Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Factors influence self-care behavior and diabetic management in patients with diabetes mellitus Sekardiani, Ni Luh Putu; Swarjana, I Ketut; Satriani, Ni Luh Adi; Megayanti, Sri Dewi
MEDISAINS Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i2.18663

Abstract

Background: Self-care behavior and diabetic management in patients with diabetes mellitus (DM) tends to be low, especially during the COVID-19 pandemic. Various studies have found the influence of knowledge with self-care behavior diabetic management, as well as attitudes, motivation, family support and self-efficacy, but research analyzing the most dominant factors that play a role in influencing diabetic patients in self-care behavior and diabetic management is still limited.Purposes: Analyzing the factors that influence self-care behavior and diabetic management in diabetic patients. This study also analyzes the factor that play the most dominant role to influence self-care behavior and diabetic management in diabetic patients.Methods: This type of research is observational analytic with cross-sectional design. Patients of type 2 diabetes were the population in this study, with a sample size of 312 selected by convenience sampling. Factors of knowledge, attitude, motivation, family support and self-efficacy were observed in the study which were thought to be factors affecting self-care behavior diabetic management. The data were analyzed by chi square test and logistic regression.Results: The factors of knowledge, family support, and motivation significantly influence self-care behavior and diabetic management (p<0.05). The motivation factor is the most dominant factor affecting it (AOR 2.760; p<0.001).Conclusion: Good knowledge about diabetes management plus optimal family support and high motivation will improve self-care behavior and diabetic management in diabetic patients.
Pemberdayaan Dan Pengelolaan Toga Antidiabetik Sebagai Upaya Preventif Terhadap Penyakit Diabetes Dan Peningkatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Di Desa Renon Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Megayanti, Sri Dewi; Harditya, Kadek Buja; Wulansari, Nadya Treesna; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Kusuma, Ida Bagus Separsa; Aristadewi, Ida Ayu Mas; Artha, I Wayan Oktapratama; Suweca, I Gede
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.630

Abstract

Fokus pembangunan masyarakat bukan hanya bidang kemandirian pangan, namun juga bidang kemandirian kesehatan melalui pembudidayaan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Seringkali masyarakat hanya tahu dalam hal menanam tanpa mengetahui kegunaannya tanaman tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan masyarakat dalam pemberdayaan dan pengelolaan TOGA antidiabetik sebagai upaya preventif terhadap penyakit diabetes. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode Community Development. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat awal kegiatan yaitu kategori kurang dengan rata-rata nilai 4,74. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, hasil post-test menunjukkan rata-rata pengetahuan peserta mengalami peningkatan menjadi 8,10 atau kategori baik. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan dan pengelolaan TOGA antidiabetik yang terdiri dari tanaman pegagan (Centella asiatica), tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) dan tanaman binahong (Anredera cordifolia) sebagai bahan alam dalam upaya preventif mengendalikan kadar gula darah.   Kata kunci : Antidiabetes, kemandirian kesehatan, TOGA
Antioxidant Activity Test of Salak Bali Peel Extract (Salacca zalacca var. amboinensis) Against Brain Cells of Male Mice (Mus musculus L.) Induced by Alloxan Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i1.8146

Abstract

This study aims to test the antioxidant activity of salak Bali peel extract (Salacca zalacca var. amboinensis) against brain cells of male mice (Mus musculus L.) exposed to alloxan. Free radicals can trigger damage to brain cells through oxidative mechanisms, which contribute to the development of various neurodegenerative diseases that can damage cells in the body. Salak Bali peel extract contains bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and polyphenols that are antioxidant-active. This study was conducted using a completely randomized design (CRD) in mice induced by alloxan at a dose of 150 mg/kg BW (group 1), followed by oral administration of salak Bali peel extract at a dose of 4.2 mg/kg BW (group 2) and 8.4 mg/kg BW (group 3) for 35 days. The control group used in this study was alloxan, which was used to compare the treatment results with conditions without intervention so that the effects of the treatment could be identified more clearly. The results of the antioxidant analysis test using the DPPH method showed an IC50 value of the salak Bali peel extract of 45.5 µg/mL, indicating a high antioxidant capacity. Histopathological analysis revealed that administration of salak Bali peel extract could reduce necrosis in the brain tissue of mice induced by alloxan, suggesting a neuroprotective effect. Therefore, salak Bali peel extract has the potential to be a source of natural antioxidants that can be used to prevent brain damage due to oxidative stress and as a therapy for treating neurodegenerative diseases.
Edukasi Audiovisual Diabetes Self Management Education pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Megayanti, Sri Dewi; Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat; Israfil, Israfil; Partiwi, Putu Handi; Sastrawati, Desak Kadek; Haris, Abdul; Yudi Apriani, Ni Luh Putu
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i2.409

