Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JENIS MULSA DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Setiawan, Riyadi; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85722

Abstract

Untuk   meningkatan kesuburan tanah PMK dapat ditempuh dengan pemberian kapur dan mulsa pada tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mulsa dan berapakah dosis kapur terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman bawang merah pada tanah PMK penelitian dilaksanakan di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang. Bulan Febuari sampai Mei 2024. Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah Mulsa (M) yang terdiri dari m1 = mulsa sintetik weedmet m2 = mulsa plastik hitam perak m3 = mulsa jerami dan faktor kedua adalah Kapur (A) yang terdiri dari a1= 5 ton/ha setara 1 kg per petak, a2= 10 ton/ha setara 2 kg per petak, a3= 15 ton/ha setara 3 kg per petak. Variabel yang diamati pada penelitaian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah umbi per petak, berat kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara mulsa dan kapur terhadap jumlah daun umur 8 MST dan jumlah umbi per  rumpun. Pemberian mulsa jerami merupakan jenis mulsa yang terbaik dalam meningkatkan berat basah umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun bawang merah pada tanah PMK. Pemberian kapur sebanyak 15 ton/ha merupakan dosis terbaik yang dapat meningkatkan berat basah umbi per petak, berta kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun pada tanah PMK.
PENGARUH POC DAUN KELOR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Br. Simanjuntak, Irene Marchenalia; Syaifudin, Wasian; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.91352

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kubis bunga dihadapkan pada berbagai kendala, yaitu sifat fisik, kimia dan biologi sehingga tidak mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman khususnya kubis bunga. Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat berfungsi sebagai penyedia unsur hara makro dan mikro yang diperoleh dari unsur-unsur organik hayati dan nabati serta diperkaya dengan mikroba, hormon, enzim, yang dibutuhkan oleh tanaman mulai dari   pertumbuhan vegetatif hingga generatif, serta dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman, dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Asrama Mahasiswa Kab. Bengkayang yang beralamat di Jl. Sepakat 2 Ujung, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan berlangsung selama 3 bulan mulai dari 13 April 2024 hingga 19 Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 (dua) faktor yaitu faktor pertama konsentrasi POC daun kelor (K) dan faktor kedua pupuk NPK (P) yang masing-masing terdiri dari 3 perlakuan. Banyaknya ulangan 3 (tiga) dan 4 (empat) unit sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah : k1 = POC daun kelor 60 mL/L, k2 = POC daun kelor 120 mL/L, k3 = POC daun kelor 180 mL/L dan   p1 = 5 g/tanaman setara 200 kg/ha, p2 = 7,5 g/tanaman setara 300 kg/ha, p3 = 10 g/tanaman setara 400 kg/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), diameter batang (mm), waktu berbunga (HST), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), diameter krop (cm), dan berat segar krop (g). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi dari pemberian perlakuan POC daun kelor dan NPK pada pertumbuhan kubis bunga, yaitu pada variabel pengamatan berat kering tanaman.
Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman Padi melalui Pengelolaan Hara Terpadu di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Radian, Radian; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris; Wasian, Wasian; Mahmudi, Mahmudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1711

Abstract

Lahan pertanian komoditas tanaman padi di Desa Kuala Dua merupakan lahan tadah hujan yang sepenuhnya bergantung pada air hujan sebagai sumber pengairan. Karakteristik lahan yang didominasi oleh tanah aluvial yang memiliki kendala berupa tingkat kesuburan yang rendah. Selama ini, petani di Desa Kuala Dua membudidayakan tanaman padi secara turun-temurun, khususnya dalam hal pengolahan lahan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani di Desa Kuala Dua, yang menginginkan adanya perubahan dalam praktik budidaya padi di lahan tadah hujan. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi budidaya padi melalui pengelolaan hara terpadu yang lebih efisien. Kegiatan PKM dilaksanakan selama 6 bulan, yakni dari bulan April hingga Oktober 2024. Tahapan kegiatan meliputi survei dan orientasi lapangan, diskusi awal dengan pihak mitra, persiapan sarana dan prasarana, penyuluhan mengenai ilmu serta teknik pengelolaan hara terpadu, dan praktik pembuatan pupuk organik. Hasil pengungkapan materi mengenai pengelolaan hara terpadu, yang didukung oleh praktik pemantauan status hara tanaman menggunakan bagan warna daun serta penggunaan pupuk organik, menunjukkan bahwa para petani sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktik lapangan. Produk kompos yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang baik, sehingga mampu menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman padi secara lebih optimal dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional. Dari hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa para petani mulai memahami dan menyadari pentingnya penerapan teknologi pengelolaan hara terpadu dalam budidaya tanaman padi.
Pengaruh Pemberian Kompos Buah Naga dan Pupuk SP-36 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame pada Lahan Gambut Reldy, Reldy; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i2.94219

