Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Determinants of Compliance with Complication Prevention in Type 2 Diabetes Mellitus Patients in the Outpatient Unit of Tk. II Udayana Hospital I Wayan Remiasa; I Gede Putu Darma Suyasa2; A.A. Ayu Yuliati Darmini; Sri Dewi Megayanti
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v10i2.354

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is one of the main causes of 1.6 million deaths every year in the world. Irregularity of blood sugar control and the absence of a healthy lifestyle are risk factors and complications of type 2 Diabetes Mellitus (DM) patients. Many factors need to be studied related to compliance to diabetes complication prevention. Objective: The objective of this research was to analyze the determinants of compliance to complication prevention in type 2 DM patients. Method: This research used a correlation design with a cross-sectional approach. The sample was 233 type 2 DM patients recruited using the convenience sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Results: The results of the Chi-Square analysis showed several factors had a significant relationship with compliance with diabetes complication prevention, including knowledge (p 0.003), attitude (p 0.000), motivation (p 0.020) and family support (p 0.000). On the other hand, the results of multivariate analysis showed that attitude (AOR: 6.148), family support (AOR: 2.846) and motivation (AOR: 1.912) were the dominant factors in preventing DM complications. Conclusion: Compliance with complication prevention in type 2 DM patients is the main aspect that needs to be improved through improving several factors, namely patient attitude, motivation and family support.
Communication, Information and Education Iron Supplementation and Hemoglobin Indrayoni, Putu; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Abdimas ITEKES Bali September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v1i1.400

Abstract

nemia in young women can cause decreased concentration in learning, lack of enthusiasm in activities, decreased memory and decreased learning ability at school. National prevalence of anemia in Indonesia reaches 21.7%, with anemia sufferers aged 5-14 years of 26.4% and 18.4% of patients aged 15-24 years with the highest prevalence in women. Iron nutrition anemia in adolescents becomes dangerous if not handled properly, especially in preparation for pregnancy and childbirth when they are adults. The solution related to the problem of anemia in adolescents can be in the form of providing a refresher on knowledge about good nutritional intake for students providing iron supplementation and checking Hb levels in female students. To determine the change in knowledge in adolescent students, a pre and post test was conducted using a knowledge questionnaire about the importance of iron supplementation followed by measuring the status of the risk of anemia. The data shows that the pretest results are 71.43% with sufficient knowledge and the post test shows that 100% of students have good knowledge. From the results of Hb examination, it was found that the average Hb value of female adolescent students was 12.5 gr / dl with the lowest value 11.2 gr / dl and the highest value 14.7 gr / dl. From these data it can be seen that the provision of KIE FE supplementation is useful for students of SMK Kesehatan Panca Atma Jaya Klungkung.
Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE) Pangan Aman Dan Pemeriksaan Status Gizi Pada Siswa SMK Nyoman Eta Risnawati; Megayanti, Sri Dewi; Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.465

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi setiap saat. Pangan menyediakan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas. Penggunaan pangan dapat mencerminkan status gizi seseorang sehingga berpengaruh terhadap derajat kesehatannya. Oleh karena itu pangan harus memenuhi beberapa kriteria yaitu, layak dikonsumsi, aman dikonsumsi, bermutu, bergizi, beragam dan harganya terjangkau.  Salah satu upaya mengatasi masalah kesehatan masyarakat terkait pangan adalah dengan menciptakan masyarakat yang mampu melindungi kesehatan dirinya sendiri. Hal ini dapat dicapai dengan menyukseskan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang pangan yang aman sesuai GNPOPA. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatan pengetahuan siswa tentang pangan aman, yang meliputi definisi, penggolongan, cemaran pangan, cara menghindari pangan yang berbahaya dan pengukuran status gizi siswa melalui pengukuran indeks massa tubuh. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu ceramah dan diskusi tentang KIE pangan aman. Rancangan mekanisme pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada 4 langkah action research yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diikuti oleh 100 peserta siswa dan siswa SMK Kesehatan. Hasil dari kegiatan didapatkan bahwa hasil post test menunjukkan peningkatan yang signifikan (100%) dari tingkat pengetahuan siswa terkait keamanan pangan dan status gizi siswa memberikan gambaran sebagian besar siswa memiliki IMT normal (>80%). Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki status gizi yang baik.  Pemberian KIE merupakan salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan dalam mensukseskan program pemerintah di bidang kesehatan termasuk kesehatan pangan. Kata Kunci: pangan aman; pengetahuan; status gizi
Edukasi Pemanfaatan Antioksidan Ekstrak Buah Doum (Hyphaena Thebaica) Sebagai Alternatif Minuman Herbal Dalam Upaya Pengendalian Kadar Gula Darah Di Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Megayanti, Sri Dewi; Wulansari, Nadya Treesna; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Harditya, Kadek Buja; Bintari, Ni Wayan Desi; Widyas Pranata, Gst. Kade Adi
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i1.498

