Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Meta-Analisis Pengaruh Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Ningsih, Eva; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4615

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar. Jenis penelitian ini menggunakan metode meta analisis, penelitian ini akan dilakukan dengan menganalisis 2  jurnalyang memiliki kesamaan dalam judul, topik, dan metode penelitian berdasarkan kategori mahasiswa di Perguruan Tinggi. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar sebesar 29,25 % dan berada pada kategori cukup signifikani. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh cukup signifikan media sosial terhadap  motivasi belajar mahasiswa dan 70,75 % motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain media sosial.
KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM : PERANAN IMAN SEBAGAI IMUNITAS JIWA STUDI PADA AL-QUR’AN SURAH MARYAM Desi, Elfia; Shofiah, Vivik; Rajab, Khairunnas
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69436

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara kesehatan mental dan keimanan dalam perspektif psikologi Islam, dengan fokus pada peran iman sebagai imunitas jiwa berdasarkan kajian Al-Qur’an Surah Maryam. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya keimanan dalam menjaga keseimbangan mental di tengah berbagai tantangan kehidupan. Kajian pustaka menunjukkan bahwa iman dapat menjadi sumber kekuatan batiniah, yang membantu manusia beradaptasi, menjaga nilai-nilai moral, dan menemukan solusi atas masalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana keimanan, khususnya dalam Islam, dapat mendukung pengelolaan fungsi-fungsi kejiwaan seperti akal, perasaan, sikap, dan perilaku, sehingga menciptakan harmoni dalam hubungan manusia dengan diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan Allah SWT. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data dianalisis melalui tafsir tematik terhadap Al-Qur’an Surah Maryam ayat 26-28 serta kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keimanan memiliki peran signifikan dalam membentuk kesehatan mental yang baik. Kisah Maryam binti Imran menjadi salah satu teladan dalam menghadapi tekanan psikologis dengan tetap teguh pada iman.
Membaca dengan Cara Berbeda: Mengapa Disleksia Perlu Dipahami? Mardalena, Rilta; Shofiah, Vivik
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (in Press)
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disleksia sering kali dipahami secara keliru sebagai ketidakmampuan belajar atau keterbelakangan intelektual, padahal pada kenyataannya individu dengan disleksia memiliki kecerdasan rata-rata hingga di atas rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk memahami disleksia secara komprehensif sebagai cara membaca yang berbeda serta implikasinya terhadap praktik pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik terkait disleksia. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan mengkategorikan literatur berdasarkan tema-tema utama, meliputi definisi disleksia, karakteristik individu dengan disleksia, dampak akademik dan psikososial, serta strategi intervensi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang bersifat neurokognitif dan ditandai oleh kesulitan dalam memproses bahasa tertulis, khususnya pada aspek fonologis dan pengenalan kata. Namun demikian, disleksia tidak berkaitan dengan rendahnya tingkat kecerdasan, melainkan dengan perbedaan cara otak memproses simbol dan bunyi bahasa. Pemahaman disleksia sebagai variasi neurokognitif menuntut perubahan paradigma pendidikan dari pendekatan berbasis defisit menuju pendekatan berbasis potensi (strength-based approach). kolaborasi antara lembaga pendidikan, pendidik, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan ramah terhadap keberagaman gaya belajar. Implementasi strategi pembelajaran multisensori, pelatihan fonologis, serta dukungan sosial-emosional yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam membantu anak dengan disleksia mengoptimalkan potensi akademik dan sosialnya. Strategi dan pemahaman yang komprehensif dan penerapan strategi berbasis bukti diharapkan dapat mengurangi stigma terhadap disleksia, meningkatkan kualitas intervensi pendidikan.
Preventisasi, Kuratisasi dan Rekontruksi Pencurian Perampokan dan Korupsi dalam Perspektif Psikologi Islam F, Salsabilah Oktaviani; Yusmi, Ririn Elfia; Shofiah, Vivik; Rajab, Khairunnas
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1534

