Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penerapan Metode FMEA dalam Penilaian Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Holis Hermansyah; Mustarum Musaruddin; Hasmina Tari Mokui; Muh. Nadzirin Anshari Nur; Abdul Kadir
SemanTIK : Teknik Informasi Vol. 11 No. 2 (2025): SemanTIK : Teknik Informasi
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/semantik.v11i2.230

Abstract

  Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah penyelenggaraan Pemerintahan yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Penerapan Teknologi Informasi pada SPBE ini ternyata menimbulkan banyak risiko. Mulai dari risiko sistem hingga keamanan informasi. Risiko sistem dapat berupa kegagalan perangkat keras, kegagalan perangkat lunak hingga pemadaman listrik. Adapun risiko keamanan dapat berupa serangan siber, kebocoran data dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan adanya manajemen risiko SPBE berbasis ISO 31000 dan Permen PANRB No. 5 Tahun 2020 guna meminimalisir terjadinya risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko SPBE pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe. Metode analisis risiko yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis. Hasil identifikasi risiko didapatkan 11 risiko potensial. Dari 11 risiko tersebut kemudian dianalisis menggunakan FMEA dan didapatkan sebanyak 7 risiko menjadi prioritas penanganan karena memiliki dampak yang signifikan. The Electronic Government System refers to the implementation of governance by utilizing Information and Communication Technology. However, the application of Information Technology (IT) within E-Government introduces various risks, ranging from system-related issues to information security concerns. Therefore, E-Government risk management, based on ISO 31000 and the Minister of Administrative and Bureaucratic Reform Regulation (Permen PANRB) No. 5 of 2020, is necessary to mitigate these risks. This study aims to analyze SPBE risks within the Department of Communication and Informatics of Konawe Regency. The risk analysis methods used are Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). The risk identification process revealed 11 potential risks. Of these 11 risks, further analysis using FMEA determined that seven were prioritized for handling due to their significant impact.  
Analisis Pengembangan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Implementasi Teknologi Emerging untuk Mendukung Transformasi Digital di Bidang Pendidikan Dickey Ansharullah Hamid; Briam Harpah Matana; Hasmina Tari Mokui; Mustarum Musaruddin
JURNAL INFORMATIKA Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Informatika
Publisher : Informatics Engineering Department, Dayanu Ikhsanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jiu.v15i1.2687

Abstract

Lebih dari 40% sekolah di negara berkembang kekurangan konektivitas internet yang memadai, sementara kajian ilmiah yang ada umumnya hanya mengkaji satu teknologi secara terisolasi tidak ada sintesis yang memetakan evolusi infrastruktur teknologi informasi (TI) dan implementasi tujuh teknologi terkini secara bersamaan dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme kausal keberhasilan transformasi digital pendidikan dan mengembangkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan evolusi infrastruktur TI dengan adopsi simultan tujuh teknologi terkini. Metode penelitian menggunakan systematic literature review (SLR) berpandu PRISMA 2020 terhadap 64 artikel (2020–2025) yang dipilih dari Scopus, Google Scholar, dan Garuda, dengan sintesis tematik berbasis perbandingan kritis temuan yang saling bertentangan antarstudi. Hasil penelitian ini mengidentifikasi dua kontribusi utama: (1) tiga mekanisme kausal yang menjelaskan keberhasilan atau kegagalan transformasi digital pendidikan, yaitu absorptive capacity SDM, komplementaritas infrastruktur, dan tata kelola data; serta (2) pengembangan Model Konseptual Transformasi Digital Pendidikan (MKTDP), yaitu kerangka empat-lapisan pertama yang secara eksplisit mengintegrasikan peta evolusi infrastruktur TI dengan analisis simultan tujuh teknologi terkini (AI, Cloud Computing, LMS, Smart Classroom, IoT, Big Data, dan Cybersecurity) beserta kondisi moderasi dan boundary conditions-nya. Keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh sinergi ketiga mekanisme kausal tersebut, bukan oleh kecanggihan teknologi semata. Implikasi penelitian ini mendorong perubahan kebijakan dari pendekatan technology-push ke needs-pull, dengan prioritas pada pemerataan konektivitas internet dan penguatan kompetensi digital guru sebagai prasyarat utama transformasi, khususnya di wilayah 3T Indonesia.
ANALISIS PENGARUH SISTEM INFORMASI PARIWISATA TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH WISATAWANBERBASIS DIGITAL Muhammad Safaat; Wahyuddin; Hasmina Tari Mokui; Mustarum Musaruddin; Hazen Masrafat
PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset dan Observasi Sistem Komputer Vol. 13 No. 2 (2026): Prosisko Vol. 13 No. 2 Juli 2026
Publisher : Pogram Studi Sistem Komputer Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/2vrxdw31

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh besar terhadap sektor pariwisata, khususnya dalam penyediaan informasi dan promosi destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem informasi pariwisata terhadap peningkatan jumlah wisatawan berdasarkan berbagai penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terkait sistem informasi pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi pariwisata berbasis digital mampu meningkatkan jumlah wisatawan melalui kemudahan akses informasi, efektivitas promosi digital, serta perluasan jangkauan pemasaran wisata. Selain itu, kualitas informasi, tampilan website, kemudahan penggunaan, dan integrasi media sosial menjadi faktor penting dalam efektivitas sistem informasi pariwisata. Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi pariwisata yang inovatif dan mudah diakses perlu terus ditingkatkan guna mendukung perkembangan sektor pariwisata di era digital.
a Design of an IoT-Based Control and Monitoring System for a Biogas Power Generation Plant Using POME Waste from Palm Oil Mills: a Design of an IoT-Based Control and Monitoring System for a Biogas Power Generation Plant Using POME Waste from Palm Oil Mills Asminar Asminar; Rifki Rifki; Akhyar Muchtar; Abdul Djohar; Agustinus Lolok; Mustarum Musaruddin; Hasmina Tari Mokui; Adhi Setiawan Samsul
Journal of Renewable Energy and Smart Device Vol. 4 No. 1 August 2026
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/joresd.v4i1.1054

Abstract

Palm Oil Mill Effluent (POME) contains a high organic load that can be converted into biogas through anaerobic digestion and subsequently utilized for electricity generation. However, maintaining stable digester conditions requires an integrated monitoring and control system capable of observing critical operating parameters. This study presents a conceptual design and theoretical assessment of an Internet of Things (IoT)-based monitoring and control system for a POME-based biogas power plant. The proposed architecture integrates an anaerobic digester, gas holder, biogas generator, ESP32 microcontroller, temperature, pressure, methane concentration, and gas flow meter, cloud communication through MQTT/HTTP protocols, and web- and mobile-based dashboards. A threshold-based control strategy is proposed to regulate gas pressure and digester temperature. This study did not include physical system implementation or experimental field testing. Based on the adopted design assumptions, processing 300 metric tons of fresh fruit bunches generates approximately 240 m³ of POME and 6,000 m³ of biogas. Using a methane fraction of 60%, a methane calorific value of 35.7 MJ/m³, and a fixed generator efficiency of 35%, the theoretical electrical energy output is estimated at 12,495 kWh per production cycle. The proposed design provides an integrative framework for future prototype development and experimental validation of IoT-based monitoring and control in POME biogas power plants.