Claim Missing Document
Check
Articles

The Corn Development Strategy in Peat Soil With No Burning and Traditional Methods Selmitri Selmitri; Erlinda Yurisinthae; Radian Radian
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.507 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i2.115

Abstract

The study aims to analyze the differences in the development of corn cultivation in peat soils between no-burning and traditional methods or with burning in Rasau Jaya District, Kubu Raya District. The fact that currently clearing forests is still using burning on agricultural land in general and especially on peat soil that is feared to experience underground burning is difficult to overcome and cause many losses. The development of corn on land without burning on peat soil is a solution for the community in maintaining ecosystem sustainability. The explanatory research is directed at testing hypotheses and following research objectives. Data collection by interview and questionnaire to 60 respondents were corn farmers on peat soil. The average difference test is used in explaining the difference in yield between the two methods of planting on peat soil. The results found that there were significant differences in the application of corn cultivation on peat soil without burning compared to the traditional method on the variables fertilizer, pesticide, business costs, and yields. In contrast, the planting area variable had no significant difference.
PENGARUH PUPUK KALSIUM NITRAT DAN PUPUK KALIUM FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata) DI TANAH GAMBUT Odilo Tarigasa; Radian Radian; Wasián Wasián
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.5959

Abstract

Pengembangan kacang hijau di tanah gambut di Kabupaten Kubu Raya masih terbatas dan cenderung ditanam sebagai tanaman sela. Produktivitas kacang hijau Kalimantan Barat tahun 2019 hanya mencapai 0,8 ton per hektar berbeda nyata dengan produktivitas nasional dengan capaian 1,7 ton per hektar. Dalam upaya pemanfaatan lahan gambut untuk penambahan luas tanam kacang hijau di tanah gambut dibutuhkan informasi yang beragam khususnya tentang penggunaan jenis pupuk yang mendukung pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk kalsium nitrat dan pupuk kalium fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau, serta mendapatkan dosis pupuk kalsium nitrat dan kalium fosfat untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2021 hingga Juli 2021 menggunakan lahan gambut di  Desa Arang Limbung  Kecamatan Sungai Raya  Kabupaten Kubu Raya.   Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah Pupuk kalsium nitrat (k0= kontrol, k1 = pupuk pupuk kalsium nitrat dengan dosis 300 kg ha-1, k2 = pupuk pupuk kalsium nitrat dengan dosis 600 kg ha-1, k3 = pupuk pupuk kalsium nitrat dengan dosis 900 kg ha-1). Faktor kedua adalah Pupuk kalium fosfat (m0= kontrol, m1 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 80 kg ha-1, m2 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 160 kg ha-1,m3 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 240 kg ha-1, m4 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 320 kg ha-1). Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, bobot 100 biji, jumlah biji per tanaman, berat kering biji per tanaman, berat kering akar, dan berat kering tanaman. Berdasarkan analisis sidik ragam terhadap variabel pengamatan diketahui bahwa interaksi pupuk kalsium dan pupuk kalium fosfat berpengaruh nyata terhadap jumlah biji per tanaman. Perlakuan 900 kg ha-1 Kalsium Nitrat dan 240 kg ha-1 kalium fosfat menghasilkan jumlah biji tertinggi.
Pengaruh Intesitas Naungan dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jahe di Lahan Gambut: Pengaruh Intesitas Naungan dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jahe di Lahan Gambut Hazizah; Radian; Wasi’an
Jurnal Teknologi Pangan dan Industri Perkebunan (LIPIDA) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.305 KB) | DOI: 10.58466/lipida.v1i1.100

Abstract

Tanaman jahe membutuhkan berbagai jenis unsur hara dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya, baik tergolong unsur hara makro maupun mikro. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor tanah dan faktor lingkungan (intensitas cahaya). Tanah gambut memiliki tingkat kesuburan rendah yang ditandai dengan kandungan unsur hara makro dan mikro yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis pupuk kandang, intensitas naungan yang paling baik serta interaksi antara intensitas naungan dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil jahe di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama adalah Intensitas naungan (N) terdiri dari 6 taraf perlakuan dan Jenis Pupuk Kandang (P) sebagai anak petak (Sub Plot) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan 6 tanaman sampel setiap bedengan. Perlakuan yang dimaksud adalah : faktor intensitas naungan (N) terdiri dari : n1 = naungan 50%, n2 = naungan 60%, n3 = naungan 70%, n4 = naungan 80%, n5 = naungan 90%, n6 = naungan 100%. Faktor kedua jenis pupuk kandang (P) terdiri dari : p1 =  pupuk kandang sapi, p2 =  pupuk kandang ayam, p3 =  pupuk kandang kambing. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan naungan hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur tanaman 1 BST,dan perlakuan pupuk hanya berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman umur 4 dan 5 BST. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan naungan dan jenis pupuk kandang di semua perlakuan variabel pengamatan.  
PENGARUH MULSA PLASTIK HITAM PERAK DAN BERBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH GAMBUT Noviandry Isnaini; Radian Radian; Iwan Sasli
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2869

