Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIKA

APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN, SITOKININ DAN GIBERELIN PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Fatimah Nursandi; Untung Santoso; Ishartati Erny; Alfia Pertiwi
Agrika Vol 16, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i1.3640

Abstract

ABSTRAKProduktivitas bawang merah Indonesia 9.43 ton/ha/tahun tergolong rendah menempati urutan 115 di dunia dan urutan 34 di Asia. Zat pengatur tumbuh telah digunakan pada tanaman bawang untuk meningkatkan produktivitas. Zat pengatur tumbuh biasanya digunakan secara tunggal. Pada penelitian ini aplikasi ZPT dilakukan saat pratanam menggunakan prokar dan pasca tanam menggunakan pronas.  Prokar mengandung deltametrin, natrium para-nitrofenol, natrium orto-nitrofenol, natrium 5-nitroguaiakol, naphthalene acetic acid, ositetrasiklin sedangkan pronas mengandung thidiazuron, benzil amino purin, giberelin. Tujuan penelitian adalah mempelajari respon tanaman bawang merah Varietas Batu Hijau dengan perlakuan ZPT prokar pada saat pratanam dan ZPT pronas pada saat pasca tanam.  Hasil penelitian menunjukkan perendaman umbi bawang merah dengan ZPT prokar dengan konsentrasi 10 ml/l selama 30 menit dan aplikasi ZPT pronas satu kali pada umur 30 HST dengan konsentrasi 10 ml/l, aplikasi pronas 2 kali umur 20 dan 30 hari setelah tanam (HST) dengan konsentrasi 5 ml/l dan konsentrasi 10 ml/l dapat meningkatkan  jumlah akar, bobot basah total/rumpun dan bobot basah umbi/rumpun.   ABSTRACTThe productivity of Indonesian shallots at 9.43 tons/ha/year is low, ranking 115th in the world and 34th in Asia. Growth regulators have been used in shallot plants to increase productivity. Plant growth regulators (PGRs) are usually used alone. In this study, the PGRs application was carried out during pre-planting using Prokar and post-planting using pronas. Prokar contains eltamethrin, sodium para-nitrophenol, sodium ortho-nitrophenol, sodium 5-nitroguaiakol, naphthalene acetic acid, oxytetracycline while pronas contains thidiazuron, benzyl amino purine, gibberellin. The aim of the study was to study the response of the Batu Hijau Variety of shallots to the treatment of PGR prokar at pre-planting time and PGR pronas at post-planting time. The results showed that the soaking of shallot bulbs with PGR prokar at a concentration of 10 ml/l for 30 minutes and application of PGR pronas once at the age of 30 days after planting (DAP) with a concentration of 10 ml/l, the application of pronas twice at the age of 20 and 30 DAP with a concentration of 5 ml/l. and a concentration of 10 ml/l can increase the number of roots, total fresh weight/clump and tuber fresh weight/clump. Keywords:  Allium cepa, auksin, shallot, gibberellin, cytokinin
RESPON STEK PU CUK AGLAONEMA SNOW WHITE DENGAN PERLAKUAN MEDIA TANAM DAN PERENDAMAN ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN Fatimah Nursandi; Fadiyah Azzam Bauzir; Machmudi Machmudi; Muhidin Muhidin; Erfan Dani Septia; Untung Santoso
Agrika Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i1.4628

