Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Problematika Yuridis Pelepasan Hak Milik Menjadi HGB pada Perumahan Subsidi di Indonesia Natanael Klose Hasiholan Simbolon; Elita Rahmi; Fitria Fitria
Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (LDPM UCY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jnajpm.v11i1.3575

Abstract

The conversion of freehold land rights into building use rights (HGB) in Indonesia’s subsidized housing program raises various legal issues. This study aims to analyze the mechanism for converting as well as legal certainty following the enactment of Ministerial Regulation ATR/BPN No. 5 of 2025. The research method employed is normative legal research using a legislative and conceptual approach through a literature review of primary, secondary, and tertiary legal sources. The research results indicate that the shift in mechanism from a system of rights reduction to the transfer of rights and the granting of new rights has created procedural complexities and legal ambiguity regarding the transitional phase of state-owned land prior to the issuance of HGB. In conclusion, harmonization of regulations and clarification of transitional norms are necessary so that the mechanism for the relinquishment of land ownership rights to HGB can provide legal certainty, administrative efficiency, and support the success of sustainable society development in the subsidized housing sector.
Political Law’s Reconstruction of Village Apparatus To Realize Independent Village in Indonesia Hartati Hartati; Pahrudin HM; Elita Rahmi
Journal of Government and Civil Society Vol 4 No 2 (2020): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v4i2.2461

Abstract

Indonesian Village Law 2014 states that the purpose of village regulation is to create an independent village. Village management in Indonesia is carried out using a self-governing community system that requires apparatus that has good capacity. On the other hand, the existence of village apparatus in Indonesia still does not have the capacity needed to organize the government to become an independent village. Therefore, it is necessary to do a political law reconstruction to find a solution to the inequality of expectations of village regulation and the reality of the quality of village officials like this. Political law functions as a bridge to the goals to be achieved and is strongly influenced by the social reality of society. This research was conducted using a qualitative approach with the type of library research by reviewing data related to villages in Indonesia, especially village government. The results of this study revealed that only 7.43% were independent villages, most of village apparatuses unprofessional, poverty rate 9.66%, and unemployment rate of 5.01%. This requires a solution through a series of solution policies so that the objectives of village regulation towards independent villages can be achieved so that the prosperous community can be achieved.Undang-Undang Desa Tahun 2014 menyebutkan bahwa tujuan peraturan desa adalah untuk mewujudkan desa yang mandiri. Pengelolaan desa di Indonesia dilakukan dengan sistem kemasyarakatan swakelola yang membutuhkan aparatur yang memiliki kapasitas yang baik. Di sisi lain, keberadaan perangkat desa di Indonesia masih belum memiliki kapasitas yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pemerintahan menjadi desa yang mandiri. Oleh karena itu, perlu dilakukan rekonstruksi politik hukum untuk mencari solusi atas ketimpangan ekspektasi peraturan desa dan realitas kualitas aparatur desa seperti ini. Hukum politik berfungsi sebagai jembatan menuju tujuan yang ingin dicapai dan sangat dipengaruhi oleh realitas sosial masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka dengan mengkaji data-data terkait desa di Indonesia khususnya pemerintahan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa mandiri hanya 7,43%, perangkat desa sebagian besar tidak profesional, tingkat kemiskinan 9,66%, dan tingkat pengangguran 5,01%. Untuk itu diperlukan solusi melalui serangkaian kebijakan solusi agar tujuan peraturan desa menuju desa mandiri dapat tercapai sehingga masyarakat sejahtera dapat tercapai.
Pengaruh Pemberian Edukasi Mengenai Persiapan Menghadapi Menopause di RS Universitas Sebelas Maret Nurinasari, Hafi; Anggraeni, Asih; Wisdayanti, Syah Rini; Rahmi, Elita; -, Soetrisno
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.80689

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan reproduksi merupakan aset penting dan berharga yang harus dijaga di era globalisasi termasuk kesehatan pada usia lanjut (lansia) diantaranya menopause. Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami terjadi pada wanita usia 45 hingga 55 tahun dan tidak mengalami menstruasi lagi minimal 12 bulan. Program kesehatan terkait dengan menopause belum mendapatkan perhatian khusus. Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret mengapresiasi hari Menopause Dunia dengan mengadakan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan mengenai menopause untuk pasien yang datang saat kontrol ke RS dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai menopause, gejala yang terjadi dan bagaimana supaya wanita tetap aktif dan produktif menjelang menopause.Metode: Rancangan penelitian berupa penyuluhan dan edukasi mengenai menopause dan bagaimana supaya tetap produktif menjelang dan saat menopause, diberikan secara tatap muka dengan media bantu berupa Power Point dengan sebelum dan sesudahnya diberikan pre dan post-test. Lokasi penelitian di ruang tunggu lantai 2 poliklinik Rumah Sakit UNS. Metode analisis data dinilai adanya peningkatan nilai pre-test ke post-test secara signifikan (p<0,05) diukur dengan menggunakan uji statistik t-berpasangan.Hasil dan pembahasan: Penyuluhan diikuti oleh 27 peserta. Tingkat pengetahuan peserta pre-test rata-rata 43,33 sedangkan post-test didapatkan 77,03 sehingga terdapat peningkatan nilai yang bermakna sebesar 33,70 (18,00) dengan nilai p < 0,001.Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dirasakan berhasil dalam upaya meningkatkan pengetahuan wanita saat menghadapi gejala menjelang dan saat menopause dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan diukur melalui pre dan post-test sebesar 33,70 (18,00) dengan nilai p sebesar < 0,001.Kata Kunci: menopause; edukasi; persiapan.