Abstract

The study aims to determine the interaction and individual effects of silver black plastic mulch and organic fertilizers on the growth and yield of shallots on peat soil. The research was carried out on land located in Kubu Raya Regency, West Kalimantan using a factorial randomized block design method. The first factor was silver black plastic mulch treatment (without mulch and using mulch), the second factor was organic fertilizer treatment (without organic fertilizer, chicken manure, cow manure, goat manure, petroganic fertilizer, and biogreen fertilizer) each combination treatment was repeated 3 times. The results showed that the use of silver black plastic mulch and organic fertilizers individually and interactively had not optimally affected the growth and yield of shallots on peat soil. The use of silver black plastic mulch was able to increase the number of leaves per clump and the number of tillers per clump. The use of petroganic fertilizers can increase plant height with the highest yields. INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi maupun secara individu dari perlakuan mulsa plastik hitam perak dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang terletak di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu perlakuan mulsa plastik hitam perak (tanpa mulsa dan pemakaian mulsa), faktor kedua yaitu perlakuan pupuk organik (tanpa pupuk organik, pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, pupuk petroganik, dan pupuk biogreen) masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak dan pupuk organik secara individu dan secara interaksi belum berpengaruh secara optimal terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penggunaan mulsa plastik hitam perak mampu meningkatkan pertambahan jumlah daun per rumpun dan jumlah anakan per rumpun. Penggunaan pupuk petroganik mampu meningkatkan tinggi tanaman dengan hasil yang tertinggi.
PENGARUH JENIS DAN DOSIS KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALUVIAL BUNIA CERI; Radian; Dini Anggorowati
JURNAL BORNEO AKCAYA Vol 9 No 1 (2023): Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51266/borneoakcaya.v9i1.222

Abstract

Tomato plant (Lycopersicum esculentum Mill.) is a horticultural plant with lots of vitamins that are beneficial to the human body. In some areas, tomato plants are cultivated on alluvial soils. However, it turns out that alluvial soil has soil characteristics that are poor in nutrient content, so it requires composting to increase the nutrient content of the soil in order to increase tomato plant production. This study aims to determine the effect of the type and dosage of compost on the growth and yield of tomato plants in alluvial soil. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor was the type of compost (mixed weeds, empty oil palm bunches, water hyacinth, and krinyu), and the second factor was the dose of compost, which consisted of four treatment levels (160 g/polybag ≈ 5 t/ha, 320 g/polybag ≈ 10 t /ha, 480 g/polybag ≈ 15 t/ha, and 640 g/polybag ≈ 20 t/ha). The results of this study showed that the type and dosage of compost had a significant effect on the vegetative phase of tomato plants (plant height, number of leaves, leaf area, and plant dry weight); however, the type and dosage of compost had no significant effect on the generative phase of tomato plants (number of fruits and fruit).
PENGARUH PENGATURAN MUKA AIR DAN PEMBERIAN ASAM AMINO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI Eka Afriyan Hardigaluh; Radian Radian; Fadjar Rianto
Partner Vol 28, No 1 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v28i1.6912

Abstract

Rice production technology that needs to be studied, in this study is water table regulation and amino acid administration. The study was conducted in Singkawang using a Complete Randomized Design.  Two-factor factorial. The first factor regulates the height of the water table +5 cm, 0 cm, -10 cm, -20 cm. The second factor is administration without amino acids, synthetic amino acids 500 ppm, amino acids gold snails 500 ppm and 1000 ppm. The interaction of the two factors occurred in the variables of the number of productive saplings at the age of 42 hst, root volume and stem rigidity. The combination of water level treatment of -10 cm and the application of 500 ppm golden snail amino acids is the best with the number of saplings 38, the volume of roots as much as 50 ml and the rigidity of the stem in the category is rather strongKeywords: gold snail, productive tiller, inundation, stem rigidity, synthetic amino acids
PENGARUH PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DENGAN SISTEM SALIBU Emmy Widyaningsih; Radian Radian; Basuni Basuni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3303

