Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR RANGKA BATANG 2D DENGAN METODE MATRIKS KEKAKUAN MENGGUNAKAN APLIKASI PTC MATHCAD DAN ANALISIS SAP2000 Muhammad yazid; Rizki Ramadhan Husaini; Sukri Sukri; Deri Islami; Teddy Julio Gunawan; Muhammad Defri Wahyudi
Racic : Rab Construction Research Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.3813

Abstract

The analysis of a 2-dimensional truss structure (plane truss) can be done using the matrix method with the stiffness matrix formula to obtain the internal forces that occur. The stiffness matrix method can be easily described with the PTC Mathcad application. With this PTC Mathcad application, the stages in the matrix method analysis can be clearly seen, starting from the stages of the matrix method, namely creating a truss model, creating a local stiffness matrix, creating a transformation matrix, creating a global stiffness matrix, compiling a structural stiffness matrix, stacking partitions and re-arrangement of structural stiffness matrices, calculating displacement in local and global coordinates, calculating the forces in each rod and calculating the reaction force of the platform. The purpose of this research is to create a simple program using the PTC Mathcad programming language to analyze the 2-dimensional truss and compare the results of the simple programming with the results of the SAP2000 analysis. The comparison results obtained on the joint displacement / displacement value and the bar force value between the PTC Mathcad application and SAP2000 obtained an average result below 2%. For the analysis of the reaction to the pedestal, the analysis using PTC Mathcad is the same as the SAP2000 analysis for the vertical reaction and for the horizontal direction, the SAP2000 application gets the result of 1.25x10-13 while in PTC Mathcad there is none.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI WILAYAH PESISIR PROVINSI RIAU MENGGUNAKAN DATA SATELIT Rizki Ramadhan Husaini; Muhammad Yazid; Husni Mubarak; Tri Ramadani; Muhammad Hanif Ahda; Muhammad Fajar Anugrah
Racic : Rab Construction Research Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.4045

Abstract

Provinsi Riau memiliki wilayah garis pantai yang diperkirakan mencapai 2.713 kilometer. Perubahan garis pantai di wilayah pesisir Provinsi Riau terjadi di sepanjang garis pantai yang ada saat ini. Perubahan ini berdampak pada zona kawasan perbatasan negara serta penurunan kualitas hidup masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui jarak dan laju perubahan garis pantai, serta perubahan maksimum abrasi dan akresinya. Perhitungan perubahan garis pantai menggunakan data satelit yang diolah melalui aplikasi Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan metode statistik Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) serta pembahasan dari aspek tutupan lahan, arah angin, jenis tanah dan statistik 10 tahun kedepan dengan mengambil waktu penelitian di tahun 2013, 2017 dan 2021. Luas Abrasi tertinggi terjadi di Kecamatan Rangsang sebesar 1760,04 ha dengan laju 25,82 m/tahun sedangkan luas akresi tertinggi terjadi di Kecamatan Sinaboi sebesar 2195,55 ha dengan laju 87,24 m/tahun
STRATEGI TEKNIS PENANGANAN LALU LINTAS (STUDI KASUS KAWASAN PELABUHAN MENGKAPAN) Frans Deddy Arisandy; Rizki Ramadhan Husaini
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4152

