Claim Missing Document
Check
Articles

Keberpihakan Semu dalam Pencalonan: Kegagalan Calon Legislatif Perempuan Nomor Urut 1 Nisma Laela Nurafifah; Fitriyah Fitriyah
JCIC : Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Vol 3 No 2 (2021): JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial
Publisher : CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51486/jbo.v3i2.32

Abstract

The Golkar party in Sragen district for the Sragen election area in the 2019 elections carried out Women’s candidate at number one, a strategic number for affordability. Yet the candidate failed to be chosen. Fenemena recruitment for women’s candidacy is thought to be the factor, and the legislative candidate is not strong enough from the modality. The study used qualitative methods, data collecting used interviews and document studies. Informants in the study were Women’s legislative candidate in the Sragen-1 election area, successful teams, party administrators, and voters. Studies indicate that the nomination of the women’s was done in a manner indicated by the party steward to the community and by the village manager. The way it is justified to make Women’s legislative candidate on the bike not competent. In addition to the small percentage of Women’s legislative candidate, it is not known to the public. Women’s legislative candidate are also hempered by limited modality holdings in order to win elections. Partai Golkar di kabupaten Sragen untuk daerah pemilihan Sragen 1 pada Pemilu 2019 mengusung calon perempuan di nomor urut satu. Nomor strategis untuk keterpilihan. Namun calon tersebut gagal terpilih. Fenomena asal rekrutmen dalam pencalonan perempuan diduga menjadi faktor penyebabnya. Selain itu calon legislatif tersebut tidak cukup kuat dalam kepemilikan modalitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah calon legislatif perempuan di daerah pemilihan Sragen-1, tim sukses, pengurus partai, dan pemilih. Hasil penelitian menunjukkan penominasian calon perempuan dilakukan dengan cara “penunjukan” yang dilakukan oleh pengurus partai kepada masyarakat serta pengurus partai yang berada di tingkat Desa. Cara tersebut menyebabkan calon legislatif perempuan yang diusung tidak memiliki kompetensi yang sesuai. Selain itu calon legislatif perempuan yang diusung juga kurang dikenal oleh masyarakat. Calon legislatif perempuan juga dihambat oleh kepemilikan modalitas terbatas untuk bisa memenangkan pemilihan.
Anti-feminist Movement, Hegemonic Patriarchy, and Gender Equality Challenges: The Case of the Sexual Violence Elimination Bill Laila Kholid Alfirdaus; Lupyta Agra Divina; Fitriyah Fitriyah
Jurnal Humaniora Vol 34, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jh.73538

Abstract

Challenges to gender equality in Indonesia are not only related to men and male patriarchy. Using the case of the Sexual Violence Elimination Bill, women, specifically those supported by the party affiliated with political Islam, can also hamper the promotion of women’s rights and equality. Hegemonic patriarchy explains the phenomenon through relating the rejection against the Bill to the patriarchal tendencies planted through religious institutions and teaching. The teaching that places women as a secondary creature after men and as the object of men’s authority (Imamah), is taken for granted, believed to be transcendental, turned into an ideology, and concretized through a movement against feminism. All points that try to assert women’s fundamental rights in the Bill are coined as Western values and are rejected as seen as anti-Islam. Reflecting from the case, it becomes clear that challenges towards gender equality are currently getting harder, as they come not only from patriarchal men, but also women who are hegemonized by patriarchal values and take an anti-feminist stance as part of preserving Islam. Tracing through secondary and primary sources, applying desk reviews and interviews with male and female activists, both for and against the Bill, this paper identifies that the rise of anti-feminist sentiment is rooted alongside contemporary Islamization, which has mushroomed in the post-Reformasi era, and poses new challenges to promoting gender equality.
Politik Dinasti Pada Kandidasi Perempuan Dalam Pilkada Serentak 2015 Di Jawa Tengah Fitriyah Fitriyah
JURNAL ILMU SOSIAL Volume 17, Issue 1, Year 2018
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.69 KB) | DOI: 10.14710/jis.17.1.2018.39-52

Abstract

The Fact that candidacy of women in simultaneously local head election (pilkada serentak) 2015 at Central Java more give opportunities for the wife or daughter of the head/former head of region, indicating women's candidacy opportunities are limited to elites (political dynasty) and therefore exclusive, is contradict with norm of democracy which is inclusive. The studies aim to analyze practice of political dynasty in women candidacy in concurrently local election 2015 at Central Java, previous studies are see it as negative for democracy. This Study also to make recommendation on this pattern of nomination. This study uses literature study .The data sources are literatures , documents and the news media that relevant, both published or no published . The Information that were collected then recorded , processed and analyzed. The study result shows that the nomination women as candidate based kinship no inevitable faced on internal and external barriers of women in politics. Strategy of political dynasty for women can be read as affirmation policy which are not provided by regulation pilkada . However, this study recommend a more inclusive (open) competition within pilkada through decline threshold limit candidation for party that nominee women as candidate in pilkada.
Partai Politik, Rekrutmen Politik dan Pembentukan Dinasti Politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Fitriyah Fitriyah
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Program Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.245 KB) | DOI: 10.14710/politika.11.1.2020.1-17

