Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Performa Mesin Diesel Menggunakan Campuran Biodiesel dari Minyak Jelantah–Dexlite dengan Pengaturan Waktu Injeksi Bahan Bakar M Chalid Kurnia; Dori Yuvenda; Yolli Fernanda; Sri Rizki Putri Primandari; Muhammad Raihan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2905

Abstract

Krisis energi dan peningkatan emisi gas rumah kaca akibat penggunaan bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan. Biodiesel dari minyak jelantah menjadi salah satu solusi berkelanjutan karena ketersediaannya yang melimpah dan sifatnya yang terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mesin diesel generator Yanmar TF 105 MR-di yang menggunakan campuran biodiesel dari minyak jelantah (B30, B40, B50) dengan optimasi waktu injeksi bahan bakar (16°, 17°, 18°, dan 19° sebelum TMA) pada kecepatan konstan 2000 rpm dan beban 1000–4000 watt. Parameter yang diuji meliputi daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik (SFC), dan efisiensi termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran B30 dengan waktu injeksi 18° sebelum TMA memberikan performa terbaik, dengan efisiensi termal tertinggi dan nilai SFC yang lebih rendah dibandingkan campuran lainnya. Pengaturan waktu injeksi berpengaruh signifikan terhadap karakteristik pembakaran dan kinerja mesin, dimana waktu injeksi yang terlalu awal atau terlambat dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini membuktikan bahwa optimasi waktu injeksi penting untuk mengkompensasi perbedaan sifat fisikokimia biodiesel, serta membuka peluang pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Studi Karakteristik Biodiesel dari Minyak Kelapa dengan Katalis Basa Egis Egis; Sri Rizki Putri Primandari; Yolli Fernanda; Andre Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4421

Abstract

Indonesia masih sangat bergantung pada minyak kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel. Namun, untuk menjaga ketersediaan biodiesel dalam jangka panjang, perluasan basis bahan baku sangat diperlukan. Minyak kelapa muncul sebagai alternatif yang menjanjikan, mengingat kelapa telah menjadi bagian integral dari budaya masyarakat pesisir dan kepulauan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil uji karakterisitik biodiesel dari minyak kelapa berupa densitas, viskositas, dan angka asam kemudian dibandingkan dengan standar SNI 7182:2015. Metode penelitian ini melibatkan eksperimen melalui proses transesterifikasi dengan kondisi operasi pada suhu 60°C selama 60 menit, rasio molar metanol:minyak sebesar 6:1, dan variasi konsentrasi katalis basa KOH yaitu 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat minyak yang digunakan. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik biodiesel dari minyak kelapa dengan variasi katalis basa KOH sebesar 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Hasil uji menunjukkan nilai densitas 882,93–884,75 kg/m³ dan viskositas 2,405–2,729 cSt, yang seluruhnya memenuhi standar SNI 7182:2015. Nilai bilangan asam sebesar 0,2805 mg KOH/g pada variasi 0,5% dan 1% juga sesuai dengan batas maksimum 0,5 mg KOH/g, sedangkan variasi 1,5% dan 2% melebihi standar. Dengan demikian, variasi katalis KOH 1% menghasilkan biodiesel dengan karakteristik terbaik sesuai standar SNI 7182:2015. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan katalis KOH sebesar 1% merupakan kondisi optimal dalam produksi biodiesel dari minyak kelapa, menghasilkan biodiesel dengan kualitas terbaik. Hasil ini menunjukkan potensi biodiesel sebagai alternatif bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada diversifikasi energi nasional. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan energi berbasis sumber daya lokal.
Analisis Karakteristik Briket Campuran Arang Cangkang Kelapa Sawit dan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Bakar Alternatif Benny Putra Ramadhan; Hendri Nurdin; Andre Kurniawan; Sri Rizki Putri Primandari
MASALIQ Vol 6 No 2 (2026): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v6i2.9130

