Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Al-Islam wa al-Naṣrānīyah fī Indūnīsīyā Rais, M. Amien
Studia Islamika Vol. 2 No. 1 (1995): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v2i1.842

Abstract

Since Indonesia declared its sovereignty and its independence in 1945, relations between Christians and Muslims in this country has been characterized by cooperation, tension and competition. Until the 1960s the number of Muslims about 90 percent of the entire population, but in the early 1990s this figure dropped to 87.5 percent. Two and a half percent of the 185 million people is about 4.5 million, and of course the number is not small. Tension and often coloring competition relations between the two religions up to now, and keep in mind that the future Indonesia will depend largely on the direction and prospects between Christianity and Islam.DOI: 10.15408/sdi.v2i1.842
Pelatihan Pembuatan Hidroponik untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pengenalan Pertanian pada Siswa di UPTD SD Negeri Keleyan 1 Bangkalan Fadlillah, M.; Mu'aziyah, Siti Eneng Sururiyatul; Rais, M. Amien; Rahman, Bohri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2759

Abstract

Salah satu ciri utama kurikulum merdeka adalah adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek tersebut dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter Pancasila pada peserta didik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melaksanakan pelatihan pembuatan hidroponik untuk penguatan profil pelajar pancasila di UPTD SD Negeri Keleyan 1 Bangkalan. Metode pelaksanaan menggunakan dua tahap, yaitu seminar hidroponik dan praktik pembuatan hidroponik. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan hidroponik dengan melinatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan di UPTD SD Negeri Keleyan 1 Bangkalan dengan materi cara menanam yang tepat menggunakan hidroponik. Praktik pembuatan hidroponik dilaksanakan dengan melibatkan semua peserta didik di UPTD SD Negeri Keleyan 1 Bangkalan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai dari menyemai, menanam dan memanen sayuran. Kegiatan pelatihan dan pembuatan hidroponik ini sangat bermanfaat bagi siswa untuk melatih kerjasama, kemandirian, bernalar kritis, dan kreativitas peserta didik sebagai wujud pengamalan profil pelajar Pancasila di sekolah, serta sebagai sarana mengenalkan pertanian pada siswa.
PENDAMPINGAN PENDIDIK TK ANUGERAH DALAM IMPLEMENTASI LABORATORIUM EDUKASI BERBASIS BKEARIFAN LOKAL MADURA Ariyanto, Fajar Luqman; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Rais, M. Amien; Anggraeny, Inggrit; Guivara, Alvira Eka Rahel; Oktaviyana, Putri Cahya; Dianasari, Chelci
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37013

