Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Antioksidan Ekstrak Buah Doum (Hyphaena Thebaica) Sebagai Alternatif Minuman Herbal Dalam Upaya Pengendalian Kadar Gula Darah Di Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Megayanti, Sri Dewi; Wulansari, Nadya Treesna; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Harditya, Kadek Buja; Bintari, Ni Wayan Desi; Widyas Pranata, Gst. Kade Adi
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i1.498

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup apabila penderitanya tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Komplikasi yang ditimbulkan menjadikan diabetes melitus sebagai penyakit penyerta yang menyebabkan tingginya tingkat keparahan dan kematian selama pandemi COVID-19. Salah satu kota yang mengalami kasus tersebut adalah Kota Denpasar, tepatnya di kawasan Denpasar Timur. Angka kejadian DM di kelurahan Denpasar Timur masih cukup tinggi diantara penyakit tidak menular lainnya. Penggunaan insulin dan obat antidiabetes oral seringkali memberatkan pasien karena mahalnya biaya dan efek sampingnya. Buah doum merupakan buah alternatif yang jarang diketahui memiliki berbagai macam senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol. Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah peningkatan kadar glukosa darah pada masyarakat dengan memanfaatkan ekstrak buah doum antioksidan sebagai alternatif minuman herbal di Desa Sumerta Kelod Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah model praktik pendidikan dengan penyuluhan menggunakan leaflet dan diskusi. Lokasi kegiatan di Desa Sumerta Kelod Denpasar Timur pada bulan Juli - Agustus 2022. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes adalah 4,81 dan nilai rata-rata postes adalah 7,58. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 50% tentang pemanfaatan antioksidan buah doum dalam upaya pengendalian kadar gula darah. Kata kunci : Antioksidan, Kadar Gula Darah, Buah Doum, Diabetes mellitus
PEMBERDAYAAN PASIEN DIABETES MELITUS DALAM PERAWATAN KAKI BERBASIS M-DFEET APPLICATION DAN VIDEO PERAWATAN KAKI DI WILAYAH PUSKESMAS DENPASAR SELATAN Agustini, Ni Putu Inca Buntari; Suyasa, I Gede Putu Darma; Megayanti, Sri Dewi; Sari, Ni Made Candra Citra; Dewi, Ni Putu Ayu Ratna; Putra, I Komang Ardidhana Nugraha; Wardana, Dewa Gede Wisnu; Wijayantha, I Putu Arya
Community Development in Health Journal Volume 2, Nomor 1, April 2024
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v2i1.511

Abstract

Introduction & Aim: The diabetic foot problem is potentially the most preventable long-term complication of diabetes. Programs and instruments related to the early detection of diabetic feet, especially in Indonesia, are still experiencing problems because they have not yet implemented an information technology approach. Novel discoveries that are inventive, imaginative, efficient, and simple for patients to do on their own are needed for these illnesses. A mobile application known as Mobile Diabetic Foot Early Self-Assessment (M-DFEET) was created for Android. The purpose of community service was to empower families and DM patients to independently perform foot examinations and care using the M-DFEET application and audio-visual media. Method of Activity: The steps of this community service activity follow the POAC concept approach: planning by assessing community service activities with partners, organizing via approaches with relevant parties, and determining if DM patients are prepared to receive instruction. Actuating and Controlling conducted training for DM patients regarding independent foot care with the M-DFEET application and audio-visual media, evaluation, and reflection, which were carried out three times (June until August 2023). Results: the average value of the knowledge level of the respondents before training on foot care with M-DFEET and audiovisual media was 9.07 and increased to 12.37 after the training. The attitude of respondents before training on foot care with M-DFEET and audiovisual media had an average of 49.37 and increased to 61.37 after being given training. Respondents' skills before being given foot care training with M-DFEET and audiovisual media had an average of 9.90 and increased to 13.03 after being given training. Discussion: There is an effect of foot care training with M-DFEET and audiovisual media on the level of knowledge, attitudes, and skills.
Literatur Review: Penggunaan Terapi Non-farmakologi dalam Mengatasi Keluhan Nyeri di Unit Gawat Darurat Sanjana, I Wayan; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Wahyunadi, Ni Made Dewi; Maha Putra, I Nyoman Arya; Megayanti, Sri Dewi; Widyandari, Ni Made Ayu Sukma; Damayanti, Ida Ayu Manik
Adi Husada Nursing Journal Vol 10 No 1 (2024): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v10i1.533

