Transportasi publik memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas sosial, efisiensi ekonomi, dan pemerataan pembangunan nasional. Dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, penyediaan layanan transportasi yang andal menuntut kapasitas organisasi untuk terus beradaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis, teknologi, dan ekspektasi pelanggan. Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), proses transformasi menjadi semakin kompleks karena harus menyeimbangkan kinerja bisnis dengan mandat pelayanan publik. Oleh karena itu, manajemen perubahan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan transformasi organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberhasilan transformasi organisasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dari perspektif manajemen perubahan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan perusahaan, publikasi resmi, dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi PT KAI didukung oleh kepemimpinan yang kuat, pembenahan budaya kerja, peningkatan disiplin operasional, serta pemanfaatan teknologi digital. Transformasi ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan, perbaikan kinerja operasional, dan pemulihan kepercayaan publik. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen perubahan merupakan faktor kunci bagi organisasi publik untuk keluar dari inersia birokrasi dan mencapai kinerja yang adaptif serta berorientasi pada pelanggan.