Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN ABU SEKAM PADI PADA TANAH ULTISOL Mauludiah, Tuti; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 2 (2021): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i2.1378

Abstract

Penggunaan jenis pupuk kandang dan abu sekam padi sebagai bahan amelioran dalam budidaya tanaman melon pada tanah ultisol dapat memperbaiki sifat fisik, dan kimia tanah sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil melon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan dosis abu sekam padi serta interaksi keduanya yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon pada tanah ultisol. Pelaksanaan penelitian di Kabupaten Sintang, mulai dari bulan September sampai Desember 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama jenis pupuk kandang dengan 4 taraf (pukan sapi, pukan kambing, pukan ayam, dan campuran pukan). Faktor kedua dosis abu sekam padi dengan 3 taraf (20 ton ha-1 , 30 ton ha-1 , dan 40 ton ha-1 ). Interaksi dari pupuk kandang ayam dan abu sekam padi 20 ton ha-1 diperoleh hasil yang tertinggi berdasarkan variabel jumlah daun, bobot buah, ketebalan daging buah dan lingkar buah, namun pada beberapa interaksi pupuk kandang kambing, pupuk kandang sapi, dan campuran pupuk kandang yang dikombinasi dengan pupuk NPK diperoleh hasil yang sama baiknya.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA DI TANAH ALUVIAL Walanda, Nadia; Sasli, Iwan; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70292

Abstract

Budidaya tanaman okra di tanah aluvial dihadapkan oleh beberapa kendala, yaitu berupa rendahnya pH dan unsur hara yang terdapat di tanah aluvial sehingga menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra tidak optimal. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan pemberian tepung cangkang telur ayam yang berpotensi sebagai subtitusi kapur dolomit yang dapat menetralisir pH pada tanah aluvial serta pemberian pupuk NPK yang berperan dalam menyediakan unsur hara esensial yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis terbaik dari pemberian tepung cangkang telur ayam dan pupuk NPK yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2023 sampai 29 Mei 2023 yang berlokasi di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 Faktor yaitu dosis tepung cangkang telur ayam (T) dengan 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan. Penelitian ini terdiri dari 3 ulangan dan 4 sampel dengan jumlah total 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari faktor pertama dosis tepung cangkang telur ayam (T) yaitu t0 = tanpa tepung cangkang telur, dan t1 = 0,53 ton/ha atau setara dengan 2 gram/polybag, t2 = 1,04 ton/ha atau setara dengan 4 gram/polybag; dan faktor kedua dosis perlakuan pupuk NPK (N) yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 4 gram/tanaman, n2 = 350 kg/ha setara dengan 7 gram/tanaman dan n3 = 500 kg/ha setara dengan 10 gram/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm2), Volume Akar (cm3), Berat kering (gram), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah perbuah (gram), berat buah pertanaman (gram).
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Meita, Priskila; Radian, Radian; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71055

Abstract

Tanah aluvial cukup potensial digunakan sebagai lahan pertanian bawang merah, namun terkendala dengan kesuburannya. Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK merupakan upaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Menentukan kombinasi yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung selama ±3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan serta diulang sebanyak 3 kali. Faktor (B) adalah dosis biochar tongkol jagung terdiri atas 3 taraf : b0 = 0 ton/ha, b1 = 8 ton/ha, b2 = 16 ton/ha. Faktor (P) adalah dosis pupuk NPK terdiri atas 3 taraf yaitu : p1 = 400 kg/ha, p2 = 500 kg/ha, p3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar perumpun, berat kering, jumlah umbi, bobot susut dan diameter umbi serta variabel tambahan yaitu suhu udara, kelembaban udara, pH tanah setelah inkubasi, Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar tongkol jagung hanya berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 6 MST dan diameter umbi.
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bokashi dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Pada Tanah PMK Kristina, Yayuk; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71379