Abstract

Pain management in the Emergency Department (ED) is crucial for humanitarian reasons and is associated with significant morbidity. Previously, pharmacologic therapies like acetaminophen, opioids, and NSAIDs were used, but they carry risks of side effects. Non-pharmacological interventions are often used in conjunction with pharmaceutical therapies to improve pain management and reduce opioid use. This study's purpose was to describe the non-pharmacological interventions that nurses can provide in addressing pain experienced by patients in the ED. This is a literature study from several databases such as Science Direct, ProQuest, SpringerLink, and PubMed using keywords combined with Boolean. The study's selection process involved searching 769 articles using keywords, excluding 27 duplicates and 712 articles not meeting research objectives. After a full-text review of 30 selected articles, 19 were excluded, and 11 were selected for inclusion. Acupuncture therapy is the most commonly used non-pharmacological therapy, followed by warm/cold compresses, distraction, and deep breath relaxation. Non-pharmacological therapies can be given to manage pain in patients in the ED. Combining pharmacological and non-pharmacological therapies can provide more analgesia for severe pain.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKURASI LABEL TRIASE INTRARUMAH SAKIT DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR Sanjana, I Wayan Edi; Widyandari, Ni Made Ayu Sukma; Megayanti, Sri Dewi; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p01

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi pintu gerbang utama pelayanan pasien di rumah sakit. Petugas kesehatan yang bertemu pertama kali dengan pasien memiliki tugas untuk melakukan kategorisasi pada kondisi kegawatdaruratan pasien yang dikenal dengan istilah triase. Triase memiliki mekanisme yang berbeda sesuai dengan kondisi yang ditemukan. Apabila label triase yang diberikan pada pasien tidak tepat akan mengakibatkan tidak optimalnya layanan di IGD. Petugas kesehatan yang melakukan triase harus memiliki pengetahuan dalam menentukan ketepatan label pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mereview faktor yang berhubungan dengan ketepatan label triase di Indonesia. Penelitian ini merupakan telaah literatur pada beberapa database diantaranya Science Direct, Proquest, dan Google Scholar. Artikel dicari dengan beberapa kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang dikombinasikan dengan Boolean. Artikel dipilih sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil menunjukkan total terdapat 1012 dari ketiga database yang selanjutnya dipilih 11 artikel untuk dilakukan analisis. Faktor yang berhubungan dengan ketepatan label triase digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi karakteristik (usia, pengalaman kerja, pengalaman pelatihan kegawatdaruratan, lama bekerja), pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi petugas kesehatan. Faktor eksternal meliputi kondisi overcrowded IGD, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, alur pasien masuk IGD. Pengetahuan menjadi faktor yang paling sering ditemukan berhubungan dengan ketepatan label triase pasien. Adanya pelatihan secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ketepatan label triase.
Factors influence self-care behavior and diabetic management in patients with diabetes mellitus Sekardiani, Ni Luh Putu; Swarjana, I Ketut; Satriani, Ni Luh Adi; Megayanti, Sri Dewi
MEDISAINS Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i2.18663