Abstract

The utilization of biomass as an alternative fuel is becoming increasingly important amid growing dependence on fossil energy and the abundance of plantation waste in Indonesia. Although briquettes made from palm kernel shells and coconut shells have been widely studied, research that specifically examines the effects of variations in material composition and carbonization temperature using tapioca as a binder remains limited. This study aims to analyze the characteristics of mixed briquettes made from palm kernel shell charcoal and coconut shell charcoal and to determine the optimum composition as an alternative fuel. A quantitative approach was employed with a laboratory experimental design involving variations in material composition (85%:15% and 80%:20%) and carbonization temperature (550 °C and 600 °C). Data were obtained from tests of moisture content, ash content, and calorific value using a bomb calorimeter and were analyzed descriptively and quantitatively. The results show that briquettes with a composition of 80%:20% yielded the best characteristics, with the lowest moisture content of 25%, ash content of 10.01%, and the highest calorific value of 29.994 kJ/kg. These findings confirm that optimizing material composition and carbonization conditions plays a crucial role in producing biomass briquettes that are suitable for use as alternative fuel, thereby contributing to the development of biomass waste utilization as renewable energy with potential applications at the household and small-scale industrial levels.
The effectiveness of the multi-soil-layering system in reducing pollutant parameters of crumb rubber industrial wastewater Sri Rizki Putri Primandari; Mulianti Mulianti; Gusni Sushanti; Mohamed Gabbasa; Muneer M. Ba-Abbad
Teknomekanik Vol. 6 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/teknomekanik.v6i2.27672

Abstract

Multi-soil-layering (MSL) is well-known as an emerging technology for wastewater treatment. However, limited studies have been conducted on the crumb rubber industry. Thus, this study aims to reduce the crumb rubber industrial wastewater using MSL system. Four models of MSL conducted it. They are (1) constructed by body size of gravel with a mixture of andosol soil and fine charcoal; (2) body size of gravel with a mixture of andosol soil, fine charcoal, sawdust, and iron particles; (3) tube size of gravel with a mixture of andosol soil and fine charcoal; and (4) tube size of gravel with a mixture of andosol soil, fine charcoal and sawdust. The construction models were installed in the variance of the box and each of them was flowed by the Hydraulic Loading Rate of wastewater. Aeration treatment is given to the maximum hydraulic loading rate. The result showed that MSL systems significantly minimize the crumb rubber industrial wastewater under requirements that cover Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), Total Nitrogen (T-N) and Total ammonia (T-NH3). It also significantly neutralizes the power of Hydrogen (pH) up to 6. The highest reduction was obtained by the MSL 3 system (tube size of gravel with a mixture of andosol soil and fine charcoal). The aeration significantly decreased the BOD, COD, TSS, and ammonia from 85% to 99%. Although the aeration process enhanced the performance of MSL system, however, MSL without aeration successfully treated the wastewater to meet the required standard. This study provides new insight into the effectiveness of MSL system in reducing pollutant parameters of crum rubber industrial wastewater.
HUBUNGAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKTIK PENGELASAN DI WORKSHOP LAS SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Rizki Trio Kurnia Putra; Jasman Jasman; Waskito Waskito; Sri Rizki Putri Primandari
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.959 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.301

