Claim Missing Document
Check
Articles

Neurosains dalam Pendidikan: Memahami Peran Neurosains dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Pohan, Annida Husna; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.22861

Abstract

Kemajuan dalam bidang neurosains dalam beberapa dekade terakhir telah memberikan wawasan baru tentang cara kerja otak manusia, terutama pada masa kanak-kanak. Studi ini menekankan pentingnya penerapan temuan neurosains dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang bertujuan mengembangkan potensi anak untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat. Perkembangan otak yang pesat pada usia 0 hingga 6 tahun menjadikan periode ini krusial, di mana pengalaman awal dan stimulasi lingkungan sangat mempengaruhi kemampuan belajar, keterampilan sosial, dan kesejahteraan emosional. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip neurosains dapat digunakan untuk merancang metode pengajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan kognitif anak. Pembelajaran berbasis neurosains menekankan keseimbangan penggunaan berbagai bagian otak, bukan hanya otak kiri yang berorientasi logis. Meskipun ada tantangan dalam menerapkan temuan ilmiah ke dalam praktik pendidikan, pemahaman yang mendalam tentang neurosains dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan holistik anak. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memperkuat relevansi neurosains dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Kematangan Emosi Sebagai Faktor Penentu Perilaku Anti-Bullying Di Kalangan Peserta Didik Cantika, Dwi; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.22862

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kematangan emosi sebagai faktor penentu perilaku anti-bullying di kalangan peserta didik. Anak-anak zaman sekarang beranggapan bahwa jika mereka melakukan suatu tindakan kekerasan atau bullying maka mereka akan dianggap keren oleh teman yang lainnya dan juga mereka beranggpan jika teman-temannya akan tunduk kepada mereka. Perilaku bullying dapat memberikan dampak merugikan pada peserta didik, menciptakan perasaan tidak diinginkan dan ditolak oleh lingkungan sekitarnya. Perilaku bullying disebabkan oleh pencapaian emosi yang kurang matang. Kematangan emosi sangat penting untuk mengurangi perilaku bullying karena individu yang memiliki kematangan emosi yang baik akan merasa bangga dengan diri mereka sendiri dan dapat menghargai orang lain. Kemampuan untuk mengendalikan emosi sangat mempengaruhi proses dalam hubungan sosial sehingga kemampuan ini sangat penting untuk mengurangi bullying. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tinjauan pustaka (study literature review), informasi dan data diperoleh dari berbagai sumber yang relevan, seperti artikel, jurnal, dan buku. Tulisan ini memuat pembahasan utama yang terbagi ke dalam tujuh tema besar, yaitu: definisi bullying dan kematangan emosi, faktor-faktor yang mempengaruhi bullying, dampak bullying, karakteristik kematangan emosi, faktor-faktor kematangan emosi, hubungan kematangan emosi dan perilaku anti-bullying dan kiat meningkatkan kematangan emosi.
Remaja Dan Penyalahgunaan Narkotika Putri, Aqilah Aldyan; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.22959

Abstract

Masa remaja disebut fase penting dalam perkembangan seseorang, di mana perubahan biologis, kognitif, dan sosial terjadi secara besar-besaran. Remaja mengalami pertumbuhan fisik dan mental yang pesat, serta perkembangan keterampilan berpikir kritis dan pencarian identitas diri. Masa ini juga ditandai dengan peningkatan ketergantungan pada hubungan sosial dan lingkungan mereka, yang berdampak besar pada proses pembelajaran dan perkembangan emosional mereka.Penyalahgunaan narkoba adalah salah satu masalah besar yang dihadapi remaja. Ini dipicu oleh banyak hal, seperti keinginan untuk mencoba hal baru, tekanan dari teman sebaya, dan pencarian identitas. Indonesia mengalami darurat narkoba karena kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja meningkat. Dalam tulisan ini, desain yang digunakan adalah literatur review, yang merupakan jenis penelusuran dan penelitian kepustakaan yang melibatkan membaca dan menelaah berbagai buku, jurnal, dan naskah lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berperan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, sangat penting untuk memberikan pendidikan yang menyeluruh tentang bahaya narkoba, menumbuhkan kepercayaan diri yang positif, dan meningkatkan iman. Remaja dapat menghindari dampak negatif dari narkoba jika mereka memiliki pemahaman mendalam tentang risiko narkoba, dukungan sosial yang kuat, dan pengawasan ketat dari orang tua dan lingkungan.
Peran Pendidikan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Di Negara Berkembang Yunika, Marwah; Shofiah, Vivik; Lestari, Yuliana Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23167