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kawasan pelabuhan mengkapan di Kabupaten Siak, khususnya pada Jalan Raya Lintas Sumatera. Selama hari libur, Verhicle/Capacity (V/C) Ratio di ruas jalan tersebut mencapai 0,631. Hal ini disebabkan oleh kendala parkir kendaraan di badan jalan, menghambat keluar-masuknya kendaraan dari Pelabuhan dan menyebabkan kemacetan pada jam sibuk antara pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Kecepatan ruas jalan menurun hingga 30 km/jam, menghasilkan antrian dan kemacetan yang mencapai ruas jalan lintas sumatera, jalur utama kawasan pelabuhan mengkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi pelayanan lalu lintas di Jalan Raya Lintas Sumatera dan jalan akses pelabuhan. Melalui penggunaan software VISSIM dan berdasarkan pada perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), analisis dilakukan terhadap kinerja simpang, kecepatan ruas, tundaan kendaraan, dan volume lalu lintas di kawasan pelabuhan mengkapan. Hasil analisis ini menjadi dasar untuk merekomendasikan strategi manajemen rekayasa lalu lintas guna meningkatkan pelayanan di ruas jalan lintas sumatera dan akses pelabuhan. Implikasi temuan ini dijadikan acuan untuk penyusunan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kinerja sistem transportasi di kawasan tersebut.
Identifikasi Kondisi Daerah Resapan Air Berbasis SIG (Studi Kasus di Kabupaten Bengkalis) Rizki Ramadhan Husaini; Muhammad Yazid; Muhammad Al Amin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 1 No. 2 (2022): VOL 1 NO 2 (NOVEMBER 2022)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1996.266 KB) | DOI: 10.56208/jtrs.v1.i2.hal58-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi daerah resapan air dan menyampaikan solusi alternatif pada kondisi resapan air existing yang mengarah pada tren negatif. Melalui metode analisis overlay parameter-parameter penentu berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No: P.32/MENHUT-II/2009 yaitu jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng, penggunaan lahan, serta citra satellite untuk melihat kenampakan existing dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan kondisi daerah resapan air Kabupaten Bengkalis terdapat dalam empat klasifikasi, yaitu kondisi Baik 85,34% didominasi lahan perkebunan dengan tanaman berkayu keras, Normal Alami 8,75% didominasi lahan semak dan belukar, Mulai Kritis 5,21% dan Agak Kritis 0,70% didominasi oleh bangunan permukiman/campuran. Kondisi daerah resapan air Agak Kritis terluas berada pada Kecamatan Bantan 4,43%, kondisi daerah resapan air Mulai Kritis terluas berada pada Kecamatan Mandau 18,06%. Adapun solusi alternatif yang bisa diterapkan pada daerah Kabupaten Bengkalis dengan kondisi resapan air Agak Kritis dan Mulai Kritis seperti pengaturan kawasan/zona perhatian khusus dengan ketentuan: pemberian disinsentif pembangunan konstruksi bertingkat pada kawasan mulai kritis, pajak yang lebih tinggi, penerapan prinsip zero delta Q Policy, tingkat kerapatan bangunan rendah atau KDB dan KLB yang lebih luas, menggunakan material yang memiliki daya serap air tinggi.
Penggunaan Limbah Plastik Polypropylene sebagai Substitusi Semen pada Paving Block Yazid, Muhammad; Rizki Ramadhan Husaini; Gefry
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 2 No. 1 (2023): VOL 2 NO 1 (JULI 2023)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56208/jtrs.v2.i1.hal34-38

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun semakin tinggi, sehingga akan mengakibatkan meningkatnya jumlah sampah di masyarakat, terutama sampah plastik. Salah satu jenis sampah plastik yang ada adalah polypropylene (PP), Jenis plastik ini ada pada sedotan minuman, aqua gelas, garpu plastik dan sendok plastik. Pada penelitian ini, sampah plastik polypropylene ini diolah kembali menjadi bahan pengganti semen pada pembuatan paving block. Fungsi plastik polypropylene pada paving block ini adalah sebagai bahan perekat dan mengisi pori-pori paving block. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan optimum pada paving block. Untuk variasi benda uji yang digunakan adalah 40% Polypropylene : 60% Pasir, 30% Polypropylene : 70% Pasir, dan 20% Poypropylene : 80% Pasir dengan masing-masing 3 sampel. Setelah dilakukan pengujian kuat tekan, nilai kuat tekan optimum didapat pada variasi 40% Polypropylene : 60% Pasir dengan nilai kuat tekan 12,85 MPa. Nilai ini termasuk kedalam mutu C yang dapat digunakan untuk pejalan kaki berdasarkan SNI 03-0691, (1996).
Efektivitas Sabut Kelapa dan Semen Portland Sebagai Filler Pada Campuran Aspal AC-WC Tisnawan, Rahmat; Ramadhan Husaini, Rizki; Juli Handa, Egi
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.245

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang kebutuhannya di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan. Konstruksi jalan merupakan suatu struktur yang menerima beban lalu lintas, sehingga lapisan perkerasan tersebut diharapkan mempunyai struktur perkerasan yang kokoh dan mampu menerima beban pengguna jalan. Biasanya yang digunakan adalah semen atau abu batu, namun pada penelitian ini digunakan bahan alternatif lain seperti limbah abu sabut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan abu sabut sebagai bahan pengisi campuran aspal AC-WC memberikan pengaruh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 15 sampel dengan menggunakan perbandingan bahan pengisi sabut kelapa yang berbeda yaitu 100%, 75%, 50%, 25% dan 0%. Hasil penelitian menunjukkan nilai stabilitas Marshall yang paling tinggi adalah pada perubahan beban yang terdiri dari 25% abu sabut dan 75% semen yaitu sebesar 1.893,37 kg.
Analisis Perbandingan Parameter Model Mock dan Nreca Dalam Prediksi Aliran Rendah (Studi Kasus: DAS Siak Bagian Hulu) Husaini, Rizki Ramadhan; Ningrum, Puspa; Alputra, Giya Naufal; Kurnain, Ahmad
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.63