Abstract

Pengelolaan tanah gambut untuk menunjang produktivitas hasil kedelai edamame dan menjadi lahan produktif dapat dilakukan dengan penambahan kompos buah naga dan pupuk SP-36. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi antara kompos buah naga dan pupuk SP-36 yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada lahan gambut. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah dosis kompos buah naga yang terdiri dari k1 : 10 ton/ha, k2 : 15ton/ha, k3 : 20 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk SP-36 yang terdiri dari p1 : 125 kg/ha, p2 : 150 kg/ha, p3 : 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kompos limbah buah naga dan pupuk SP-36 terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 200 kg/ha atau setara dengan 1,42 g/tanaman memberikan berat segar polong per tanaman tertinggi yaitu 187,4 g.
EFEKTIVITAS APLIKASI JAKABA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH ULTISOL Subiantoro, Subiantoro; Radian, Radian; Rianto, Fadjar
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7416

Abstract

ABSTRAKPengaplikasian Jakaba dan pupuk NPK dapat memperbaiki kesuburan biologi dan kimia tanah ultisol. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substrat media Jakaba dan pupuk NPK terhadap produktivitas jagung pada tanah ultisol. Penelitian dilakukan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dari bulan Mei-Agustus 2024. Penelitian menggunakan rancangan split plot. Petak utama substrat media tumbuh Jakaba (tanpa Jakaba, substrat media Jakaba disteril, dan tidak disteril), anak petak dosis NPK (100, 200, 300, 400, dan 500 kg ha-1). Hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi Jakaba dan pupuk NPK mampu meningkatkan tinggi tanaman hingga 150,58 cm, diameter tongkol sebesar 4,83 cm, berat biji pipil sebesar 199,49 g per tongkol, serta berat biji per petak sebesar 2,54 kg. Perlakuan yang baik terhadap tinggi tanaman pada penggunaan Jakaba dengan substrat tidak steril dan NPK 200 kg ha-1. Kombinasi perlakuan yang efektif untuk peningkatan produksi tanaman yakni dengan pemberian Jakaba substrat tidak steril dan NPK 300 kg ha-1. Kata kunci: kesuburan tanah, produktivitas jagung, pupuk hayati, ultisol 
DRIS Analysis of Nutrient Balance for High–Yielding Oil Palm Plantations in Peatlands Khoiri, Imam; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.4.754

Abstract

This study was conducted using an exploratory survey method to collect annual production data and analyze oil palm leaf samples from peatlands in several private oil palm plantations in West Kalimantan Province. The data obtained were analyzed using the Diagnosis Recommendation Integrated System (DRIS). The results showed that to achieve optimal production of 23.81–30.33 tons ha -1 year -1, the optimal nutrient ranges in the oil palm leaf tissue on peatland were N 2.20–3.03%; P 0.14–0.18%; K 0.52–1.03%; Mg 0.16–0.30%; Ca 0.31–0.65%; B 7.05–18.06 ppm; Zn 2.44–14.26 ppm; Cu 2.76–6.37 ppm; Mn 18.36–315.28 ppm; and Fe 38.90–92.40 ppm. The nutrient balance ratios in the oil palm leaves on peatland showed optimal ratios for N/P 14.72–19.11; N/K 1.88–5.42; N/Mg 8.25–15.75; N/Ca 3.89–7.77; K/P 3.51–6.46; Mg/P 1.08–1.85; Ca/P 1.94–4.24; K/Ca 1.07–2.31; K/Mg 2.33–4.63; Ca/Mg 1.54–2.69; B/N 2.70–7.05; B/Fe 47.16–116.26; B/K 11.93–32.65; B/Ca 18.73–34.48; and B/Mg 32.54–80.43. Oil palm plants cultivated on peatlands with high production groups (>25 tons ha -1 year -1) had average nutrient indices of N (-1.5), P (1.6), K (0.9), Ca (0.2), Mg (0.0), and B (-1.4), with nutrient requirements in the order of N > B > Mg > Ca > K > P. In contrast, plants in the low–production groups (<25 tons ha -1 year -1) had average nutrient indices of N (-8.3), P (-3.9), K (1.1), Ca (6.8), Mg (0.7), and B (2.9), with nutrient requirements in the order of N > P > Mg > K > B > Ca. Keywords: nutrient balance, oil palm, peatland
Mycorrhiza application improves rice morpho-physiological traits in different soil water content Mahmudi, Mahmudi; Radian, Radian; Safriadi, Safriadi; Tiwut Atmojo, Singgih
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v53i2.66368

