Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kemampuan Lilin Aromaterapi Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Sebagai Pengusir Lalat Rumah (Musca domestica) Ashari Rasjid; Nur Magfira Haerunnisya; Budirman
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i2.97

Abstract

Flies are vectors that can cause disease for humans. The presence of flies greatly interferes with human life. To break the chain of disease transmission from flies, it is necessary to carry out control. For example, the use of natural insecticides from star fruit plants (Averrhoa bilimbi) which has chemical compounds that are toxic to fly vectors. The purpose of this study was to determine the effectiveness of aromatherapy candles of star fruit leaf extract (averrhoa bilimbi) as a house fly repellent (musca domestica). This type of research is experimental research. The samples used in this study were 100 house flies (musca domestica) with an exposure time of 1 hour with an interval of 20 minutes with 3 repetitions and the concentration of extracts used was 30%, 40% and 50%. The results showed that at a concentration of 30% the average total evicted flies were 4 heads with a percentage of 40%, the concentration was 40% of the total average evicted flies as many as 5 heads with a percentage of 50%, and the concentration of 50% of the total average evicted flies were 8 heads with a percentage of 80%. Inferred from the three concentrations used, the most effective concentration in repelling test flies is a concentration of 50%. So it is recommended that people use star fruit leaf wax in repelling flies. Keywords : Aromatherapy Candles, Extract, Star Fruit Leaves Wuluh, House repellents and flies.
Penggunaan Serbuk Eceng Gondok Teraktivasi HNO3 dan HCl dalam Menurunkan Kesadahan Air S, Syamsudin; Budirman, Budirman; Batari, Andi Ayu Indriani
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 24 No 2 (2024): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v24i2.903

Abstract

Water hardness is caused by two variable metals or cations: calcium (Ca) and magnesium (Mg). One effective way to reduce hardness levels is to utilize water hyacinth powder. This study activated water hyacinth powder using nitric acid (HNO3) and hydrochloric acid (HCl). Water hyacinth contains functional groups that act as active groups in the adsorption process to capture cations that cause hardness. This experimental research tests the effectiveness of reducing water hardness using water hyacinth powder activated with HNO3 and HCl in a dipping bag system. The results showed that water hyacinth powder activated with nitric acid reduced water hardness levels with an average decrease of 499.6 mg/l.Meanwhile, water hyacinth powder activated with hydrochloric acid reduced water hardness levels with an average decrease of 451.3 mg/l. The combination of nitric acid and hydrochloric acid activation gave an average decrease of 510.05 mg/l. This study concludes that water hyacinth powder activated with hydrochloric acid individually is more effective than activating a combination of nitric acid and hydrochloric acid in reducing water hardness. For communities facing water hardness problems, using activated water hyacinth powder can be a promising alternative. The potential of water hyacinth as a hardness-reducing agent provides new opportunities in the effort to provide clean water that is more affordable and environmentally friendly. Keywords: Hardness; Hyacinth Powder; Activation
Efektivitas Peningkatan Minat Baca Dan Kebiasaan Membaca Masyarakat Di Kecamatan Topoyo Melalui Pemanfaatan Rumah Baca Paindo Di Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat Budirman, Budirman; Muhammadiah, Mas'ud; Rahmaniah, Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 5 No 1 (2024): Bosowa Journal of Education, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v5i1.5320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Rumah Baca Paindo dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan Rumah Baca Paindo sebagai sarana untuk meningkatkan kebiasaan membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan data diperoleh melalui wawancara dengan pengelola dan pengunjung Rumah Baca Paindo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Baca Paindo berfungsi sebagai sumber edukasi, informasi, dan rekreasi bagi masyarakat, serta berperan penting dalam menumbuhkan minat baca. Meskipun demikian, ada beberapa faktor penghambat, seperti kurangnya pemahaman pengelola tentang manajemen rumah baca, ketidaksesuaian sistem layanan dengan standar operasional prosedur (SOP), serta koleksi bahan bacaan yang terbatas dan kurang diperbarui. Faktor pendukung utama meliputi dukungan aktif dari pengunjung, kerjasama dengan komunitas lokal, dan bantuan dari berbagai pihak. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pengelolaan yang lebih profesional dan pengembangan koleksi bahan bacaan yang lebih lengkap dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. This study aims to analyze the utilization of Rumah Baca Paindo in enhancing the reading interest of the community in Topoyo District, Central Mamuju Regency. Specifically, the study seeks to identify the supporting and hindering factors in utilizing Rumah Baca Paindo as a means to foster reading habits. The research adopts a qualitative approach with a descriptive method, using interviews with the managers and visitors of Rumah Baca Paindo as data sources. The results reveal that Rumah Baca Paindo serves as an educational, informational, and recreational resource for the community, playing a key role in increasing reading interest. However, several hindering factors were identified, such as the managers' lack of understanding of house management, the absence of standard operating procedures (SOP) for services, and limited and outdated reading materials. Key supporting factors include active community support, collaboration with local groups, and assistance from various stakeholders. The findings suggest the need for more professional management and the expansion of the reading material collection to better meet the community’s needs.
Cegah Diare Sejak Dini Dengan Cara Hidup Sehat Di Sekolah Dasar Arif, Muh.Ikbal; Budirman, Budirman
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 1 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1087

