Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR KOMBINASI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DENGAN BUAH LADA HITAM (Piper nigri L.) PADA TIKUS WISTAR Mochamad Herdi Nurzaman; Adila Awaludin; Salsabila Adlina
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1589

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) merupakan tanaman tradisional dengan kandungan utamanya adalah kurkuminoid yang berkhasiat hepatoprotektor. Penyerapan kurkuminoid yang buruk dapat ditingkatkan dengan piperin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hepatoprotektor kombinasi rimpang temulawak dengan buah lada hitam dalam bentuk kapsul yang terdiri dari temulawak/lada hitam (1520mg/40mg). Efek hepatoprotektor diuji pada tikus Wistar jantan yang diinduksi kerusakan hati dengan obat TB (isoniazid dan rifampisin). Dua dosis kombinasi yang diuji yaitu ekivalen dengan 2 Kapsul temulawak/lada hitam (TLH1) dan 3 kapsul temulawak/lada hitam (TLH2) masing-masing kombinasi simplisia uji tersebut. Hasil menunjukkan temulawak dan kombinasinya (TLH1 dan TLH2) mulai mencegah kerusakan hati pada pemberian hari ke-14 yang terlihat dari aktivitas ALT. Dilihat dari kadar albumin, temulawak maupun kombinasinya dapat memperbaiki kerusakan hati mulai hari ke-7 pemberian. Secara umum kombinasi lebih berpotensi mencegah dan mengobati kerusakan hati dibandingkan tanpa kombinasi.
Analisis Pewarna Sintesis Rhodamin B Dan Logam Berat Pada Pewarna Bibir Yang Beredar Di Kota Tasikmalaya Sonya Nurizki Vikandari; Mochamad Herdi Nurzaman; Euis Asrinawangsih; Salsabila Adlina; Susanti Susanti
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8108

Abstract

Rhodamine B synthetic dye and heavy metal Lead (Pb) are two substances that are harmful to health and are often misused by the cosmetics industry including lip color. The use of Rhodamine B synthetic dyes is strictly prohibited in cosmetics, while for heavy metals Pb has a limit requirement for contamination in cosmetics, which is £ 20 ppm. The purpose of this study was to determine the presence of synthetic dye Rhodamine B and heavy metal Pb in lip color circulating in Tasikmalaya City. The research method used was quantitative analysis using atomic absorption spectrophotometry (AAS) and UV-Vis spectrophotometry. The results obtained from this study, all samples were identified as containing synthetic dye Rhodamine B and identified as containing heavy metal Pb in samples A, C, D, E as much as £ 0.001 ppm and in sample B as much as 0.196 ppm
Ethanol solvent and pH effect on antioxidant activity of purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) Nurzaman, Mochamad Herdi; Adlina, Salsabila; Herdianti, Nita; Amin, Saeful
Pharmaciana Vol. 15 No. 1 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i1.30406

Abstract

Air pollution induces the production of reactive oxygen species (ROS), which can cause tissue damage when excessive. Antioxidants help counteract this damage, and purple sweet potatoes, rich in anthocyanins, are a promising natural antioxidant source. This study aimed to determine the effect of solvent acidity variations on the antioxidant activity of purple sweet potato (PSP) tuber extract and identify the optimal pH condition. Using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) scavenging assay, ethanol solvents at different pH levels (non-acidified ethanol, pH 2.5, pH 2, and pH 1.5) were tested. The results showed that higher acidity enhanced antioxidant activity, with the strongest activity observed at pH 1.5, yielding an IC50 value of 9.74±0.23 ppm. Although less potent than Vitamin C (IC50 1.22±0.04 ppm), the extract demonstrated significant potential as a natural antioxidant source. Further studies on anthocyanin content are recommended to better understand its contribution to antioxidant activity.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PRODUKSI KAPSUL KOMBINASI KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) DAN LADA HITAM (PIPER NIGRI L.) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR Mochamad Herdi Nurzaman; Salsabila Adlina; Adila Awaludin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27511