Abstract

The aim of the study was to determine the effect of NPK fertilizer and its varieties and their interactions on the growth and production of rice with the salibu system. The research was conducted in Kubu Raya Regency from June to September 2022. The research design used a factorial randomized block design. The first factor was the provision of NPK with 3 levels (NPK fertilizer dose of 200 kgha-1, 400 kg ha-1, 600 kg ha-1) and the second factor was the use of various types of varieties with 8 levels (Inpari 22, Inpari 24, Inpari 30, Inpari 32, Cilosari , Jeliteng, Baromah, Sulutan). The results showed that the NPK fertilization of various rice varieties in the crusading system was only able to affect plant height at the age of 5-6 WAC. NPK fertilization at a dose of 600 kg ha-1 can increase the growth and yield of rice in the crusader cultivation system in the variables of the number of productive tillers, the weight of harvested dry grain per clump, the weight of dry harvested and milled dry grain per plot and the potential for crop production per hectare. Not all rice varieties can produce good crosses. Varieties with high production potential per hectare are Inpari 32, Inpari 22, Sulutan, Baroma, Inpari 24, and Jeliteng varieties, respectively. Meanwhile, Inari 30 and Cilosari have milled dry unhusked rice and the lowest production potential, so it is not recommended to plant with the cruciferous system. The success of the cruciferous rice depends on the main crop, which is shown by the results of the main crops that align with the crusader rice yields. Keywords: NPK fertilizer, salibu, varietyINTISARITujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi pupuk NPK dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi padi dengan sistem salibu. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kubu Raya pada bulan Juni-September 2022. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama pemberian NPK dengan 3 taraf (dosis pupuk NPK 200 kg/ha, 400 kg/ha, 600 kg/ha) dan Faktor kedua penggunaan berbagai jenis varietas dengan 8 taraf (Inpari 22, Inpari 24, Inpari 30, Inpari 32, Cilosari, Jeliteng, Baromah, Sulutan). Hasil penelitian diperoleh bahwa pemupukan NPK berbagai varietas padi pada sistem budidaya salibu hanya mampu mempengaruhi tinggi tanaman pada umur 5-6 MSP. Pemupukan NPK dengan dosis 600 kg/ha dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi pada sistem budidaya salibu pada variabel jumlah anakan produktif, berat gabah kering panen per rumpun, berat gabah kering panen dan kering giling per petak serta potensi produksi tanaman per hektar. Tidak semua Varietas padi dapat menghasilakn salibu yang baik. Varietas yang mampu menghasilkan potensi produksi per hektar yang tinggi yaitu secara berturut-turut pada varietas Inpari 32, Inpari 22, Sulutan, Baroma, inpari 24, dan Jeliteng. Sedangkan Inpari 30 dan Cilosari memiliki Gabah Kering Giling dan  potensi produksi terendah sehingga tidak dianjurkan ditanam dengan sistem salibu. Keberhasilan padi salibu tergantung dari tanaman utamanya, yang ditunjukkan hasil tanaman utama yang sejalan dengan hasil padi salibu. Kata Kunci: pupuk NPK, salibu, varietas
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA TANAH SALIN Amandus Amandus; Tatang Abdurrahman; Radian Radian
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3231

Abstract

Cow manure and NPK fertilizers applied to saline soils can help reduce soil salinity levels and help increase soybean growth and yield through the physical and chemical improvement of soil quality. This study aims to determine the best interaction between cow manure and NPK fertilizer in increasing the growth and yield of soybeans on saline soils. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura, from August to November 2022. The research design used was a factorial complete randomized design of two factors. The first factor was cow manure (k1= 15 tonsha-1, k2= 20 tons.ha-1, and k3= 25 tons.ha-1). The second factor was NPK fertilizer (p1= 200 kg.ha-1, p2= 300 kg.ha-1, and p3 = 400 kg.ha-1),each treatment was repeated three times. The results showed that the interaction of 15 tons.ha-1 of cow manure and 200 kg.ha-1 of NPK fertilizer was the best dose in increasing plant height at 4 and 5 WAP. The best amount of cow manure is 20 tons.ha-1 in increasing the dry weight of the top of the plant, root volume, number of pods and seed weight per plant. The best dose of NPK fertilizer is 300 kg.ha-1 to increase seed weight per plant.INTISARIPupuk kandang sapi dan pupuk NPK yang diaplikasikan pada tanah salin dapat membantu dalam menurunkan kadar salinitas tanah dan membantu dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai melalui perbaikan kualitas tanah secara fisik dan kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi antara pupuk kandang sapi dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah salin. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, pada bulan Agustus-November 2022. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk kandang sapi (k1= 15 ton/ha,  k2= 20 ton/ha, dan k3= 25 ton/ha) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (p1= 200 kg/ha, p2= 300 kg/ha, dan p3= 400 kg/ha), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian diperoleh interaksi pupuk kandang sapi 15 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman umur 4 dan 5 MST. Dosis pupuk kandang sapi yang terbaik adalah sebesar 20 ton/ha dalam meningkatkan berat kering bagian atas tanaman, volume akar, jumlah polong dan bobot biji per tanaman. Dosis pupuk NPK terbaik adalah sebesar 300 kg/ha dalam meningkatkan bobot biji per tanaman.
PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL Fadli Faturahman; Tatang Abdurrahman; Radian Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.845 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24233

