Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Aktivitas sosial Dan Lingkungan Terhadap Nilai perusahaan Dengan Gender Deversity Sebagai variabel Moderasi Pada Perusahaan Pertambangan I Wayan Kartana; I Gusti Agung Putu Eryani; I Made Wianto Putra; Ni Nengah Seri Ekayani
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 15 No. 2 (2024): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.15.2.2024.263-278

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi peranan moderasi Gender Diversity Dewan Direksi dan Gender Diversity Dewan Komisaris atas pengaruh aktivitas sosial dan aktivitas lingkungan terhadap nilai perusahaan. Populasi penelitian adalah Perusahaan Pertambangan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari Tahun 2017 sampai 2021. Variabel penelitian ini terdiri dari: variabel independen yaitu aktivitas sosial dan aktivitas lingkungan, variabel dependen yaitu nilai perusahaam diukur dengan price book value (PBV), variabel moderasi gender diversity Dewan Direksi dan Dewan Komisaris serta menggunakan 3 variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan (size), umur perusahaan serta return on assets (RAO). Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukan aktivitas sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, aktivitas lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian moderasi Gender Diversity Dewan Direksi berperan memperlemah pengaruh aktivitas lingkungan terhadap nilai perusahaan, namaun tidak berperan mememoderasi pengaruh aktivitas sosial terhadap nilai perusahaan. Gender Diversity Dewan Komisaris berperan memperkuat pengaruh aktivitas lingkungan terhadap nilai perusahaan namum berperan memperlemah pengaruh aktivitas sosial terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian variabel kontrol umur perusahaan dan ROA berpengaruh terhadap nilai perusahaan, tetapi size tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Limitasi penelitian ini belum memasukan aktivitas ekonomi dan tata kelola sebagai diterminan dari nialai perusahaan dan tekanan stakeholder sebagai variabel moderasi.
STRATEGI PERENCANAAN KAWASAN HILIR SUNGAI DAN PANTAI DI KOTA DENPASAR BERBASIS EKOWISATA I Gusti Agung Putu Eryani; Putu Gede Suranata; I Kadek Merta Wijaya
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.98-109

