGAN MEDIASI KEPUASAN KERJA PADA INDUSTRI FASHION MUSLIM Bisma Ekalayang Ichanudin; Rohimat Nurhasan; Wufron
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 12 No. 3 (2025): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Pelayanan Publ
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v12i3.1884

Abstract

This study aimed to examine the effect of competence on employee performance, with job satisfaction as an intervening variable in the garut fashion muslim industry. The approaches used are quantitative with the type of causality research. The data analysis method used is Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Square (PLS) approach. Data collection was carried out through literature studies and distributing questionnaires involving 78 employees with saturated sampling techniques. The research findings indicate that competence directly and significantly affects work satisfaction and employee performance. In addition, work satisfaction contributes positively and significantly to performance. Work satisfaction proved to be able to function as an intervening variable in the relationship between competence and performance. This means that the high competence possessed by employees will play a role in improving work performance and tend to be more confident in performing their duties, so there is a tendency for them to feel satisfied at work. Meanwhile, the fulfilment of work satisfaction, not only can directly affect the resulting performance, but also has an essential role in connecting the relationship between competence and performance.
Impulse Buying dalam Perspektif Ritel Modern: Sebuah Analisis Empiris terhadap Price Discount dan In-Store Display Hermina, Tinneke; Kurniawan, Deri Alan; Fauziah, Hanifah; Wufron, Wufron; Sundapa, Deden
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 4 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v14i4.2786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran potongan harga, penataan produk di dalam toko (in-store display), dan minat pembelian impulsif, serta menganalisis pengaruh potongan harga dan in-store display terhadap minat pembelian impulsif di Alfamart Cabang Ciledug 1 Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk menggambarkan kondisi variabel, serta metode asosiatif kausal untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, responden memberikan tanggapan positif terhadap potongan harga, penataan produk dalam toko, dan minat pembelian impulsif. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi promosi dan penawaran harga yang diberikan oleh Alfamart mampu meningkatkan minat pembelian secara impulsif. Namun, berdasarkan hasil pengujian hipotesis, potongan harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat pembelian impulsif. Sebaliknya, in-store display berpengaruh signifikan, dan secara simultan potongan harga dan in-store display berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian impulsif di Alfamart Cabang Ciledug 1 Garut.
Analisis Penerimaan Aplikasi Sistem Bimbingan Online (SIBIMO) Melalui Technology Acceptance Model (TAM) Cupiadi, Hedi; Wufron , Wufron
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 4 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v14i4.2788

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis penerimaan aplikasi Sistem Bimbingan Online (SIBIMO) oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi pada Universitas di Kabupaten Garut berdasarkan lima konstruk dalam Technology Acceptance Model (TAM), yaitu Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Use, Behavioral Intention to Use, dan Actual Use. Penelititan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif, dengan teknik pengolahan dan analisis data serta pengujian hipotesis menggunakan PLS-SEM. Populasi penelitian merupakan pengguna aktif SIBIMO sebanyak 68 orang dengan teknik sampling jenuh (sensus) yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk berada pada kategori baik, melalui pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa Perceived Ease of Use berpengaruh positif terhadap Perceived Usefulness dan AttitudeToward Use, sementara Perceived Usefulness memengaruhi secara positif Attitude Toward Use. Selanjutnya, Attitude Toward Use berpengaruh positif terhadap Behavioral Intentionto Use, dan Behavioral Intention to Use berpengaruh positif terhadap Actual Use. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa aplikasi SIBIMO telah diterima dengan baik dan berpotensi di kembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari sistem bimbingan akademik digital.
Meningkatkan Keputusan Pembelian Melalui Atmosphere Scape dan Analisis Gaya Hidup Konsumen di Kopi Shop Kabupaten Garut Nurhasan, Rohimat; Wufron, Wuron; Syarif Munawi, Ahmad; Sabilulmumin, Riyad
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 4 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v14i4.2789