Abstract

Program penyuluhan pencegahan diare melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilaksanakan di Sekolah Dasar Inpres Cilallang, Kota Makassar, pada tanggal 27 September 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit diare, gejala yang muncul, faktor penyebabnya, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi melalui demonstrasi, presentasi PowerPoint, video animasi, distribusi brosur, dan evaluasi post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebanyak 80% responden memahami definisi dan gejala diare serta cara-cara pencegahannya, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan lingkungan. Peningkatan pemahaman ini terjadi secara signifikan setelah penyuluhan, dari rata-rata 35–42% menjadi 80–85%, menandakan efektivitas pendekatan interaktif dan visual dalam proses edukasi kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan siswa yang berdampak positif pada pengurangan angka kejadian diare di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitarnya.    Kata Kunci : Diare, PHBS, Penyuluhan Kesehatan, Sekolah Dasar
Pemanfaatan Etalase Makanan Kombinasi Teknologi Sinar UV Variasi Jarak, Waktu dan Jenis Makanan di Kelurahan Banta-Bantaeng Kota Makassar Zaenab, Zaenab; Rafidah, Rafidah; Haerani, Haerani; Budirman, Budirman; Azizah, Nurfitriani
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 1 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1275

Abstract

Data dari BPOM Makassar mencatat sebanyak 211 anak mengalami keracunan pangan sepanjang tahun 2021, dengan 25% kasus terjadi pada kelompok usia sekolah 10–19 tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan pangan dan mengurangi risiko kontaminasi adalah pemanfaatan etalase makanan kombinasi teknologi sinar UV berdasarkan jarak, waktu dan jenis makanan. Metode dalam pengabdian masyarakat berupa observasi, penyuluhan, dan demonstrasi penggunaan sinar UV pada etalase tempat penyimpanan makanan. Hasil kegiatan menunjukkan peserta yang hadir sebanyak 26 orang dan setelah pelaksanaan terjadi perubahan pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan penyuluhan terkait makanan sehat, personal hygiene penjamah, sanitasi makanan dan demonstrasi penggunaan etalase makanan kombinasi sinar UV. Kesimpulan dari kegiatan adalah peserta turut aktif dalam sesi diskusi sebanyak 4 orang (15,3%) dan peserta yang aktif dalam demonstrasi penggunaan sinar UV pada etalase tempat penyimpanan makanan sebanyak 10 orang (38,46%). Direkomendasikan UMKM memanfaatkan etalase makanan kombinasi teknologi sinar UV sebagai inovasi pengendalian kualitas makanan. Kata Kunci: Tempat Penyimpanan Makanan,  Sanitasi Makanan, Lampu Sinar UV
Inovasi Teknologi Moving Bed Biofilm Reactor dalam Pengolahan Air Limbah: Kajian Bibliometrik Budirman, Budirman; Khaer, Ain; Kasim, Setiawan
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i1.1426