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup apabila penderitanya tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Komplikasi yang ditimbulkan menjadikan diabetes melitus sebagai penyakit penyerta yang menyebabkan tingginya tingkat keparahan dan kematian selama pandemi COVID-19. Salah satu kota yang mengalami kasus tersebut adalah Kota Denpasar, tepatnya di kawasan Denpasar Timur. Angka kejadian DM di kelurahan Denpasar Timur masih cukup tinggi diantara penyakit tidak menular lainnya. Penggunaan insulin dan obat antidiabetes oral seringkali memberatkan pasien karena mahalnya biaya dan efek sampingnya. Buah doum merupakan buah alternatif yang jarang diketahui memiliki berbagai macam senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol. Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah peningkatan kadar glukosa darah pada masyarakat dengan memanfaatkan ekstrak buah doum antioksidan sebagai alternatif minuman herbal di Desa Sumerta Kelod Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah model praktik pendidikan dengan penyuluhan menggunakan leaflet dan diskusi. Lokasi kegiatan di Desa Sumerta Kelod Denpasar Timur pada bulan Juli - Agustus 2022. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes adalah 4,81 dan nilai rata-rata postes adalah 7,58. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 50% tentang pemanfaatan antioksidan buah doum dalam upaya pengendalian kadar gula darah. Kata kunci : Antioksidan, Kadar Gula Darah, Buah Doum, Diabetes mellitus
PEMBERDAYAAN PASIEN DIABETES MELITUS DALAM PERAWATAN KAKI BERBASIS M-DFEET APPLICATION DAN VIDEO PERAWATAN KAKI DI WILAYAH PUSKESMAS DENPASAR SELATAN Agustini, Ni Putu Inca Buntari; Suyasa, I Gede Putu Darma; Megayanti, Sri Dewi; Sari, Ni Made Candra Citra; Dewi, Ni Putu Ayu Ratna; Putra, I Komang Ardidhana Nugraha; Wardana, Dewa Gede Wisnu; Wijayantha, I Putu Arya
Community Development in Health Journal Volume 2, Nomor 1, April 2024
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v2i1.511

Abstract

Introduction & Aim: The diabetic foot problem is potentially the most preventable long-term complication of diabetes. Programs and instruments related to the early detection of diabetic feet, especially in Indonesia, are still experiencing problems because they have not yet implemented an information technology approach. Novel discoveries that are inventive, imaginative, efficient, and simple for patients to do on their own are needed for these illnesses. A mobile application known as Mobile Diabetic Foot Early Self-Assessment (M-DFEET) was created for Android. The purpose of community service was to empower families and DM patients to independently perform foot examinations and care using the M-DFEET application and audio-visual media. Method of Activity: The steps of this community service activity follow the POAC concept approach: planning by assessing community service activities with partners, organizing via approaches with relevant parties, and determining if DM patients are prepared to receive instruction. Actuating and Controlling conducted training for DM patients regarding independent foot care with the M-DFEET application and audio-visual media, evaluation, and reflection, which were carried out three times (June until August 2023). Results: the average value of the knowledge level of the respondents before training on foot care with M-DFEET and audiovisual media was 9.07 and increased to 12.37 after the training. The attitude of respondents before training on foot care with M-DFEET and audiovisual media had an average of 49.37 and increased to 61.37 after being given training. Respondents' skills before being given foot care training with M-DFEET and audiovisual media had an average of 9.90 and increased to 13.03 after being given training. Discussion: There is an effect of foot care training with M-DFEET and audiovisual media on the level of knowledge, attitudes, and skills.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU PADA MASA PANDEMI COVID-19 Salvadila, Ni Kadek Ayu Septiyola; Darmini, A. A. A. Yuliati; Suantika, Putu Inge Ruth; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i2.387