Abstract

Pendidikan bagi perempuan merupakan hak dasar yang dijamin oleh konstitusi dan memiliki peran penting dalam menciptakan kesetaraan gender, memberdayakan perempuan secara ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, serta memperkuat partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan sosial dan politik. Artikel ini mengkaji pentingnya pendidikan perempuan di negara berkembang, serta dampaknya terhadap kesejahteraan individu dan masyarakat. Pendidikan memberikan perempuan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, dan kesehatan, yang secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan mereka dan komunitasnya. Namun, perempuan di negara berkembang masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan, seperti kemiskinan, pernikahan dini, diskriminasi berbasis gender, serta tradisi dan norma sosial. Artikel ini juga membahas kebijakan dan regulasi, termasuk Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia di Indonesia, yang menekankan hak perempuan dalam bidang pendidikan. Dengan mengatasi hambatan tersebut, pendidikan dapat menjadi kunci dalam memberdayakan perempuan dan memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Psikologi Ibadah Dalam Kesehatan Mental Silvia Putri, Ganesya; Putri, Ganesya Silvia; Shofiah, Vivik; Rajab, Khairunnas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1802

Abstract

Diantara berbagai agama di dunia, Islam adalah agama yang paling istimewa dibandingkan dengan yang lain dan paling dicintai oleh Allah SWT. Dalam Islam, ada banyak sekali ibadah yang mendapatkan pahala, baik itu ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Dari aspek psikologis, salah satu manfaat yang diperoleh adalah ketenangan jiwa. Orang yang memahami dan menghayati praktik ibadah cenderung memiliki Kesehatan mental yang lebih baik karena mereka mampu mengatasi permasalahan hidup yang mereka hadapi. Penelitian-penelitian sebelumnya telah menyimpulkan bahwa ibadah dalam Islam, termasuk shalat, dzikir, pengajian, dan bentuk-bentuk ibadah lainnya, dapat menjadi sarana untuk mencapai Kesehatan mental. Sebagai manusia,hidup memang penuh dengan cobaan. Jika seseorang tidak mampu mengendalikan atau melarikan diri dari cobaan yang menimpanya, hal ini cenderung memperburuk kesehatan mental. Pada hakikatnya semua ilmu pendidikan saat ini sebenarnya saling berkaitan satu sama lain. Salah satunya adalah bahwa Islam dan psikologi adalah satu dan sama. Psikologi dapat digunakan untuk mengukur, membandingkan, dan menanamkan ajaran Islam dengan baik. Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, orang yang memahami dan mengamalkan akidah Islam mampu mengatasi dan menghayati masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya, bekerja secara efektif, beradaptasi dengan lingkungannya dan memiliki hubungan dengan lingkungan dan Tuhannya. Kata Kunci: Psikologi Ibadah, Kesehatan Mental
PENDEKATAN ISLAMIC COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (ICBT) DALAM INTERVENSI KLINIS UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA Elfia Desi; Vivik Shofiah; Khairunnas Rajab
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24545

Abstract

Juvenile delinquency is a social problem that requires effective intervention. Islamic Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) offers an alternative approach by combining cognitive-behavioral therapy and Islamic values based on the Qur'an and Hadith. This study aims to explore the application of ICBT in dealing with juvenile delinquency. The method used is library research by reviewing literature related to ICBT, cognitive-behavioral theory, and Islamic psychology. The results of the study show that ICBT is effective in helping adolescents change negative mindsets and deviant behavior, while strengthening spiritual values. This approach is considered relevant to the cultural and religious context of Indonesian society, and has the potential to strengthen adolescent character through the integration of psychotherapy and religious teachings.
APLIKASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH Diana Kurniati Kartika; Yuliana Intan Lestari; Vivik Shofiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02`.26615

Abstract

Holistic education is a demand of the times amidst the complexity of global challenges, especially in forming a generation that is intellectually, morally, socially, and spiritually qualified. Islamic educational psychology is present as an approach that integrates the principles of psychology with the values ​​of Islamic teachings. This study aims to analyze the application of Islamic educational psychology in schools. The method used is a literature study with content analysis techniques. The results of the study indicate that Islamic educational psychology emphasizes the balance between cognitive, affective, social, and spiritual aspects in the learning process, based on the values ​​of monotheism, sincerity, patience, gratitude, and tawakal. Its application in schools involves the formation of a conducive learning environment, learning methods that are in accordance with the development of students, and comprehensive evaluation.
PERAN CITRA SEKOLAH DALAM MEMOTIVASI ORANG TUA MEMASUKKAN ANAKNYA KE SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) Dahlia, Ramadhani; Khairi, Zuriatul; Diniaty, Amirah; Anwar, Khairil; Ahmad Tohar, Ahmaddin; Shofiah, Vivik
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1270

