p-Index From 2021 - 2026
4.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Journal of Maternal and Child Health Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Judika (Jurnal Nusantara Medika) Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Belantika Pendidikan These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT Jurnal Manajemen DIVERSIFIKASI Widya Bhumi Journal of Academia Perspectives Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal of Innovation and Research in Primary Education Room of Civil Society Development Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi Indonesian Journal of Environment and Disaster Journal of Computer Science and Information Technology SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Karya Nyata Pengabdian PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Journal on Mathematics Education Room of Civil Social Development Jurnal Pakar Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

How can the mathematics anxiety rating scale be modified for Indonesian elementary students (aged 10-12)? A psychometric analysis Solihin, Annas; Mariana, Neni; Purwoko, Budi; Rahmawati, Ika
Journal on Mathematics Education Vol. 16 No. 2 (2025): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.v16i2.pp689-708

Abstract

Mathematics anxiety is a well-documented affective factor that negatively influences students’ learning processes and academic achievement. While the Mathematics Anxiety Rating Scale (MARS) is among the most established instruments for assessing this construct, it was originally developed for adolescents and adults, thereby limiting its applicability for younger learners. Despite increasing recognition of the early onset of mathematics anxiety, few validated instruments exist for measuring this phenomenon in elementary school students, particularly within non-Western contexts. Addressing this gap, the present study introduces a culturally and developmentally appropriate adaptation of the MARS for Indonesian elementary students aged 10–12 years. Employing a quantitative psychometric approach with a cross-sectional survey design, data were collected from 324 students via an online questionnaire. The MARS-30 was linguistically simplified and contextually adapted to suit the cognitive and emotional characteristics of younger learners. Exploratory Factor Analysis (EFA) revealed a two-factor solution—Mathematics Test Anxiety and Numerical Anxiety—accounting for 57.62% of the total variance. Confirmatory Factor Analysis (CFA) further supported this structure, yielding satisfactory model fit indices (CFI = 0.94, TLI = 0.92, RMSEA = 0.06, and SRMR = 0.05). Internal consistency reliability was high for the overall scale (α = 0.87) and its subscales (Mathematics Test Anxiety: α = 0.85; Numerical Anxiety: α = 0.84). These results provide robust empirical evidence for the multidimensional nature of mathematics anxiety in children and validate the adapted MARS as a psychometrically sound instrument for use in Indonesian elementary educational settings. The findings underscore the importance of early detection and culturally responsive assessment of mathematics anxiety, informing future research and intervention strategies aimed at mitigating its long-term educational impact.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas L. Sidoharjo Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan Rahmawati, Ika; Yulianti, Syami; Annisa, Kintan
Jurnal Pakar Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2025): June
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jpk.v1i1.603

Abstract

Pregnancy with HIV (Human Immunodeficiency Virus), Syphilis and Hepatitis B is caused by viruses that are similar in their mode of transmission. HIV in pregnant women is increasing and is found in the age of 20-29 years. The prevalence of pregnant women with HIV is 0.39%, pregnant women with syphilis 1.7% and pregnant women with Hepatitis B 2.5%. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of pregnant women and compliance with triple elimination checks at Puskesmas L.Sidoharjo, Musi Rawas Regency, South Sumatra. This type of research is correlational analytic research with cross sectional design. The sampling technique used is proportional random sampling. The sample used in this study were all pregnant women who did antenatal checks at Puskesmas L.Sidoharjo, Musi Rawas Regency, South Sumatra which met the inclusion criteria of 70 respondents. The results showed that 39 (55.7%) respondents knew about triple elimination, only 30 (76.9%) respondents were compliant with triple elimination checks. The Chi Square test results show a p value = 0.027. Based on these results, it is concluded that there is a relationship between the knowledge of pregnant women and compliance with triple elimination checks. It is recommended that pregnant women carry out the recommendations that have been given in conducting triple elimination checks so as to reduce maternal and infant morbidity and mortality.
KADAR GLUKOSA DARAH SEBAGAI PREDIKTOR GLASGOW COMA SCALE PASIEN CIDERA KEPALA rahmawati, ika
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 2 (2017): volume 1 nomor 2 tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.368 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i2.628

Abstract

ABSTRAK Cidera kepala merupakan jenis trauma yang angka kejadiannya paling tinggi dan merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan. Glasgow Coma Scale digunakan untuk menilai kelainan neurologis dan menilai beratnya penderita cedera kepala. Glasgow Coma Scale merupakan salah satu komponen yang digunakan sebagai dasar dalam memberikan pengobatan, dan pembuatan keputusan klinis untuk pasien. Glasgow Coma Scale dapat menilai kemungkinan kelangsungan hidup pasien. Pasien cidera kepala seringkali mengalami peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kadar glukosa darah dapat digunakan sebagai prediktor Glasgow Coma Scale pasien cidera kepala di Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo Blitar. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil analisis menggunakan uji spearman rho menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang artinya ada hubungan antara kadar glukosa darah dengan Glasgow Coma Scale. Pasien cidera kepala yang mengalami kadar glukosa darah meningkat maka nilai Glasgow Coma Scale akan semakin menurun. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa darah dapat digunakan sebagai prediktor Glasgow Coma Scale pasien cidera kepala.
PRIMARY SURVEY PASIEN CEDERA KEPALA OLEH PERAWAT Kristyaningsih, Putri; Rahmawati, Ika
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 1 (2022): Vol 6 No 1 April 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i1.17935