Abstract

Abstrak: Pendampingan pendidik TK Anugerah dalam implementasi laboratorium edukasi berkerarifan lokal Madura dilaksanakan sebagai bentuk upaya pengabdian untuk meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, berkualitas dan terintegrasi pada kearifan lokal Madura. Sesuai kondisi lapangan, pendidik di TK Anugerah masih cenderung menggunakan pembelajaran dengan model konvensional seperti teacher-centered learning (pembelajaran berpusat pada guru) dan masih kurangnya inovasi pendidik dalam pemanfaatkan kearifan lokal dalam implementasi pembelajaran. Melalui kegiatan pengabdian ini pendidik diberi pelatihan, arahan, dan contoh praktik langsung tentang bagaimana mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan laboratorium edukasi melalui pendekatan saintifik learning dan muatan materi potensi lokal Madura. Materi utama yang diberikan di laboratorium edukasi adalah pembuatan sabun dari ektrak daun siri dan sereh, handsanitazer dari daun pandan, dan aroma terapi dengan kombinasi kopi mimba. Dari pendampingan ini, pendidik mampu menyusun modul pembelajaran dengan materi inti pembuatan sabun, handsanitazer, dan aroma terapi. Kedua pendidik dapan menyusun kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik learning mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan. Dampak kegiatan ini bermanfaat bagi pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna, berkualitas menyenangkan, dan mendukung program dinas pendidikan Bangkalan dalam mewujudkan satu sekolah satu inovasi di PAUD Bangkalan.Abstract:. The mentoring program for educators at TK Anugerah in implementing a local wisdom based educational laboratory rooted in Madurese culture was conducted as a form of community service aimed at enhancing the competencies of early childhood educators in creating learning experiences that are more contextual, meaningful, high-quality, and integrated with Madurese local wisdom. Based on field conditions, educators at TK Anugerah still tend to apply conventional learning models such as teacher-centered learning, with limited innovation in utilizing local cultural potential in instructional practices. Through this community service activity, educators were provided with training, guidance, and hands-on practice on managing learning activities by utilizing an educational laboratory through a scientific learning approach and incorporating learning content derived from Madurese local resources. The main materials implemented in the educational laboratory included the production of soap made from betel leaf and lemongrass extracts, hand sanitizer derived from pandan leaves, and aromatherapy products using a combination of coffee and neem. As a result of this mentoring program, educators were able to develop learning modules with core materials focused on the production of soap, hand sanitizer, and aromatherapy. Both educators were also able to design learning activities using the scientific learning approach, encompassing stages of observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. The impact of this program benefits educators in realizing learning that is more meaningful, high-quality, and enjoyable, while also supporting the Bangkalan Education Office program in achieving the “one school, one innovation” initiative for early childhood education institutions in Bangkalan.
Analisis Kebutuhan Siswa Terkait Teks Pangan Madura sebagai Penguatan Literasi Pangan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Puspitasari, Mega; Kayati, Afiyah Nur; Fatmawati, Ira; Rais, M. Amien
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3886

Abstract

Menumbuhkan kesadaran siswa terhadap ketahanan pangan dapat dilakukan dengan mengintegrasikan pangan lokal sebagai topik materi dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan siswa terkait integrasi pangan Madura dalam teks pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner dengan tiga indikator, yaitu (1)pengalaman siswa terkait pembelajaran literasi pangan, (2)hasil pangan lokal dan pengolahannya, dan (3)kecondongan konsumsi daerah. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu siswa SMA di Madura sebanyak 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan 72% siswa SMA di Madura belum pernah melakukan kegiatan literasi yang berfokus pada topik pangan lokalitas Madura. Integrasi pangan Madura dalam teks pembelajaran bahasa Indonesia meliputi topik padi, jagung, singkong, dan kacang-kacangan. Topik pangan lokal padi, jagung, singkong, dan kacang-kacangan dapat diintegrasikan ke dalan jenis teks eksposisi, teks laporan hasil observasi, teks eksplanasi, teks argumentatif, teks persuasif, teks ulasan, teks editorial, dan teks ceramah yang tidak hanya menyajikan informasi melainkan mendorong siswa untuk memiliki sikap ketahanan pangan yang baik.
Diagnostic of Students' Misconceptions Motion and Force Material: An Analytical Study Based on Gender Differences Hasanah, Inayatul; Zahroh, Fatimatus; Najiya, Asyrifatun; Achmad, Nur Fajirotun Diniaty; Mulyastuti, Herlina; Rais, M. Amien; Wahyudhi, Sunu
Equator Science Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Equator Science Journal (ESJ)
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/esj.v4i1.334

Abstract

This research is a descriptive qualitative study that aims to identify junior high school students' misconceptions regarding Motion and Force and to analyze gender differences. The research sample consisted of 30 students, namely 15 males and 15 females, from SMP 1 Burneh Bangkalan. The instrument used was the Three-Tier Diagnostic Test, which grouped students' understanding into the categories Know the Concept, Don't Know the Concept, and Misconception. The results showed a fairly high level of misconceptions in several topics. In the MK 3 category, female students showed a 26.2% and male students 26.7% on the topic of Average Speed. In the MK 2 category, the topic of Influence of External Forces had a high level of misconceptions, namely 16.7% in both genders. In the MK 1 category, the topic of Aerodynamics and Friction showed misconceptions of 20.0% in female students and 33.3% in male students. Overall, the gender analysis showed that both genders experienced misconceptions, but with different tendencies in each category.