Abstract

Perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai adalah sebagian dari pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Ekowisata sebagai suatu bentuk wisata yang menekankan tanggung jawab terhadap kelestarian alam, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali 2018, total jumlah penduduk Kota Denpasar 788.589 jiwa. Bertambahnya jumlah penduduk dibutuhkan kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang Kota Denpasar dengan mengembangkan ruang-ruang muka tepian air (waterfront) dalam bentuk kota tepian sungai (riverside city), yang terpadu dengan ruang terbuka hijau, mengkonservasi daerah aliran sungai dan konservasi daerah pantai yang produktif dan turistik sebagai usaha untuk memberi batas jelas antara kawasan konservasi dengan kawasan budidaya perkotaan. Tujuan kajian ini adalah menetapkan metode dalam perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai di Kota Denpasar berbasis Ekowisata. Lokasi di kawasan hilir Sungai Ayung dan kawasan Pantai Padanggalak. Analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden yang diambil adalah tim pengelola Pura Windu Segara, wisatawan, serta komunitas peduli hilir Sungai Ayung. Data yang dikumpulkan adalah topografi, bathimetri hilir sungai dan pantai, data gelombang, pasang surut, potensi air dan kondisi lingkungan. Perencanaan ekowisata bahari di hilir sungai Ayung dan pantai Padanggalak sampai saat ini belum berkembang secara optimal karena tidak didukung oleh aksesibilitas dan jaringan penataan sungai dan pantai yang baik. Strategi perencanaan dalam penataan kawasan berbasis ekowisata dapat dilaksanakan dengan tahapan : pertama kawasan yang dikembangkan sebagai daerah pariwisata disesuaikan dengan fungsi dan daya dukung masing-masing ruang/zone. Normalisasi kawasan hilir sungai, pengerukan sedimen di mulut muara sungai. Send by passing dan pembersihan sampah plastik di daerah pantai, terbentuknya bank sampah dengan melibatkan komunitas masyarakat peduli hilir sungai, menekan alih fungsi lahan pertanian di kawasan hilir sungai dan membangun pengaman pantai dari bahan yang ramah lingkungan. Penataan kawasan hilir sungai dan pantai sebagai daerah pariwisata yang berwawasan lingkungan, hendaknya melibatkan masyarakat, pemandu wisata dan agen perjalanan. Keywords: ekowisata, pantai, hilir sungai
Optimization of Water Utilization Through the Application of Hydropande Technology to Meet Clean Water and Agricultural Needs in Timuhun Village, Banjarangkan District, Klungkung Regency I Komang Ery Kusnada; I Ketut Sudiarta; I Gusti Agung Putu Eryani; Yohanes Parlindungan Situmeang; Dewa Nyoman Sudita; Nengah Muliarta
Agriwar Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Agriwar Journal
Publisher : Program Studi Magister Sains Pertanian Program Pascasarjana Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timuhun Village, located in Banjarangkan District, Klungkung Regency, covers an area of 375 hectares with a population of 3,334 in 2021. Approximately 86.67% of the total land is utilized for agriculture, including rice fields, gardens, and dry fields, with a total agricultural area of 325 hectares. This village plays a significant role in food production, especially rice, supported by the irrigation system from Subak Timuhun, which utilizes the Manik Tirta Spring. However, challenges in water management arise due to the higher elevation of agricultural land compared to water sources, leading to difficulties in meeting the demands for clean water and irrigation. The Appropriate Technology of Hidropande is introduced as a solution to lift water from lower sources. This study aims to develop an integrated water management model by analyzing the residual water volume from the Manik Tirta Spring, determining the irrigation requirements for the paddy-cassava-paddy cropping pattern, and planning optimal water management strategies. Utilizing CROPWAT 8.0 software, this research estimates the water needs of crops based on various climatic and soil parameters. The results indicate that the highest irrigation water requirement reaches 41 mm/decade in December, while the lowest demand of 6.8 mm/decade occurs during the maturation phase of the plants. With calculations showing surplus residual water of 1.97 liters/second, the potential discharge from the Manik Tirta Spring can be maximized to support irrigation and meet clean water needs, alongside plans for developing a more efficient Hidropande pump. This study provides valuable insights into sustainable water management in Timuhun Village.
ANALYSIS OF DEVIATION BEHAVIOR IN THE SMAN 2 ABIANSEMAL BUILDING WITH THE SRPMK SYSTEM AND FLAT SLAB I Made Dwi Permana Putra; Ni Komang Ayu Agustini; I Gusti Agung Putu Eryani
Journal of Infrastructure Planning and Engineering Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.4.1.2025.39-44