Abstract

Cedera kepala sebagian besar ditemukan di masyarakat dengan disabilitas tingkat tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar angka kejadian cedera kepala di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500.000 kasus. Dari jumlah di atas, 10% penderita meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Cedera kepala salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental yang kompleks. Gangguan yang sering ditimbulkan bersifat sementara maupun menetap. Resiko utama pasien yang mengalami cedera kepala adalah kerusakan otak akibat pendarahan atau pembengkakan otak sebagai respon terhadap cedera dan menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui primary survey pasien cedera kepala yang dilakukan oleh perawat di RS Aura Syifa Kediri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Dengan populasi 30 perawat aktif yang bertugas pada ruang IGD, ICU dan Pulih Sadar di RS Aura Syifa Kediri. Peneliti ini menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa primary survey pada pasien cedera kepala yang dilakukan oleh perawat sebagian besar sesuai dengan SOP yaitu 18 orang (60%).
Penguatan Resiliensi dan Kesejahteraan Psikologis Relawan Bencana melalui Pelatihan Dukungan Psikologis Awal di Desa Blimbing, Mojo, Kediri Rahmawati, Ika; Mariyati, Puput; Ratna, Paramita
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.836

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan bencana yang tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis, termasuk pada relawan bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis relawan melalui pelatihan resiliensi bencana dan Dukungan Psikologis Awal (Psychological First Aid). Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2025 dengan melibatkan 10 relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menggunakan desain one-group pretest–posttest. Resiliensi diukur menggunakan Resilience Scale (RS-14), sedangkan kesejahteraan psikologis diukur menggunakan skala Psychological Well-Being (18 item). Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat resiliensi relawan setelah pelatihan, yang ditandai dengan hilangnya kategori sangat rendah dan meningkatnya kategori sangat tinggi. Kesejahteraan psikologis relawan juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh penurunan kategori rendah dan munculnya kategori tinggi pada pengukuran pascapelatihan. Meskipun kegiatan ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan dan tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pelatihan psikososial berpotensi memperkuat kapasitas relawan serta mendukung penguatan peran KSB dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Penguatan Resiliensi dan Kesejahteraan Psikologis Relawan Bencana melalui Pelatihan Dukungan Psikologis Awal di Desa Blimbing, Mojo, Kediri Rahmawati, Ika; Mariyati, Puput; Ratna, Paramita
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.836

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan bencana yang tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis, termasuk pada relawan bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis relawan melalui pelatihan resiliensi bencana dan Dukungan Psikologis Awal (Psychological First Aid). Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2025 dengan melibatkan 10 relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menggunakan desain one-group pretest–posttest. Resiliensi diukur menggunakan Resilience Scale (RS-14), sedangkan kesejahteraan psikologis diukur menggunakan skala Psychological Well-Being (18 item). Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat resiliensi relawan setelah pelatihan, yang ditandai dengan hilangnya kategori sangat rendah dan meningkatnya kategori sangat tinggi. Kesejahteraan psikologis relawan juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh penurunan kategori rendah dan munculnya kategori tinggi pada pengukuran pascapelatihan. Meskipun kegiatan ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan dan tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pelatihan psikososial berpotensi memperkuat kapasitas relawan serta mendukung penguatan peran KSB dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Pelatihan Penggunaan Canva Untuk Meningkatkan Pemahaman Guru Dengan Memanfaatkan Digital Dalam Mendesain Pembelajaran Interaktif Di Tk Pembina Kec, Labuhan Haji Kurnia, Endang; Yuliastri, Nur diyah; Maghfirani, Seftiana; Anggraini, Anisa; Adisa, Aulia; Rahmawati, Ika; Zikrina, Nur Puri
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i1.1416

Abstract

Canva menjadi salah satu platform desain grafis online yang mudah di aplikasikan, muncul sebagai alternatif yang tepat, yang dimana aplikasi ini dapat membatu guru dalam menghasilkan media visual yang berkualitas tinggi, mulai dari presentasi, infografis, hingga video pembelajaran, tanpa memerlukan keahlian desain tingkat tinggi. Pelatihan Canva bagi guru menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pemahaman dalam mendesain pembelajaran yang interaktif. Dengan menggunakan Canva, guru dapat membuat media pembelajaran yang menarik dan efektif, sehingga meningkatkan minat dan partisipasi siswa. Artikel ini akan membahas tentang manfaat pelatihan Canva bagi guru, cara menggunakan Canva untuk membuat media pembelajaran interaktif, dan contoh-contoh desain pembelajaran yang dapat dibuat dengan Canva. Karakteristik peserta didik yang sangat dekat dengan teknologi saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru. Oleh sebab itu guru berperan penting dalam menyampaikan pemahaman tentang perkembangan yang terjadi, guru juga dituntut untuk memiliki kompetensi digital yang memadai, yaitu pemahaman dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian integral dari media pembelajaran. inovasi dan kreativitas adalah kunci untuk menghadapi tantangan pendidikan di zaman ini, yang dimana guru harus mampu menjadikan pembelajaran yang lebih bervariasi dan menyenangkan agar jauh dari kesan monoton