Abstract

Pasca terbit Putusan Mahkamah Konstitusi No.33/PUU-Xlll/2015 sebagai pem-batalan larangan politik dinasti, sejumlah calon  dari kerabat petahana maju dalam Pilkada 2015 dan terus berlanjut di pilkada setelahnya. Selain karena hambatan regulasi yang telah dianulir oleh Mahkamah Konstitusi, maraknya calon yang berlatar belakang dinasti terindikasi adanya masalah di partai politik dalam melaksanakan fungsi rekrutmen politik. Artikel ini berusaha menjelaskan bagaimana partai-partai politik melaksanakan proses rekrutmen politik untuk pencalonan pilkada yang ikut menyuburkan politik dinasti. Artikel ini menggunakan data dari studi literatur, hasilnya menunjukkan bahwa rekrutmen politik untuk pencalonan pilkada oleh partai politik  bersifat sentralistis dan informal, serta menggunakan pertimbangan pragmatis dengan menambahkan syarat  kemampuan finansial dan tingkat elektabilitas calon, sehingga lebih memberi jalan bagi calon yang berlatar belakang dinasti. 
CARA KERJA POLITIK UANG (Studi Kasus Pilkada dan Pilkades di Kabupaten Pati) Fitriyah Fitriyah
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Program Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.259 KB) | DOI: 10.14710/politika.6.2.2015.101-111

Abstract

This study intends to explain the practices of money politics in local elections (Pilkada) and village head elections (Pilkades) in Pati regency using qualitative approach. Three people whose deep political knowledge and experience in both elections were purposively selected as informants. Data were collected by in depth interview and then qualitatively analyzed. The results showed that there were similarities of money politics in both Pilkada and Pilkades, including when the money was distributed and who were in charge as field operators, which were campaign staffs. A clientele relation was found inside the campaign staffs network. Money politics were abundant because of permissive votersKeywords: Pilkada, Pilkades, money politics
Partisipasi Politik dan Pemilih Muda: Konteks Pilgub Jateng 2018 dan Pilkada 2019 di Kabupaten Temanggung Fitriyah Fitriyah; Laila Kholid Alfirdaus; Dzunuwanus Ghulam Manar
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Program Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.12.1.2021.1-10

