Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Diversifikasi Produk Herbal Serbuk Instan Jahe Merah dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Masyarakat Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu Awik Puji Dyah Nurhayati; Alfani Raziful Dwi Ersandy; Noor Nailis Sa'adah; Edwin Setiawan; Nova Maulidina Ashuri; Adik Mayang Indiani; Agus Wahyudi; Ratna Rintaningrum; Ni Wayan
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.034 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.88

Abstract

Desa Oro-oro Ombo memiliki letak yang strategis di dekat Kota Batu dengan kondisi iklim yang sangat mendukung untuk pertanian tanaman dan produk herbal. Pada tahun 2003 WHO merekomendasikan pemanfaatan obat tradisional dan herbal untuk kesehatan, baik untuk pencegahan maupun pengobatan, terutama penyakit kronis, degeneratif, dan kanker. Namun bertolak belakang dengan pernyataan tersebut, konsumsi obat herbal di kalangan generasi muda menunjukkan penurunan. Penyebabnya terutama karena rasanya yang pahit dan tidak praktis. Maka dari itu perlu adanya diversifikasi produk herbal untuk menarik minat generasi muda terhadap obat herbal. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah mendiversifikasi produk minuman herbal dari jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kapulaga (Amomum compactum), dan secang (Caesalpinia sappan L.) serta mengolahnya menjadi produk berbentuk serbuk sehingga lebih praktis. Pembuatan serbuk instan dilakukan dengan memvariasikan perbandingan jahe merah, kapulaga, dan secang (J1; J2; J3; dan J4). Proses pembuatan terdiri dari tiga tahap utama, yaitu penghalusan, pencampuran, dan pemanasan. Hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma dan warna menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada parameter rasa dan warna sedangkan aroma tidak berbeda secara signifikan pada semua sampel. Berdasarkan uji indeks efektivitas perlakuan terbaik adalah J1 dengan komposisi 300 g jahe merah, 8 biji kapulaga, dan 20 serut kayu secang.
Strategi Pemberdayaan Potensi Ekonomi Masyarakat Melalui Pembuatan Buku Keuangan Banu Prasetyo; Aurelius Ratu; Edy Subali; Marsudi; Arfan Fahmi; Siti Zahrok; Enie Hendrajati; Niken Prasetyawati; Dyah Satya; Ratna Rintaningrum
Sewagati Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.261 KB)

Abstract

Konektivitas manusia dan teknologi merupakan kata kunci dalam memenangkan persaingan di era Industrial Revolution 4.0. Konektivitas tersebut kemudian mendorong terjadinya perubahan yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Perubahan yang paling jelas terlihat adalah pada bidang ekonomi (bisnis). Hal itu tercermin dari bergesernya paradigma bisnis dari owner menjadi sharing, yang memungkinkan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memulai bisnisnya masing-masing tanpa terkendala modal, jarak, dan waktu. Bagi masyarakat Kejawan Gebang Putih, kesempatan demikian menjadi terkendala oleh kesulitan dalam pembuatan pembukuan keuangan. Masalah utama terletak pada bukan pada faktor mencapai keuntungan, malainkan bagaimana mengelola keuntungan terebut menjadi modal yang bisa diputar untuk usaha lain atau menambah jenis usaha. Hasil pengabdian memperlihatkan kemajuan dalam usaha baik kuliner maupun jasa saat masyarakat setempat sudah memahami bagaimana pembukuan keuangan dijalankan.
Pelatihan Menulis dan Implementasi Gerakan Literasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Begadon - Bojonegoro Kartika Nuswantara; Ratna Rintaningrum; Banu Prasetyo; Hermanto Hermanto; Aurelius Ratu; Ni Wayan Suarmini; Edy Subali; Mohammad Saifullah; Gita Widi Bhawika; Bilqis Amaliah
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3595.287 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.453