Abstract

ABSTRAKTujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap kepatuhan berobat pasien TB Paru pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Denpasar Barat. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 122 orang. Data dikumpulkan menggunakan tiga kuesioner yaitu kuesioner pengetahuan, motivasi, dan kepatuhan berobat. Data dianalisis dengan uji statistik korelasi Spearman rho.  Hasil: Pengetahuan menunjukkan nilai median 17,00; motivasi 64,00; dan kepatuhan berobat 8,00. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan arah korelasi positif sedang antara pengetahuan dan kepatuhan berobat (p-value = <0,00; r = 0,465) dan antara motivasi dan kepatuhan berobat (p value = <0,00; r = 0,544). Diskusi: Pengetahuan dan motivasi pasien TB paru sangat berperan dalam kepatuhan berobat. Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan, akan semakin tinggi kepatuhan, demikian juga semakin tinggi motivasi, responden akan semakin patuh dengan pengobatannya. Kepatuhan pengobatan pasien TB paru di Puskesmas Denpasar Barat perlu dipertahankan agar tidak terjadi putus obat.Kata Kunci: kepatuhan berobat, motivasi, pengetahuan, Tuberkulosis paru Correlation Between Knowledge and Motivation on Medication Adherence in Pulmonary Tuberculosis Patients During the COVID-19 Pandemic ABSTRACTObjective: This research aims to identify the correlation between knowledge and motivation on medication adherence in pulmonary TB patients during the COVID-19 pandemic at the West Denpasar Public Health Center. Methods: This research employed analytic correlation with a Cross-Sectional approach. The sample size consisted of 122 individuals. Data were collected using three questionnaires: knowledge, motivation, and medication adherence. Data were analyzed using Spearman's Rho correlation statistical test. Results: A median value for knowledge was 17.00, motivation 64.00, and medication adherence 8.00. This research indicates a significant positive correlation between knowledge and medication adherence (p-value = <0.00; r = 0.465) and between motivation and medication adherence (p-value = <0.00; r = 0.544). Discussion: Knowledge and motivation play a significant role in the medication adherence of pulmonary TB patients. Conclusion: Higher knowledge levels correspond to increased medication adherence, and higher motivation levels lead to greater patient compliance with their treatment regimen. Maintaining medication adherence among pulmonary TB patients at the Denpasar West Health Center is crucial to prevent treatment interruption.Keywords: Knowledge, Medication adherence, Motivation, Pulmonary Tuberculosis
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG CARA PENCEGAHAN HEPATITIS Suantika, Putu Inge Ruth; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.496

Abstract

ABSTRAKTingginya angka kasus hepatitis disebabkan kurangnya kesadaran akan bahaya dan komplikasi yang terjadi. Kesadaran yang kurang dihubungkan dengan minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang pencegahan sehingga berdampak pula terhadap sikap dan perilakunya. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pencegahan hepatitis di Banjar Padang Tawang. Metode: Desain penelitian yang digunakan ialah analitik korelasi (cross sectional) dengan populasi yaitu seluruh warga Banjar Padang Tawang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 153 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku yang sudah valid dan reliabel. Uji statistik yang digunakan ialah uji chi-square dan fisher exact test. Hasil: 111 orang (72,5%) memiliki pengetahuan yang baik, 79 orang (51,6%) memiliki sikap positif dan 100 orang (65,4%) memiliki perilaku yang baik tentang pencegahan hepatitis. Hasil uji mengenai pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis ialah 0,000 (p value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan hepatitis. Hasil uji mengenai sikap dan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis ialah 0,000 (p value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis. Diskusi:Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif akan berhubungan dengan perilaku yang baik pula, demikian juga sebaliknya. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan hepatitis. Diperlukan pembinaan yang berkelanjutkan bagi masyarakat untuk memberikan informasi terbaru mengenai penyakit hepatitis sehingga akan menciptakan perilaku yang baik pula. Kata kunci: hepatitis, pengetahuan, perilaku, sikap Correlation of Knowledge and Attitudes with Community Behavior Regarding Hepatitis Prevention ABSTRACTThe high incidence of hepatitis cases is attributed to the lack of awareness of the dangers and complications involved. This lack of awareness is associated with the insufficient knowledge held by the community about prevention, which consequently affects their attitudes and behaviors. Objective: To identify the correlation of knowledge and attitudes with behaviors regarding hepatitis prevention in Banjar Padang Tawang. Methods: The research design employed was an analytical correlation (cross-sectional) with the population of all Banjar Padang Tawang residents. The purposive sampling technique was utilized with a total of 153 individuals. Data were collected using validated and reliable knowledge, attitude, and behavior questionnaires. Statistical tests utilized the chi-square test and Fisher's exact test. Results: 111 individuals (72.5%) had good knowledge, 79 individuals (51.6%) exhibited positive attitudes, and 100 individuals (65.4%) demonstrated good behavior regarding hepatitis prevention. The test results regarding knowledge and community behavior regarding hepatitis prevention yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant correlation between knowledge and community behavior concerning hepatitis prevention. Similarly, the test results regarding attitudes and community behavior regarding hepatitis prevention yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant correlation between attitudes and community behavior regarding hepatitis prevention. Discussion: Good knowledge and positive attitudes are correlated with good behavior, and vice versa. Conclusion: There is a correlation of knowledge and attitudes with behavior regarding hepatitis prevention. Continuous education for the community is necessary to provide up-to-date information about hepatitis, thereby promoting positive behaviors as well.Keywords: hepatitis, knowledge, behavior, attitudes.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI KRONIS PADA PRIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II Sastrawan, I Ketut Wisma; Darmini, A. A. A. Yuliati; Suantika, Putu Inge Ruth; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i3.386

