Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

NUGGET IKAN DAN DIMSUM IKAN SAYUR MENGATASI STUNTING DAN WASTING Dewi, Zulfiana; Sajiman; Syainah, Ermina; Mas'odah, Siti; Magdalena; Andres, Mailla Dwi; Yanti, Rusmini; Rahmani; Hariati, Niken Widyastuti; Emelia, Herizka Risty; Fathurrahman; Nisa, Nurun
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v3i1.60

Abstract

Stunting, often called stunting, is a condition of failure to grow in children under five years old (toddlers) due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially during the First 1,000 Days of Life (HPK), namely from the fetus to a 2-year-old child. Other studies show that the problem of stunting in Indonesia is related to food consumption, namely the low consumption of food sources of animal protein that are consumed daily. Data from the Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) shows that consumption of animal protein per day in Indonesia is 20.30 grams, lower than other ASEAN countries such as Malaysia, Brunei, the Philippines, and Thailand. This community service activity takes the form of education about animal protein to prevent stunting and a cooking demonstration on fish nuggets and vegetable fish dim sum. The target group is cadres and mothers of toddlers in the working area of the East Martapura Community Health Center, Banjar Regency, South Kalimantan Province. The results of this community service activity show an increase in knowledge about stunting and how to prevent it.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Tingkat Pendapatan, Pola Asuh Makan, dan Ketersediaan Pangan dengan Kejadian Balita Underweight Umur 24-59 Bulan siti karimah; Nurhamidi; Sajiman
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i2.219

Abstract

Berat badan kurang (Underweight) merupakan permasalahan gizi yang diidentifikasi dengan menggunakan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Tercatat angka kasus underweight  di wilayah kerja Puskesmas Cempaka sebanyak 22,73 %. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, tingkat pendapatan, pola asuh makan, dan ketersediaan pangan dengan kejadian balita underweight umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita umur 24-59 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cempaka yaitu 953 balita dan sampel 91 balita yang diambil menggunkan teknik systematic random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kejadian underweight, pengetahuan gizi ibu, tingkat pendapatan keluarga, pola asuh makan, dan ketersediaan pangan keluarga. Dengan cara penimbangan berat badan secara langsung menggunakan alat ukur timbangan digital, wawancara dan pencatatan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23,1% balita underweight, 57,1% pengetahuan gizi ibu sedang, 86,8% tingkat pendapatan rendah, 54,9 % pola asuh makan cukup, 70,3% ketersediaan pangan sumber energi kurang, dan 65,9% ketersediaan pangan sumber protein kurang. Berdasarkan hasil penelitoan ditemukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu (ρ = 0,028) dan pola asuh makan balita (ρ = 0,003) dengan kejadian balita underweight umur 24-59 bulan.
Pelatihan Penerapan 3J untuk Mengendalikan Kadar Gula Darah bagi Penderita Diabetes Melitus Fathurrahman; Sajiman; Magdalena
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v3i2.68

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (DM) is a significant global health issue, including in Indonesia. Effective DM management relies heavily on patients’ knowledge and skills in managing diet and lifestyle. However, public awareness, especially in rural areas, remains low. This study aims to improve the knowledge and skills of DM patients in Melayu Village, Martapura Timur District, through a nutrition education program and practical application of meal regulation (3J: type, amount, and schedule of meals). The method used includes a two-day education program, counseling, monitoring, and evaluation of blood sugar levels. A total of 40 participants, consisting of 39 women and 1 man, participated in this activity. The training included lectures, discussions, and meal portioning practices. Measurements were taken before and after the training, including pretests, posttests, and blood sugar examinations. Results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pretest score increasing from 69.2 to 78.1 on the posttest (p<0.05). Additionally, participants’ average blood sugar levels decreased from 219.8 mg% to 189.8 mg% (p<0.05) after the training. In conclusion, a well-designed nutrition education program can enhance DM patients' knowledge and skills in disease management and reduce their blood sugar levels. Ongoing education and monitoring are necessary to support successful DM management in the community.
Edukasi Kesehatan Dan Pendampingan Gizi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Pola Asuh Dan Mengolah Menu Seimbang Bagi Ibu Balita Wasting Di Kelurahan Landasan Ulin Selatan Yanti, Rusmini; Abdurrachim, Rijanti; Sajiman, Sajiman
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 1 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i1.508