Abstract

Perpustakaan Lentera, yang berlokasi di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu perpustakaan desa terbaik di Jawa Timur. Perpustakaan ini pernah memenangkan kategori Perpustakaan Desa (Perpusdes) atas upaya desa yang secara aktif melibatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif mendirikan serta mengembangkannya. Perpustakaan ini sebelumnya berkembang dari perpustakaan SDN Begadon. Permasalahan terjadi setelah Perpustakaan Lentera mendapatkan hibah gedung baru dalam upaya keberlanjutan utilitas perpusdes sebagai pusat pengembangan kapasitas masyarakat desa. Perpustakaan Lentera perlu berkembang menjadi menjadi sebuah perpustakaan terpadu, dimana masyarakat dapat memperoleh segala bentuk informasi dari tempat ini dan menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi dan kesejahteraan setelah memperoleh berbagai pengetahuan baru yang tersedia di perpustakaan desa tersebut. Oleh sebab itu, tim pengabdi bersama pengelola desa dan perpusdes bersama-sama berupaya menyelesaikan masalah dengan beberapa metode yaitu Focus Group Discussion, pelatihan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat desa. Hasil yang telah dicapai antara lain peningkatan literasi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan, peningkatan awareness perpusdes melalui publikasi media audio visual, serta pemberian rekomendasi kepada pemangku kepentingan perpusdes untuk menjamin keberlangsungan kegiatan literasi di Desa Begadon.
Civil Society and the Role of Schools, Citizenship Education, Pancasila and Religious Studies in Building Unity in Diversity Choirul Mahfud; Ratna Rintaningrum; Niken Prasetyawati; Dyah S.Y Agustin; Ni Wayan Suarmini; Rahmawati Rahmawati; Rika Astari; Abdurrohman Kasdi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v10i1.1624

Abstract

Indonesia is a country that is united in diversity. It is reflected in the motto Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, and the 1945 Constitution. This research aims to determine the role of schools, civics education, Pancasila, and the views of religions and religious communities in Indonesia in realizing civil society. From the results of this study, it was found that the high level of diversity in Indonesia had occurred long ago and has continued until now and in the future. In this case, schools have a significant role in developing unity in diversity. Also, civic education, Pancasila, and religion have a role in unity in diversity in Indonesia.
Pelatihan Social Entrepreneurship Bagi Masyarakat Pinggiran di Kota Surabaya Barat Choirul Mahfud; Arman Hakim Nasution; Dyah Satya Yoga Agustin; Ratna Rintaningrum; Niken Prasetyawati
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i1.292

Abstract

Pelatihan social entrepeneurship merupakan salah satu cara untuk menjawab masalah social ekonomi masyarakat pinggiran di kota. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah para pemuda dari karangtaruna di daerah Tandes, Surabaya Barat. Strategi dan metode yang dipraktikkan dalam pelatihan ini adalah pemberian materi dengan ceramah, diskusi dan melihat video inspirasi dari Youtube. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan ketrampilan berpikir para pemuda agar lebih berdaya secara sosial. Lebih dari itu, harapannya dengan memberikan wawasan mengenai social entrepeneurship dapat menjadi modal awal untuk menjadi mewujudkan kemandirian dari masyarakat khususnya di daerah pinggiran kota melalui usaha melakukan perubahan berbasis social ekonomi.
Pelatihan Peningkatan Akidah Islam bagi Mualaf di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Moh Saifulloh; Hermanto; Siti Zahrok; Niken Prasetyawati; Enie Hendrajati; Ni Wayan Suarmini; Tony Hanoraga; Kartika Nuswantara; Adi Suryani; Ratna Rintaningrum
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.650

Abstract

Dusun Sekargadung, Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar dikenal dengan sebutan kampung Mualaf karena sebagian besar masyarakatnya yang dahulu beragama non-Islam menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam. Dengan status sebagai mualaf yang baru memeluk agama Islam, berarti akidah Islamnya masih rapuh dan rentan terhadap berbagai tantangan dan ujian keimanan sehingga diperlukan upaya-upaya penguatan atau peningkatan akidah. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat (Abmas), para Mualaf di Desa Balerejo ini diberi materi penguatan akidah Islam dengan tujuan untuk membentengi mereka dari rentannya pemurtadan atau pendangkalan akidah yang dilakukan oleh aktifis penganut agama yang mereka peluk sebelumnya di wilayah tersebut. Metode kegiatan Abmas yang dilakukan yakni ceramah dan dialog interaktif, workshop praktek ibadah, dan terakhir pemberian santunan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman Mualaf akan akidah Islam serta meningkatnya kemampuan para Mualaf untuk menunaikan ibadah dengan benar seperti berwudhu dan sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sehingga mereka tidak rentan untuk menjadi murtad (kembali ke ajaran agama sebelumnya), tidak melakukan perbuatan musyrik, dan mampu membentengi akidah Islam mereka supaya tidak mudah luntur dalam situasi dan kondisi apapun. Pada akhir kegiatan, Mualaf mendapat santunan berupa perlengkapan alat sholat, serta sembako untuk meringankan beban ekonomi kehidupan mereka. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan agar akidah para mualaf meningkat kualitasnya.
Strengthening English Language Learning Through an Independent Curriculum Approach Ratna Rintaningrum; Arfan Fahmi; Kartika Nuswantara; Umi Trisyanti; Khanan Yusuf; Siti Zahrok
International Journal of Science and Society Vol 5 No 5 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i5.875