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang jika tidak tertangani secara maksimal akan menimbulkan komplikasi ke hampir seluruh sistem organ pada tubuh manusia. Oleh sebab itu perlu tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam memberikan layanan kesehatan. Salah satu tindakan promotif dan preventif dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah edukasi audiovisual DSME. Tujuan kegiatan untuk mengedukasi peserta mengenai Diabetes Self Management Education (DSME) dengan pendekatan audiovisual. Kegiatan menggunakan konsep POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Sebanyak 37 lansia terlibat pada kegiatan ini, diawali dengan pre test, cek kesehatan, senam lansia, edukasi audiovisual, dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan, setelah dilakukan pemberian edukasi dengan pendekatan audiovisual, seluruh peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai DSME. Kesimpulan kegiatan ini adalah pasien DM telah mendapatkan edukasi Diabetes Self Management Education (DSME) yang baik dengan media audio visual. Disarankan informasi dari kegiatan ini dapat meluas kepada seluruh masyarakat dalam mengetahuai pentingnya DSME pada pasien DM. 
PEMANFAATAN DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENURUNAN KADAR GULA DARAH Ida Ayu Manik Damayanti; Ni Wayan Sukma Antari; Sri Dewi Megayanti; Kadek Buja Harditya; Nadya Treesna Wulansari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.7

Abstract

Pengendalian kadar gula darah masih menjadi permasalahan seperti rendahnya kepatuhan penderita untuk melakukan pengobatan rutin serta gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu cara untuk mengendalikan kadar glukosa darah dapat dilakukan dengan cara tradisional menggunakan bahan alam. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan yaitu daun pegagan (Centella asiatica (L.) urban) yang memiliki berbagai macam kandungan senyawa berkhasiat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait pengendalian kadar gula darah, sekaligus meningkatkan keterampilan mitra dalam memanfaatkan lahan pembudidayaan tanaman pegagan sebagai upaya preventif mengendalikan kadar gula darah. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan melalui focus group discussion serta penyuluhan pada masyarakat di Desa Renon, Denpasar Selatan. Hasil kegiatan menunjukan edukasi yang dilakukan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pegagan sebagai upaya preventif dalam mengendalikan kadar gula darah. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam usaha pengendalian angka kejadian hiperglikemia. Sangat penting dilakukan pemberdayaan masyarakat sebagai kader pemantau dalam mengendalikan hiperglikemia serta menyebarkan informasi pemanfaatan bahan alam sebagai upaya preventif menurunkan prevalensi hiperglikemia.
CERDIK and PATUH method to control hypertension with the interprofessional education and collaboration approaches Megayanti, Sri Dewi; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Widiadnyana, I Nyoman; Erawati, Ni Ketut; Lestari, Putu Indah Jelita; Budiningsih, Vinda Eka
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i1.14679

Abstract

Based on data from the non-communicable disease program at community health centers in 2023, hypertension cases in Pedungan Village, South Denpasar still have the highest number of cases compared to other diseases. Of the existing hypertension cases, only a portion receive health services at the Community Health Center, this is caused by a lack of public knowledge and understanding about controlling hypertension. People with Hypertension must be able to control their blood pressure well to avoid various serious disease complications. To avoid complications that can occur, a person with hypertension needs good knowledge. Knowledge can be increased by providing education. One educational method to increase the knowledge of people with hypertension is the CERDIK and PATUH method. That education method can be provided through collaboration with various parties using the Interprofessional Education (IPE) and Interprofessional Collaboration (IPC) approaches so the education can be provided more comprehensive. The aim to provide CERDIK and PATUH education in efforts to control hypertension using the IPE and IPC approaches. The method use is education through counseling using booklets, audiovisual media, demonstrations, and practice. Based on the pre and post test results, it is stated that providing CERDIK and PATUH education in efforts to control hypertension using the IPE and IPC approaches can increase public knowledge.
Pemanfaatan Sediaan Teh Kulit Buah Anggur Bali (Vitis vinisfera L.) Sebagai Upaya Preventif Kemandirian Kesehatan Masyarakat Mencegah Tinggi Kolesterol di Desa Renon Manik Damayanti, Ida Ayu; Sukma Antari, Ni Wayan; Megayanti, Sri Dewi; Artha, I Wayan Oktapratama; Deni Redita, I Komang; Mas Aristadewi, Ida Ayu; Damayanti, Ida Ayu Manik
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 09 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i09.2608