Abstract

Pencurian, perampokan, dan korupsi merupakan kejahatan serius yang merusak struktur sosial dan menimbulkan penderitaan, terutama bagi kalangan masyarakat bawah yang sangat mengandalkan dukungan negara dalam memenuhi hak-hak mereka. Meskipun istilah tersebut tidak secara langsung disebutkan dalam hukum Islam, Islam memberikan penekanan kuat pada pentingnya moralitas dan spiritualitas sebagai upaya pencegahan terhadap perilaku menyimpang. Penelitian ini berfokus pada krisis moral yang mencakup tindakan pencurian, perampokan, dan korupsi dari sudut pandang hukum dan psikologi Islam. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai literatur terkait penanganan kejahatan moral dalam Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi preventisasi, kuratisasi dan rekontruksi diperlukan dalam upaya mencegah dan menanggulangi perilaku menyimpang. Pendidikan moral yang berlandaskan nilai-nilai Islam, terutama jika diterapkan sejak usia dini, terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran individu tentang pentingnya integritas dan tanggung jawab sosial.
Neurosains dalam Pendidikan: Memahami Peran Neurosains dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Pohan, Annida Husna; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.22861

Abstract

Kemajuan dalam bidang neurosains dalam beberapa dekade terakhir telah memberikan wawasan baru tentang cara kerja otak manusia, terutama pada masa kanak-kanak. Studi ini menekankan pentingnya penerapan temuan neurosains dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang bertujuan mengembangkan potensi anak untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat. Perkembangan otak yang pesat pada usia 0 hingga 6 tahun menjadikan periode ini krusial, di mana pengalaman awal dan stimulasi lingkungan sangat mempengaruhi kemampuan belajar, keterampilan sosial, dan kesejahteraan emosional. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip neurosains dapat digunakan untuk merancang metode pengajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan kognitif anak. Pembelajaran berbasis neurosains menekankan keseimbangan penggunaan berbagai bagian otak, bukan hanya otak kiri yang berorientasi logis. Meskipun ada tantangan dalam menerapkan temuan ilmiah ke dalam praktik pendidikan, pemahaman yang mendalam tentang neurosains dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan holistik anak. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memperkuat relevansi neurosains dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Kematangan Emosi Sebagai Faktor Penentu Perilaku Anti-Bullying Di Kalangan Peserta Didik Cantika, Dwi; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.22862

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kematangan emosi sebagai faktor penentu perilaku anti-bullying di kalangan peserta didik. Anak-anak zaman sekarang beranggapan bahwa jika mereka melakukan suatu tindakan kekerasan atau bullying maka mereka akan dianggap keren oleh teman yang lainnya dan juga mereka beranggpan jika teman-temannya akan tunduk kepada mereka. Perilaku bullying dapat memberikan dampak merugikan pada peserta didik, menciptakan perasaan tidak diinginkan dan ditolak oleh lingkungan sekitarnya. Perilaku bullying disebabkan oleh pencapaian emosi yang kurang matang. Kematangan emosi sangat penting untuk mengurangi perilaku bullying karena individu yang memiliki kematangan emosi yang baik akan merasa bangga dengan diri mereka sendiri dan dapat menghargai orang lain. Kemampuan untuk mengendalikan emosi sangat mempengaruhi proses dalam hubungan sosial sehingga kemampuan ini sangat penting untuk mengurangi bullying. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tinjauan pustaka (study literature review), informasi dan data diperoleh dari berbagai sumber yang relevan, seperti artikel, jurnal, dan buku. Tulisan ini memuat pembahasan utama yang terbagi ke dalam tujuh tema besar, yaitu: definisi bullying dan kematangan emosi, faktor-faktor yang mempengaruhi bullying, dampak bullying, karakteristik kematangan emosi, faktor-faktor kematangan emosi, hubungan kematangan emosi dan perilaku anti-bullying dan kiat meningkatkan kematangan emosi.
Remaja Dan Penyalahgunaan Narkotika Putri, Aqilah Aldyan; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.22959

Abstract

Masa remaja disebut fase penting dalam perkembangan seseorang, di mana perubahan biologis, kognitif, dan sosial terjadi secara besar-besaran. Remaja mengalami pertumbuhan fisik dan mental yang pesat, serta perkembangan keterampilan berpikir kritis dan pencarian identitas diri. Masa ini juga ditandai dengan peningkatan ketergantungan pada hubungan sosial dan lingkungan mereka, yang berdampak besar pada proses pembelajaran dan perkembangan emosional mereka.Penyalahgunaan narkoba adalah salah satu masalah besar yang dihadapi remaja. Ini dipicu oleh banyak hal, seperti keinginan untuk mencoba hal baru, tekanan dari teman sebaya, dan pencarian identitas. Indonesia mengalami darurat narkoba karena kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja meningkat. Dalam tulisan ini, desain yang digunakan adalah literatur review, yang merupakan jenis penelusuran dan penelitian kepustakaan yang melibatkan membaca dan menelaah berbagai buku, jurnal, dan naskah lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berperan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, sangat penting untuk memberikan pendidikan yang menyeluruh tentang bahaya narkoba, menumbuhkan kepercayaan diri yang positif, dan meningkatkan iman. Remaja dapat menghindari dampak negatif dari narkoba jika mereka memiliki pemahaman mendalam tentang risiko narkoba, dukungan sosial yang kuat, dan pengawasan ketat dari orang tua dan lingkungan.
Peran Pendidikan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Di Negara Berkembang Yunika, Marwah; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23167

