Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI BIOAKTIVATOR PADA TANAH GAMBUT ELA REMITA FRANSISKA; RADIAN RADIAN RADIAN; ASNAWATI ASNAWATI ASNAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45195

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat, maka produksi bawang merah perlu ditingkatkan salah satunya dengan menambahkan bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivator yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kompos Pendidikan Untan (RKPU) Fakultas Pertanian dimulai sejak tanggal 15 Mei 2020 sampai dengan 27 Juli 2020. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 faktor perlakuan yaitu p0 (tanpa bioaktivator), p1 (bioaktivator EM4), p2 (bioaktivator akar alang-alang), p3  (bioaktivator akar bambu), dan  p4 (bioaktivator Trichoderma sp). Masing - masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering angin tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai bioaktivator berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 4–8 mst, jumlah anakan (anakan) 4 – 8 mst, jumlah daun (helai) 4 – 8 mst, berat segar tanaman (g), berat kering angin tanaman (g) dan berat kering angin umbi (g), namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 2  mst, jumlah anakan (anakan) 2 mst, jumlah daun (helai) 2 mst. Dapat disimpulkan bahwa bioaktivator akar bambu merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah
Pengaruh Pupuk NPK dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Pada Lahan Pasang Surut di Kecamatan Sungai Kakap Ibrasius Bartoldi; Radian Radian; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada lahan pasang surut di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 November 2019 –22 Januari 2020.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor perlakuan yaitu pupuk NPK (300 kg/ha, 600 kg/ha dan 900 kg/ha) dan jarak tanam (15 cm x 15 cm, 15 cm x 20 cm dan 20 cm x 20 cm). , Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (umbi), berat basah tanaman per rumpun (g), dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata pada setiap variabel, sedangkan perlakuan jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Pada penelitian ini tidak terdapat adanya interaksi. Kata kunci: Bawang merah, Jarak tanam,lahan pasang surut, NPK.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA RASAU JAYA Albahari Albahari; Radian Radian; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63233

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang strategis dan cukup penting bagi penduduk Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan utama. Kebutuhan beras seiring waktu terus meningkat sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi. Satu diantara upaya yang bisa dilakukan adalah dengan optimalisasi sumberdaya lahan yang ada dengan  penggunaan varietas unggul. Berbagai varietas yang telah dikeluarkan tentu memiliki kemampuan adaptasi untuk tumbuh dan berproduksi yang berbeda terutama pada lahan non irigasi seperti lahan sawah tadah hujan. Berbagai kendala seperti ketersdiaan hara yang rendah, tingkat keasaman yang cenderung tinggi serta kondisi pengairan yang hanya berasal dari curah hujan bisa menyebabkan tanaman berproduksi tidak sesuai dengan deskripsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil padi terbaik pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dimulai pada bulan Maret hingga Juli 2022 di Desa Rasau Jaya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu varietas yang diulang sebanyak 3 kali. Adapun taraf perlakuan varietas tersebut  yaitu:   v1= Inpari 22, v2 = Inpari 24, v3 = Inpari 30, =  v4 Inpari 32, v5 = Cilosari, v6 =  Jeliteng, v7 = varietas Baromah, v8 = varietas Sulutan. Variabel yang diamati  terdiri dari tinggi tanaman dan jumlah anakan maksimum umur 4, 6, 8, dan 10 MST, umur berbunga, jumlah anakan produktif, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, dan kepadatan malai. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan varietas berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, umur berbunga, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, kepadatan malai dan berat gabah kering giling per petak, namun tidak berpengaruh tehadap variabel jumlah anakan dan jumlah anakan produktif tanaman.
PENGARUH KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Yubelia Madeanne Khateha; Radian Radian; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62231