Abstract

Mycorrhizal fungi are beneficial soil microorganisms that establish mutualistic associations with plant roots, significantly enhancing nutrient and water uptake under abiotic stress conditions. In West Kalimantan, limited soil water content frequently constrains rice cultivation, negatively impacting plant growth and yield. This study aimed to evaluate the effects of mycorrhizal inoculation on the morphophysiological traits of rice under varying levels of soil water content. The experiment was conducted from February to June 2022 in Mempawah Regency, West Kalimantan, using a split-split-plot randomized complete block design. The main plot factor was mycorrhizal inoculation (inoculated and uninoculated), the subplot factor was soil water content (100%, 80%, and 60%), and the sub-subplot factor was rice variety (Inpari 32 and Inpari 42). The results demonstrated that mycorrhizal inoculation significantly improved rice tolerance to moderate drought stress through adaptive morphophysiological mechanisms. This was indicated by increased phosphorus uptake efficiency and enhanced net assimilation rate, even at 60% soil water content. These physiological improvements contributed to better plant morphological development, including greater plant height (84.73 cm), dry biomass (8.36 g), number of panicles (15.83 panicles), panicle length (22.21 cm), number of grains per panicle (189.96 grains), and grain weight per clump (72.31 g). Keywords: mutualistic associations; mycorrhizal inoculation; physiological improvements; rice tolerance 
Peranan Pupuk Nitrogen dan Co-Kompos Biochar pada Budidaya Padi Sistem Salibu di Tanah Aluvial: The Role of Nitrogen Fertilizer and Biochar Co-Compost in Rice Cultivation Salibu System in Alluvial Soil Megantara, I Gede; Radian, Radian; Iwan Sasli
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.7023

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran pupuk Nitrogen (N), co-kompos biochar, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil padi pada sistem tanam Salibu dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design). Perlakuan utama terdiri atas empat taraf dosis pupuk N (0, 100, 200, dan 300 kg/ha), sedangkan anak petak merupakan pemberian co-kompos biochar dengan empat kombinasi (0%, 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk N 300 kg/ha dan co-kompos biochar 75%:25% memberikan hasil gabah tertinggi, yaitu 3,92–3,96 ton/ha. Sementara itu, kombinasi pupuk N 100–300 kg/ha dengan co-kompos biochar 50%:50% dan 75%:25% menghasilkan hasil gabah yang relatif setara. Hasil analisis usahatani mengungkapkan bahwa perlakuan pupuk N 100 kg/ha dengan co-kompos biochar 50%:50% merupakan kombinasi paling efisien, menghasilkan 3,22 ton/ha gabah dengan nilai B/C ratio 2,78, serta memberikan efisiensi biaya usahatani masing-masing Rp 5.434.500 untuk pupuk N 100 kg/ha dan Rp 2.833.000 untuk co-kompos biochar 50%:50%. Berdasarkan temuan ini, kombinasi tersebut direkomendasikan sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi biaya pada budidaya padi sistem Salibu. This study aimed to evaluate the effects of Nitrogen (N) fertilizer, biochar co-compost, and their interactions on the growth and yield of rice under the Salibu planting system using a Split Plot Design. The main plots consisted of four N fertilizer rates (0, 100, 200, and 300 kg/ha), while the subplots comprised four levels of biochar co-compost (0%, 25%:75%, 50%:50%, and 75%:25%). Results showed that the combination of 300 kg/ha N fertilizer with 75%:25% biochar co-compost produced the highest grain yield (3.92–3.96 t/ha), whereas N fertilizer rates of 100–300 kg/ha combined with 50%:50% and 75%:25% biochar co-compost resulted in statistically similar grain yields. Farm business analysis revealed that 100 kg/ha N fertilizer combined with 50%:50% biochar co-compost was the most cost-efficient treatment, yielding 3.22 t/ha of rice with a B/C ratio of 2.78 and achieving production cost efficiencies of Rp 5,434,500 for N fertilizer and Rp 2,833,000 for biochar co-compost. These findings suggest that this combination is the most recommended strategy for improving productivity and economic efficiency in Salibu rice cultivation.
KEEFEKTIFAN PERAN KELOMPOK TANI DI LAHAN RAWA PASANG SURUT (STUDI KASUS KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA) Muslimah, Muslimah; Radian, Radian; Sudrajat, Jajat
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 20 NO 02 2021 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.085 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.20.2.265-278

