Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kajian Debit Banjir Rencana serta Simulasi Genangan Menggunakan Model HEC-RAS pada Sungai Kampar Husaini, Rizki Ramadhan; Kurnain, Ahmad; Riandi, Daly
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1390

Abstract

Sungai Kampar merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Riau yang memiliki potensi banjir tinggi akibat luasnya daerah aliran sungai serta pengaruh kondisi hidrologi dan hidrolika. Penelitian ini bertujuan menganalisis debit banjir rencana dan mensimulasikan sebaran genangan menggunakan model HEC-RAS. Analisis hidrologi dilakukan berdasarkan data hujan maksimum tahunan periode 1970–2020 dari Stasiun Pasar Kampar. Uji distribusi menunjukkan bahwa distribusi Log Normal paling sesuai. Intensitas hujan dihitung dengan metode Mononobe dan didistribusikan menggunakan Alternate Block Method (ABM) untuk durasi 6 jam. Debit banjir rencana dihitung dengan metode hidrograf satuan Nakayasu untuk kala ulang 20 tahun, menghasilkan debit puncak sebesar 2185,18 m³/s. Simulasi hidrolika dilakukan dengan dua skenario, yaitu banjir tertinggi dan banjir tahunan. Hasil menunjukkan bahwa pada banjir tertinggi terjadi luapan signifikan pada STA 300–500 dengan kedalaman genangan maksimum 1,54 m di bantaran kanan dan 0,46 m di bantaran kiri. Pada banjir tahunan, genangan relatif terbatas dan tidak meluap di beberapa penampang. Hasil ini dapat menjadi dasar perencanaan pengendalian dan mitigasi risiko banjir di wilayah Sungai Kampar.   Kampar River is one of the main rivers in Riau Province with significant flood potential due to its large watershed and complex hydrological–hydraulic characteristics. This study aims to estimate the design flood discharge and simulate flood inundation using the HEC-RAS model. Hydrological analysis was conducted using annual maximum daily rainfall data from 1970–2020. Among the tested distributions, Log Normal was found to be the most suitable. Rainfall intensity was calculated using the Mononobe method and temporally distributed using the Alternate Block Method (ABM) for a 6-hour storm duration. The 20-year return period flood discharge was estimated using the Nakayasu synthetic unit hydrograph, resulting in a peak discharge of 2185.18 m³/s. Hydraulic simulations were performed under two scenarios: extreme flood and annual flood conditions. Results indicate significant overbank flooding during the extreme scenario, particularly between STA 300–500, with maximum inundation depths of 1.54 m on the right overbank and 0.46 m on the left. In contrast, annual flood conditions produce limited inundation without overtopping in several cross-sections. These findings provide a technical basis for flood control planning and risk mitigation in the Kampar River area.  
PELATIHAN MEMBUAT DESAIN GAMBAR DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI AUTOCAD PADA SISWA SEKOLAH TINGKAT SLTA DI PONDOK PESANTREN KHOIRUL UMMAH AIR MOLEK KABUPATEN INDRAGIRI HULU , PROVINSI RIAU Muhammad Yazid; Rizki Ramadhan Husaini; Rahmat Tisnawan; Salamun Salamun; Suci Shinta Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.37309

Abstract

AutoCAD adalah perangkat lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi yang dikembangkan oleh Autodesk. Aplikasi ini digunakan untuk menggambar, mendesain gambar, menguji material dimana program tersebut mempunyai kemudahan dan keunggulan untuk membuat gambar secara tepat dan akurat. AutoCAD banyak digunakan oleh insinyur sipil, land developers, arsitek, insinyur mesin, desainer interior dan lain-lain. Dalam pengabdian ini, siswa santri ponpes Khoirul ummah diajarkan menggunakan AutoCAD dengan menggunakan software AutoCAD 2016. Kelebihan menggunakan software AutoCAD beberapa diantaranya adalah persiapan menggambar yang singkat dibandingkan dengan menggunakan meja gambar, AutoCAD memiliki yang tingkat akurasi tinggi, waktu penggambaran relative cepat, mudah direvisi karena kita tidak perlu untuk menghapus dan menggambar kembali bagian yang salah tersebut dengan penghapus karena kita langsung bisa menggunakan toolbars yang sudah disediakan pada software tersebut sehingga gambar menjadi rapi dan bersih. Hasil yang didapatkan pada pengabdian ini memberikan keterampilan soft skill bagi siswa sehingga mampu menggunakan aplikasi Autocad sejak dini, juga membangkitkan semangat belajar yang tinggi akan pendalamanan software tersebut. Pengenalan aplikasi ini terkhusus bagi santri ponpes Khoirul Ummah di tingkat SLTA akan menambah wawasan bagi santri tersebut dalam menentukan pilihan ketika mereka akan melanjutkan pendidikan di tingkat universitas nantinya.
PEMANFAATAN DRONE UNTUK PEMBELAJARAN PEMETAAN TOPOGRAFI DAN BATAS WILAYAH PEMERINTAHAN DI SMK N 5 RUMBAI KOTA PEKANBARU Rizki Ramadhan Husaini; Doni Rinaldi Basri; Ahmad Kurnain; M Fajar Anugerah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.37438

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang pemetaan dan survei telah membuka peluang baru bagi dunia pendidikan, terutama dalam pengajaran geografi, sains, dan teknologi. Salah satu teknologi yang semakin banyak digunakan dalam pemetaan topografi adalah drone atau pesawat tanpa awak. Di tingkat sekolah menengah, pengenalan teknologi ini menjadi penting agar siswa mendapatkan wawasan yang mendalam tentang aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi secara praktis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMK N 5 Rumbai Kota Pekanbaru yang bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada teknologi drone serta memberikan pemahaman mengenai aplikasinya dalam pemetaan topografi dan pembuatan batas wilayah pemerintahan. Untuk melaksanakan kegiatan ini, tiga pendekatan digunakan: sosialisasi, pelatihan, dan simulasi. Sosialisasi melibatkan materi, diskusi, dan tanya jawab tentang pengenalan teknologi drone dan contoh pemanfaatannya dalam bidang keilmuan geografi. Sementara itu, pelatihan dan simulasi melibatkan penyebaran materi tentang pengoperasian drone dan contoh penggunaan langsungnya di lapangan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, siswa memperluas pemahaman mereka tentang betapa pentingnya menggunakan teknologi drone untuk pemetaan daripada menggunakan alat total station yang ada di sekolahnya yang dioperasikan secara manual. Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman akademik yang lebih baik, tetapi kegiatan ini juga membuka mata mereka pada peluang karir di bidang teknik sipil, dan sistem informasi geografis. Beberapa siswa mengatakan mereka ingin belajar lebih banyak tentang teknologi drone untuk meningkatkan kemampuan mereka.