Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengembangan E-LKPD Berbasis Discovery Learning pada Materi Sel Tumbuhan dan Hewan untuk Melatih Keterampilan Proses Sains Kelas XI Sma Maharani, Hamidha Septa; Qomariyah, Nur
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p218-227

Abstract

Memasuki era abad ke-21, kemajuan teknologi melesat signifikan dan turut memengaruhi ranah pendidikan. Peserta didik dituntut memiliki kompetensi dalam mengoperasikan teknologi informasi guna menunjang kegiatan belajar. Seiring itu, bahan ajar juga mengalami transformasi, seperti hadirnya E-LKPD. E-LKPD merupakan media pembelajaran digital yang mendukung proses pembelajaran. Penerapan pendekatan Discovery Learning dinilai cocok dalam pengajaran biologi guna mengembangkan keterampilan proses sains, khususnya dalam materi sel tumbuhan & hewan. Riset ini bertujuan untuk merancang E-LKPD berbasis Discovery Learning guna memperkuat keterampilan proses sains pada topik tersebut. Kajian ini sejalan dengan SDG 4, yang mendukung terselenggaranya pendidikan yang inklusif, setara, dan bermutu sepanjang hayat. Metodologi penelitian menggunakan kerangka 4-D: Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dikemas dalam bentuk artikel ilmiah. Tahap uji dilakukan terhadap 36 siswa kelas XI SMA Negeri 20 Surabaya. Penilaian oleh dua validator menghasilkan tingkat validitas sebesar 96,56%. Dari sisi kepraktisan, diperoleh tingkat keterlaksanaan 100% dan tanggapan positif siswa sebesar 99%, keduanya menunjukkan kategori sangat layak. Efektivitas pembelajaran tercermin dari peningkatan nilai pre-test ke post-test dengan rata-rata 96,8 dan nilai N-Gain sebesar 0,9, yang menandakan capaian tinggi dan tuntas. Berdasarkan hasil tersebut, E-LKPD ini dinyatakan layak, fungsional, dan efektif sebagai media ajar berbasis digital dalam menunjang peningkatan keterampilan proses sains. Kata Kunci: penelitian pengembangan, E-LKPD, discovery learning, keterampilan proses sains, sel tumbuhan & hewan, implikasi
INISIASI MODEL DESA CERDAS (SMART VILLAGE) MELALUI KURASI DATA MULTIDIMENSI SEBAGAI INSTRUMEN MITIGASI KEMISKINAN EKSTREM DI KABUPATEN JEMBER: Smart Village Model Initiative through Multidimensional Data Curation as an Instrument to Reduce Extreme Poverty in Jember Regency Putri, Afifah Rani; Destin, Destin; Fariel, Moch; Laily S, Rufita; Wifqi, Mirza; Qomariyah, Nur; Magfiroh, Illia Seldon
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.261

Abstract

Upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa sering kali terbentur pada persoalan klasik berupa rendahnya akurasi data yang masih bersifat unidimensi dan dikelola secara konvensional. Di Desa Balung Kidul, meskipun literasi digital masyarakat pada sektor ekonomi berkembang pesat, tata kelola pendataan kemiskinan masih rentan terhadap kesalahan sasaran akibat belum adanya instrumen verifikasi yang presisi. Menanggapi tantangan tersebut, inisiasi transformasi tata kelola melalui konsep Desa Cerdas dilakukan dengan fokus utama pada pengembangan sistem kurasi data kemiskinan multidimensi. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan perangkat desa dan kader lokal dalam proses pemetaan lapangan berbasis aplikasi digital untuk merekam indikator ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga aspek geospasial di Dusun Balung Kopi dan Sumber Kadut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi teknologi informasi mampu mengungkap anatomi kemiskinan desa yang lebih spesifik, seperti kerentanan musiman pada sektor agraris dan hambatan aksesibilitas layanan dasar bagi kelompok lansia. Visualisasi data ke dalam dasbor profil desa ini telah mengubah mekanisme pengambilan keputusan dari yang semula bersifat subjektif menjadi berbasis bukti lapangan yang kuat (evidence based policy). Sinergi antara keterlibatan aktif komunitas dan pemanfaatan teknologi tepat guna terbukti efektif dalam meminimalisir bias pendataan, sehingga alokasi sumber daya desa dapat diarahkan secara lebih adil, transparan, dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.