Abstract

Tulisan ini mengkaji kecenderungan partisipasi pemilih pemula di Jawa Tengah menjelang Pemilihan Gubernur 2018, dengan lokasi penelitian di Kabupaten Temanggung. Sebagaimana diketahui, partisipasi politik dalam pemilu sering dikaitkan dengan persentase kehadiran pemilih dalam tempat pemungutan suara (TPS). Tingkat partisipasi politik ini seringkali dihubungkan dengan legitimasi hasil pemilu, yakni seberapa besar dukungan suara yang didapat oleh pemenang pemilu, dimana makin tinggi tingkat partisipasi maka hasil pemilu dianggap semakin legitimatif. Pemilih muda dan pemilih pemula dalam kajian partisipasi politik saat ini semakin mendapatkan perhatian dari kalangan ilmuan politik di Indonesia. Pertanyaannya kemudian, bagaimana dinamikanya di lapangan, dan bagaimana para pemilih muda memiliki persepsi tentang kandidat dan pemilu menarik untuk ditelisik lebih jauh. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemilih muda skeptis terhadap politik, pemilu dan kandidat, walaupun mereka bukan warga negara yang pesimis. Mereka tetap anti-hoaks, meskipun juga ada sebagian yang menoleransi politik uang. Kelompok muda ini juga terbuka dengan berbagai program pendidikan politik dan masih memiliki harapan terhadap hasil pemilu yang transformatif.
KOMPLEKSTIFITAS PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH DALAM PERSPEKTIF GENDER Andi Harisa Pane; fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan merupakan persoalan serius yang harus ditangani dengan cara serius pula, adanya pandangan yang bias gender terhadap korban kekerasan perempuan semakin membuat korban tidak mampu untuk berdaya memperoleh hak-haknya. Kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bener Meriah yang berada di Provinsi Aceh masih memiliki tantangan yang kompleks karena masih banyaknya melekatnya budaya patriarki di berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat karena adanya penafsiran agama yang bias, adat istiadat yang menempatkan posisi perempuan tidak berdaya dan masih banyak ketidak pedulian oleh masyarakat akan pentingnya penanganan kekerasan terhadap perempuan. Berangkat dari fenomena tersebut penangan yang semata-mata dari institusi yang berwenang saja tidak akan mampu menyelesaikan penangan kekerasan terhadap perempuan, melainkan harus dilihat pokok permasalahan secara lebih kompleks baik itu dari sektor pemerintah, masyarakat maupun ranah yang lebih privat atau domestik dengan menggunakan perspektif gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer maupun sekunder. Hasil Penelitian menunjukan bahwasannya kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bener Meriah tidak terlepas dari mengakarnya cara pandang patriarki dalam adat gayo yang diyakini oleh masyarakat, ketidak pedulian masyarakat akan pentingnya penangan kekerasan terhadap perempuan, serta kekerasan lebih banyak terjadi di ranah keluarga sehingga sulit untuk diidentifikasi oleh pemerintah karena korban kerap mendapat ancaman jika dilaporkan kepada instansi yang berwenang. Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Bener Meriah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi untuk terus berjuang menangani kekerasan terhadap perempuan dilihat dari perspektif gender di tengah tingginya angka kekerasan perempuan serta budaya masyarakat yang patriarki yang masih mengakar
SOSIALISASI PEMILU OLEH RELAWAN DEMOKRASI UNTUK PENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH DISABILITAS DI PILKADA KOTA SEMARANG 2020 Muhammad Lutfhi Raihan; Fitriyah - -; Pudji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 1 : Periode Wisuda Januari 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas sosialisasi yang dilakukan oleh relawan demokrasi untuk peningkatan partisipasi masyarakat disabilitas diPilkada Kota Semarang 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah KPU Kota Semarang sudah memperhatikan hak pilih yang dimiliki oleh penduduk disabilitas di Kota Semarang. Selain itu penelitian ini juga memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana KPU Kota Semarang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat disabilitas di era pandemi Covid 19. Karena Pilkada Kota Semarang Tahun 2020 dilaksanakan di tengah keadaan Covid 19. Sehingga penelitian ini juga akan meneliti bagaimana relawan demokrasi mampu menjangkau para masyarakat disabilitas yang merupakan bagian dari masyarakat marginal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan teknik pengambilan informan menggunakan Purposive sampling. Sebagai data pendukung peneliti memakai data sekunder yang berupa laporan, arsip, serta teks lainnya yang ada di KPU Kota Semarang ataupun yang dapat membantu meyelesaikan proses penelitian skripsi. Adapun analisis data dimulai dari pengumpulan data yang menggunakan teknik triangulasi atau banyak sumber data setelah itu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan bahwa dalam kondisi pandemi covid 19 KPU Kota Semarang dapat melakukan sosialisasi Pilkada kepada masyarakat Kota Semarang. Tentunya sosialisasi yang dilaksanakan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan terdapat beberapa sosialisasi yang dilaksanakan secara daring. Akan tetapi untuk sosialisasi kepada basis pemilih disabilitas dilakukan secara luring dan diserahkan seluruh kepada PPK serta Relawan Demokrasi. Relawan demokrasi dapat melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat disabilitas akan tetapi PPK sama sekali tidak pernah melakukan sosialisasi terhadap basis pemlih disabilitas. Selain itu sosialisasi yang dilaksanakan oleh relawan demokrasi masih belum maksimal karena kendala waktu dan sumber daya yang kurang mencukupi. Dari pemilih disabilitas sendiri yang ingin menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan masih menemukan berbagai kendala di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