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan kantor BPP Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari Juli 2021 sampai November 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan hasil jagung pada PMK serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama penggunaan Azotobacter yang terdiri dari 2 taraf perlakuan sebagai petak utama, yaitu : a0 =tanpa Azotobacter dan a1 = dengan Azotobacter. Faktor kedua adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sebagai anak petak, yaitu k0 = tanpa kompos TKKS, k1 = kompos TKKS 3 ton/ha, k2 =kompos TKKS 6 ton/ha, dan k3 = kompos TKKS 9 ton/ha. Perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel pegamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning dan pemberian kompos TKKS dosis 6 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH AMELIORAN TANAH ALUVIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT MIMID HARYANTO; RADIAN RADIAN; WASIAN WASIAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amelioran tanah aluvial terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 21 Juli sampai dengan 25 September 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah a1 = Tanah Aluvial 120 g/polybag (2% Berat Medium Tanah) a2 = Tanah Aluvial 240 g/polybag (4% Berat Medium Tanah) a3 = Tanah Aluvial 360 g/polybag (6% Berat Medium Tanah), a4 = Tanah Aluvial 480 g/polybag (8% Berat Medium Tanah) dan a5 = Tanah Aluvial 600 g/polybag (10% Berat Medium Tanah). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan amelioran tanah aluvial berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, berat segar umbi per rumpun dan berat kering angin umbi per rumpun. Kata kunci: amelioran tanah aluvial, bawang merah, gambut
PENGARUH PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Lindha Fendrasari; Radian -; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk Phonska yang terbaik yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada bawang merah di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan selama 75 hari dimulai dari penanaman pada tanggal 17 Juli 2012 hingga panen pada tanggal 30 September 2012. Lokasi penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap perlakuan dalam 1 ulangan terdapat 3 sampel tanaman, jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 75 tanaman. Adapun perlakuan sebagai berikut : p1 = 0,8 g/polybag, p2 = 1,6 g/polybag, p3 = 2,4 g/polybag, p4 = 3,2 g/polybag, p5 = 4 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (umbi), berat segar umbi per rumpun (g), dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Lima dosis pemberian pupuk Phonska memberikan pengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Pemberian pupuk Phonska berpengaruh nyata terhadap berat segar umbi per rumpun, dengan hasil terbaik pada dosis 2,4 g/polybag atau setara dengan 600 kg/Ha. Kata kunci : Bawang merah, pupuk Phonska, tanah aluvial
PENGARUH UMUR BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI VARIETAS INPARA 3 DENGAN METODE SRI PADA TANAH ALUVIAL M. Faridhan Erihan; Radian -; Nurjani -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2429

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh umur bibit terhadap pertumbuhan dan hasil padi serta mendapatkan umur bibit yang tepat pada padi varietas Impara 3 dengan metode SRI pada tanah Aluvial. Peneltitian dilakukan dari bulan Mei sampai dengan bulan September 2012, berlokasi di rumah penelitian Kota Baru Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu umur bibit pindah tanam, yang terbagi atas U1( 7 hari setelah semai), U2 ( 9 hari setelah semai), U3 ( 11 hari setelah semai), U4 ( 13 hari setelah semai), U5 ( 15 hari setelah semai), U6 ( 17 hari setelah semai), U7 (19 hari setelah semai),U8 (21 hari setelah semai). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap unit perlakuan terdiri dari 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan umur bibit varietas Inpara 3 dengan metode SRI pada tanah alluvial tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan. Namun ada kecenderungan peningkatan dibandingkan dengan deskripsi padi varietas inpara 3. Peningkatan tersebut terlihat pada umur 15 hari setelah semai. Kata kunci : Umur bibit, Inpara 3, Pertumbuhan, Hasil, SRI (System Rice Intensification).
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PUTIH DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH GAMBUT Hermanto Hermanto Her; Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli; Radian Radian Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih pada tanah gambut.Penelitian dilaksanakan di Rumah Kompos Pendidikan Untan (RKPU) Fakultas Pertanian dimulai sejak tanggal 9 Juli 2020 sampai dengan 21 Oktober 2020 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 faktor perlakuan yaitu  P1 = 1,6gr NPK + POC konsentrasi 30ml / L, P2 = 2,4gr NPK = POC konsentrasi 25ml / L, P3 = 3,2gr NPK + POC konsentrasi 20ml / L, P4 = 4gr NPK + POC terkonsentrasi 15ml / L dan P5 = 4,8gr NPK + Konsentrasi POC 10ml / L). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Varabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mempersembahkan kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap berat tanaman segar tanaman, berat kering tanaman dan berat kering angin umbi (g),
PENGARUH BERBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI DI LAHAN PASANG SURUT Rita Riyani; Radian Radian; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2669

