Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH PEREMPUAN TERHADAP PERENCANAAN ANGGARAN RESPONSIF GENDER Neilla Qurota A’yumn; Yuwanto - -; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 1 : Periode Wisuda Januari 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah perempuan terhadap perencanaan anggaran responsif gender. Serangkaian perencanaan anggaran responsif gender dinilai dapat menyelesaikan permasalahan gender dalam masyarakat, yang mana anggaran dapat dialokasikan untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan. Permasalahannya adalah masih banyak ditemui fenomena ketidaksetaraan gender di Provinsi Jawa Tengah. Sebagai keterwakilan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah perempuan maka pemahaman mengenai anggaran responsif gender merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi peran anggota DPRD perempuan dalam memperjuangkan kepentingan perempuan melalui pemahaman, keterlibatan emosional, dan penilaian mengenai perencanaan anggaran responsif gender. Untuk menganalisisnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah perempuan telah memiliki pengetahuan tentang perencanaan anggaran responsif gender, keterlibatan emosional sebagai sesama kaum perempuan dan penilaian program dan kegiatan. Namun terdapat faktor penghambat seperti adanya anggota DPRD Perempuan yang belum memahami secara penuh konsep perencanaan anggaran responsif gender, direkomendasikan partai politik diharapkan dapat meningkatkan kualitas anggota DPRD melalui sekolah politik dan pelatihan perihal isu gender
PROBLEMATIKA EKSISTENSI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN ADAT DI MALUKU Muhtar Muhtar; Nur Hidayat Sardini; Fitriyah Fitriyah; Wahab Tuanaya
GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta) Vol 3 No 2 (2022): Government Making : Desa, Adat dan Transformasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan - Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/governabilitas.v3i2.220

Abstract

The existence of traditional village government eroded during the New Order era with the implementation of Law No. 5 of 1979 which made village administration uniform throughout Indonesia including Maluku Province. In the reform era and after that, there was a shift in power from centralization to decentralization in the form of changes in regulations until the issuance of Law Number 6 of 2014 concerning Villages. The issuance of the Village Law has implications for the government's recognition and respect for the rights of traditional communities. However, this later became an obstacle to the birth of a definitive government in traditional villages/traditional villages in Maluku because it was related to the leadership problem of traditional village or customary land administration. The problem is related to the matarumah parentah or clan who has the right to lead the customary land as a King who is appointed through customary deliberations by the Negeri Saniri Institution. This problem is still a serious problem because it often creates horizontal conflicts. By using a qualitative-descriptive research method to answer how problematic the existence of traditional government leadership in Maluku Province is, the research results contain a number of findings. First, Matarumah Parentah is a symbiosis of customary inheritance. Second, there is a conflict of interest in the election and determination of the definitive head of government (king). Third, musyawarah negeri saniri becomes an arena of conflict of interest. Fourth, the existence of customary government can still be found in several places in Maluku, such as Buru District and the Kei Islands.
Gotong Royong Culture as an Alternative to Political Funding in Local Election Siti Fatimah; Kushandajani Kushandajani; Fitriyah Fitriyah; Muhammad Adnan
Journal of Governance and Public Policy Vol 10, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v10i1.16816

Abstract

This research seeks to explore the phenomenon of gotong royong in political funding, which occurred in several districts/cities in Central Java during the election momentum used as one of the political funding strategies. This study uses the concept of campaign funds, and campaign expenditure as an analytical tool. Political funding has an important role because it intersects with many aspects of political activity. Indonesia as a pluralistic and multicultural nation has a variety of local wisdom, one of which is the culture of gotong royong. Especially, practices in the context gotong royong that occurred in Central Java's based political funding of Pilkada, which used as case study in this research. It can be optimised in social terms, and also in the political context. The result of this research is an alternative to political funding that raises public confidence to revive the values of gotong royong culture in building a more established democratic society. Based on the case studies studied, local wisdom-based election political funding alternatives were identified based on several factors. The first factor is building sustainability from the cultural value of gotong royong. Second, through cultural values that are built and then supported by mutual understanding communication among existing stakeholders to strengthen and preserve local wisdom-based political funding. Thirdly, it forms the political awareness of the community, the political awareness of the community that is formed will support candidates who really have the competence to solve regional problems.  