Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH NAUNGAN DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE PADA LAHAN GAMBUT Hazizah, Hazizah; Radian, Radian; Wasi’an , Wasi’an
Jurnal Teknologi Pangan dan Industri Perkebunan (LIPIDA) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/lipida.v1i1.1370

Abstract

Ginger require various types of nutrients in sufficient quantities for growth and development, both classified as macro and micro nutrients. Plant growth and development is based on various factors including soil factors and environmental factors (light intensity). Peat soils have a low fertility rate, characterized by low macro and micro nutrient content. This study aims to find the best type of dung, the best shade rate and interaction between shade rate and type of dung on ginger growth and yield in peatlands. This study uses a split plot design. As the main plot is the shade rate (N) consists of 6 levels of composition and Type of dung (P) as a subplot which consists of 3 levels of maintenance. Each combination was repeated three times with 6 plant samples each bed. The treatments were: shade rate factor (N) consisted of: n1 = 50% shade, n2 = 60% shade, n3 = 70% shade, n4= 80% shade, n5 = 90% shade, n6 = 100% shade. The second factor is type of dung (P) consisting of p1 = cow dung, p2 = chicken dung, p3 = goat dung. The results showed that shade rate only had a significant effect on plant height at 1 month after plant, and type of dung only had a significant effect on plant dry weight at 4 and 5 months after plant. There was no interaction between shade rate and type of dung in all monitoring observational variables.
PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Aditya, Tri Marta; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.65115

Abstract

Bawang daun Allium fistulosum merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat dikonsumsi daunnya sebagai bumbu masak, bawang daun memiliki aroma yang sangat spesifik sehingga keberadaan bawang daun dalam suatu masakan akan menambah aroma harum dan rasa yang lezat pada makanan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui interakasi kapur dolomit dan pupuk N dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang terletak di jalan Reformasi Gg. Struktur, Pontianak Tenggara berlangsung dari bulan Februari 2023 sampai April 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang teridiri dari 2 faktor. Faktor pertama kapur dolomit (D) yang terdiri dari 3 taraf yaitu d1=12,5 ton/ha; d2=25 ton/ha; d3=37,5 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk urea yang terdiri dari 3 taraf yaitu n1=200 kg/ha; n2= 250 kg/ha pupuk urea; n3=300 kg/ha yang di ulang sebanyak 3 kali.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun perrumpun, jumlah anakkan perrumpun, volume akar, berat segar daun, dan berat kering daun. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara kapur dolomit dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Pemberian kapur dolomit dengan dosis 25 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap berat segar bawang daun.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Ayam dan KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Melon Pada Tanah Aluvial Sulastri, Stefani; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4134

Abstract

Melon merupakan jenis buah sekaligus tanaman yang termasuk dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Melon merupakan komoditas dalam tanaman buah semusim, yang hidup menjalar atau merambat dengan menggunakan sulur. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui interaksi antara pupuk kotoran ayam dan KNO 3 yang diberikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Desa Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, selama empat bulan dari 1 September sampai 3 Desember 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian pupuk kotoran ayam yang terdiri dari 3 taraf (a 1 = 10 ton/ha, a 2 = 15 ton/ha, a 3 = 20 ton/ha) dan pupuk KNO 3 terdiri dari 3 taraf (k 1 = 100 kg/ha, k 2 = 200 kg/ha , k 3 = 300 kg/ha).Penelitian diulang sebanyak 3 kali. Variabel batang pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, diameter, jumlah daun, berat kering tanaman, bobot per buah, lingkar buah, kadar gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis KNO 3 dengan dosis 300 kg/ha dapat meningkatkan kadar gula buah melon yang ditanam di tanah aluvial. Pemberian pupuk kotoran ayam dengan dosis 10 ton/ha sudah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon.
PENGARUH BOKASI KULIT RAMBUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) PADA TANAH ALLUVIAL Ayu, Yulia Sri; Radian, Radian; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88665