Abstract

Quality education outside the home comes from schools that have a good system and education. The increasing number of private schools or integrated Islamic elementary schools (SDIT) that compete to show the superiority of the system, facilities and infrastructure in order to display a good and quality school image, is one of the factors considered and motivated by parents in sending their children to integrated Islamic elementary schools (SDIT). ). The purpose of this research is to describe the role of school image in motivating parents to enroll their children in an integrated Islamic elementary school (SDIT). This study uses a case study qualitative approach where semi-structured interviews are used to collect data from parents who enroll their children in an integrated Islamic elementary school (SDIT). The sample in this study were parents enrolling their children in an integrated Islamic elementary school (SDIT) Rumbai Pekanbaru. The results of this study show that a quality school image is needed by a school. This is a consideration for parents when they decide to choose a school, because one of the motivations of parents to send their children to SDIT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru is that they want their children to study in good schools with good quality schools so that their children get good learning methods and become memorizer of the Qur'an with Islamic character.
Hubungan antara Motivasi Belajar dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Student Engagement pada Siswa Islami, Fajrul; Shofiah, Vivik
Persepsi: Jurnal Riset Mahasiswa Psikologi Vol. 1 No. 1 (2022): Persepsi: Jurnal Riset Mahasiswa Psikologi
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Suska Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student engagement merupakan salah satu faktor penting untuk meraih kesuksesan pada siswa.Ketika siswa memiliki student engagement siswa akan cenderung terlibat secara perilaku, emosi dankognisi didalam proses pembelajaran, sehingga ini akan berdampak terhadap prestasi siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara ilmiah hubungan motivasi belajar dan dukungan sosialteman sebaya dengan student engagement pada siswa MA Darussakinah Batu Bersurat. Sampelpenelitian adalah siswa MA Darussakinah Batu Bersurat dengan jumlah sampel 124 Siswa. Datapenelitian ini diperoleh dengan menggunakan skala motivasi belajar, dukungan sosial teman sebayadan student engagement. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dandukungan sosial teman sebaya dengan student engagement dengan nilai R=0,693 dan nilai sig=0,000(0,000 < p 0.05). Hal ini berarti hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima yaitu terdapat hubunganmotivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya dengan student engagement pada siswa MADarussakinah Batu Bersurat. Selain itu, dengan melihat nilai Adjust R Square maka sumbangan efektifmotivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya dengan student engagement sebesar 68.8%.Penelitian ini mengungkapkan bahwa motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya merupakansalah satu faktor yang mempengaruhi student engagement siswa. Artinya dengan meningkatkanmotivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya pada siswa maka hal ini dapat pula meningkatkanstudent engagement.
TERAPI SHALAT MENGURANGI ANXIETY PADA SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN Rahmadani, Rahmadani; Rajab, Khairunnas; Shofiah, Vivik
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).22234

Abstract

Kesehatan mental siswa merupakan aspek krusial dalam proses pendidikan, terutama saat menghadapi tekanan akademik seperti ujian. Salah satu gangguan psikologis yang umum dialami siswa menjelang ujian adalah kecemasan berlebih, yang berdampak pada penurunan fokus, motivasi, dan performa akademik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi Shalat dalam mengurangi kecemasan siswa sebelum menghadapi ujian, dengan menitikberatkan pada pendekatan psikoterapi Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa Shalat, sebagai ibadah wajib umat Islam, memiliki nilai terapeutik yang signifikan. Praktik Shalat dengan kekhusyukan dapat membantu menstabilkan emosi, meningkatkan konsentrasi, dan memberi rasa tenang serta aman, yang berkontribusi pada pengurangan gejala kecemasan. Terapi ini memadukan aspek spiritual, fisik, dan psikologis melalui rangkaian gerakan, zikir, dan doa. Implementasi terapi Shalat dalam konteks pendidikan dapat dilakukan melalui bimbingan konseling berbasis agama di sekolah, dengan menanamkan pemahaman makna Shalat secara mendalam dan melatih teknik Shalat khusyuk sebagai media relaksasi. Dengan demikian, terapi Shalat dapat menjadi pendekatan psikoterapeutik alternatif yang efektif, murah, dan sesuai dengan nilai-nilai spiritual siswa Muslim untuk mengatasi kecemasan menjelang ujian.