Abstract

Total kolesterol merupakan jumlah kolesterol yang dibawa oleh partikel HDL, LDL, dan VLDL dalam darah, dengan kategori normal <200 mg/dl, batas tinggi 200-239 mg/dl, dan tinggi ≥240 mg/dl. Hasil penelitian di Puskesmas I Denpasar Selatan menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan kadar kolesterol tinggi adalah perempuan (22,6%), berusia 65-74 tahun (15,7%), dengan distribusi kadar kolesterol batas tinggi (31,9%). Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan kulit buah anggur Bali (Vitis vinifera L.) sebagai sediaan teh herbal preventif kolesterol di Desa Renon. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik pembuatan teh kulit anggur, serta evaluasi pengetahuan masyarakat melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 43,5 meningkat menjadi 68,7 pada post-test dengan hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000). Sosialisasi, edukasi, dan praktik pembuatan teh herbal kulit buah anggur Bali efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat dalam mencegah tinggi kolesterol.
Effectiveness of Orem's Theory-Based Diabetic Foot SPA on Glycemic Control and Peripheral Neuropathy in Type 2 DM Wangi, Ni Luh Putu Ayu Puspita; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Megayanti, Sri Dewi; Yusniawati, Yustina Ni Putu; Artsanthia, Jintana
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 1 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss1.1713

Abstract

Type 2 DM remains a challenge both globally and nationally, due to the high incidence of diabetic foot ulcers and patients with uncontrolled glycemia. This is due to poor self-care for foot care and glycemic control. Not treating them quickly will increase lifelong disability, depression, quality of life, and risk of death. Diabetic foot spa based on Orem Theory was tested for glycemic management and peripheral neuropathy in type 2 DM patients. The purpose of this study was to determine the effectiveness of diabetic foot spa based on Orem's Theory on glycemic control and reduction of peripheral neuropathy symptoms in patients with type 2 DM in the work area of East Denpasar Health Center I. This study used a pre-post quasi-experimental design with a control group of 64 respondents with a diagnosis of type 2 DM consisting of 32 control groups given foot exercises and 32 intervention groups given diabetic foot spa. Translated with DeepL.com (free version) Glucose meter, neuropathy symptom score (NSS) questionnaire, and 10 mg monofilament were used. This study consisted of univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis used Dependent and Independent t-test to see the difference before and after diabetic foot spa intervention. The results showed that the effectiveness of diabetic foot spa in the intervention and control groups using independent t-test obtained a p-value <0.05 which states that diabetic foot spa is effective in controlling glycemia and reducing peripheral neuropathy in patients with type 2 DM. The conclusion of this study is that diabetic foot spa based on Orem's Theory is effective in controlling glycemic and reducing symptoms of peripheral neuropathy in patients with type 2 DM.       
Implementasi Interpersonal Edukasi dan Kolaborasi Dalam Rangka Peningkatan Kesehatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Club Diamed RS Balimed Denpasar Megayanti, Sri Dewi; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Yusniawati, Yustina Ni Putu; Kamaryati, Ni Putu; Arka, I Gede Widhi; Juliani, Made; Trisna, Made Oktaviani Bulan; Halimah, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18571

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya kenaikan gula darah disebabkan oleh terganggunya hormon insulin yang memiliki fungsi untuk menjaga homeostasis tubuh dengan cara menurunkan kadar gula dalam darah. Tujuan dilakukannya pengabdiam masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan memandirikan masyarakat terkait upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus tipe II. Adapun metode yang digunakan yaitu melakukan kerja sama IPE dan IPC oleh beberapa prodi di ITEKES Bali yaitu prodi anestesiologi, prodi farmasi, prodi kebidanan, prodi keperawatan dan prodi akupuntur. Hasil pengabdian masyarakat adanya peningkatakan pengetahuan dengan nilai rata-rata nilai pre test sebesar 64 dan rata-rata nilai post test sebesar 90. Artinya dengan adanya pelaksanaan kolaborasi IPE dan IPC adanya peningkatan pengetahuan terkait upaya pencegahan diabetes mellitus pada pasien dengan diabetes mellitus tipe II. Sehingga kedepannya diharapkan menjadi kegiatan rutin dalam proses pemberian edukasi khususnya pasien dengan diabetes mellitus. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, Kolaborasi IPE dan IPC, Tatalaksana DM  ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in blood sugar caused by disruption of the hormone insulin which has a function to maintain the body's homeostasis by lowering blood sugar levels. The purpose of this community service is to increase public knowledge and awareness and make the community independent related to efforts to prevent type II diabetes mellitus. The method used is to collaborate on IPE and IPC by several study programs at ITEKES Bali, namely the anesthesiology study program, pharmacy study program, midwifery study program, nursing study program and acupuncture study program. The results of community service are an increase in knowledge with an average pre-test score of 64 and an average post test score of 90. This means that with the implementation of IPE and IPC collaboration, there is an increase in knowledge related to efforts to prevent diabetes mellitus in patients with type II diabetes mellitus. So that in the future it is expected to become a routine activity in the process of providing education, especially for patients with diabetes mellitus. Keywords: Type II Diabetes Mellitus, IPE and IPC Collaboration, DM Management
POTENSI EKSTRAK KULIT ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee) TERHADAP BERAT BADAN: SKRINING FITOKIMIA DAN STUDI IN VIVO Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Megayanti, Sri Dewi
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9564