Abstract

Suasana lingkungan kafe penting untuk diperhatikan agar memiliki daya tarik konsumen sehingga memutuskan untuk memilih kafe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran atmosphere scape terhadap keputusan pembelian konsumen yang dipengaruhi oleh gaya hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan causalitas untuk mencari pengaruh antar variabel. Data diperoleh dari 100 orang responden konsumen kafe di Kabupaten Garut. Skala likert gradasi 1-5 digunakan untuk mengukur pendapat, kemuadian diolah uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan bantuan aplikasi PLS-SEM versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif Gaya hidup terhadap keputusan pembelian, dan atmosphere scape memediasi pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian. Artinya bahwa keputusan pembelian bisa semakin meningkat dengan adanya atmosphere scape yang dikelola dengan baik oleh sebuah kopi shop. Keputusan pembelian dapat meningkat melalui atmosphere scape yang dikelola dengan baik oleh kopi shop. Pemilik kafe dapat mengoptimalkan desain interior, pencahayaan, dan tata letak untuk meningkatkan daya tarik konsumen sesuai dengan segmen gaya hidup target.
Perceived Ease of Use terhadap Kepuasan Pengguna Layanan Fintech Melalui Perceived Usefulness Wufron, Wufron; Susilawati, Wati; Nurhasan, Rohimat; Hermina, Tinneke
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 4 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v14i4.2790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana persepsi terhadap kemudahan dalam menggunakan layanan (Perceived Ease of Use) dapat memengaruhi tingkat kepuasan pengguna dalam konteks pemanfaatan teknologi keuangan (financial technology). Dalam analisis ini, variabel persepsi terhadap kegunaan layanan (Perceived Usefulness) diposisikan sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara kemudahan penggunaan dan kepuasan pengguna. Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Garut, Indonesia, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi mediasi, yang digunakan untuk menelusuri hubungan langsung maupun tidak langsung di antara variabel-variabel yang diteliti. Populasi yang menjadi sasaran dalam studi ini terdiri dari individu-individu yang telah memiliki pengalaman dalam menggunakan berbagai jenis layanan teknologi keuangan di daerah tersebut. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan dalam penggunaan berkontribusi secara signifikan dan positif terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, kemudahan penggunaan juga terbukti berdampak positif terhadap persepsi manfaat yang dirasakan oleh pengguna. Persepsi manfaat itu sendiri terbukti secara signifikan berkaitan dengan peningkatan kepuasan pengguna terhadap layanan financial technology. Lebih lanjut, persepsi manfaat berperan sebagai mediator yang efektif dalam menjelaskan hubungan antara kemudahan penggunaan dan kepuasan pengguna. Kontribusi orisinal dari studi ini terletak pada ruang lingkup pengujiannya, yang tidak hanya terbatas pada satu jenis aplikasi financial technology, tetapi juga mencakup berbagai jenis layanan yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Garut, serta menggambarkan pengaruh langsung maupun tidak langsung dari kedua variabel independen terhadap kepuasan pengguna.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA INDUSTRI GARMENT Nuroni, Rizqia Zahira; Nurhasan, Rohimat; Wufron, Wufron
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6263

Abstract

Dalam lingkungan kerja yang kompetitif dan penuh tekanan, terutama di sektor industri garmen, dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi performa karyawan. Karyawan borongan, yang sering menghadapi ketidakpastian kerja dan tuntutan target tinggi, sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kinerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap kinerja karyawan yang di mediasi oleh kepercayaan diri. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan 97 karyawan borongan pada industri garment. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan Skala Likert serta dianalisis menggunakan teknik PLS-SEM. Hasil penelitian ini mengungkapkan dukungan sosial terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan baik secara langsung terhadap kinerja maupun tidak langsung melalui kepercayaan diri sebagai mediator, sedangkan kepercayaan diri sendiri juga menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Pada temuan ini, kinerja karyawan borongan dapat dicapai secara lebih optimal jika organisasi dan lingkungan sekitar tidak hanya menyediakan dukungan sosial, tetapi juga secara aktif mendorong tumbuhnya kepercayaan diri sebagai fondasi psikologis yang memperkuat kualitas kerja.
FAKTOR DETERMINAN PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA GEN Z : LITERASI KEUANGAN, E-WALLET, ADVERTISING EXPOSURE DAN SELF-CONTROL Jaman, Mohamad Badru; Kusmiati, Eti; Wufron, Wufron
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, penggunaan e-wallet, dan paparan iklan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Generasi Z, dengan self-control sebagai variabel mediasi. Studi ini didasari oleh model Stimulus–Organism–Response (SOR), yang memandang perilaku konsumtif sebagai respons dari stimulus eksternal yang dimediasi oleh faktor psikologis internal. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel terdiri dari 210 mahasiswa aktif di Kabupaten Garut yang telah menggunakan e-wallet dan media sosial secara intensif selama 12 bulan terakhir. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin yang mencakup lima konstruk utama: literasi keuangan, penggunaan e-wallet, advertising exposure, self-control, dan perilaku konsumtif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap self-control, dan self-control berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku konsumtif. Mediasi self-control juga terbukti signifikan dalam hubungan antara literasi keuangan dan perilaku konsumtif. Sebaliknya, penggunaan e-wallet dan paparan iklan tidak menunjukkan pengaruh signifikan baik terhadap self-control maupun perilaku konsumtif secara langsung maupun tidak langsung. Temuan ini menekankan pentingnya aspek internal mahasiswa, khususnya self-control, dalam mengelola dorongan konsumtif di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi institusi pendidikan dalam merancang program literasi keuangan berbasis kontrol diri serta bagi industri digital untuk mempertimbangkan pendekatan etis dalam strategi pemasaran. Kata kunci: Literasi keuangan, e-wallet, Advertising Exposure, self control, perilaku konsumtif.
ANALISIS DIMENSI KOMPETENSI KEPALA DESA DALAM MEMBANGUN DESA Jatmika, Bisma; Pundenswari, Pupung; Wufron, Wufron
Jurnal Aplikasi Manajemen & Kewirausahaan MASSARO Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Aplikasi Manajemen & Kewirausahaan MASSARO
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat ITB Nobel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37476/massaro.v7i2.5314