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja ialah hal yang harus diawasi sewaktu berada di industry dan di bengkel. Sehingga pekerjaan yang dilakukan pada workshop harus mematuhi aturan Keselamatan dan kesehatan kerja. Dimana masih banyaknya murid kurang memperhatikan aturan Keselamatan dan kesehatan kerja saat praktek di workshop, yang bisa mempengaruhi hasil belajar praktik. Tujuan pada penelitian ini ialah untuk melihat pengetahuan, sikap dan penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja siswa saat melakukan praktek di workshop. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana pendekatan deskriptif bermaksud untuk mendeskripsikan atau menggambarkan obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi tanpa membuat analisis dan mengambil kesimpulan yang berlaku untuk umum. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII las sebanyak 51 siswa, dengan sampel kelas XI las sebanyak 26 siswa. Hasil yang didapat dengan menggunakan uji korelasi menunjukkan bahwa, terdapat korelasi Hubungan Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja atas Hasil Belajar Praktek Pengelasan dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,762 dan taraf signifikan 0,005. Koefesien korelasi yang diperoleh menandakan bahwa, variabel Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh terhadap Hasil Belajar Praktek Pengelasan sebesar 58,06%. Maka dengan ini bisa disimpulkan, terdapat hubungan yang positive dan signifikansi antara Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja Terhadap Hasil Belajar Praktek Pengelasan murid kelas 11 SMK Negeri 1 Sumatera Barat, hal ini berarti Hubungan Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja Terhadap Hasil Belajar Praktek Pengelasan memiliki kategori yang kuat.
ANALISA KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR PADUAN Zn-1Mg UNTUK APLIKASI IMPLAN TERSERAP TUBUH DENGAN PROSES EKSTRUSI DAN ROLLING Farhan Habibie; Zulhan Insan Makruf; Andril Arafat; Primawati Primawati; Sri Rizki Putri Primandari
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i4.604

Abstract

Paduan bahan berbasis seng (Zn) untuk implan terserap tubuh mendapat perhatian luas akhir-akhir ini sebagai salah satu alternatif selain implan terserap tubuh yang banyak digunakan seperti paduan besi (Fe) dan magnesium (Mg). Namun, penelitian melaporkan bahwa paduan berbasis Fe terlalu lambat dalam proses penguraian ion-ionnya (proses korosi), sedangkan paduan berbasis Mg terlalu cepat. Dikarenakan Zn murni tidak memiliki kekuatan mekanis yang baik, Sehingga Zn dipadu Mg dengan persentase yang sesuai mempunyai kelebihan dalam sifat-sifat mekanis maupun biologis untuk menutupi kekurangan tersebut. Pada penelitian Zn-1Mg sebelumnya telah dilakukan pengujian dalam bentuk casting, sehingga dilakukan pengujian lanjutan dikembangkan dengan proses ekstrusi dan pengerolan. Penelitian ini merupakan penelitian fundamental yang mengkaji sifat mekanis dari paduan Zn-1Mg melalui proses ekstrusi dan pengerolan dengan melaporkan nilai kekerasan dan mikrostruktur dari paduan tersebut. Pengujian kekuatan mekanis dari paduan ini tidak menunjukkan hasil yang begitu signifikan. Kekerasan pada proses rolled menjadi lebih kuat sebanyak 14 HV, Sedangkan proses ekstrusi menjadi lebih lemah sebanyak 10 HV. Mikrostruktur pada struktur butiran cast mengalami perubahan pada proses rolling yang menjadi lebih kecil dan batas butir yang tampak mulai menghilang. Menariknya, pada proses ekstrusi batas batas butir tersebut menghilang sepenuhnya dan menghasilkan butiran yang lebih kecil, rapat, dan juga seragam. Kesimpulannya paduan Zn-1Mg yang telah dilakukan termomekanis dalam bentuk rolling untuk implan dalam bentuk pelat dan ekstrusi untuk implan dalam bentuk pin atau sekrup layak dalam hal kekuatan mekanis yang memadai untuk biodegradable metal namun untuk lokasi yang tidak membutuhkan banyak kekuatan seperti pada jari tangan, tulang tengkorak, dan lain lain.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN PERTAMAX TERHADAP PEFORMA MESIN PADA MOTOR EMPAT LANGKAH” Aprinaldi Aprinaldi; Dori Yuvenda; Sri Rizki Putri Primandari; Randi Purnama Putra
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v6i4.779