Abstract

Pendahuluan: Wasting merujuk pada balita yang beratnya terlalu rendah untuk ukuran tinggi mereka. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur wasting pada balita yaitu BB/TB atau BB/PB. Wasting biasanya ditandai dengan kehilangan berat badan yang mendadak karena asupan makanan yang tidak mencukupi atau penyakit akut sehingga meningkatkan risiko kematian pada balita. Balita yang mengalami wasting atau kurus disebabkan karena kejadian tersebut baru terjadi atau berlangsung dalam waktu yang pendek yang sifatnya akut seperti penurunan asupan gizi yang drastis atau menderita penyakit sehingga berat badannya berkurang.   Tujuan: Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan dan pendampingan gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pola asuh dan mengolah menu seimbang bagi ibu balita wasting. Metode: Solusi yang dilakukan adalah kegiatan pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan ibu balita melalui penyuluhan, peningkatan keterampilan mengolah menu seimbang melalui demontrasi dan pendampingan gizi melalui asuhan gizi. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen-dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dibantu oleh beberapa mahassiswa dan pihak puskesmas Liang Anggang. Sasaran dari kegiatan pengabdian nasyarakat ini adalah 20 orang ibu balita wasting di Kelurahan Banjarbaru Selatan. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan ibu balita wasting dari rata-rata 56,5 menjadi 91,5 pada saat pretest dan postest dan terjadi peningkatan keterampilan ibu dalam mengolah menu seimbang balita dengan penilaian kategori baik untuk aspek penampilan umum makanan, variasi bahan makana, porsi makanan dan kategori baik sekali untuk aspek tekstur makanan sesuai usia balita. Simpulan: Hendaknya dilakukan pendampingan yang berkesinambungan sehingga peningkatan berat badan balita wasting cepat tercapai dan hendaknya ibu balita dengan berat badan yang sudah normal dapat menjadi role model bagi ibu balita lainnya.
Relationship of Fast Food Consumption, Physical Activity and Stress Level with The Degree of Primary Dysmenorhore Pain Khairunnisa; Sajiman; Anwar, Rosihan
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i1.231

Abstract

The prevalence of primary dysmenorrhea in Indonesia is 54.89%. Primary dysmenorrhea has a major impact on school-aged adolescents because it disrupts daily activities. Based on UKS data from January to June 2023, 7.8% of female students visited because of menstrual pain. This research was conducted to determine the relationship between fast food consumption, physical activity and stress levels with the degree of primary dysmenorrhea. This type of research is analytical observational using a cross sectional design. The research was carried out at SMPN 1 Kandangan with a population of 178 and a sample of 45 female students, taken using a simple random sampling method using a spinner tool Data on the degree of dysmenorrhea were obtained through a questionnaire, stress levels through the PSS-10 questionnaire, fast food consumption through interviews using the SQ-FFQ questionnaire and physical activity obtained through the PAL questionnaire. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. This research shows that 40% of female students experience grade 1 dysmenorrhea, 57.8% have the habit of frequently consuming fast food, 46.7% have moderate physical activity and 53.3% experience moderate levels of stress. There is a relationship between fast food (ρ = 0.012), physical activity (ρ = 0.002) and the degree of primary dysmenorrhea and there is no relationship between stress levels (ρ = 0.654) and the degree of primary dysmenorrhea.
Relationship Between Infant and Child Feeding History (PMBA), Infectious Disease History and Food Intake in Wasting Toddlers Febranitami, Catur Amalia; Sajiman; Hariati, Niken Widyastuti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i1.246

Abstract

Improving human resource quality depends on good nutrition, especially for pregnant women and young children. Wasting remains a challenge in Indonesia, including at Puskesmas Landasan Ulin, with cases rising from 5.39% in 2023 to 9.23% in February 2024. This condition is influenced by imbalanced nutrient intake, improper feeding practices, and infections such as acute respiratory infections (ARI), pneumonia, and diarrhea. This study aims to analyze the relationship between infant and young child feeding (IYCF) history, infectious diseases, and dietary intake in wasted toddlers at Puskesmas Landasan Ulin. This research is an analytical observational study with a case-control design. It was conducted in the working area of Puskesmas Landasan Ulin in November 2024. The sample consisted of 59 children aged 6–59 months with wasting as the case group and 118 children without wasting as the control group. There is a significant relationship between IYCF history (P-value = 0.032), history of infectious diseases (P-value = 0.017, OR = 95% CI 1.303–8.202), and dietary intake (P-value = 0.000, OR = 95% CI 1.955–9.361) with wasting in children. Enhancing mothers' knowledge of IYCF practices by increasing the number of trained health cadres and promoting IYCF through media campaigns is crucial.
Pelatihan dan Pendampingan Ibu Balita dan Kader tentang Pentingnya Asupan Vitamin A dan Pembuatan Makanan Berbasis Vitamin A rahmani; Fathurrahman; Sajiman
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i1.105