Abstract

Kompetensi kepala desa belum banyak diteliti dibandingkan dengan aparatur pemerintah desa, padahal kepala desa adalah pimpinan di dalam pemerintahan desa yang menentukan keberhasilan pembangunan desa dan pencapaian target-target di dalam RPJMDes. Penelitian ini menyusun dimensi-dimensi kompetensi kepala desa berdasarkan hasil kajian literatur. Hasilnya adalah empat dimensi kompetensi kepala desa yang terdiri dari kompetensi teknis dan non-teknis. Keempat dimensi tersebut adalah: kemampuan teknis dalam pelaksanaan tahap pembangunan desa, kemampuan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak-pihak lainnya, kemampuan meningkatkan partisipasi masyarakat, dan kepemimpinan. Keempat dimensi ini dapat dikembangkan di dalam penelitian selanjutnya dalam konteks kompetensi kepala desa dan keberhasilan pembangunan desa. Secara praktis dimensi-dimensi ini dapat menjadi input bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun program-program peningkatan kompetensi kepala desa dan kaderisasi calon kepala desa.
Analisis Sentimen Coretax: Perbandingan Pelabelan Data Manual, Transformers-Based, dan Lexicon-Based pada Performa IndoBERT: Sentiment Analysis of Coretax: A Comparison of Manual, Transformers-Based, and Lexicon-Based Data Labeling on IndoBERT Performance Rizkia, Agnia Suci; Wufron, Wufron; Roji, Fikri Fahru
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 5 No. 3 (2025): MALCOM July 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v5i3.2151

Abstract

Analisis sentimen terhadap opini publik di media sosial menjadi tantangan signifikan karena kompleksitas bahasa informal dan volume data yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lima pendekatan pelabelan data manual, IndoBERT , IndoBERT weet, RoBERTa , dan InSet Lexicon terhadap performa model Indonesian Bidirectional Encoder Representations from Transformers (IndoBERT) dalam klasifikasi sentimen terkait isu Coretax. Sebanyak 8.035 tweet dikumpulkan, diproses, dan dilabeli menggunakan masing-masing pendekatan. Dataset hasil pelabelan kemudian digunakan untuk melatih ulang model IndoBERT, yang dievaluasi menggunakan metrik akurasi, F1-score, confusion matrix, dan kurva Receiver Operating Characteristic-Area Under the Curve (ROC-AUC). Hasil menunjukkan bahwa pelabelan otomatis menggunakan Indonesian Bidirectional Encoder Representations from Transformers for Tweet (IndoBERTweet) menghasilkan metrik tertinggi F1-Score (0,9802), tetapi mengalami dominasi kelas netral yang menunjukkan overfitting. Pelabelan manual menghasilkan distribusi kelas yang lebih merata meskipun dengan metrik lebih rendah F1-Score (0,8684), sedangkan Robustly Optimized BERT Pretraining Approach (RoBERTa) menunjukkan keseimbangan terbaik antara performa metrik dan distribusi label. InSet Lexicon dan IndoBERT menunjukkan kecenderungan bias terhadap kelas tertentu. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pelabelan tidak hanya ditentukan oleh skor metrik, tetapi juga oleh distribusi kelas yang seimbang untuk menghasilkan model yang adil dan dapat digeneralisasi.
The Influence of Price Perception, Product Quality, and Café Atmosphere on Purchase Decisions at Teman Kami Space Mubarok, Syachrul; Soviyan Munawar; Wufron, Wufron
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 5 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/9w4spa74

Abstract

The café industry in Indonesia is experiencing significant growth in line with changes in consumer behavior, especially young people who not only visit cafes to enjoy food and drinks, but also to work, socialize, and enjoy a comfortable atmosphere. This phenomenon creates a challenge for café business actors to not only focus on product quality and price, but also on creating an attractive atmosphere. Teman Kami Space, which is located in the coastal area of Karangpapak Beach, Garut, is a modern-classic concept café with an open feel that takes advantage of the beach view, but it is not empirically known what factors are the most dominant influencing consumers' purchasing decisions. This study aims to find out how much the effect and contribution of price perception, product quality, and café atmosphere in influencing consumer purchase decisions at Teman Kami Space cafes. The quantitative research used in this study is multiple linear regression analysis. To collect information, questionnaires were distributed to one hundred respondents who were selected by purposive sampling or price perception. The results showed that consumers' views on price and product quality did not have a significant effect on purchase decisions, while the variables of café atmosphere had a positive and significant influence. These findings indicate that consumers prioritize the comfort and atmosphere of the café or café atmosphere over price factors and product quality in making purchase decisions. Therefore, café management is advised to continue to optimize the atmosphere of the café by improving comfort, interior design, and service so that consumers are encouraged to linger and increase the possibility of making a purchase.