This research uses a descriptive qualitative approach by observing the dynamics of gotong royong culture as an alternative to political funding which makes this study interesting to be researched more deeply.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN INKLUSIF PADA SMA NEGERI DI DKI JAKARTA Maria Mutiara Natauli Malau; Rina - Martini; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 2 : Periode Wisuda April 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pendidikan inklusif adalah kebijakan yang menerapkan konsep pengintegrasian atau penyatuan siswa berkebutuhan khusus atau inklusi dengan siswa non-inklusi dalam memperoleh pendidikan. Salah satu provinsi di Indonesia yang menerapkan kebijakan pendidikan inklusif adalah DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah kebijakan pendidikan inklusif pada SMA Negeri di DKI Jakarta telah diimplementasikan dengan baik, sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Mengingat manfaat yang diharapkan dari diterapkannya pendidikan inklusif dapat dirasakan, baik oleh siswa inklusi maupun bagi siswa non-inklusi, hanya apabila implementasinya sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Knowledge, Attitude, Practice (KAP). Dari hasil wawancara dengan narasumber, ditemukan beberapa masalah dalam implementasi kebijakan pendidikan inklusif pada SMA Negeri di DKI Jakarta
Media Sosial sebagai Sarana Pendidikan Politik oleh Pejabat Publik (Studi pada Akun Media Sosial Nur Hidayat Sardini) Eri Nofianto; Fitriyah Fitriyah; Supratiwi Supratiwi
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.3060

Abstract

Social media plays an important role as a means of education, including as a means of political education. The use of social media as a means of political education is not only carried out by educational institutions, the media and the government, but also personally by actors within the government, including public officials. The development of digital technology today is a means for effective channeling of opinions and ideas, even digitizing information, one of which is through social media, which can affect the development of democracy. In the socio-political context, massive communication in cyberspace is currently able to influence the understanding and political awareness of citizens to their political preferences, so it is not surprising that many public figures use social media from just providing political education to campaigning, including those who become public officials. such as Nur Hidayat Sardini who uses social media as a means of educating electoral politics. This paper aims to analyze the extent to which the role of Nur Hidayat Sardini's social media can be useful in providing electoral political education to his audience. This paper is the result of a short research using digital ethnography as a research method. Supporting data comes from online news research journal articles, and social media analysis. The results showed that Nur Hidayat Sardini as a public official in the circle of election organizers seemed to have consistently contributed in the field of political education, especially in discussions related to electoral politics, the content presented was also technically communicative and easily digested by the audience, as an assessment of his social media accounts. can also be used as a reference for general public education materials.
JARINGAN LINTAS IMAN KOTA SEMARANG DALAM MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PENANGANAN KONFLIK GEREJA BAPTIS INDONESIA (GBI) TLOGOSARI KOTA SEMARANG Fia Yasmin Ni’nal Maula; fitriyah - -; Rina - Martini
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 2 : Periode Wisuda April 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kelompok gerakan sosial dapat mempengaruhi kebijakan. Fokus penelitian adalah Jaringan lintas Iman Kota Semarang sebagai gerakan sosial mempengaruhi kebijakan pemerintah Kota Semarang dalam penyelesaian konflik pembangunana Gerja Baptis Indonesia (GBI) Tlogosari Kota Semarang. Konflik terjadi karena terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) GBI Tlogosari pada 1998, sekelompok masyarakat di sekitar gereja menolak pendirian dengan alasan, pihak gereja melakukan penipuan saat mengurus IMB, tuduhan yang menjadi alasan ini kemudian tidak bisa dibuktikan. Konflik yang terjadi merupakan konflik primodial dan seiring berjalannya menjadi konflik instrumentalis. Konflik diselesaikan dengan mediasi. Dalam proses mediasi, jaringan Lintas Iman Kota Semarang melakukan advokasi dalam mempengaruhi kebiajakan pemerintah Kota Semarang. Adapun kebijakan tersebut adalah diterbitkannya IMB (baru) GBI Tlogosar tahun 2020. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan model studi kasus