Abstract

ABSTRAKDiabetes melitus (DM) merupakan salah satu dari empat penyakit tidak menular utama yang prevalensi globalnya terus meningkat. Disebutkanbahwa salah satu faktor risiko yang memicu terjadinya komplikasi pada penderita DM ialah kebiasaan merokok. Sehingga perlu adanya pengkajian terkait hal ini. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian komplikasi kronis pada pria dengan DM tipe II. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 103 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner perilaku merokok dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: Sebanyak 51 orang (49,5%) responden termasuk perokok ringan.  Sebanyak 69 orang (67,0%) responden mengalami kejadian komplikasi.  Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku merokok dan kejadian komplikasi kronis pada penderita DM tipe dua di wilayah kerja Puskesmas Abiansemal I (ρ value < 0,01). Diskusi: Penderita DM yang memiliki riwayat merokok memiliki risiko mengalami komplikasi lebih besar daripada penderita DM yang tidak memiliki riwayat merokok sehingga penting untuk memberikan promosi kesehatan terkait dengan bahaya merokok pada penderita DM. Kesimpulan: Kejadian komplikasi kronis pada pria dengan DM tipe dua di wilayah kerja Puskesmas Abiansemal I berhubungan dengan perilaku merokok pada penderita DM tipe dua. Diharapkan bagi pasien DM agar dapat berhenti atau mengurangi aktivitas merokok.  Bagi tenaga kesehatan diharapkan untuk memberikan promosi kesehatan terkait bahaya merokok pada pasien DM.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Komplikasi Kronis, Perilaku Merokok Correlation Between Smoking Behavior and Incidence of Chronic Complications in Men with Type II Diabetes Mellitus ABSTRACTDiabetes mellitus (DM) is one of the four major non-communicable diseases whose global prevalence continuously increases. One risk factor that triggers complications in DM patients is smoking habits. Therefore, it is necessary to conduct research on this issue. Objective: To identify the correlation between smoking behaviour and the incidence of chronic complications in men with type II DM. Methods: This research employed a correlation analytic design with a cross-sectional approach. The number of samples was 103 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. Results: Fifty-one (49.5%) respondents were categorized as light smokers.  Sixty nine (67.0%) respondents were categorizsed as having chronic complications.  The results indicated a correlation between smoking behaviour and the incidence of chronic complications in patients with type 2 DM in the working area of Abiansemal I Public Health Center (ρ value <0.01). Discussion: DM patients with a smoking history have a greater risk of experiencing complications than those who do not have a smoking history, so it is important to provide health promotion related to the dangers of smoking in DM sufferers. Conclusion: The incidence of chronic complications in men with type 2 DM in the working area of the Abiansemal I Public Health Center is correlated with smoking behaviour in patients with type 2 DM. It is expected that DM patients can stop or reduce smoking activities.  It is expected that healthcare personnels could provide health promotion related to the dangers of smoking in DM patients.Keywords: diabetes mellitus, chronic complications, smoking behaviour
Literatur Review: Penggunaan Terapi Non-farmakologi dalam Mengatasi Keluhan Nyeri di Unit Gawat Darurat Sanjana, I Wayan; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Wahyunadi, Ni Made Dewi; Maha Putra, I Nyoman Arya; Megayanti, Sri Dewi; Widyandari, Ni Made Ayu Sukma; Damayanti, Ida Ayu Manik
Adi Husada Nursing Journal Vol 10 No 1 (2024): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v10i1.533