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama terpenting setelah padi. Upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan menggunakan tanah podsolik merah kuning sebagai media tanam. Pemberian bahan organik berupa bokashi bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah yang perlu dibarengi dengan penggunaan pupuk NPK. Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi antara beberapa jenis bokashi dan pupuk NPK, mendapatkan jenis bokashi yang dapat memberikan pengaruh terbaik dan mendapatkan dosis pupuk NPK yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK. Penelitian dilakukan di lahan milik kelompok tani di Jalan Sekayok, Kelurahan Sebalo, Kabupaten Bengkayang pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Februari 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah jenis bokashi yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1= bokashi limbah pasar 10 ton/ha setara 5 kg/petak, k2=bokashi eceng gondok 10 ton/ha setara 5 kg/petak, dan k3=bokashi sekam padi 10 ton/ha setara 5 kg/petak. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n1=150 kg/ha setara 75 g/petak, n2= 300 kg/ha setara 150 g/petak, dan n3= 450 kg/ha setara 225 g/petak. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol, dan berat kering biji per petak. Berdasarkan hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara pemberian jenis bokashi dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK serta tidak ditemukan jenis terbaik pada perlakuan bokashi dan dosis pupuk NPK, namun pemberian dosis pupuk NPK 450 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada jumlah daun jagung.
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT Erick, Antonius; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77538

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan masyarakat dan menjadi satu diantara komoditas terpenting setelah tanaman padi karena mengandung karbohidrat, protein, lemak yang rendah, dan sejumlah vitamin sangat bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis dan jenis amelioran terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu pemberian dosis amelioran (D) terdiri dari: d1= 10 ton/ha setara dengan 5,6 kg/petak, d2= 20 ton/ha setara dengan 11,2 kg/petak, d3= 30 ton/ha setara dengan 16,8 kg/petak. Faktor kedua yaitu jenis amelioran (J) terdiri dari: j1= lumpur laut, j2= tanah aluvial, j3= abu kayu. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman, volume akar, berat jagung berkelobot, diameter tongkol, panjang tongkol, berat jagung berkelobot per petak. Berdasarkan hasil penelitian bahwa amelioran abu kayu dengan dosis 20 ton/ha setara 11,2 kg/petak merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) PADA TANAH PMK Elvira, Fifi; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71206

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) termasuk jenis tanaman sayuran dalam bentuk umbi dari keluarga Cruciferaeceae atau Brassicaceae, tumbuh di daerah tropis yang beriklim sedang dan dapat dijadikan sebagai obat alternatif. Upaya peningkatan produksi tanaman lobak di Kalimantan Barat adalah dengan mengoptimalkan tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) sebagai media tanam dengan penambahan bahan organik biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara biochar tongkol jagung dan pupuk NPK serta untuk mendapatkan dosis terbaik dari masing-masing perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang. Struktur dengan ketinggian tempat 1 mdpl. Penelitian berlangsung sejak 5 Maret-12 April 2023. Penelitian mengunakan metode pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu biochar tongkol jagung (B) : b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha; dan pupuk NPK (P) : p1 = 200 kg/ha, p2 = 400 kg/ha, p3 = 600 kg/ha masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian biochar tongkol jagung 10 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun dan panjang umbi tanaman lobak.
Tanggap Pertumbuhan dan Perkembangan Jagung Ketan terhadap Pemberian Amelioran dan Pupuk NPK pada Tanah Ultisol Harini, Dini; Radian; Iwan Sasli
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.167 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.34284

Abstract

The application of various types of organic matter as ameliorant and NPK fertilizer can increase the fertility of ultisol soil, physically and chemically. The study aimed to determine the effect of ameliorant types, the dose of NPK fertilizer and their interaction on the growth and development of glutinous corn on ultisol soil. The research was conducted in Bengkayang Regency, West Kalimantan from March to August 2020. The research used a factorial randomized block design. The first factor was the types of ameliorants with 5 levels, namely corncob biochar, corn waste bokashi, rice straw bokashi, cow manure, and chicken manure. The second factor was the dosage of NPK fertilizer with 4 levels, i.e., 100, 200, 300, and 400 kg ha-1. The chicken manure ameliorant increased plant height 2, 4, and 6 WAP (weeks after planting), ear diameter, ear length, ear weight per ear, and ear weight per plot. The best dose of NPK fertilizer for glutinous maize production is 200 kg ha-1 on ear length and weight per ear, and a dose of 100 kg ha-1 can stimulate plant growth based on plant height of 4 WAP. The combination of chicken manure and NPK fertilizer of 400 kg ha-1 produced the highest root dry weight, crown dry weight, and relative growth rate. Keywords: crop production, inorganic fertilizers, organic matter, soil fertility
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS DAN JENIS BAHAN MINERAL PADA TANAH GAMBUT Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3939