Abstract

Vitamin A deficiency is a major health problem in developing countries, including Indonesia. KVA especially affects young children, among those who are deficient they can experience xerophthalmia and can result in blindness, limited growth, weakened body defenses, exacerbation of infections and increased risk of death. It is clear that VAD can continue from school age and adolescence to adulthood (Keith and West, 2008). According to data from the Banjar Regency Health Profile, 2021, the coverage of vitamin A provision in Banjar Regency for toddlers (aged 6 – 59 months) is still low, namely 80.1% (RPJMN target is 87%), including in East Martapura District due to, among other things. due to the fact that the work area is difficult to reach, there is still a lack of available health workers, the target is quite large, there is still a large amount of vitamin A entrusted to posyandu cadres and village midwives who do not reach the target, as well as a lack of information to mothers of toddlers about the importance of vitamin intake. A in toddlers and a lack of understanding of the types of foods that contain vitamin A and the correct processing methods. To increase information/knowledge and skills, the method of this community service activity is in the form of providing training and mentoring to mothers of toddlers and cadres about the importance of vitamin A intake and making vitamin A-based foods in Antasan Senor village, East Martapura District, Banjar Regency as an effort to prevent and detect early onset of disease. the problem of vitamin A deficiency in toddlers. The change in knowledge of mothers of toddlers and cadres after providing counseling was an increase of 48.28%. The implementation of community service activities in Antasan Senor Village, East Martapura District, Banjar Regency, which has been carried out, can be explained that the counseling given to groups of mothers of toddlers and cadres has been effective.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN PURE IKAN PATIN (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) TERHADAP MUTU SENSORI DAN MUTU KIMIA BROWNIES Afifah, Azizah Nur; Sajiman; Mas’odah, Siti; Andrestian, Meilla Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30011

Abstract

Anemia zat besi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi tertinggi yaitu balita (47,0%), yang dapat menyebabkan stunting. Kejadian tersebut dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan zat besi. Bahan alternatif meningkatkan asupan zat besi adalah daun kelor yang mengandung zat besi nonheme, sehingga membutuhkan protein hewani untuk meningkatkan penyerapan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap mutu sensori dan kimia brownies, Penelitian ini adalah true experimental. Data yang dikumpulkan adalah mutu sensori dengan metode hedonik scale di Laboratorium Organoleptik Poltekkes Banjarmasin, sedangkan  mutu kimia zat besi dengan SSA dan protein dengan kjeldahl di BARISTAND. Analisis mutu sensori dilakukan dengan Friedman dan mutu kimia dengan One Way Anova. Penelitian menunjukkan yang paling disukai terkait warna (57%), aroma (64%), dan rasa (83%) pada kontrol, sedangkan tekstur (53%) pada P3. Kadar zat besi tertinggi pada P3 (70,61 mg/kg) dan terendah kontrol (51,68%), sedangkan kadar Protein tertinggi pada P1 (8,04%) dan terendah P3 (6,71%).  Tidak ada pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap tekstur brownies (p = 0,923). Namun, ada pengaruh terhadap warna, aroma, dan rasa brownies (p = 0,001; 0,000; 0,002). Ada pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap zat besi (p = 0,028) dan protein (p = 0,001) brownies. 
Hubungan Pola Konsumsi, Minuman Berpemanis, dan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Gizi Lebih pada Anak Sekolah Nur Laily Rahmawati; Sajiman; Mas’odah, Siti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.174

Abstract

Anak sekolah rentan mengalami masalah gizi yang akan berpengaruh terhadap masa depan dan kecerdasan intelektual anak. Data Riskesdas Tahun 2018 menunjukkan 20% anak sekolah di Indonesia mengalami gizi lebih. Hasil studi pendahuluan di SDN Semangat Dalam 1 ditemukan 32,7% anak dengan gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi, minuman berpemanis, dan sendentary lifestyle dengan kejadian gizi lebih pada anak sekolah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi adalah seluruh siswa kelas IV dan V di SDN Semangat Dalam 1  dengan sampel 63 anak yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data pola konsumsi dan minuman berpemanis dikumpulkan dengan metode SQ-FFQ. Data sedentary lifestyle dikumpulkan dengan metode ASAQ yang diperoleh dengan wawancara serta data kejadian gizi lebih diperoleh dengan metode antropometri berdasarkan indeks IMT/U. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan 46% anak gizi lebih, 61,9% pola konsumsi berlebih, 52,4% sering mengonsumsi minuman berpermanis serta 61,9% sedentary lifestyle yang tinggi Penelitian menunjukkan ada hubungan pola konsumsi minuman berpemanis dan sedentary lifestyle dengan kejadian gizi lebih pada anak sekolah.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABUKAN) Nurhaliza, Syarifah; Mas’odah, Siti; Sajiman, Sajiman; Dewi, Zulfiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.48824

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, namun implementasinya masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan pemberian ASI eksklusif pada anak usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tabukan, Kabupaten Barito Kuala. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diperoleh melalui teknik total sampling sebanyak 32 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pendidikan menengah (46,9%) dan mayoritas tidak bekerja (78,1%). Anak yang menjadi responden lebih banyak berjenis kelamin perempuan (56,3%). Sebanyak 56,3% ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif (p = 0,008; r = 0,458), pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p = 0,000; r = 0,717), serta sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p = 0,006; r = 0,473). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi menyusui yang berkelanjutan oleh Puskesmas, sehingga ibu lebih memahami manfaat ASI eksklusif. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas wilayah, meningkatkan jumlah responden, serta menambahkan variabel lain seperti dukungan keluarga.