Abstract

Pain management in the Emergency Department (ED) is crucial for humanitarian reasons and is associated with significant morbidity. Previously, pharmacologic therapies like acetaminophen, opioids, and NSAIDs were used, but they carry risks of side effects. Non-pharmacological interventions are often used in conjunction with pharmaceutical therapies to improve pain management and reduce opioid use. This study's purpose was to describe the non-pharmacological interventions that nurses can provide in addressing pain experienced by patients in the ED. This is a literature study from several databases such as Science Direct, ProQuest, SpringerLink, and PubMed using keywords combined with Boolean. The study's selection process involved searching 769 articles using keywords, excluding 27 duplicates and 712 articles not meeting research objectives. After a full-text review of 30 selected articles, 19 were excluded, and 11 were selected for inclusion. Acupuncture therapy is the most commonly used non-pharmacological therapy, followed by warm/cold compresses, distraction, and deep breath relaxation. Non-pharmacological therapies can be given to manage pain in patients in the ED. Combining pharmacological and non-pharmacological therapies can provide more analgesia for severe pain.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKURASI LABEL TRIASE INTRARUMAH SAKIT DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR Sanjana, I Wayan Edi; Widyandari, Ni Made Ayu Sukma; Megayanti, Sri Dewi; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p01

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi pintu gerbang utama pelayanan pasien di rumah sakit. Petugas kesehatan yang bertemu pertama kali dengan pasien memiliki tugas untuk melakukan kategorisasi pada kondisi kegawatdaruratan pasien yang dikenal dengan istilah triase. Triase memiliki mekanisme yang berbeda sesuai dengan kondisi yang ditemukan. Apabila label triase yang diberikan pada pasien tidak tepat akan mengakibatkan tidak optimalnya layanan di IGD. Petugas kesehatan yang melakukan triase harus memiliki pengetahuan dalam menentukan ketepatan label pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mereview faktor yang berhubungan dengan ketepatan label triase di Indonesia. Penelitian ini merupakan telaah literatur pada beberapa database diantaranya Science Direct, Proquest, dan Google Scholar. Artikel dicari dengan beberapa kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang dikombinasikan dengan Boolean. Artikel dipilih sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil menunjukkan total terdapat 1012 dari ketiga database yang selanjutnya dipilih 11 artikel untuk dilakukan analisis. Faktor yang berhubungan dengan ketepatan label triase digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi karakteristik (usia, pengalaman kerja, pengalaman pelatihan kegawatdaruratan, lama bekerja), pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi petugas kesehatan. Faktor eksternal meliputi kondisi overcrowded IGD, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, alur pasien masuk IGD. Pengetahuan menjadi faktor yang paling sering ditemukan berhubungan dengan ketepatan label triase pasien. Adanya pelatihan secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ketepatan label triase.
Co-Authors A.A. Ayu Yuliati Darmini AA Istri Mas Padmiswari AAA Yuliati Darmini Abdul Haris Agustini, Ni Putu Inca Buntari Aristadewi, Ida Ayu Mas Arka, I Gede Widhi Artha, I Wayan Oktapratama Artsanthia, Jintana Budiningsih, Vinda Eka Darmini, A. A. A. Yuliati Deni Redita, I Komang Dewi, Ni Putu Ayu Ratna Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Handi Partiwi, Putu Harditya, Kadek Buja I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Ketut Swarjana I Wayan Remiasa Ida Ayu Manik Damayanti Ida Bagus Separsa Kusuma Inge Ruth Suantika Inge Ruth Suantika Israfil, Israfil Juliani, Made Kadek Buja Harditya Kadek Nuryanto Lestari, Putu Indah Jelita Maha Putra, I Nyoman Arya Manik Damayanti, Ida Ayu Maria, Riri Mas Aristadewi, Ida Ayu Nadya Treesna Wulansari Ni Kadek Ayu Purnamawati Ni Ketut Erawati Ni Komang Kresniari Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Ayu Sukma Widyandari Ni Made Candra Citra Sari Ni Made Utari Dewi Ni Putu Kamaryati Ni Putu Riza Kurnia Indriana Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukma Antari Ns. Putu Inge Suantika, S.Kep.,M.Kep Nur Halimah Nyoman Eta Risnawati Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat Putra, I Komang Ardidhana Nugraha Putu Indrayoni Putu Inge Ruth Suantika Salvadila, Ni Kadek Ayu Septiyola Sanjana, I Wayan Sanjana, I Wayan Edi Sarah Kartika Wulandari Sastrawan, I Ketut Wisma Sastrawati, Desak Kadek Satriani, Ni Luh Adi Sekardiani, Ni Luh Putu Suantika, S.Kep.,M.Kep, Ns. Putu Inge Suweca, I Gede Trisna, Made Oktaviani Bulan Wahyunadi, Ni Made Dewi Wangi, Ni Luh Putu Ayu Puspita Wardana, Dewa Gede Wisnu Widiadnyana, I Nyoman Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Yudi Apriani, Ni Luh Putu Yuli Yulia Yusniawati, Yustina Ni Putu