Abstract

Abstrak: Hepatitis adalah masalah kesehatan yang dapat menyebabkan inflamasi hati. Kerusakan hati dapat dicegah menggunakan senyawa hepatoprotektor, yang berfungsi memperbaiki jaringan hati dengan mekanisme antioksidan. Kombinasi kunyit dan lada hitam terbukti memiliki aktivitas hepatoprotektor. Teknologi Tepat Guna (TTG) pembuatan kapsul kombinasi ini menawarkan solusi sederhana untuk mencegah kerusakan hati, termasuk mengurangi efek samping obat tuberkulosis. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan kepada mitra dalam pembuatan kapsul kombinasi kunyit dan lada hitam sebagai hepatoprotektor, guna meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kesehatan. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi dengan mitra DKM yang terdiri dari 26 orang. Hasil dari analisis data statistik yang diolah menggunakan metode Paired Samples T Test memperlihatkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai Sig.(2-tailed) pada hasil pengujian sebesar 0,000 (<0,05) menunjukan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pembuatan sediaan kapsul kombinasi kunyit-lada hitam yang mempunyai aktivitas sebagai hepatoprotektor, berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test.Abstract: Hepatitis is a health issue that can lead to liver inflammation. Liver damage can be prevented using hepatoprotective compounds, which function to repair liver tissue through antioxidant mechanisms. A combination of turmeric and black pepper has been shown to possess hepatoprotective activity. The Appropriate Technology (TTG) for creating these combination capsules offers a simple solution to prevent liver damage, including reducing the side effects of tuberculosis medications. This activity aims to provide education and skills to partners in the preparation of turmeric and black pepper combination capsules as hepatoprotectors, in order to enhance understanding and utilization of appropriate technology for health. The method used in this community service is lectures and discussions with DKM partners, consisting of 26 people. The results of statistical data analysis, processed using the Paired Samples T Test method, showed a significant difference, with a Sig.(2-tailed) value of 0.000 (<0.05), indicating an improvement in the community's understanding of the preparation of turmeric-black pepper combination capsules with hepatoprotective activity, based on the evaluation results from the pre-test and post-test.
IDENTIFIKASI SENYAWA RHODAMIN B PADA LIPCREAM YANG BEREDAR DI KOTA TASIKMALAYA Vikandari, Sonya Nurizki; Adlina, Salsabila; -, Susanti
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21817

Abstract

Rhodamin B merupakan pewarna sintetis yang sering digunakan dalam produk kosmetik. Penggunaan Rhodamin B dalam kosmetik memiliki potensi berbahaya bagi tubuh seperti iritasi kulit sehingga penting untuk melakukan identifikasi kandungan zat rhodamin B dalam produk lipcream yang beredar di pasar Kota Tasikmalayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa Rhodamin B pada lipcream yang beredar di Kota Tasikmalaya. Metode dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dengan teknik Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk memastikan keberadaan Rhodamin B berdasarkan nilai Rf, warna bercak noda yang diamati oleh sinar UV 254 nm serta warna bercak noda yang diamati secara visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh sampel lipcream negatif mengandung Rhodamin B, yang ditandai dengan tidak munculnya bercak noda pada plat KLT. Temuan ini memberikan gambaran positif mengenai kualitas dan keamanan lipcream yang beredar di Kota Tasikmalaya sekaligus menjadi dasar bagi pengawasan produk kosmetik yang lebih ketat oleh pihak berwenang. 
Formulasi Mucoadhesive Edible Film Ekstrak Etanol Buah Kapulaga (Amomum compactum Sol. Ex Maton) Sebagai Antihalitosis Susanti, Susanti; Endah, Srie Rezeki Nur; Nofriyaldi, Ali; Indri, Eneng; Adlina, Salsabila
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.625

Abstract

Ekstrak etanol buah kapulaga diketahui mempunyai aktivitas antibakteri yang baik terhadap Streptococcus mutans penyebab halitosis, sehingga cocok diformulasikan ke dalam sediaan oral, salah satunya sediaan Mucoadhesive edible film. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat formulasi sediaan Mucoadhesive edible film ekstrak etanol buah kapulaga dan untuk mengetahui aktivitasnya terhadap bakteri Streptococcus mutans. Sediaan Mucoadhesive edible film dibuat menjadi 4 formula yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak etanol buah kapulaga 2%), F2 (ekstrak etanol buah kapulaga 4%), dan F3 (ekstrak etanol buah kapulaga 6%). Evaluasi sediaan Mucoadhesive edible film meliputi uji organoleptis, uji ketebalan, uji keseragaman bobot, uji pH dan uji waktu hancur. Uji aktivitas antibakteri sediaan mucoadhesive edible film menggunakan sediaan klorheksidin 0,2% sebagai pembanding, dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol buah kapulaga dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan mucoadhesive edible film yang memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan Mucoadhesive edible film memberikan diameter rata-rata daya hambat sebesar F1 (9,03 mm), F2 (7,10 mm), dan F3 (6,30 mm) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Berdasarkan analisis varian satu arah (ANOVA) menunjukan hasil p-value 0,00< 0,05) yang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan.
Potensi Ekstrak Daun Kersen (Mutingia calabura L.) sebagai Sumber Antioksidan Alami Dalam Sediaan Eye Gel Adlina, Salsabila; Vikandari, Sonya Nurizki; Fauziah, Nurma Sari; Endah, Srie Rezeki Nur
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.692