Abstract

Wastewater treatment is essential in maintaining ecosystem balance and public health. Increasing population and industrialization generate abundant wastewater, demanding more efficient and effective treatment solutions. Biofilm technology, specifically Moving Bed Biofilm Reactors (MBBR), has been recognized as an effective method in reducing wastewater pollution. Biofilm utilizes buffer media in biological reactors to support the growth of bacteria that decompose various pollutants, including nitrogen compounds, carbon, pharmaceuticals, industrial chemicals, and other micropollutants that are key parameters of wastewater quality. MBBR increases the removal efficiency of Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and nitrogen compounds through nitrification and denitrification. This study investigates the evolution of biofilm technology research for wastewater treatment with a focus on MBBR. Bibliometric analysis shows the global trends, organizations, institutions, and authors that have contributed most to MBBR research over the past decade. Data were collected from the Scopus database and analyzed using Excel, OpenRefine, Tableau, and VOSviewer. Results showed a significant increase in the number of publications related to biofilm technology and MBBR, with an annual increase of 8.43%. China was the main contributor with 1,026 publications, followed by India, Denmark, and the United States. Although MBBR is recognized as effective, more research is needed on the dynamics of the microbial community and the influence of operational variables on its performance. These findings highlight the importance of MBBR technology in wastewater treatment and provide insight into future research directions. Future research should focus on the development of new, more efficient biocarriers, in-depth understanding of microbial community dynamics in MBBRs, and optimization of operational parameters. Integration of MBBR technology with other treatment technologies is also a promising area to be explored. Keywords: Moving Bed Reactor (MBR), Wastewater treatment, Technological innovation, Bibliometric review, Biofilm reactor
Kombinasi Koagulasi-Filtrasi Berbahan Lokal Kepulauan dalam Mengurangi Kadar Kekeruhan Pada Air Sumur Gali Di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar Fitrah, Muhammad Aidil; Birawida, Agus Bintara; Khaer, Ain; Sedionoto, Blego; Budirman, Budirman
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 1 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i1.1328

Abstract

Small islands often face challenges in providing clean water, including the poor quality of dug wells on Barrang Caddi Island. This study aims to evaluate the effectiveness of coagulation using moringa seeds and filtration using pumice and mangrove charcoal in reducing turbidity and improving water quality. The study design is a quasi-experimental study using a one-group pretest-posttest approach. Samples were purposively selected from one dug well with the highest TDS value that is actively used. The treatment was conducted in three replicates to ensure consistency and reliability of the results. The coagulation process used Moringa oleifera at a dose of 350 mg/l, while filtration used pumice and activated charcoal media with a thickness of 60 cm. Effectiveness was calculated based on the difference in turbidity levels before and after treatment and analyzed using the Kruskal-Wallis test and post hoc analysis. The results showed significant differences in all methods applied (p = 0.016). Moringa seed coagulation reduced turbidity by 26.85%, pumice filtration by 68.72%, activated carbon filtration by 79.96%, and the coagulation-filtration combination by 74.80%. Activated carbon filtration demonstrated the highest adsorption capacity. This study concluded that the combination of coagulation and filtration is a practical and applicable solution for addressing clean water issues in coastal and island regions. Keywords: Coagulation; Filtration; Moringa Seeds; Pumice; Activated Charcoal from Mangrove Wood
Faktor Predisposisi, Klasifikasi Subgrup, Biomarker dan Mekanisme Pencegahan Obesitas : Tinjauan Pustaka Andini, Mira; Budirman, Budirman; Hasanah, Besse Uswatun
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 1 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i1.1414

Abstract

Obesity has emerged as a critical global public health challenge, driven by multifactorial predisposing elements such as sociodemographics, behavior, genetics, and obesogenic environmental factors. This systematic literature review synthesizes evidence on obesity subgroups (e.g., metabolically healthy obesity [MHO], metabolically unhealthy obesity [MUO]), biomarkers (microRNA, adipokines, oxidative stress markers, gut microbiota, and lipid accumulation product index), and prevention strategies. A systematic search of the PubMed, Scopus, and Web of Science databases (2010–2023) identified peer-reviewed studies addressing the etiology, classification, and interventions for obesity. Key findings highlight the interaction between early-life nutritional deficiencies and subsequent metabolic dysregulation, the role of visceral adipose tissue (VAT) in refining the obesity phenotype, and the diagnostic potential of biomarkers such as miR-222 and leptin. Prevention strategies, including school-based nutrition education, taxes on ultra-processed foods, and bariatric surgery for severe cases, demonstrate varying efficacy across populations. This review emphasizes the need for a multidimensional approach tailored to regional contexts, particularly in low- and middle-income countries where the dual burden of malnutrition persists. By integrating evidence of genetic-environmental interactions and new biomarkers, this research provides actionable insights for policymakers and health practitioners to reduce the growing burden of obesity. Keywords: predisposing factors, subgroup classification, biomarkers, prevention mechanisms, obesity
Pengaruh Pemeriksaan Darah Rutin Pada Ibu Hamil Di Makassar Terhadap Pencegahan Stunting Artati, Artati; Mas’ud, Hikmawati; Budirman, Budirman
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v5i2.1148