Abstract

Komposisi media tanam pada stek tanaman hias aglaonema sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan stek. Media tanam yang dipakai untuk tanaman ekspor biasanya hanya menggunakan serbuk sabut kelapa (cocopeat), sementara media untuk tanaman pot aglaonema menggunakan campuran sekam, pupuk kendang dan tanah. Selain komposisi media,tanam, pemakaian zat pengatur tumbuh (ZPT) perangsang akar juga sering digunakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kombinasi konsentrasi-lama perendaman ZPT terhadap pertumbuhan stek pucuk tanaman aglaonema snow white. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial (RAK). Faktor pertama yaitu komposisi media tanam dan faktor kedua adalah kombinasi konsentrasi ZPT dan lama perendaman. Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam yang berbeda yaitu M1 (pukan+cocopeat+tanah+sekam+arang sekam) dan M2 (cocopeat+arang sekam) tidak menunjukkan perbedaan terhadap peubah stek berakar, jumlah dan panjang akar, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah dan luas daun serta bobot basah tanaman. Konsentrasi ZPT dan lama perendaman hanya menunjukkan perbedaan pada peubah panjang akar yaitu perlakuan K1 (air perendaman 30 menit), K3 (rootone-F 0,5 g/l perendaman 60 menit) dan K5 (prokar10 ml/l perendaman 30 menit) mempunyai akar lebih panjang dibandingkan perlakuan lainnya. Peningkatan bobot basah tanaman umur 45 HST dan 90 HST pada perlakuan K4 (prokar 10 ml/l perendaman 15 menit) dan K5 (prokar10 ml/l  perendaman 30 menit) adalah sebesar 3,71 g dan 4,04 g lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu hanya 0,03-0,83 g. The composition of the planting medium on aglaonema ornamental plant cuttings greatly determines the success of the growth of cuttings. The planting medium used for export crops usually only uses coconut husk powder (cocopeat), while the media for potted aglaonema plants uses a mixture of husks, manure and soil. In addition to the composition of the planting media, the use of root-stimulating growth regulators (GR) is also often used. The aim of the study was to determine the effect of growing media and the combination of concentration-time of soaking GR on the growth of shoot cuttings of Aglaonema snow white. The experimental design used was a factorial randomized block design (RBD). The first factor is the composition of the planting medium and the second factor is the combination of ZPT concentration and soaking time. The results showed that the composition of the different planting media, namely M1 (manure + cocopeat + soil + husk + husk charcoal) and M2 (cocopeat + husk charcoal) showed no difference in the variables of rooted cuttings, number and length of roots, plant height, stem diameter, number of and leaf area and plant wet weight. ZPT concentration and soaking time only showed differences in root length variables, namely treatments K1 (water soaking 30 minutes), K3 (rootone-F 0.5 g/l soaking 60 minutes) and K5 (prokar 10 ml/l soaking 30 minutes) had roots longer than other treatments. The increase in fresh weight of plants aged 45 DAP and 90 HST in treatment K4 (10 ml/l soaking 15 minutes) and K5 (10 ml/l soaking 30 minutes) was 3.71 g and 4.04 g higher than the other treatments i.e. only 0.03-0.83 g.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad, Fariz Agus Eko Purnomo Agus Zainudin Ahmad Rosadi Akhmad Gazali Akhmad Rizal Oktafian Akhmad Rizali Alfia Pertiwi Ananda, Sinta Margareta Aniek Iriany Anshary, Muhammad Saifuddin Berutu, Yenni Dewi Kania, Dewi Dyah Roeswitawati Erfan Dani Septia Erny Ishartati Fadiyah Azzam Bauzir Farizal, Itbah Fatimah Nursandi Fauziyah Fauziyah Fitri Fitri Hasanah, Faridlotul Heiriyani, Tuti Helmina Wati Henik Sukorini Ibrahim Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilmam Zulfahmi Imam Nugraha, Muhammad Iqbal Maulana Zulfan Joko Purnomo Jumar Jumar Kamiliah Wilda Khairunnisa, Azra Jannati Komalasari, Noor Kusriningrum Rochiman S. Luki Anjardiani Machmudi Machmudi Machmudi Machmudi Machmudi Machmudi Machmudi, Machmudi Mariana Mariana Masyhudah Rosni Mislawati, Mislawati MP Editor, Ir. Dian Indratmi, MP Muhammad Imam Nugraha Muhidin Muhidin Nanda, Tiya Dwi Nina Budiwati Nol Hakim, Lukman Noni Septiana Norhaliza, Siti Norwinda, Norwinda Nugroho, Agung Nurin Nisa Farah Diena Nurlita, Saskia Pangestika, Padhina Pinarci Handes Saputra Pradana, Adiatma Putra Prihandini, Yustin Ari Putra, Wira Megantara Putri Ayu Lestari Rahman Sidik, Rifqi Rahmawati, Puspita Sari Dewi Rahmi Muthia Ramadani, Qudsi Rasidi Azis Ronny Hakim, Muhammad RR. Ella Evrita Hestiandari Santoso, Kris Budi Saputra, Riza Adrianoor Sari, Noorkomala Septiana, Noni Setiyanur, Aris Syarbini, Muhammad Syarif Husen Toni Suryanto Vina Amelia, Vina Vina Salviana Darvina Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Wahdah, Rabiatul Wahono wahono Wahono Wahono Widyastuti, Maulinda Y.Sri Wulan Manohara Yustin Ari Prihandini