Abstract

Budidaya tanaman terung ungu (solanum melongena L.) pada tanah alluvial dihadapkan pada masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik, dan kandungan bahan organik rendah dengan tingkat keasaman tanah (pH) yang rendah, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas tanah alluvial yaitu dengan penambahan bahan organik seperti bokasi kulit rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi kulit rambutan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek, Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kota Pontianak yang berlangsung pada tanggal 19 Maret 2020 "“ 20 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga dihasilkan 80 tanaman yang disusun dengan jarak 50 cm × 60 cm antar polybag.. Perlakuan penelitian ini adalah 600 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 20 ton/ha (kontrol), 300 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 10 ton/ha, 600 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 20 ton/ha, 900 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 30 ton/ha dan 1200 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 40 ton/ha. Variabel penelitian yang diamati meliput tinggi tanaman (cm), waktu berbunga (HST), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per buah (g), berat buah per tanaman (g), panjang buah (cm) dan diameter buah (cm). Pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 900 g/polybag memberikan hasil yang baik yaitu mampu memberikan waktu berbunga tercepat, berat kering tanaman dan diameter buah tertinggi sedangkan berat buah per buah dan berat buah per tanaman tertinggi pada pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 300 g/polybag.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN TERHADAP PEMBERIAN VERMIKOMPOS PADA TANAH ALUVIAL Kurniasih, Dwining; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.89776

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas tanaman mentimun dapat dilakukan dengan pengolahan tanah sebagai media budidaya tanaman mentimun. Penggunaan tanah aluvial sebagai media budidaya tanaman mentimun di hadapkan pada kendala seperti sifat fisik tanah, usaha perbaikan sifat fisik tanah dapat dilakukan dengan pemberian vermikompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa dosis vermikompos terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan Rasau Jaya Tiga Jalan Pendidikan lama penelitian kurang lebih 3 bulan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu V0 = pupuk kandang 10 ton/ha, V1= 5 ton/ha, V2 = 7,5 ton/ha, V3=10 ton/ha, V4 12,5 ton/ha, V5 = 15 ton/ha. Variabel yang diamati meliputi volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah per buah, diameter buah, panjang buah, berat buah per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan vermikompos 7,5 ton/ha atau setara dengan 240 g/tanaman, berdasarkan hasil berat buah per buah dan berat buah per tanaman kualitas vermikompos hampir sama dengan kualitas pupuk kandang.
PENGARUH PEMBERIAN JADAM MICROORGANISM SOLUTION (JMS) DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85376

Abstract

Pemanfaatan tanah alluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. . Penggunaan JMS diharapkan dapat memperbaiki kendala pada tanah aluvial seperti memperbaiki kondisi tanah yang pejal menjadi lebih remah, memperbaiki pori-pori dan aerasi tanah aluvial dan pemberian pupuk kalium untuk melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik JMS dan pupuk kalium serta dosis interaksi JMS dan kalium terbaik bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan sejak 28 September 2023 sampai 7 Desember 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. JMS (J) sebagai petak utama terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu j1 = tanpa pemberian JMS dan j2 = dengan pemberian JMS. Pupuk kalium sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = kalium 100 kg/ha, k2 = kalium 200 kg/ha dan k3 = kalium 300 kg/ha. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian JMS + kalium 100 kg/ha merupakan dosis interaksi terbaik pada penelitian ini dalam meningkatkan jumlah umbi dan berat segar tanaman
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DENGAN PENGAPLIKASIAN AMELIORAN DAN PEMILIHAN VARIETAS PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Rusanti, Maria Goretti; Radian, Radian; Wasi'an, Wasi'an
Partner Vol 29, No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v29i2.7331

Abstract

ABSTRAKPengaplikasian amelioran dan pemilihan varietas adaptif merupakan strategi penting dalam meningkatkan produktivitas padi pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh amelioran dan varietas padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada periode Desember 2023 hingga April 2024, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah jenis amelioran (jerami padi, kompos gulma, dan kompos tandan kosong kelapa sawit), dan faktor kedua adalah varietas padi (Argo Pawan, Inpari IR Nutrizinc, Inpari 32, Mekongga, dan Sertani). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kompos gulma dan kompos tandan kosong kelapa sawit menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol (jerami padi cacah segar), yang terlihat pada variabel tinggi tanaman, berat kering tanaman, dan bobot gabah per petak. Varietas Sertani, Argo Pawan, dan Inpari IR Nutrizinc menunjukkan hasil tertinggi untuk pertumbuhan tanaman, sedangkan varietas Inpari 32, Mekongga, Inpari IR Nutrizinc, dan Sertani menghasilkan bobot gabah tertinggi per petak. Kata kunci: amelioran, produktivitas padi, sawah tadah hujan, varietas ABSTRACTThis study explores the role of ameliorants and adaptive varieties in enhancing rice productivity in rainfed lowland areas. The research was conducted in rainfed lowland areas in Ketapang Regency, West Kalimantan, from December 2023 to April 2024,using a factorial randomized block design. The first factor was the type of ameliorant (rice straw, weed compost, and empty palm oil bunch compost), and the second factor was the variety of rice (Argo Pawan, Inpari IR Nutrizinc, Inpari 32, Mekongga, and Sertani). The study indicates that weed compost and empty palm oil bunch compost yield superior growth compared to fresh rice straw, as evidenced by plant height, dry weight, and grain weight per plot. The Sertani, Argo Pawan, and Inpari IR Nutrizinc varieties obtained the highest results for rice plant growth based on the plant height variable, while the highest yield variable was obtained from the Inpari 32, Mekongga, Inpari IR Nutrizinc, and Sertani varieties based on grain weight per plot. Keywords: ameliorant, rice productivity, varieties
PENGARUH JENIS MULSA DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Setiawan, Riyadi; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85722