Abstract

Pemeriksaan darah rutin, khususnya hemoglobin, eritrosit, leukosit, dan trombosit, merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium penting dalam kehamilan untuk mendeteksi kesehatan ibu hamil secara dini. Penelitian ini melibatkan 27 ibu hamil di Kelurahan Banta-Bantaeng dan Mandala, Kota Makassar. Berdasarkan data Demografi, peserta terdiri dari berbagai usia, dengan mayoritas berusia 20-30 tahun, dan latar belakang pendidikan yang bervariasi, termasuk lulusan SMA dan perguruan tinggi. Hasil pemeriksaan darah rutin yang abnormal dapat berpotensi memicu masalah stunting pada generasi mendatang. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan darah rutin dan menyediakan layanan pemeriksaan gratis. Metode yang digunakan termasuk penyuluhan, wawancara, dan pemeriksaan darah. Sebelum sosialisasi, dilakukan pre test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dengan hasil menunjukkan bahwa 74,1 % peserta memiliki pemahaman yang rendah tentang pemeriksaan rutin. Setelah sosialisasi, post test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan 100 % peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya pemeriksaan darah rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu hamil. Sedangkan pemeriksaan darah rutin pada sampel darah di lakukan di Laboratorium. Hasil Pengabmas terjadi peningkatan pengetahuan dan informasi terkait  manfaatnya pemeriksaan darah rutin secara berkala dengan hasil darah rutin yang normal (hemoglobin dan eritrosit  100 % normal, leukosit 89% dan trombosit 92,6%). Kesimpulan terjadi peningkatan pemahaman dan wawasan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan darah rutin secara berkala. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan pentingnya pendidikan kesehatan yang berkelanjutan untuk mencegah stunting, dan diharapkan program ini dapat dilanjutkan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan dalam upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kata kunci: Ibu hami, pemeriksaan darah rutin, stunting
Edukasi Pada Remaja Di Kelurahan Mandala Kota Makassar Tentang Pentingnya Pemeriksaan Hemoglobin Dan Leukosit Untuk Pencegahan Stunting Armah, Zulfian; Artati, Artati; Budirman, Budirman
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v5i2.1158

Abstract

Pencegahan stunting pada remaja merupakan isu kesehatan yang penting, terutama di daerah perkotaan seperti Kelurahan Mandala, Kota Makassar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan atau edukasi, wawancara, pemeriksaan hemoglobin dan leukosit. Lokasi penyuluhan dilakukan di kelurahan Mandala kota Makassar. Sebelum sosialisasi, dilakukan pre test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dengan hasil menunjukkan bahwa Pada saat pre-test tingkat pengetahuan remaja dengan kategori kurang adalah  16 orang (50%), sedangkan dengan kategori baik adalah 16 orang (50%).  Setelah sosialisasi, pada saat post-test tingkat pengetahuan remaja dengan kategori kurang adalah sebanyak 1 orang (1,47%) dan dengan kategori baik adalah sebanyak 67 orang (98,53%).post test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit. Sedangkan pemeriksaan Hemoglobin dan Leukosit dilakukan di laboratorium. Hasil pengabdian masyarakat meningkatkan pemahaman remaja di kelurahan Mandala kota Makassar tentang pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit untuk pencegahan stunting. Hasil pemeriksaan hemoglobin dan leukosit yang normal (hemoglobin dan leukosit 100%). Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan perlunya program berkelanjutan dalam bentuk edukasi rutin dan pemeriksaan kesehatan bagi remaja, sehingga kesadaran akan pentingnya asupan gizi dan kesehatan dapat terus dipelihara. Dengan demikian, diharapkan dapat tercapai zero stunting di kalangan remaja. Pengabdian masyarakat ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya pemeriksaan hemoglobin dan leukosit dalam pencegahan stunting. Kata kunci: Pemeriksaan Hemoglobin, pemeriksaan leukosit,remaja, stunting