Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Utilizing Quizizz to Improve Conceptual Understanding in Tsaqafah 'Arabiyah among Undergraduate Students of the Arabic Language Education Program / Pemanfaatan Quizizz untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual Tsaqafah 'Arabiyyah pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Rahmawati, Dini; Saidah, Nur; Nurhadi, Nurhadi; Setiyawan, Adhi
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 7, NO 1 (MARET 2026): LOGHAT ARABI
Publisher : Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v7i1.623

Abstract

The development of educational technology requires learning innovations that are responsive to the characteristics of the digital generation, including in Tsaqafah 'Arabiyah learning, which is conceptual and often perceived as difficult by students. A common problem is the low level of students’ conceptual understanding, influenced by the abstract nature of the material and learning approaches that are still dominated by lectures and memorization. Therefore, the use of interactive learning media is needed to increase cognitive engagement and strengthen students’ comprehension more effectively. This study aims to examine the effectiveness of the Quizizz platform as a gamification-based learning medium in improving students’ conceptual understanding in the Tsaqafah 'Arabiyah learning. This research employed a quantitative approach using a pre-test–post-test design involving 20 third-semester students of the Arabic Language Education Study Program at UIN Sunan Kalijaga. Data were analyzed using a paired sample t-test and N-Gain calculation. The results show a significant improvement in students’ scores from 61.50 to 80.25, with t = -7.471 and p = 0.000. The average N-Gain value of 0.4627 indicates moderate effectiveness.Perkembangan teknologi pendidikan memerlukan inovasi pembelajaran yang responsif terhadap karakteristik generasi digital, termasuk dalam pembelajaran Tsaqafah 'Arabiyah yang bersifat konseptual dan sering dianggap sulit oleh siswa. Masalah umum yang sering muncul adalah rendahnya tingkat pemahaman konseptual siswa, yang dipengaruhi oleh sifat abstrak materi dan pendekatan pembelajaran yang masih didominasi oleh ceramah dan hafalan. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran interaktif diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan kognitif dan memperkuat pemahaman siswa secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas platform Quizizz sebagai media pembelajaran berbasis gamifikasi dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada mata kuliah Tsaqafah 'Arabiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test–post-test yang melibatkan 20 mahasiswa semester ketiga Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan dan perhitungan N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor siswa dari 61,50 menjadi 80,25, dengan t = -7,471 dan p = 0,000. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,4627 menunjukkan efektivitas moderat.
Dinamika Perkembangan Moral Dan Perbedaan Individual Peserta Didik Sekolah Dasar Di Era Digital: Sebuah Studi Literatur Hasibuan, Arviah; Handayani, Arri; Rahmawati, Dini
Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jsip.v6i1.26470

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan dasar menghadirkan tantangan etis yang kompleks dan risiko degradasi moral pada peserta didik usia 6–12 tahun. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan moral dan perbedaan individual peserta didik sekolah dasar di era digital. Menggunakan protokol PRISMA, sepuluh artikel yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025 dipilih dari database ScienceDirect, Taylor Francis, dan Google Scholar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang meliputi reduksi, penyajian, dan sintesis data. Temuan menunjukkan korelasi kuat (r=0,72) antara literasi digital dan perilaku etis, sementara penggunaan gawai yang berlebihan (2–12 jam/hari) memicu ketidakstabilan emosi. Meskipun teori klasik dari Kohlberg dan Bandura mampu menjelaskan pola kognitif dan imitasi, kerangka Digital Ethics of Care (DEC) sangat esensial untuk menumbuhkan empati. Lebih lanjut, perbedaan individual seperti gender, kondisi geografis, dan gaya mediasi orang tua secara signifikan memoderasi lintasan moral, di mana mediasi proaktif melalui strategi "THINK" terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan restriktif. Sebagai kesimpulan, perkembangan moral di era digital memerlukan integrasi literasi digital yang komprehensif, kematangan emosional, dan lingkungan yang mendukung melalui mediasi proaktif yang terpersonalisasi untuk membangun kemandirian moral.