Abstract

This research aims to investigate the effectiveness of the "Independent Curriculum" approach in strengthening English language learning. The Merdeka Curriculum, which emphasizes student autonomy and an interest-based learning approach, is applied to a number of high school students in Indonesia. The research method used is a qualitative method with observation, in-depth interviews, and document analysis as data collection instruments. The research results show that the Merdeka Curriculum approach is able to increase learning motivation, active involvement of students in the learning process, as well as students' English language skills, especially in the aspects of speaking and writing skills. In addition, students also show an increase in creativity and critical thinking skills. In conclusion, the Merdeka Curriculum approach offers an innovative and effective alternative in learning English, while supporting the formation of independent, creative and critical student character.
The Role of the Manarul Ilmi Mosque in Strengthening Religious Moderation and Character Education for ITS Surabaya Muslim Students Mahfud, Choirul; Ratna Rintaningrum; Moh. Saifulloh; Wahyuddin Wahyuddin; Zainul Muhibbin; Aurelius Ratu
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/althariqah.v9i1.16843

Abstract

Character education development is an unfinished process. The Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS) Surabaya is one of the favorite state campuses which also pays attention to scientific and Islamic development through developing the role of the Manarul Ilmi campus mosque. ITS Surabaya realizes that developing character education is a shared responsibility. In this context, this research is qualitative in nature with a descriptive analytical approach and uses documentary methods supported by interviews. The general aim of this research is to find out what and how to develop Muslim character education and the educational role of the Manarul Ilmi mosque at ITS Surabaya? What are the challenges, obstacles and solutions in developing character education and religious moderation for Muslim students through the Manarul Ilmi ITS Surabaya mosque? The research results show that the educational role of the Manarul Ilmi mosque at ITS Surabaya is very significant in developing character education and religious moderation for intelligent, trustworthy and creative Muslim students through various activities, training, discussion forums, routine studies and program synergies
Hospitality English: Essential Phrases for Hotel and Tourism Professionals Marasabessy, Fachria Yamin; Amalia Mustika; Indriyani, Susi; Rizki Amelia; Ratna Rintaningrum
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v4i1.1303

Abstract

English is essential in the hospitality and tourism industry as the primary communication tool between hotel staff and international guests. Effective English communication enhances service quality, guest satisfaction, and the hotel's reputation in the global market. However, many hotels in Indonesia face challenges in maintaining consistent English standards, particularly in mastering key service phrases. This study aims to identify essential phrases for hotel professionals, evaluate their effectiveness, and analyze factors influencing English proficiency in hospitality settings. A mixed-methods approach with qualitative and quantitative descriptive methods was used. Data were collected through field observations, interviews with hotel managers and staff, and guest satisfaction surveys. Findings reveal that international hotels in major cities like Jakarta and Bali exhibit higher English proficiency compared to developing hotels in cities such as Bandung, Yogyakarta, Medan, and Surabaya. Contributing factors to better English standards include regular training, the use of standardized service scripts, and a work environment that necessitates English communication. In contrast, developing hotels struggle with challenges such as limited formal training, inconsistent English use, and low staff awareness of key service phrases. To address these issues, this study recommends strategies including real-life scenario-based training programs, language learning technology integration, periodic mentoring and evaluation, and the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for service communication. These strategies are expected to improve hotel service communication, enhance guest satisfaction, and strengthen Indonesia’s hotel industry competitiveness on an international scale. By prioritizing English language training, hotels can create a more professional service environment, ensuring a seamless experience for international guests and fostering a strong global reputation.
Legal Protection for Wives in Murder Cases: An Islamic Law and Positive Law Perspective Muhammad Yasir; Syamsiah Nur; Rina Septiani; Solihah Sari Rahayu; Ratna Rintaningrum; Karimuddin Abdullah Lawang
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i1.5893

Abstract

This study aims to analyze the legal protection for wives in murder cases from the perspectives of Islamic law and positive law. In the context of Islamic law, the principle of justice governs the rights of wives, including protection against domestic violence. However, the implementation of this principle in judicial practice still faces various challenges. On the other hand, Indonesia's positive law, despite regulating women's protection through the Law on the Elimination of Domestic Violence (UU PKDRT), also encounters obstacles in effective law enforcement, particularly in cases of violence resulting in murder. This study also discusses the comparison of sanctions imposed on perpetrators of wife murder in both legal systems, highlighting significant differences in the determination and implementation of penalties. Additionally, this research identifies major challenges in law enforcement, such as the lack of gender sensitivity among law enforcers and the limited access victims have to effective protection. The proposed policy recommendations include strengthening regulations on wife protection, enhancing the capacity of law enforcement officers, and expanding access to legal and psychological services for victims. This study contributes to the development of a more responsive legal policy for women's protection.