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk organik yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil padi di lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari persemaian pada tanggal 9 September 2012 hingga panen pada tanggal 28 Januari 2013. Penelitian dilaksanakan di daerah Sui Kakap Kecamatan Sui Kakap Kabupaten Kubu Raya pada tanah alluvial. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan serta 10 sampel tanaman sehingga diper oleh 24 unit percobaan. Adapun perlakuan sebagai berikut : p0 : tanpa penambahan pupuk organik, p1 : SSA, p2 : pupuk kotoran sapi, p3 : pupuk kotoran ayam, p4 : pupuk kotoran kambing, p5 : kompos. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif (anakan), jumlah anakan maksimum (anakan), jumlah gabah per malai (butir), panjang malai (cm), persentase gabah isi per malai (%), berat 1000 biji gabah kering (g), hasil gabah kering per petakan (g) Pemberian pupuk organik memberikan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman pada umur 2 minggu, jumlah anakan maksimum, dan panjang malai. Pemberian pupuk organik berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, berat 1000 biji gabah kering, dan hasil gabah kering per petakan. Kata kunci : Lahan pasang surut, Padi, Pupuk organik,
PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL Fadli Faturahman; Tatang Abdurrahman; Radian Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.24119

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrahman, Tatang Adi Suyatno Aditya, Tri Marta Albahari Albahari Amandus Amandus Andrie Yuwono Ani Muani Asmiat - Asnawati Asnawati Asnawati Astina - Astina, - Atmojo, Singgih Tiwut Ayu, Yulia Sri Basuni Basuni Br. Simanjuntak, Irene Marchenalia Bunia Ceri Clara Aurelia Yolanda Danuri . Dini Anggorowati Dini Anggorowati Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh ELA REMITA FRANSISKA Elvira, Fifi Emmy Widyaningsih Erick, Antonius Erlianus Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Fadjar Rianto Fadli Faturahman Fathul Bahri Felisia Felisia Hadi Nugroho Harini, Dini Hazizah Hazizah, Hazizah Hermanto Hermanto Her Ibrasius Bartoldi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Ihsan Ikayanti, Fitri Indah Permayani Indri Yuniarti Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli Jajat sudrajat JAWARI, JAWARI Khairil Khairil Khoiri, Imam Kiswan Muhammad KISWAN MUHAMMAD Kristina, Yayuk Kurniasih, Dwining Lindha Fendrasari Linseria Batu Bara M DENI M. Faridhan Erihan M. Taufik Mahmudi Marthadi, Marthadi MARTIYANTI, ANASTASIA ARI Maulidi Maulidi Maulidi, M. Sc, Maulidi, M. Sc Mauludiah, Tuti Megantara, I Gede Meita, Priskila MIMID HARYANTO Muslimah Muslimah Muslimah Muslimah Noviandry Isnaini Nurjani Odilo Tarigasa POPIDYLAH, POPIDYLAH Purwaningsih . Radian Reldy, Reldy Rita Riyani Rusanti, Maria Goretti Safriadi Safriadi Safriadi, Safriadi Samiri Samiri SANDI KURNIAWAN Selmitri Selmitri Selmitri, Selmitri Setia Budi Setiawan, Riyadi Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siti Hadijah sitorus, ade ruth Sony Setiawan Subiantoro, Subiantoro SUHENDRA SUHENDRA Sukari, Dedi Sulaiman Sulaiman Sulastri, Stefani Suprapto, Suprapto Surachman - Sutarman Gafur Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syaifudin, Wasian T H Ramadan Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Haris Ramadhan TRIS HARIS RAMADHAN Walanda, Nadia Wasi'an Wasi'an Wasi'an, Wasi'an Wasian Wasian Wasián Wasián wasian wasian, wasian Wasi’an Wasi’an , Wasi’an Wasi’an Wasi’an Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yohanes Wahyudi Yubelia Madeanne Khateha