Abstract

Sebanyak 51,7% penduduk Indonesia mengonsumsi makanan berlemak/berkolesterol/gorengan sebanyak 1-6 kali per minggu. Pada umumnya masyarakat mengonsumsi beberapa obat sintetik untuk mengatasi masalah berat badan dengan efek samping yang sangat mungkin terjadi. Dalam upaya mengatasi hal tersebut, penelitian mengenai potensi bahan alami sebagai agen penurun berat badan menjadi sangat relevan. Salah satu bahan alami yang menarik perhatian adalah kulit anggur Bali (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak kulit anggur Bali dalam menurunkan berat badan melalui skrining fitokimia dan studi in vivo dengan memanfaatkan sumber daya lokal dalam pengembangan strategi penanganan penurunan berat badan yang efektif. Design penelitian yang digunakan adalah true experimental study dengan posttest only control group design. Kelompok yang digunakan yaitu kontrol negative, kontrol positif, P1 (100 mg/kgBB), P2 (250 mg/kgBB), dan P3 (500 mg/kgBB). Skrining fitokimia ekstrak kulit anggur Bali menunjukkan bahwa kulit anggur Bali mengandung senyawa flavonoid, fenol, alkaloid, tanin dan terpenoid. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit anggur Bali (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee) memiliki potensi signifikan dalam menurunkan berat badan mencit yang diberikan pakan tinggi lemak. Kelompok P3 menunjukkan total penurunan paling tinggi sebesar 2,4% dari hari ke-0 hingga hari ke-21dibandingkan P1 dan P2.  
Co-Authors A.A. Ayu Yuliati Darmini AA Istri Mas Padmiswari AAA Yuliati Darmini Abdul Haris Agustini, Ni Putu Inca Buntari Aristadewi, Ida Ayu Mas Arka, I Gede Widhi Artha, I Wayan Oktapratama Artsanthia, Jintana Budiningsih, Vinda Eka Darmini, A. A. A. Yuliati Deni Redita, I Komang Dewi, Ni Putu Ayu Ratna Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Handi Partiwi, Putu Harditya, Kadek Buja I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Ketut Swarjana I Wayan Remiasa Ida Ayu Manik Damayanti Ida Bagus Separsa Kusuma Inge Ruth Suantika Inge Ruth Suantika Israfil, Israfil Juliani, Made Kadek Buja Harditya Kadek Nuryanto Lestari, Putu Indah Jelita Maha Putra, I Nyoman Arya Manik Damayanti, Ida Ayu Maria, Riri Mas Aristadewi, Ida Ayu Nadya Treesna Wulansari Ni Kadek Ayu Purnamawati Ni Ketut Erawati Ni Komang Kresniari Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Ayu Sukma Widyandari Ni Made Candra Citra Sari Ni Made Utari Dewi Ni Putu Kamaryati Ni Putu Riza Kurnia Indriana Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukma Antari Ns. Putu Inge Suantika, S.Kep.,M.Kep Nur Halimah Nyoman Eta Risnawati Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat Putra, I Komang Ardidhana Nugraha Putu Indrayoni Putu Inge Ruth Suantika Salvadila, Ni Kadek Ayu Septiyola Sanjana, I Wayan Sanjana, I Wayan Edi Sarah Kartika Wulandari Sastrawan, I Ketut Wisma Sastrawati, Desak Kadek Satriani, Ni Luh Adi Sekardiani, Ni Luh Putu Suantika, S.Kep.,M.Kep, Ns. Putu Inge Suweca, I Gede Trisna, Made Oktaviani Bulan Wahyunadi, Ni Made Dewi Wangi, Ni Luh Putu Ayu Puspita Wardana, Dewa Gede Wisnu Widiadnyana, I Nyoman Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Yudi Apriani, Ni Luh Putu Yuli Yulia Yusniawati, Yustina Ni Putu