REKRUTMEN CALON ANGGOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018 Riana Widi Safitri; Nur Hidayat Sardini; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses rekrutmen anggota KPU selalu menarik perhatian publik karena penyelenggara pemilu menjadi representasi dari pelaksanaan pemilu dan demokrasi. Proses rekrutmen KPU dipengaruhi oleh dua faktor yang sangat strategis, dua faktor itu adalah proses rekrutmen dan profil tim seleksi (Timsel). Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah 2013-2018 akan berakhir periode atau purna pada 24 September 2018. Dengan demikian, maka perlu dilakukan Rekrutmen Calon Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah untuk periode 2018-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme dan proses rekrutmen KPU Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu tim seleksi dan calon anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menemukan mekanisme dan proses rekrutmen KPU Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 yang melibatkan Timsel dalam proses tahapan seleksi administrasi, tes tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT), tes kesehatan, tes psikotes, dan tes wawancara termasuk dalam kategori rekrutmen terbuka yang dilakukan secara ketat dan transparan demi mendapatkan anggota KPU yang memiliki kredibilitas dan berkompeten. Tim Seleksi memiliki peran yang sangat penting dalam proses rekrutmen, mereka dituntut untuk bekerja secara independen untuk menghindari segala tuduhan keberpihakan pada salah satu calon.
PERAN PERWARIS DALAM AKSES BANTUAN SOSIAL COVID-19 KELOMPOK TRANSPUAN DI KOTA SEMARANG Amelia Friska Cahyani; Fitriyah - -; Neny - Marlina
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 1 : Periode Wisuda Januari 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari masyarakat terdampak Covid-19 secara ekonomi, kelompok transpuan berhak menerima program bantuan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah. Namun posisi transpuan sebagai kelompok minoritas dalam masyarakat memengaruhi akses atau kemampuannya memperoleh manfaat atas program bantuan sosial dimasa pandemi Covid-19. Sebagai organisas resmi kelompok transpuan di Kota Semarang, Perwaris merupakan kelompok kepentingan yang mewaliki transpuan dalam kebijakan bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Perwaris sebagai kelompok kepentingan dalam akses bantuan sosial Covid-19 kelompok transpuan di Kota Semarang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok transpuan kesulitan mengakses program bantuan sosial Covid-19 pemerintah. Namum kelopok transpuan berhasil mengakses program Bantuan Sosial Covid-19 Swasta yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Semarang. Dalam hal ini, Perwaris sebagai kelompok kepentingan yang mewaliki kepentingan transpuan di Kota Semarang berhasil mempengaruhi proses pembuatan keputusan Bantuan Sosial Covid-19 Swasta. Beberapa faktor utama yang mendorong pengaruh Perwaris dalam kebijakan anntara lain yaitu relasi sosial, kekuatan organisasional, dan watak dan gaya dari kebijakan Bantuan Sosial Covid-19 Swasta
Co-Authors Agus Susanta Akhmad Muzadi Alfirdaus , Laila Kholid Alfonsus Ega Putria Warsanto Amelia Friska Cahyani Andi Harisa Pane Anggun Putri Dayanti Ani Noor Septiani Anisa Maulina Rahma Ari Pradhanawati ARIN RISKI ASTARIA Aulia Nursi Kusumaningtyas Balqis Dwi Indraswari Budi Setiyono Budi Setiyono Budi Setiyono Cinda Khansa Arroiffah Dewi Erowati Diah - Wulansari Dian Iskandar Dian Puspita Sari Dzunuwanus Ghulam Manar Dzunuwanus Ghulam Manar Elizabeth Anggit Sekar Citra T Elysa Wahyu Purbondari Endang Larasati Eno - Aldonaturrohmah Eri Nofianto Evva - Rohhayati Fanino Jati Maulana, Fanino Jati Fernanda Dimas Bagas Pratama Fia Yasmin Ni’nal Maula Ganis - Wisnujati Ghinanti Cahya Munalif Halimah Tri Ely Kasanah Henry Sofyan Rois I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Indah Aprilia Putri Irbah Muthianing Hardanti Irma Aulia Tamara Fransisca Irsyad - Majid Irvan Ansyari Juang Gagah Mardhika Khanifatul Mukaromah Khisbatul - Faizah Kushandajani . Kushandayani undip Laila Khalid Al-Firdaus Laila Kholid Alfirdaus Lupyta Agra Divina Lusia Brilian Dian Pratiwi Maria Mutiara Natauli Malau Mayyasari Timoer Gondokusumo Mohammad Emir Aldrian Mohd Rahmaddhoni Pratama Muhammad Adnan Muhammad Adnan Muhammad Akbar Rafsanjani Muhammad Lutfhi Raihan muhammad mifthul huda Setiaji Muhammad Shindid Muhaimin Muhammad Yusri AR Muharam, Ricky Santoso Muhtar Muhtar Nadia - Sukmawati Neilla Qurota A’yumn Neny - Marlina neny marlina Niken Fitri Aristya Kurniasih Nimas Anggoro Kasih Nisma Laela Nurafifah Nungky Ardiyani Pratitasari Nunik Retno Herawati Nunik Retno Herawati Nunik Retno Herawati Nur - Hidayat Nur Hidayat Nur Hidayat Sardini Nur Hidayat Sardini Nur Hidayat Sardini Oktav Pahlevi Permatasari, Septaria Pricilia Naomi Agnes Priyatno Harsasto Priyatno Harsasto Pudji - Astuti PUDJI ASTUTI Puji - Astuti Puji Astuti Putri Berlianty Ayu Kustiana Reditania, Zilda Clarita Resfinda Setia Ayu Wulandari Riana Widi Safitri Rifqi Zayyaan Prasetio Rina - Martini Rina Martini Rofi - Lutfiani ROSO PRAJOKO Shinta Milania Rohmany Siti Fatimah Sofyan Rois, Henry Sri Suneki SUPRATIWI SUPRATIWI Supratiwi Supratiwi Wahab Tuanaya Wahyu herryansyah putra Wanda Sigit Setiawan Wibisono, Wahyudi Wijayanto - - Wynne Frederica yuwanto - - Yuwanto Yuwanto