Abstract

Background: Self-care behavior and diabetic management in patients with diabetes mellitus (DM) tends to be low, especially during the COVID-19 pandemic. Various studies have found the influence of knowledge with self-care behavior diabetic management, as well as attitudes, motivation, family support and self-efficacy, but research analyzing the most dominant factors that play a role in influencing diabetic patients in self-care behavior and diabetic management is still limited.Purposes: Analyzing the factors that influence self-care behavior and diabetic management in diabetic patients. This study also analyzes the factor that play the most dominant role to influence self-care behavior and diabetic management in diabetic patients.Methods: This type of research is observational analytic with cross-sectional design. Patients of type 2 diabetes were the population in this study, with a sample size of 312 selected by convenience sampling. Factors of knowledge, attitude, motivation, family support and self-efficacy were observed in the study which were thought to be factors affecting self-care behavior diabetic management. The data were analyzed by chi square test and logistic regression.Results: The factors of knowledge, family support, and motivation significantly influence self-care behavior and diabetic management (p<0.05). The motivation factor is the most dominant factor affecting it (AOR 2.760; p<0.001).Conclusion: Good knowledge about diabetes management plus optimal family support and high motivation will improve self-care behavior and diabetic management in diabetic patients.
Pemberdayaan Dan Pengelolaan Toga Antidiabetik Sebagai Upaya Preventif Terhadap Penyakit Diabetes Dan Peningkatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Di Desa Renon Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Megayanti, Sri Dewi; Harditya, Kadek Buja; Wulansari, Nadya Treesna; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Kusuma, Ida Bagus Separsa; Aristadewi, Ida Ayu Mas; Artha, I Wayan Oktapratama; Suweca, I Gede
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.630

Abstract

Fokus pembangunan masyarakat bukan hanya bidang kemandirian pangan, namun juga bidang kemandirian kesehatan melalui pembudidayaan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Seringkali masyarakat hanya tahu dalam hal menanam tanpa mengetahui kegunaannya tanaman tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan masyarakat dalam pemberdayaan dan pengelolaan TOGA antidiabetik sebagai upaya preventif terhadap penyakit diabetes. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode Community Development. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat awal kegiatan yaitu kategori kurang dengan rata-rata nilai 4,74. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, hasil post-test menunjukkan rata-rata pengetahuan peserta mengalami peningkatan menjadi 8,10 atau kategori baik. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan dan pengelolaan TOGA antidiabetik yang terdiri dari tanaman pegagan (Centella asiatica), tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) dan tanaman binahong (Anredera cordifolia) sebagai bahan alam dalam upaya preventif mengendalikan kadar gula darah.   Kata kunci : Antidiabetes, kemandirian kesehatan, TOGA
Antioxidant Activity Test of Salak Bali Peel Extract (Salacca zalacca var. amboinensis) Against Brain Cells of Male Mice (Mus musculus L.) Induced by Alloxan Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i1.8146

Abstract

This study aims to test the antioxidant activity of salak Bali peel extract (Salacca zalacca var. amboinensis) against brain cells of male mice (Mus musculus L.) exposed to alloxan. Free radicals can trigger damage to brain cells through oxidative mechanisms, which contribute to the development of various neurodegenerative diseases that can damage cells in the body. Salak Bali peel extract contains bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and polyphenols that are antioxidant-active. This study was conducted using a completely randomized design (CRD) in mice induced by alloxan at a dose of 150 mg/kg BW (group 1), followed by oral administration of salak Bali peel extract at a dose of 4.2 mg/kg BW (group 2) and 8.4 mg/kg BW (group 3) for 35 days. The control group used in this study was alloxan, which was used to compare the treatment results with conditions without intervention so that the effects of the treatment could be identified more clearly. The results of the antioxidant analysis test using the DPPH method showed an IC50 value of the salak Bali peel extract of 45.5 µg/mL, indicating a high antioxidant capacity. Histopathological analysis revealed that administration of salak Bali peel extract could reduce necrosis in the brain tissue of mice induced by alloxan, suggesting a neuroprotective effect. Therefore, salak Bali peel extract has the potential to be a source of natural antioxidants that can be used to prevent brain damage due to oxidative stress and as a therapy for treating neurodegenerative diseases.
Edukasi Audiovisual Diabetes Self Management Education pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Megayanti, Sri Dewi; Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat; Israfil, Israfil; Partiwi, Putu Handi; Sastrawati, Desak Kadek; Haris, Abdul; Yudi Apriani, Ni Luh Putu
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i2.409