Abstract

The research objectives were 1) to analyze the level of effectiveness of the role of groups in increasing farming in tidal swamps; 2) Knowing the factors that influence the effectiveness of the role of the group in increasing farming; and 3) Analyzing the relationship between determinants of effectiveness and group role effectiveness. The research was conducted by survey based on a qualitative descriptive method, the data was taken directly using cross section data. The selection of research locations was carried out purposively (deliberately) at the location of organic and semi-organic farmer groups. The research location is a farmer group in Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency. The number of respondents was 108 members (out of 417 population members) consisting of each farmer group (from 18 farmer groups) 6 farmer representatives were taken (one group leader, one manager, two active members, and two passive farmer group members). The independent variable is the factor that causes the effectiveness of the group characteristic factors, work factors and factors outside the group, while the dependent variable is the level of group role effectiveness. The results of the study found that the level of group role effectiveness was good, especially on group characteristics and work factors that had a significant effect. Meanwhile, factors outside the group do not have a significant effect and are still not optimal in carrying out their activities.
PENGARUH TANAH MINERAL DAN PUPUK FERTIPHOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT Suprapto, Suprapto; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4142

Abstract

Sweet corn (Zea mays, L) is an agricultural commodity that has the potential to be cultivated and developed. This study aimed at the interaction and the best dose of mineral soil and fertiphos fertilizer on the growth and yield of sweet corn on peatlands. The research was conducted at Banjar Sari Hamlet, Rasau Jaya II Village, Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency. This research was conducted in May until July 2023. The research was complete randomized design (CRD) method consisting of two factors, the first factor is mineral soil consisting of 3 levels, namely, m₁ = 5 tons/ha equivalent to 2.5 kg/plot, m2 = 10 tons/ha equivalent to 5 kg/plot, m3 = 15 tons/ha equivalent to 7.5 kg/plot and the second factor, fertiphos fertilizer which consists of 3 levels, namely, pi 100kg/ha, equivalent to 50 g per plot, p2 = 200kg/ha equivalent to 100 g/plot, p3 = 300 kg/ha equivalent to 150 g/plot, each treatment combination in this study was repeated 3 times. The results showed that there was an interaction between mineral soil and fertiphos fertilizer in increasing cob length and cob weight per plot. Application of mineral soil at a dose of 15 tons in a ha gave the best results in producing cob length, cob diameter, cob weight per plot. Ferthipos fertilizer at a dose of 100 kg in a hectare can produce growth and yield of sweet corn on peat soil.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrahman, Tatang Adi Suyatno Aditya, Tri Marta Albahari Albahari Amandus Amandus Andrie Yuwono Ani Muani Asmiat - Asnawati Asnawati Asnawati Astina - Astina, - Atmojo, Singgih Tiwut Ayu, Yulia Sri Basuni Basuni Br. Simanjuntak, Irene Marchenalia Bunia Ceri Clara Aurelia Yolanda Danuri . Dini Anggorowati Dini Anggorowati Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh ELA REMITA FRANSISKA Elvira, Fifi Emmy Widyaningsih Erick, Antonius Erlianus Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Fadjar Rianto Fadli Faturahman Fathul Bahri Felisia Felisia Hadi Nugroho Harini, Dini Hazizah Hazizah, Hazizah Hermanto Hermanto Her Ibrasius Bartoldi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Ihsan Ikayanti, Fitri Indah Permayani Indri Yuniarti Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli Jajat sudrajat JAWARI, JAWARI Khairil Khairil Khoiri, Imam KISWAN MUHAMMAD Kiswan Muhammad Kristina, Yayuk Kurniasih, Dwining Lindha Fendrasari Linseria Batu Bara M DENI M. Faridhan Erihan M. Taufik Mahmudi Marthadi, Marthadi MARTIYANTI, ANASTASIA ARI Maulidi Maulidi Maulidi, M. Sc, Maulidi, M. Sc Mauludiah, Tuti Megantara, I Gede Meita, Priskila MIMID HARYANTO Muslimah Muslimah Muslimah Muslimah Noviandry Isnaini Nurjani Odilo Tarigasa POPIDYLAH, POPIDYLAH Purwaningsih . Radian Reldy, Reldy Rita Riyani Rusanti, Maria Goretti Safriadi Safriadi Safriadi, Safriadi Samiri Samiri SANDI KURNIAWAN Selmitri Selmitri Selmitri, Selmitri Setia Budi Setiawan, Riyadi Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siti Hadijah sitorus, ade ruth Sony Setiawan Subiantoro, Subiantoro SUHENDRA SUHENDRA Sukari, Dedi Sulaiman Sulaiman Sulastri, Stefani Suprapto, Suprapto Surachman - Sutarman Gafur Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syaifudin, Wasian T H Ramadan Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Haris Ramadhan TRIS HARIS RAMADHAN Walanda, Nadia Wasi&#039;an Wasi&#039;an Wasi'an, Wasi'an Wasian Wasian Wasián Wasián wasian wasian, wasian Wasi’an Wasi’an , Wasi’an Wasi’an Wasi’an Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yohanes Wahyudi Yubelia Madeanne Khateha