Claim Missing Document
Check
Articles

Perspektif Psikologi Islam tentang Perilaku Bullying: Analisis Literatur Rahma Suryani; Jeri Candra; Khairunnas Rajab; Vivik Shofiah
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v3i2.1421

Abstract

Fenomena bullying saat ini menjadi salah satu bentuk deviasi sosial yang kian marak terjadi, baik di lingkungan pendidikan, pertemanan, maupun media sosial. Perilaku ini tidak hanya merusak hubungan antar individu, tetapi juga mengganggu tatanan kehidupan masyarakat secara luas. Melalui metode penelitian library research, kajian ini menelaah teori-teori psikologi modern seperti teori belajar sosial dan psikoanalisis serta landasan normatif dalam al-qur’an dan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang disengaja, dilakukan berulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Dalam islam, bullying dipandang sebagai bentuk kezaliman yang bertentangan dengan prinsip akhlak mulia dan larangan merendahkan martabat sesama. Faktor penyebab bullying mencakup karakter individu, pola asuh keluarga, pengaruh media, teman sebaya, serta perbedaan status sosial. Dampaknya meliputi gangguan psikologis, sosial, dan akademik, baik bagi korban maupun pelaku. Pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan, komunikasi keluarga, pembentukan budaya anti-bullying di sekolah, intervensi psikologis seperti Cognitive Behaviour Therapy (CBT), serta kebijakan represif yang tegas. Kajian ini menegaskan pentingnya sinergi pendekatan psikologi dan nilai spiritual Islam dalam membangun strategi komprehensif untuk meminimalisasi praktik bullying.
Implementasi Reward & Punishment dalam Psikologi dan Pendidikan Islam Sofia, Fida Aldila; Shofiah, Vivik
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37108

Abstract

Reward dan punishment merupakan strategi pedagogis yang banyak digunakan dalam proses pendidikan untuk membentuk perilaku dan karakter peserta didik, termasuk dalam konteks pendidikan Islam. Dalam pendidikan Islam, kedua konsep ini tidak hanya dipahami sebagai mekanisme penguatan perilaku, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai moral dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep reward dan punishment dalam perspektif pendidikan Islam serta harmonisasinya dengan pendekatan psikologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka terhadap berbagai literatur yang relevan dalam bidang psikologi, pendidikan, dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan reward dan punishment dalam pendidikan Islam harus dilakukan secara proporsional, adil, dan berlandaskan kasih sayang agar mampu membentuk kesadaran moral dan akhlak mulia peserta didik. Integrasi perspektif psikologi dan nilai-nilai Islam memberikan landasan yang lebih holistik dalam praktik pendidikan, sehingga strategi reward dan punishment tidak hanya efektif dalam membentuk perilaku, tetapi juga bermakna secara etis dan spiritual.
Pendekatan Psikologi Islam Terhadap Pencurian, Perampokan dan Korupsi: Tinjauan Preventif, Kuratif dan Rekonstruktif Fathya Putri Kamilla; Rahma Fithri; Vivik Shofiah; Khairunnas Rajab
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18050625

Abstract

This study explores the perspective of Islamic psychology in responding to criminal behaviors such as theft, robbery, and corruption through three main strategies: prevention, curative intervention, and reconstruction. Using a library research design with a descriptive-analytical approach, the paper examines scholarly works related to Islamic psychology, Islamic law, moral education, and criminal conduct. The analysis indicates that preventive efforts are most effective when they are rooted in strengthening faith, moral and character development, family-based socialization, and the establishment of fair socio-economic structures. Curative interventions focus on spiritual and psychological recovery through practices such as muhasabah (self-introspection), taubat nasuha (sincere repentance), and Islamic counseling, alongside social reintegration initiatives including skills training and economic empowerment. Reconstruction emphasizes a restorative justice approach that actively involves victims, offenders, and the wider community in processes of reconciliation, healing, and the restoration of social trust. Overall, Islamic psychology offers a comprehensive framework that integrates spiritual, moral, and psychological dimensions to prevent, address, and rehabilitate criminal behavior, while providing both theoretical insights and practical strategies for cultivating just, ethical, and socially cohesive societies.
TERAPI SHALAT MENGURANGI ANXIETY PADA SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN Rahmadani, Rahmadani; Rajab, Khairunnas; Shofiah, Vivik
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).22234

Abstract

Kesehatan mental siswa merupakan aspek krusial dalam proses pendidikan, terutama saat menghadapi tekanan akademik seperti ujian. Salah satu gangguan psikologis yang umum dialami siswa menjelang ujian adalah kecemasan berlebih, yang berdampak pada penurunan fokus, motivasi, dan performa akademik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi Shalat dalam mengurangi kecemasan siswa sebelum menghadapi ujian, dengan menitikberatkan pada pendekatan psikoterapi Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa Shalat, sebagai ibadah wajib umat Islam, memiliki nilai terapeutik yang signifikan. Praktik Shalat dengan kekhusyukan dapat membantu menstabilkan emosi, meningkatkan konsentrasi, dan memberi rasa tenang serta aman, yang berkontribusi pada pengurangan gejala kecemasan. Terapi ini memadukan aspek spiritual, fisik, dan psikologis melalui rangkaian gerakan, zikir, dan doa. Implementasi terapi Shalat dalam konteks pendidikan dapat dilakukan melalui bimbingan konseling berbasis agama di sekolah, dengan menanamkan pemahaman makna Shalat secara mendalam dan melatih teknik Shalat khusyuk sebagai media relaksasi. Dengan demikian, terapi Shalat dapat menjadi pendekatan psikoterapeutik alternatif yang efektif, murah, dan sesuai dengan nilai-nilai spiritual siswa Muslim untuk mengatasi kecemasan menjelang ujian.