Abstract

Untuk meningkatan kesuburan tanah PMK dapat ditempuh dengan pemberian kapur dan mulsa pada tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mulsa dan berapakah dosis kapur terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman bawang merah pada tanah PMK penelitian dilaksanakan di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang. Bulan Febuari sampai Mei 2024. Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah Mulsa (M) yang terdiri dari m1 = mulsa sintetik weedmet m2 = mulsa plastik hitam perak m3 = mulsa jerami dan faktor kedua adalah Kapur (A) yang terdiri dari a1= 5 ton/ha setara 1 kg per petak, a2= 10 ton/ha setara 2 kg per petak, a3= 15 ton/ha setara 3 kg per petak. Variabel yang diamati pada penelitaian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah umbi per petak, berat kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara mulsa dan kapur terhadap jumlah daun umur 8 MST dan jumlah umbi per rumpun. Pemberian mulsa jerami merupakan jenis mulsa yang terbaik dalam meningkatkan berat basah umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun bawang merah pada tanah PMK. Pemberian kapur sebanyak 15 ton/ha merupakan dosis terbaik yang dapat meningkatkan berat basah umbi per petak, berta kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun pada tanah PMK.
PENGARUH POC DAUN KELOR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Br. Simanjuntak, Irene Marchenalia; Syaifudin, Wasian; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.91352

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kubis bunga dihadapkan pada berbagai kendala, yaitu sifat fisik, kimia dan biologi sehingga tidak mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman khususnya kubis bunga. Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat berfungsi sebagai penyedia unsur hara makro dan mikro yang diperoleh dari unsur-unsur organik hayati dan nabati serta diperkaya dengan mikroba, hormon, enzim, yang dibutuhkan oleh tanaman mulai dari pertumbuhan vegetatif hingga generatif, serta dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman, dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Asrama Mahasiswa Kab. Bengkayang yang beralamat di Jl. Sepakat 2 Ujung, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan berlangsung selama 3 bulan mulai dari 13 April 2024 hingga 19 Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 (dua) faktor yaitu faktor pertama konsentrasi POC daun kelor (K) dan faktor kedua pupuk NPK (P) yang masing-masing terdiri dari 3 perlakuan. Banyaknya ulangan 3 (tiga) dan 4 (empat) unit sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah : k1 = POC daun kelor 60 mL/L, k2 = POC daun kelor 120 mL/L, k3 = POC daun kelor 180 mL/L dan p1 = 5 g/tanaman setara 200 kg/ha, p2 = 7,5 g/tanaman setara 300 kg/ha, p3 = 10 g/tanaman setara 400 kg/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), diameter batang (mm), waktu berbunga (HST), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), diameter krop (cm), dan berat segar krop (g). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi dari pemberian perlakuan POC daun kelor dan NPK pada pertumbuhan kubis bunga, yaitu pada variabel pengamatan berat kering tanaman.
PENGARUH BERBAGAI AMELIORAN DAN KONSENTRASI PUPUK MIKRO PADA TANAMAN EDAMAME (Glycine max (L.) Merill) DI TANAH GAMBUT Nicco Yanuar; Radian; Iwan Sasli; Riko Prasetyo
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 27 No 1 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.27.1.58-66