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman.
PENGARUH JENIS TANAH DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH Clara Aurelia Yolanda; Radian -; Surachman -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tanah dan dosis pupuk kandang sapi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis tanah (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu t1 (tanah gambut), t2 (tanah alluvial), dan t3 (tanah PMK), dan dosis pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu p0 (Tanpa pemberian pupuk kandang sapi), p1 (62,5 g/polybag ditanah gambut, 50 g/polybag ditanah alluvial dan PMK), p2 (125 g/polybag ditanah gambut, 100 g/polybag ditanah alluvial dan PMK), p3 (187,5 g/polybag ditanah gambut, 150 g/polybag ditanah alluvial dan PMK). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 36 satuan perlakuan dan 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g), dan jumlah umbi per rumpun (umbi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar umbi dan berat kering angin umbi per rumpun. Sedangkan dosis pupuk kandang sapi tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Interaksi terjadi pada variabel jumlah daun pada minggu ke-4, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi per rumpun. Perlakuan jenis tanah gambut (t1p0) memberikan rerata tertinggi pada variabel tinggi tanaman yaitu 35,44 cm dan pada minggu ke-8 perlakuan (t1p3) pada variabel jumlah daun 21,33 helai. Perlakuan jenis tanah PMK (t3p1) memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah umbi yaitu 6,44 umbi, berat segar umbi per rumpun 17,61 g, dan berat kering angin umbi per rumpun 16,04 g. Perlakuan jenis tanah alluvial memberikan rerata terendah terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci : Gambut, Alluvial, PMK, Pupuk Kandang Sapi, Bawang Merah
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrahman, Tatang Adi Suyatno Aditya, Tri Marta Albahari Albahari Amandus Amandus Andrie Yuwono Ani Muani Asmiat - Asnawati Asnawati Asnawati Astina - Astina, - Atmojo, Singgih Tiwut Ayu, Yulia Sri Basuni Basuni Br. Simanjuntak, Irene Marchenalia Bunia Ceri Clara Aurelia Yolanda Danuri . Dini Anggorowati Dini Anggorowati Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh ELA REMITA FRANSISKA Elvira, Fifi Emmy Widyaningsih Erick, Antonius Erlianus Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Fadjar Rianto Fadli Faturahman Fathul Bahri Felisia Felisia Hadi Nugroho Harini, Dini Hazizah Hazizah, Hazizah Hermanto Hermanto Her Ibrasius Bartoldi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Ihsan Ikayanti, Fitri Indah Permayani Indri Yuniarti Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli Iwan Sasli Jajat sudrajat JAWARI, JAWARI Khairil Khairil Khoiri, Imam KISWAN MUHAMMAD Kiswan Muhammad Kristina, Yayuk Kurniasih, Dwining Lindha Fendrasari Linseria Batu Bara M DENI M. Faridhan Erihan M. Taufik Mahmudi Marthadi, Marthadi MARTIYANTI, ANASTASIA ARI Maulidi Maulidi Maulidi, M. Sc, Maulidi, M. Sc Mauludiah, Tuti Megantara, I Gede Meita, Priskila MIMID HARYANTO Muslimah Muslimah Muslimah Muslimah Noviandry Isnaini Nurjani Odilo Tarigasa POPIDYLAH, POPIDYLAH Purwaningsih . Radian Reldy, Reldy Rita Riyani Rusanti, Maria Goretti Safriadi Safriadi Safriadi, Safriadi Samiri Samiri SANDI KURNIAWAN Selmitri Selmitri Selmitri, Selmitri Setia Budi Setiawan, Riyadi Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siti Hadijah sitorus, ade ruth Sony Setiawan Subiantoro, Subiantoro SUHENDRA SUHENDRA Sukari, Dedi Sulaiman Sulaiman Sulastri, Stefani Suprapto, Suprapto Surachman - Sutarman Gafur Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syaifudin, Wasian T H Ramadan Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Haris Ramadhan TRIS HARIS RAMADHAN Walanda, Nadia Wasi'an Wasi'an Wasi'an, Wasi'an Wasian Wasian Wasián Wasián wasian wasian, wasian Wasi’an Wasi’an , Wasi’an Wasi’an Wasi’an Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yohanes Wahyudi Yubelia Madeanne Khateha