Abstract

Every year, the population continues to grow, leading to an increase in daily activities. To meet transportation needs, light motor vehicles, such as petrol motorcycles, are the main choice. Motorbikes have been widely marketed in various models. Along with the development of knowledge about motorbikes, there is a type of automatic motorbike (matic). internal combustion piston engine is a type of heat engine that transforms fuel energy into mechanical energy through the movement of a piston. It uses one or more moving pistons to convert pressure into rotational motion. Inside the engine cylinder, a fuel mixture is introduced, producing hot gases that push the piston down and drive the crankshaft. The types of fuel used include premium, pertalite, and pertamax. The combustion of these fuels has an impact on the environment. PT Pertamina (Persero) plans to discontinue premium fuel and replace it with pertalite and pertamax, which are increasingly favoured by consumers. A study revealed that pertamax fuel is more effective at improving engine performance than pertalite, as shown by dyno test results that showed the highest torque and power values with pertamax fuel at 6,000 RPM, namely 6.01 kW and 9.53 nM.
Pengaruh Multimedia Pembelajaran Interaktif PKK dalam Meningkatkan Kreativitas Berwirausaha Siswa SMK Negeri 2 Solok Ahmad Ridwan; Waskito; Rizky Ema Wulansari; Sri Rizki Putri Primandari
TSAQOFAH Vol 6 No 5 (2026): TSAQOFAH: Jurnal Penelitian Guru Indonesia
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i5.11614

Abstract

Although the use of interactive multimedia in entrepreneurship education has been widely studied, empirical evidence regarding its effect on the entrepreneurial creativity of Mechanical Engineering students at SMK Negeri 2 Solok remains limited. This study aimed to analyze the effect of interactive learning multimedia in the Creative Products and Entrepreneurship subject on students’ entrepreneurial creativity. The study employed a quantitative approach with a post-test-only control group quasi-experimental design. The study population consisted of 68 Grade XI Mechanical Engineering students, with 19 students involved in instrument testing and 49 students included in the study sample, comprising 25 students in the experimental class and 24 students in the control class. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The final instrument consisted of 28 valid items with a Cronbach’s alpha coefficient of 0.978. The data were analyzed using normality tests, a homogeneity test, and an independent-samples t-test. The results showed that the mean entrepreneurial creativity score of students in the experimental class was 89.52, which was higher than the control class score of 72.54. The hypothesis-testing results indicated a significant difference between the two groups (t = 16.489; p < 0.001). These findings confirm that the use of interactive learning multimedia has a positive effect on students’ entrepreneurial creativity and supports the development of more contextual entrepreneurship learning in vocational education. Schools and Creative Products and Entrepreneurship teachers need to systematically integrate interactive multimedia, while future studies need to involve more schools and apply project-based assessment.
Pengaruh Pengalaman Praktek Lapangan Industri dan Pemahaman Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Negeri Padang Aldi Ferniawan; Mulianti; Primawati; Sri Rizki Putri Primandari
MASALIQ Vol 6 No 5 (2026): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v6i5.12069

Abstract

Unemployment among educated individuals indicates that higher education institutions need to equip students not only with readiness to enter the workforce but also with the ability to create employment opportunities. However, research simultaneously examining Praktik Lapangan Industri experience and entrepreneurial understanding as predictors of entrepreneurial interest among mechanical engineering students remains limited. This study aimed to analyze the effects of Praktik Lapangan Industri experience and entrepreneurial understanding on students’ entrepreneurial interest. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The respondents consisted of 78 students from the Department of Mechanical Engineering at Universitas Negeri Padang from the 2021–2023 cohorts, selected using total sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression, t-tests, an F-test, and the coefficient of determination with SPSS. The results yielded the regression equation Y = −37.910 + 0.786X₁ + 1.046X₂. Praktik Lapangan Industri experience and entrepreneurial understanding were positive and significant predictors of entrepreneurial interest, both partially and simultaneously. The two variables explained 60.6% of the variation in entrepreneurial interest, while the remaining 39.4% was associated with other factors not included in the research model. Entrepreneurial understanding made a more dominant contribution than Praktik Lapangan Industri experience. These findings confirm the importance of integrating industrial experience and entrepreneurship education in fostering entrepreneurial interest among mechanical engineering students. In practical terms, higher education institutions need to strengthen entrepreneurship education and orient Praktik Lapangan Industri toward developing business management competencies.