Abstract

The development of educational infrastructure in seismically active regions demands structural systems that ensure both safety and functionality. This study evaluates the structural performance of the SMAN 2 Abiansemal building by comparing two structural systems: the conventional Special Moment Resisting Frame (SRPMK) and a flat slab system with drop panels. Finite element analysis using ETABS and dynamic response spectrum methods, as stipulated in SNI 1726:2019, was employed to assess inter-story drift and total displacement. The SRPMK system demonstrated stable behavior, with maximum drift values remaining below the permissible limit of 62.77 mm. In contrast, the flat slab system initially exceeded this threshold due to its lower lateral stiffness. A design revision increasing the column dimensions from 45×45 cm to 50×50 cm successfully reduced the drift values to compliant levels. Although the flat slab system requires dimensional adjustments, it offers architectural and construction benefits, making it a viable alternative for mid-rise educational buildings in seismic-prone areas. The study emphasizes the importance of dynamic drift analysis and early-stage design validation when adopting beamless slab configurations in earthquake-sensitive zones.
Pengabdian Masyarakat Program Bedah Rumah Penyandang Disabilitas I Gusti Agung Putu Eryani; I Wayan Runa; Made Mas Surya Wiguna; Ni Komang Indra Mahayani
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tiingan Bebandem, Karangasem oleh Dosen Fakultas Teknik dan Perencanaan sebagai bentuk memperbaiki masalah kemiskinan dengan program bedah rumah. Rumah merupakan kebutuhan primer untuk tinggal dan menetap dipenuhi bagi setiap orang, tidak adanya rumah yang layak bagi keluarga menyebabkan ketelantaran anggota keluarga dan kesejahteraan social keluarga. Sebuah rumah yang layak huni dirancang dengan memperhatikan kondisi fisik penggunanya, khususnya bagi orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus (disabilitas). Hal tersebut berpengaruh terhadap desain rumah yang harus disesuaikan sehingga dapat digunakan dengan mudah sesuai kebutuhan penggunanya. Selain mengentaskan masalah kemiskinan, Melalui program bedah rumah ini diharapkan penyandang disabilitas di desa dapat membantu aksesibilitas yang nyaman karena keterbatasan fisik yang dimiliki seseorang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi informan panitia program dan mitra (Puspadi Bali), keluarga miskin penyandang disabilitas, dan tokoh masyarakat. Keberhasilan bedah rumah yang memiliki kebutuhan khusus (disabilitas) dapat dikembangkan lagi di daerah lainnya.
Perencanaan Infrastruktur Air Bersih dalam Mewujudkan Pilar Pembangunan Lingkungan Desa Pengejaran I Kadek Merta Wijaya; I Gusti Agung Putu Eryani; Komang Adi Kurniawan Saputra
Jurnal Sutramas Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pengejaran memiliki potensi alam berupa hutan dan sumber air bersih yang berlimpah. Sumber mata air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk pertanian. Lokasi sumber mata air berada pada elevasi yang rendah dengan permukiman, masyarakat memanfaatkan sumber mata air dengan metode hidran (pelontar dan gravitasi) namun debit air yang sampai ke permukiman tidak maksimal untuk kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa pompa air dan reservoir, akan tetapi dalam jangka waktu yang pendek mesin pompa mengalami kerusakan dan hal tersebut menyebabkan masyarakat kembali menggunakan metode lama. Di samping itu juga, akses jalan menuju sumber mata air tidak efektif karena kondisi masih berupa jalan tanpa pekerasan dan belum ada rekayasa kontur dalam akses jalan. Tujuan kegiatan ini untuk merencanakan kembali infrastruktur jariangan air bersih dan perencanaan jalan menuju sumber mata air. Metode yang dipergunakan adalah sosialisasi, identifikasi, penerapan, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini dalam bentuk desain penataan infrastruktur jariangan air bersih dan akses jalan menuju sumber mata air.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI MANAJEMEN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KEDIRI KABUPATEN TABANAN, BALI Kadek Devi Astrini; I Gusti Agung Putu Eryani; Dewa Ayu Nyoman Sri Astuti
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 7 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i7.189

Abstract

Desa Kediri sebagai Desa Wisata, maka sampah muncul sebagai masalah yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus. Karena kebersihan merupakan faktor utama yang menjadi penilaian, kebersihan merupakan bagian dari sapta pesona disamping keamanan, ketertiban, dan keindahan. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan volume timbulan sampah, manajemen sampah serta analisa kelayakan investasi sampah di Desa Kediri. Adapun Komposisi hasil buangan sampah rumah tangga didapatkan komposisi organik basah sebesar 47%, Komposisi organik kering sebesar 29%, Serta sampah anorganik sebesar 24%. Sedangkan buangan sampah domestik adalah sampah organik basah sebesar 34%, Sampah organik kering sebesar 29%, dan sampah anorganik sebesar 37%. Setelah dilakukan penelitian, perencanaan pengumpulan sampah dilakukan dengan menyusun skenario titik pengumpulan sampah di setiap banjar. Pada sistem pengangkutan sampah dilakukan dengan cara sistem pengangkutan sampahnya langsung ke tempat pemrosesan akhir sampah, dengan sarana 2 buah truck dengan kapasitas tampung 8 m3. Perencanaan sistem pengumpulan dan pengangkutan serta analisa kelayakan investasi sampah memerlukan  perencanaan biaya investasi sebesar Rp 1.147.000.000, biaya oprasional dan pemeliharaan sebesar Rp 269.576.667 (7 Banjar Dinas untuk 3159 KK), dan Rp 115.532.857 (3 Banjar Dinas untuk 1495 KK), benefitnya untuk pertahun sebesar Rp 261.742.726. Analisa kelayakan investasi sampah selama 20 tahun dianggap layak pada tahun ke-8 yaitu sebesar Rp 74.033.228,60.
ANALISIS DESAIN DAN ALUR PENGOLAHAN AIR LIMBAH DAPUR PERMUKIMAN DI DESA BAHA, KECAMATAN MENGWI, BALI Ni Ketut Suparmi; I Gusti Agung Putu Eryani; I Putu Ellsa Sarassantika
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.192