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang jika tidak tertangani secara maksimal akan menimbulkan komplikasi ke hampir seluruh sistem organ pada tubuh manusia. Oleh sebab itu perlu tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam memberikan layanan kesehatan. Salah satu tindakan promotif dan preventif dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah edukasi audiovisual DSME. Tujuan kegiatan untuk mengedukasi peserta mengenai Diabetes Self Management Education (DSME) dengan pendekatan audiovisual. Kegiatan menggunakan konsep POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Sebanyak 37 lansia terlibat pada kegiatan ini, diawali dengan pre test, cek kesehatan, senam lansia, edukasi audiovisual, dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan, setelah dilakukan pemberian edukasi dengan pendekatan audiovisual, seluruh peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai DSME. Kesimpulan kegiatan ini adalah pasien DM telah mendapatkan edukasi Diabetes Self Management Education (DSME) yang baik dengan media audio visual. Disarankan informasi dari kegiatan ini dapat meluas kepada seluruh masyarakat dalam mengetahuai pentingnya DSME pada pasien DM. 
PEMANFAATAN DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENURUNAN KADAR GULA DARAH Ida Ayu Manik Damayanti; Ni Wayan Sukma Antari; Sri Dewi Megayanti; Kadek Buja Harditya; Nadya Treesna Wulansari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.7

Abstract

Pengendalian kadar gula darah masih menjadi permasalahan seperti rendahnya kepatuhan penderita untuk melakukan pengobatan rutin serta gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu cara untuk mengendalikan kadar glukosa darah dapat dilakukan dengan cara tradisional menggunakan bahan alam. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan yaitu daun pegagan (Centella asiatica (L.) urban) yang memiliki berbagai macam kandungan senyawa berkhasiat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait pengendalian kadar gula darah, sekaligus meningkatkan keterampilan mitra dalam memanfaatkan lahan pembudidayaan tanaman pegagan sebagai upaya preventif mengendalikan kadar gula darah. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan melalui focus group discussion serta penyuluhan pada masyarakat di Desa Renon, Denpasar Selatan. Hasil kegiatan menunjukan edukasi yang dilakukan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pegagan sebagai upaya preventif dalam mengendalikan kadar gula darah. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam usaha pengendalian angka kejadian hiperglikemia. Sangat penting dilakukan pemberdayaan masyarakat sebagai kader pemantau dalam mengendalikan hiperglikemia serta menyebarkan informasi pemanfaatan bahan alam sebagai upaya preventif menurunkan prevalensi hiperglikemia.
Pemanfaatan Sediaan Teh Kulit Buah Anggur Bali (Vitis vinisfera L.) Sebagai Upaya Preventif Kemandirian Kesehatan Masyarakat Mencegah Tinggi Kolesterol di Desa Renon Manik Damayanti, Ida Ayu; Sukma Antari, Ni Wayan; Megayanti, Sri Dewi; Artha, I Wayan Oktapratama; Deni Redita, I Komang; Mas Aristadewi, Ida Ayu; Damayanti, Ida Ayu Manik
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 09 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i09.2608

Abstract

Total kolesterol merupakan jumlah kolesterol yang dibawa oleh partikel HDL, LDL, dan VLDL dalam darah, dengan kategori normal <200 mg/dl, batas tinggi 200-239 mg/dl, dan tinggi ≥240 mg/dl. Hasil penelitian di Puskesmas I Denpasar Selatan menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan kadar kolesterol tinggi adalah perempuan (22,6%), berusia 65-74 tahun (15,7%), dengan distribusi kadar kolesterol batas tinggi (31,9%). Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan kulit buah anggur Bali (Vitis vinifera L.) sebagai sediaan teh herbal preventif kolesterol di Desa Renon. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik pembuatan teh kulit anggur, serta evaluasi pengetahuan masyarakat melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 43,5 meningkat menjadi 68,7 pada post-test dengan hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000). Sosialisasi, edukasi, dan praktik pembuatan teh herbal kulit buah anggur Bali efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat dalam mencegah tinggi kolesterol.