Abstract

The reseacrh aims to determine the best dosage and type of mineral materials to increase the growth and yield of sweet corn on peat soil was carried out in Rasau Jaya District. This reseach used a Factorial Completely Randomized Design (CRD) method consisting of 2 factor and 3 replications. The first factor, namely various dosage (D), consists of: d1= 10 ton ha-1, d2= 20 ton ha-1, d3= 30 ton ha-1. The second factor, namely the type of mineral subtance (M), consists of: m1 = sea mud, m2 = aluvial soil, m3 = wood ash. The results of the study showed that there was no interaction between of various dosage and type of mineral ingredients on all observed variables. Mineral subtance dosage of 30 ton ha-1 provides an increase in root volume, plant dry weight and number of rows per cob, while wood ash is the best type of mineral substance in increasing plant height, stem diameter, number of leaf, root volume, plant dry weight, cob lengh, cob diameter, number of fruits per cob, weight of cobs with husks and weight of cobs without husks. Key-words: growth and yield, mineral subtance, peat soil, sweet cornINTISARIPenelitian bertujuan untuk menentukan dosis dan jenis bahan mineral terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut telah dilaksanakan di Kecamatan Rasau Jaya selama empat bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis bahan mineral terdiri dari 3 taraf, yaitu d1 = 10 ton ha-1  , d2 =20 ton ha-1  , dan d3 = 30 ton ha-1  dan faktor kedua adalah jenis bahan mineral, terdiri dari 4 taraf, yaitu m1 = lumpur laut, m2 = tanah aluvial, m3 = abu kayu, dan m4 = tanah PMK. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian berbagai dosis dan jenis bahan mineral terhadap semua variabel pengamatan. Dosis bahan mineral 30 ton ha-1 memberikan peningkatan terhadap volume akar, berat kering tanaman dan jumlah baris per tongkol, sedangkan abu kayu merupakan jenis bahan mineral terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah buah per tongkol, berat tongkol berkelobot dan berat tongkol  tanpa kelobot.Kata Kunci: bahan mineral, gambut, hasil, jagung manis, pertumbuhan
Pengaruh Bokasi Limbah Baglog Jamur Tiram Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Edamame di Tanah Gambut Ramadhan, Syahri; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol. 2 No. 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.105041

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merrill) merupakan varietas kedelai bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Kalimantan Barat seiring meningkatnya permintaan ekspor, khususnya ke Jepang. Namun, pengembangan edamame pada lahan gambut menghadapi kendala berupa pH tanah rendah, ketersediaan hara terbatas, dan daya pegang air yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokasi limbah baglog jamur tiram (15, 20, dan 25 ton/ha), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (2, 3, dan 4 g/tanaman). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, berat polong segar per tanaman, jumlah polong isi, dan persentase polong isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK memberikan respons positif terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Perlakuan bokasi 25 ton/ha yang dikombinasikan dengan pupuk NPK setara 250 kg/ha merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan berat kering tanaman, jumlah polong, berat polong segar, dan persentase polong isi pada tanah gambut.
Respons Bibit Kopi Liberika terhadap Fungi Mikoriza Arbuskula, Cocopeat, dan Pupuk NPK pada Tanah Ultisol Manurung, Ririn Elfrida; Radian, Radian; Sasli, Iwan
Jurnal Agro Industri Perkebunan Vol 14 No 1 (2026): March
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jaip.v14i1.4651