Abstract

Pertumbuhan populasi menjadi elemen penting dalam meningkatnya limbah rumah tangga dari dapur, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena bertambahnya aktivitas dan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain dan alur pengolahan limbah dapur permukiman Desa Baha, dengan perhatian khusus pada Banjar Gegaran, yang dipilih berdasarkan jumlah kepala keluarga terbanyak. Pendekatan yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif, dengan mempelajari pertumbuhan penduduk di masing-masing permukiman serta volume limbah domestik yang dihasilkan. Proyeksi angka pertumbuhan populasi untuk tahun 2025 hingga 2034 menggunakan metode Regresi linear menunjukkan adanya peningkatan, berdasarkan rumus Y = 29,20 + 0,8X, serta menunjukkan hubungan positif yang signifikan (r2 = 0,94) antara jumlah penduduk dan waktu. Diperkirakan pada tahun 2034, populasi maksimum adalah sebanyak 39 jiwa. Volume limbah domestik dari dapur yang dihasilkan oleh tiap permukiman di Desa Baha diperkirakan bisa mencapai 686,4 liter per hari untuk setiap rumah tangga. Rancangan dan proses pengolahan limbah disusun dengan mempertimbangkan volume maksimum air limbah yang diproduksi dikalikan dengan faktor koefisiennya, sehingga diperoleh desain instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan kapasitas 1 m³ yang direncanakan untuk mengelola limbah dapur hingga tahun 2034, dengan proyeksi limbah harian sebanyak 0,78 m³ per rumah tangga. Kapasitas ini memberikan cadangan sekitar 22% untuk menanggulangi kemungkinan perubahan volume limbah.
Comparative Seismic Performance of Flat Slab-Drop Panel and Conventional Slab Systems for Hospital Buildings Putu Didik Sulistiana; I Putu Pranayoga Aditya; I Gusti Agung Putu Eryani
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.199

Abstract

Hospitals are classified as essential facilities and therefore require adequate seismic performance to maintain structural safety during earthquake events. This study compares the seismic performance of a conventional slab system and a flat slab-drop panel (FSDP) system in a four-story reinforced concrete hospital building using the Response Spectrum Analysis (RSA) method. Two three-dimensional structural models were developed in ETABS v21.2 with identical geometry, material properties, loading conditions, and boundary conditions. The only variable considered was the floor system configuration. Structural responses, including structural weight, fundamental period, inter-story drift, slab deflection, base shear, and column reinforcement demand, were evaluated in accordance with SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019. The results indicate that the FSDP system increased the total structural weight by 6.54%, the fundamental period by 30.2% and 18.2% in the X- and Y-directions, respectively, and the base shear by 42.29% and 26.85%. In addition, the FSDP system produced larger inter-story drift, slab deflection, and column design demand than the conventional slab system. Nevertheless, all evaluated structural responses satisfied the design requirements specified in the applicable Indonesian standards. Overall, the conventional slab system was found to be more structurally efficient, exhibiting lower inter-story drift, slab deflection, base shear, and column reinforcement demand than the FSDP system, while both structural systems satisfied the seismic design requirements specified in SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019. The FSDP system, however, offers greater architectural flexibility and construction efficiency.
Pemanfaatan Embung sebagai Sumber Air pada Subak Balangan dan Uma Tegal dalam Menghadapi Krisis Air I Gusti Agung Putu Eryani; Made Widya Jayantari; Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v9i2.87668