PROFILING RELAWAN DEMOKRASI (STUDI ORIENTASI POLITIK DAN SIKAP POLITIK RELAWAN DEMOKRASI PEMILU SERENTAK 2019 KPU KABUPATEN PURWOREJO) Lusia Brilian Dian Pratiwi; Yuwanto - -; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 2 : Periode Wisuda April 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relawan demokrasi menjadi mitra KPU Kabupaten Purworejo dalam menjalankan agenda sosialisasidan pendidikan pemilih berbasis masyarakat dengan melibatkan 54 anggota relasi terpilih yangberasal dari 10 basis pemilih strategis. Sebagian besar relawan demokrasi Kabupaten Purworejo(87%) termasuk dalam generasi millenial (berumur 24-41 tahun). Hal yang menjadi fokus penelitianini yaitu orientasi politik dan sikap politik dari relawan demokrasi sebagai agen sosialisasi KPU.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumenpenelitian ini menggunakan pertanyaan terstruktur berupa kuesioner atau angket yang dibagikankepada 54 relasi terpilih. Kemudian jawaban dianalisis menggunakan SPSS. Hasil dari penelitian inidijelaskan bahwa orientasi politik relawan demokrasi KPU Kabupaten Purworejo memiliki nilai yangrelatif baik dengan rata-rata menunjukkan 3.54 dalam skala 1-5 dan standar deviasi 0.326. Adapunpada lingkup aspek-aspek pendukungnya, rata-rata nilai aspek pengetahuan berada pada nilai 3.81,rata-rata nilai aspek afektif berada pada nilai 3.97 dan rata-rata nilai aspek evaluatif berada pada nilai3.41. Hal ini menunjukkan bahwa Relawan Demokrasi masih perlu meningkatkan kemampuannyauntuk melakukan evaluasi terhadap sistem politik Indonesia. Adapun aspek sikap politik relawandemokrasi menunjukkan bahwa Relawan Demokrasi telah memiliki respon yang baik terhadapberjalannya sistem politik di Indonesia
Peran Badan Pengawas Pemilihan Umum Terhadap Pencegahan dan Penindakan Praktik Politik Uang (Studi Pilkada Kabupaten Purbalingga dan Kota Bontang Tahun 2020) Irma Aulia Tamara Fransisca; Nur Hidayat - Sardini; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 2 : Periode Wisuda April 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bawaslu terhadap pencegahan dan penindakan praktik politik uang di Kabupaten Purbalingga dan Kota Bontang pada Pilkada Tahun 2020 dengan menggunakan teori Klientelisme Politik dan Bribery Of Officials (Suap) beserta analisis perbandingan yang telah ditemukan dari kedua daerah tersebut. Peran yang dilakukan oleh Bawaslu sebagai strategi dan komitmen lembaga pemerintah untuk memberantas tindak pidana praktik politik uang baik dalam kebijakan maupun program yang dijalankan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa adanya perbandingan antara peran Bawaslu Kabupaten Purbalingga dan peran Bawaslu Kota Bontang terhadap pencegahan dan penindakan praktik politik uang pada Pilkada tahun 2020, di Kabupaten Pubalingga lebih fokus untuk menggalakkan patroli anti politik uang dan pengembangan desa anti politik uang, sedangkan di Kota Bontang lebih fokus dalam memberikan ruang partisipasi untuk publik, serta dalam penindakan praktik politik uang kinerja Bawaslu terhambat karena regulasi yang tidak mendukung dalam penegakkan hukum tindak pidana politik uang sehingga mempersulit Bawaslu dalam menangani kasus
STRATEGI MOBILISASI DUKUNGAN TIKUS PITHI HANATA BARIS DALAM PENCALONAN PASANGAN CALON PESEORANGAN BAGYO–SUPARDJO DI PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2020 Nadia - Sukmawati; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagyo-Supardjo dinyatakan sebagai calon kepala daerah yang lolos jalur peseorangan dalam pilkada serentak di Jawa Tengah 2020 dan calon kepala daerah jalur peseorangan pertama di Kota Surakarta setelah berhasil mengumpulkan 38.831 dukungan KTP sebagai syarat administrasi. Keberhasilan tersebut menunjukan pasangan tersebut memiliki masa pendukung yang berasal dari organisasi Tikus Pithi Hanata Baris. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi organisasi Tikus Pithi Hanata Baris dalam mendapatkan dukungan pemilih dalam pencalonan maupun mendapatkan dukungan suara pada Pilkada Kota Surakarta tahun 2020 dan menganalisis praktik jaringan Tikus Pithi Hanata Baris dalam mobilisasi dukungan pemilih pasangan Bagyo-Supardjo, dengan menggunakan teori strategi mobilisasi elektoral, calon independen dalam pemilihan kepala daerah, jaringan sosial, dan kelompok kepentingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam dan mengumpulkan dokumen terkait penelitian. Peran jaringan Tikus Pithi Hanata Baris menjadi kekuatan dalam keberhasilan pencalonan Bagyo-Supardjo sebagai pasangan calon melalui jalur peseorangan. BagyoSupardjo menggunakan metode sekasur, sedapur, dan sesumur dalam melakukan mobilisasi dukungan administrasi KTP sebagai syarat pencalonan dan menggunakan metode door to door dalam melakukan mobilisasi dukungan suara di TPS. Selisih dukungan yang diperoleh disebabkan adanya masyarakat yang menolak memberikan dukungan KTP namun menolak form (Model B.1.2.KWK-Peseorangan), strategi mobilisasi suara yang dilakukan hanya berfokus pada push marketing yakni secara door to door, selain itu Bagyo-Supardjo juga kalah dalam modal ekonomi, sosial, dan budaya