Abstract

Analisis aliran rendah (low flow) merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air, terutama untuk menjaga keberlanjutan pasokan air pada musim kering dan mengelola dampak kekeringan. Beberapa model hidrologi untuk analisis aliran rendah dapat digunakan termasuk Metode Mock dan NRECA. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode tersebut dalam analisis debit lapangan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Uji model Mock dan NRECA dilakukan menggunakan tiga parameter utama dan dievaluasi berdasarkan berbagai kriteria penilaian kinerja model. Pada DAS Siak Bagian Hulu, hasil uji dengan menggunakan Metode Mock menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,405, volume error (VE) sebesar 3,735 %, dan koefisien efisiensi (CE) sebesar -1,106. Sementara itu, hasil untuk Metode NRECA memberikan koefisien korelasi (R) sebesar 0,456, volume error (VE) sebesar 4,866 %, dan koefisien efisiensi (CE) sebesar -2,462. Secara keseluruhan, hasil analisis debit lapangan terbaik di DAS Siak Bagian Hulu ditunjukkan oleh metode Mock dibandingkan dengan NRECA
Analisis Kinerja Sistem Drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci Kota Tisnawan, Rahmat; Husaini, Rizki Ramadhan; Bagio, Tony Hartono; Putra, Junaidi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.64

Abstract

Sistem drainase perkotaan sangat berhubungan erat dengan penataan ruang. Banjir yang sering terjadi di banyak wilayah dan kota di Indonesia disebabkan oleh penataan ruang yang kurang teratur. Jalan Pemda, yang terletak di pusat kota Pangkalan Kerinci, memiliki beberapa titik genangan air. Hal ini disebabkan oleh pembangunan yang pesat tanpa peningkatan dimensi saluran, serta berkurangnya area resapan akibat perubahan penggunaan lahan. Saluran drainase di daerah tersebut juga tidak mampu menampung debit air hujan karena tersumbat oleh sampah dan sedimentasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Data yang diolah meliputi curah hujan selama 10 tahun terakhir, dimensi drainase eksisting, dan periode ulang Q2, Q5, Q10, serta Q25 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci mengalami penurunan, dengan debit banjir rencana (Qr) sebesar 0,696 m³/dtk untuk periode ulang 2 tahun, yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitas tampungan saluran (Qt) yang ada.
Pengaruh Penambahan Masterglenium ACE 8595 Terhadap Kuat Tekan Beton Yazid, Muhammad; Husaini, Rizki Ramadhan; Ramdhani, Fitra; Husnah, Husnah; Annisa, Siti Fini
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v2i2.22

Abstract

Beton bermutu tinggi umumnya memiliki nilai FAS yang relatif keci. Namun hal tersebut dapat menyebabkan rendahnya workability beton yang akan mempengaruhi kuat tekan beton. Penambahan bahan tambah terutama superplaticizer dapat digunakan untuk mengatasi masalah workability tersebut. Salah satu contoh bahan tambah yang digunakan adalah MasterGlenium ACE 8595. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan MasterGlenium ACE 8595 pada kuat tekan beton dan mengetahui persentase MasterGlenium ACE 8595 dalam campuran beton yang menghasilkan kekuatan beton optimum. Persentase penggunaan MasterGlenium ACE 8595 yaitu 0%; 0,3 %; 0,6 %; 0,9 %; 1,2 %; 1,5 %; 1,8 % dan 2,1% dari berat semen dengan slump flow Self Compacted Concrete (SCC) rencana 60 cm – 75 cm. Adapun benda uji yang digunakan adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm serta berjumlah tiga sampel pada setiap variasinya yang diuji pada umur beton 28 hari. Hasil dari penelitian ini adalah setiap penambahan dosis akan meningkatkan workability beton dan perlu dilakukan pengurangan air untuk mencegah terjadinya segregasi pada beton SCC tersebut. Kuat tekan beton optimum yang dihasilkan adalah sebesar 52,81 MPa pada variasi MasterGlenium ACE 8695 0,6% dengan pengurangan air sebesar 27,12%. Sedangkan variasi MasterGlenium ACE 8595 2,1% menghasilkan kuat tekan terendah sebesar 40,56 MPa dengan pengurangan air sebanyak 33,89%.
Analisis Kinerja Sistem Drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci Kota Tisnawan, Rahmat; Husaini, Rizki Ramadhan; Bagio, Tony Hartono; Putra, Junaidi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.64

Abstract

Sistem drainase perkotaan sangat berhubungan erat dengan penataan ruang. Banjir yang sering terjadi di banyak wilayah dan kota di Indonesia disebabkan oleh penataan ruang yang kurang teratur. Jalan Pemda, yang terletak di pusat kota Pangkalan Kerinci, memiliki beberapa titik genangan air. Hal ini disebabkan oleh pembangunan yang pesat tanpa peningkatan dimensi saluran, serta berkurangnya area resapan akibat perubahan penggunaan lahan. Saluran drainase di daerah tersebut juga tidak mampu menampung debit air hujan karena tersumbat oleh sampah dan sedimentasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Data yang diolah meliputi curah hujan selama 10 tahun terakhir, dimensi drainase eksisting, dan periode ulang Q2, Q5, Q10, serta Q25 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci mengalami penurunan, dengan debit banjir rencana (Qr) sebesar 0,696 m³/dtk untuk periode ulang 2 tahun, yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitas tampungan saluran (Qt) yang ada.