Abstract

Utilization of Reservoirs as Water Sources in Subak Balangan and Uma Tegal in Response to Water Crisis. The water crisis is a major challenge in various regions of Indonesia, including Bali, which relies on traditional irrigation systems like Subak. This study highlights the water shortage issues in Subak Balangan and Uma Tegal, Desa Kuwum, Badung, Bali, driven by climate change and water use conflicts between upstream and downstream areas. These problems are exacerbated by inadequate irrigation channels, resulting in an inability to retain water during the rainy season and droughts in the dry season. Implementing water reservoirs is proposed as an effective solution. Reservoirs function as rainwater reservoirs that can be used during the dry season, ensuring year-round water availability and enhancing agricultural productivity. The study also involves the installation of geomembranes for the reservoir to improve water storage efficiency. The results show that reservoirs can stabilize the water supply for irrigation, reduce flood risks, and provide significant ecological and economic benefits for the farming community. Wise reservoir management, including water quality monitoring, environmental impact mitigation, and active community participation, is crucial for sustainable water availability. This study concludes that a reservoir is a sustainable solution for addressing the water crisis, optimizing water resource use, and supporting the economic well-being of local communities
Co-Authors A.A. Gede Sumanjaya A.A. Rai Sita Laksmi A.A. Sg. Dewi Rahadiani A.A.Rai Sita Laksmi A.A.Rai Sita Laksmi A.A.Rai Sita Laksmi A.A.Sagung Dewi Rahadiani Abd Muluk Abd Manan Andin, Ni Nyoman Yulleta Araújo, Odilia Belija Do Carmo Arta, I Kadek Rio Parsana Arthana, I Nyoman Nuri Arya Dwijayantara S. Bagiarta, I Ketut Yasa Candrayana, Kadek Windy Cok Agung Yujana Damayanthi, I Dewa Ayu Meia Devani, Made Pradnyagitha Harum Dewa Ayu Nyoman Sri Astuti Dewa Ayu Nyoman Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman Dewa Nyoman Sudita Dharmastika, I Gusti Agung Gede Nodya Hendratma, Diki Hukom, Geolandri I Gede Agus Widhiana Putra I Gusti Agung Angga Nuryana I Kadek Merta Wijaya I Kadek Merta Wijaya I Ketut Irianto I Ketut Sudiarta I Komang Ery Kusnada I Made Arda Winata Made I Made Dwi Permana Putra I Made Indra Beratha I Made Wianto Putra I Nengah Sinarta I Nyoman Surayasa I Nyoman Suryawan I Nyoman Suryawan I Putu Ellsa Sarassantika I PUTU GUSTAVE SURYANTARA PARIARTHA I Putu Manik Kurniawan I Putu Pranayoga Aditya I Wayan Jawat I Wayan Kartana I Wayan Runa I Wayan Wesna Astara Jackson Chang Hian Wui Jayantari, Made Widya Kadek Devi Astrini Kadek Windy Candrayana Kartana, I Wayan Komang Adi Kurniawan Saputra Laksmi, Anak Agung Rai Sita Landuh, Ni Putu Desi Sukamdani Made Mas Surya Wiguna Made Widya Jayantari Made Widya Jayantari Made Widya Jayantari Made Widya Jayantari Made, I Made Arda Winata Maria Imaculata Goran Mosa Maria Imaculata Goran Mosa Nengah Muliarta Ni Ketut Suparmi Ni Komang Armaeni Ni Komang Ayu Agustini Ni Komang Indra Mahayani Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti Ni Made Krisna Werdi Ni Nengah Seri Ekayani Pawana, I Gusti Ngurah Agung Pramesti, I Gusti Ayu Dina Putra, I Made Wianto Putu Aryastana Putu Aryastana Putu Aryastana Putu Gede Suranata Putu, Putu Gede Suranata Setiawan, I Wayan Alit Sinarta, I Nengah Sulistiana, Putu Didik Suranata, I Putu Gede Suzana Ramli Triswandana, I Wayan Gde Erick Wadu , Yesaya Wijaya, I Kadek Merta Wikan Pradnya Dana, Gde Yohanes Parlindungan Situmeang