Abstract

Pendidikan bagi perempuan merupakan hak dasar yang dijamin oleh konstitusi dan memiliki peran penting dalam menciptakan kesetaraan gender, memberdayakan perempuan secara ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, serta memperkuat partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan sosial dan politik. Artikel ini mengkaji pentingnya pendidikan perempuan di negara berkembang, serta dampaknya terhadap kesejahteraan individu dan masyarakat. Pendidikan memberikan perempuan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, dan kesehatan, yang secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan mereka dan komunitasnya. Namun, perempuan di negara berkembang masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan, seperti kemiskinan, pernikahan dini, diskriminasi berbasis gender, serta tradisi dan norma sosial. Artikel ini juga membahas kebijakan dan regulasi, termasuk Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia di Indonesia, yang menekankan hak perempuan dalam bidang pendidikan. Dengan mengatasi hambatan tersebut, pendidikan dapat menjadi kunci dalam memberdayakan perempuan dan memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Psikologi Ibadah Dalam Kesehatan Mental Silvia Putri, Ganesya; Putri, Ganesya Silvia; Shofiah, Vivik; Rajab, Khairunnas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1802

Abstract

Diantara berbagai agama di dunia, Islam adalah agama yang paling istimewa dibandingkan dengan yang lain dan paling dicintai oleh Allah SWT. Dalam Islam, ada banyak sekali ibadah yang mendapatkan pahala, baik itu ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Dari aspek psikologis, salah satu manfaat yang diperoleh adalah ketenangan jiwa. Orang yang memahami dan menghayati praktik ibadah cenderung memiliki Kesehatan mental yang lebih baik karena mereka mampu mengatasi permasalahan hidup yang mereka hadapi. Penelitian-penelitian sebelumnya telah menyimpulkan bahwa ibadah dalam Islam, termasuk shalat, dzikir, pengajian, dan bentuk-bentuk ibadah lainnya, dapat menjadi sarana untuk mencapai Kesehatan mental. Sebagai manusia,hidup memang penuh dengan cobaan. Jika seseorang tidak mampu mengendalikan atau melarikan diri dari cobaan yang menimpanya, hal ini cenderung memperburuk kesehatan mental. Pada hakikatnya semua ilmu pendidikan saat ini sebenarnya saling berkaitan satu sama lain. Salah satunya adalah bahwa Islam dan psikologi adalah satu dan sama. Psikologi dapat digunakan untuk mengukur, membandingkan, dan menanamkan ajaran Islam dengan baik. Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, orang yang memahami dan mengamalkan akidah Islam mampu mengatasi dan menghayati masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya, bekerja secara efektif, beradaptasi dengan lingkungannya dan memiliki hubungan dengan lingkungan dan Tuhannya. Kata Kunci: Psikologi Ibadah, Kesehatan Mental
PENDEKATAN ISLAMIC COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (ICBT) DALAM INTERVENSI KLINIS UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA Elfia Desi; Vivik Shofiah; Khairunnas Rajab
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24545

Abstract

Juvenile delinquency is a social problem that requires effective intervention. Islamic Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) offers an alternative approach by combining cognitive-behavioral therapy and Islamic values based on the Qur'an and Hadith. This study aims to explore the application of ICBT in dealing with juvenile delinquency. The method used is library research by reviewing literature related to ICBT, cognitive-behavioral theory, and Islamic psychology. The results of the study show that ICBT is effective in helping adolescents change negative mindsets and deviant behavior, while strengthening spiritual values. This approach is considered relevant to the cultural and religious context of Indonesian society, and has the potential to strengthen adolescent character through the integration of psychotherapy and religious teachings.