Abstract

Liberica coffee has great potential in West Kalimantan, but its productivity is low due to old plants that have not been rejuvenated. To improve yields, good planting media is needed, such as the use of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) and the addition of cocopeat. Proper NPK fertilization is also important soil. This study aims to observe the response of coffee seedlings to the application of mycorrhiza, cocopeat, and NPK fertilizer. The research was conducted in Limbung Village, Kubu Raya Regency, using a factorial completely randomized design with three factors. The first factor is mycorrhiza with two treatment levels, the second factor is cocopeat with four treatment levels, and the third factor is NPK fertilizer with three treatment levels. The results showed that the interaction treatment between mycorrhiza, cocopeat, and NPK fertilizer provided the best results, specifically the combination of mycorrhiza + 25 g. plant-1 cocopeat + 1 g.plant-1 NPK fertilizer on the growth of coffee seedlings in Ultisol soil, thereby accelerating seedling readiness for transplanting and field planting.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrahman, Tatang Adi Suyatno Aditya, Tri Marta Agustina Anci Putri Albahari, Albahari Alfikri, Fadel Amandus Amandus Andrie Yuwono Ani Muani Asmiat - Asnawati, Asnawati Asnawati Astina - Astina, - Ayu, Yulia Sri Bartoldi, Ibrasius Basuni Basuni Br. Simanjuntak, Irene Marchenalia Bunia Ceri Clara Aurelia Yolanda Danuri . DENI, M Dewi Puspita Sari Dini Anggorowati Dini Anggorowati Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh Eko Harianto, Eko Elvira, Fifi Emmy Widyaningsih Erick, Antonius Erlianus Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Ermiwati, Ermiwati Fadjar Rianto Fathul Bahri Faturahman, Fadli Felisia . FRANSISKA, ELA REMITA Hadi Nugroho Harini, Dini HARYANTO, MIMID Hazizah Hazizah, Hazizah Her, Hermanto Hermanto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Ihsan Ikayanti, Fitri Imam Khoiri Indah Permayani Indri Yuniarti Ir. HJ. Rahmidiyani MS, Ir. HJ. Rahmidiyani MS Iswiyanto, Andi Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli, Iwan Sasli Iwan Sasli Jajat sudrajat JAWARI, JAWARI Khairil Khairil Khairiyah, Hana Madia Khateha, Yubelia Madeanne Kiswan Muhammad Kristina, Yayuk Kurniasih, Dwining Lindha Fendrasari Linseria Batu Bara M. Faridhan Erihan M. Taufik Mahmudi Mahmudi Manurung, Ririn Elfrida Marthadi, Marthadi MARTIYANTI, ANASTASIA ARI Maulidi Maulidi Maulidi, M. Sc, Maulidi, M. Sc Mauludiah, Tuti Megantara, I Gede Meita, Priskila Muslimah Muslimah Muslimah Muslimah Nicco Yanuar Noviandry Isnaini Nurjani Odilo Tarigasa POPIDYLAH, POPIDYLAH Purwaningsih . Reldy, Reldy Riko Prasetyo Rita Riyani Rusanti, Maria Goretti Safriadi Safriadi Samiri Samiri SANDI KURNIAWAN Sanjaya, Wahyu Selmitri Selmitri Selmitri, Selmitri Setia Budi Setiawan, Riyadi Singgih Tiwut Atmojo Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siswahyudianto Siti Hadijah sitorus, ade ruth Sony Setiawan Subiantoro, Subiantoro Suhendra Suhendra Sukari, Dedi Sulaiman Sulaiman Sulastri, Stefani Suprapto, Suprapto Surachman - Sutarman Gafur Syahri Ramadhan, Syahri Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syaifudin, Wasian T H Ramadan Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Haris Ramadhan Tris Haris Ramadhan TRIS HARIS RAMADHAN Walanda, Nadia Wasi'an Wasi'an Wasi'an, Wasi'an Wasián Wasián wasian wasian, wasian Wasi’an Wasi’an , Wasi’an Wasi’an Wasi’an Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yeni Nurhidayah Yohanes Wahyudi