ANALISIS EFEKTIVITAS RESES DPRD PROVINSI JAWA TENGAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 – 2022 (Studi Pada Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Tengah) Pricilia Naomi Agnes; Rina - Martini; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan adanya perubahan dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Segala kegiatan mengalami perubahan dan pemerintah harus bersikap adaptif dalam menangani kondisi tersebut. Termasuk kegiatan reses DPRD Provinsi Jawa Tengah yang tetap dilaksanakan secara tatap muka untuk bertemu dengan masyarakat dan/atau melakukan kunjungan lapangan. Dalam kondisi Pandemi Covid-19, anggota dewan tetap memiliki kewajiban untuk menjaring dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sebagai pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihan masingmasing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif, peneliti menggunakan teknik wawancara kepada Anggota Dewan dan Tenaga Administratif pada Daerah Pemilihan 1 (Kota Semarang), Daerah Pemilihan V (Grobogan dan Blora), serta Daerah Pemilihan VI (Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen) Fraksi PDI-Perjuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan reses DPRD Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada tahun 2020 – 2022 selama Pandemi Covid-19 berjalan cukup efektif, pelaksanaannya dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu tahun di 8 titik per masa reses. Lalu indikator kinerja melalui laporan reses atau penyerapan aspirasi mencapai target hingga 100% dan menindaklanjuti audiensi masyarakat. Terdapat beberapa perubahan yang dilakukan seperti pengurangan peserta reses menjadi 50 orang dari 100 orang. Ditemukan juga bahwa adanya budaya uang saku dalam pelaksanaan reses dan anggota dewan “menombok” biaya yang tidak termasuk dalam anggaran reses di APBD. Pelaksanaan reses telah memenuhi indikator efektivitas yaitu ketepatan sasaran program, tujuan program, dan pemantauan program. Tetapi, sosialisasi program reses tidak memenuhi indikator tersebut. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pelaksanaan reses, antara lain: faktor hukum, faktor penyelenggara, faktor sarana dan prasarana, serta faktor masyarakat dan kebudayaan
Co-Authors Agus Susanta Akhmad Muzadi Alfirdaus , Laila Kholid Alfonsus Ega Putria Warsanto Amelia Friska Cahyani Andi Harisa Pane Anggun Putri Dayanti Ani Noor Septiani Anisa Maulina Rahma Ari Pradhanawati ARIN RISKI ASTARIA Aulia Nursi Kusumaningtyas Balqis Dwi Indraswari Budi Setiyono Budi Setiyono Budi Setiyono Cinda Khansa Arroiffah Dewi Erowati Diah - Wulansari Dian Iskandar Dian Puspita Sari Dzunuwanus Ghulam Manar Dzunuwanus Ghulam Manar Elizabeth Anggit Sekar Citra T Elysa Wahyu Purbondari Endang Larasati Eno - Aldonaturrohmah Eri Nofianto Evva - Rohhayati Fanino Jati Maulana, Fanino Jati Fernanda Dimas Bagas Pratama Fia Yasmin Ni’nal Maula Ganis - Wisnujati Ghinanti Cahya Munalif Halimah Tri Ely Kasanah Henry Sofyan Rois I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Indah Aprilia Putri Irbah Muthianing Hardanti Irma Aulia Tamara Fransisca Irsyad - Majid Irvan Ansyari Juang Gagah Mardhika Khanifatul Mukaromah Khisbatul - Faizah Kushandajani . Kushandayani undip Laila Khalid Al-Firdaus Laila Kholid Alfirdaus Lupyta Agra Divina Lusia Brilian Dian Pratiwi Maria Mutiara Natauli Malau Mayyasari Timoer Gondokusumo Mohammad Emir Aldrian Mohd Rahmaddhoni Pratama Muhammad Adnan Muhammad Adnan Muhammad Akbar Rafsanjani Muhammad Lutfhi Raihan muhammad mifthul huda Setiaji Muhammad Shindid Muhaimin Muhammad Yusri AR Muharam, Ricky Santoso Muhtar Muhtar Nadia - Sukmawati Neilla Qurota A’yumn Neny - Marlina neny marlina Niken Fitri Aristya Kurniasih Nimas Anggoro Kasih Nisma Laela Nurafifah Nungky Ardiyani Pratitasari Nunik Retno Herawati Nunik Retno Herawati Nunik Retno Herawati Nur - Hidayat Nur Hidayat Nur Hidayat Sardini Nur Hidayat Sardini Nur Hidayat Sardini Oktav Pahlevi Permatasari, Septaria Pricilia Naomi Agnes Priyatno Harsasto Priyatno Harsasto Pudji - Astuti PUDJI ASTUTI Puji - Astuti Puji Astuti Putri Berlianty Ayu Kustiana Reditania, Zilda Clarita Resfinda Setia Ayu Wulandari Riana Widi Safitri Rifqi Zayyaan Prasetio Rina - Martini Rina Martini Rofi - Lutfiani ROSO PRAJOKO Shinta Milania Rohmany Siti Fatimah Sofyan Rois, Henry Sri Suneki Supratiwi Supratiwi SUPRATIWI SUPRATIWI Wahab Tuanaya Wahyu herryansyah putra Wanda Sigit Setiawan Wibisono, Wahyudi Wijayanto - - Wynne Frederica yuwanto - - Yuwanto Yuwanto