Abstract

[THE EFFECT OF VARIOUS SOIL AMELIORANTS AND MICRONUTRIENT FERTILIZER CONCENTRATIONS ON EDAMAME (Glycine max (L.) Merill) PLANTS IN PEAT SOIL]. The cultivation of edamame (Glycine max (L.) Merrill) in Indonesia remains limited, despite increasing demand in both domestic and export markets. However, peat soils present challenges for edamame production due to their high acidity and nutrient deficiencies. This study aimed to evaluate the effects of different soil amendments and micronutrient fertilizer concentrations on the growth and yield of edamame cultivated in peat soil. The research was conducted from March to May 2023 at the Agribusiness Technical Implementation Unit (UPT) of the Pontianak City Agriculture and Food Security Office. A factorial completely randomized design (CRD) was employed, with the first factor being the type of soil amendment (chicken manure, cow manure, and oil palm bunch compost) and the second factor being micronutrient fertilizer concentrations (0 g/L as control, 0.100 g/L, 0.125 g/L, 0.150 g/L, and 0.175 g/L). Results indicated that the interaction between soil amendments and micronutrient fertilizer concentrations had no significant effect on all measured variables. Soil amendments alone had a significant effect on plant height at two and three weeks after planting, but not at four weeks, nor on branch number or plant dry weight. Conversely, micronutrient fertilizer concentration significantly influenced plant dry weight only. These findings suggest that while soil amendments support early vegetative growth, micronutrient fertilizers primarily enhance biomass accumulation. The study provides practical insights for optimizing fertilization strategies to improve edamame cultivation on peat soils.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrahman, Tatang Adi Suyatno Aditya, Tri Marta Agustina Anci Putri Albahari, Albahari Alfikri, Fadel Amandus Amandus Andrie Yuwono Ani Muani Asmiat - Asnawati, Asnawati Asnawati Astina - Astina, - Ayu, Yulia Sri Bartoldi, Ibrasius Basuni Basuni Br. Simanjuntak, Irene Marchenalia Bunia Ceri Clara Aurelia Yolanda Danuri . DENI, M Dewi Puspita Sari Dini Anggorowati Dini Anggorowati Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh Eko Harianto, Eko Elvira, Fifi Emmy Widyaningsih Erick, Antonius Erlianus Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Ermiwati, Ermiwati Fadjar Rianto Fathul Bahri Faturahman, Fadli Felisia . FRANSISKA, ELA REMITA Hadi Nugroho Harini, Dini HARYANTO, MIMID Hazizah Hazizah, Hazizah Her, Hermanto Hermanto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Ihsan Ikayanti, Fitri Imam Khoiri Indah Permayani Indri Yuniarti Ir. HJ. Rahmidiyani MS, Ir. HJ. Rahmidiyani MS Iswiyanto, Andi Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli, Iwan Sasli Iwan Sasli Jajat sudrajat JAWARI, JAWARI Khairil Khairil Khairiyah, Hana Madia Khateha, Yubelia Madeanne Kiswan Muhammad Kristina, Yayuk Kurniasih, Dwining Lindha Fendrasari Linseria Batu Bara M. Faridhan Erihan M. Taufik Mahmudi Mahmudi Manurung, Ririn Elfrida Marthadi, Marthadi MARTIYANTI, ANASTASIA ARI Maulidi Maulidi Maulidi, M. Sc, Maulidi, M. Sc Mauludiah, Tuti Megantara, I Gede Meita, Priskila Muslimah Muslimah Muslimah Muslimah Nicco Yanuar Noviandry Isnaini Nurjani Odilo Tarigasa POPIDYLAH, POPIDYLAH Purwaningsih . Reldy, Reldy Riko Prasetyo Rita Riyani Rusanti, Maria Goretti Safriadi Safriadi Samiri Samiri SANDI KURNIAWAN Sanjaya, Wahyu Selmitri Selmitri Selmitri, Selmitri Setia Budi Setiawan, Riyadi Singgih Tiwut Atmojo Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siswahyudianto Siti Hadijah sitorus, ade ruth Sony Setiawan Subiantoro, Subiantoro Suhendra Suhendra Sukari, Dedi Sulaiman Sulaiman Sulastri, Stefani Suprapto, Suprapto Surachman - Sutarman Gafur Syahri Ramadhan, Syahri Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syaifudin, Wasian T H Ramadan Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Haris Ramadhan Tris Haris Ramadhan TRIS HARIS RAMADHAN Walanda, Nadia Wasi'an Wasi'an Wasi'an, Wasi'an Wasián Wasián wasian wasian, wasian Wasi’an Wasi’an , Wasi’an Wasi’an Wasi’an Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yeni Nurhidayah Yohanes Wahyudi