Abstract

Kulit bawah mata merupakan bagian paling rapuh dan lebih rentan terlihat tanda kelelahan dan penuaan akibat meningkatnya radikal bebas. Untuk mengurangi tanda penuaan dibagian bawah mata dapat diatasi dengan menggunakan kosmetik yang mengandung antioksidan. Tujuan penelitian yang dilakukan ialah untuk membuat sediaan dengan bentuk eye gel menggunakan ekstrak daun ceri dan mengevaluasi sifat antioksidannya. Pada sediaan gel mata, ekstrak daun kersen dibuat dengan kekuatan formula I (1%), formula II (3%), dan formula III (5%). Hasil pengujiaan menunjukkan sediaan eye gel ekstrak daun kersen memenuhi parameter uji evaluasi fisik. Nilai antioksidan menunjukkan bahwa formula I memiliki nilai IC50 sebesar 83,742 ppm, formula II 73,936 ppm, dan formula III sebesar 66,154 ppm termasuk kedalam kategori aktivitas antioksidan yang kuat.
AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR KOMBINASI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DENGAN BUAH LADA HITAM (Piper nigri L.) PADA TIKUS WISTAR Nurzaman, Mochamad Herdi; Awaludin, Adila; Adlina, Salsabila
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1589

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) merupakan tanaman tradisional dengan kandungan utamanya adalah kurkuminoid yang berkhasiat hepatoprotektor. Penyerapan kurkuminoid yang buruk dapat ditingkatkan dengan piperin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hepatoprotektor kombinasi rimpang temulawak dengan buah lada hitam dalam bentuk kapsul yang terdiri dari temulawak/lada hitam (1520mg/40mg). Efek hepatoprotektor diuji pada tikus Wistar jantan yang diinduksi kerusakan hati dengan obat TB (isoniazid dan rifampisin). Dua dosis kombinasi yang diuji yaitu ekivalen dengan 2 Kapsul temulawak/lada hitam (TLH1) dan 3 kapsul temulawak/lada hitam (TLH2) masing-masing kombinasi simplisia uji tersebut. Hasil menunjukkan temulawak dan kombinasinya (TLH1 dan TLH2) mulai mencegah kerusakan hati pada pemberian hari ke-14 yang terlihat dari aktivitas ALT. Dilihat dari kadar albumin, temulawak maupun kombinasinya dapat memperbaiki kerusakan hati mulai hari ke-7 pemberian. Secara umum kombinasi lebih berpotensi mencegah dan mengobati kerusakan hati dibandingkan tanpa kombinasi.
Uji Efektivitas Sediaan Facial Wash Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Anonna Muricata Linn.) Terhadap Bakteri (Propionibacterium Acnes) Depa Sanjaya; Lina Rahmawati R; Salsabila Adlina
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2463

Abstract

Acne is a skin condition that usually appears on the face, neck, chest and back. Acne occurs when oil glands become overactive causing skin pores to clog. Soursop leaf is a type of natural ingredient that contains tannins, alkaloids, saponins, and flavonoids which function as antibacterials. This study aims to provide scientific data regarding the utilization of soursop leaf extract in facial wash preparations used as an antibacterial for Propionibacterium acnes. With concentration variations of 1%, 3% and 5%, the preparation test included pH test, homogeneity test, viscosity test, high foam test and antibacterial test. The results of this study showed that the pH test ranged from 4.5-6, the preparation was homogeneous, the viscosity was 0.82-1.91 cps, the foam height was 75-80% and for the antibacterial test of all concentration variations it did not have antibacterial inhibition due to two factors, biological factors and chemical factors. The conclusion in this study was that variations in the concentration of the ethanol extract of soursop leaves had no anti-bacterial inhibition against facial wash preparations of the ethanol extract of soursop leaves.  
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Blush Powder Ekstrak Beras Merah (Oryza nivara L.) Dengan Metode DPPH Elsa Marliyanti; Salsabila Adlina; Nitya Nurul Fadilah
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2470

Abstract

Red rice (Oryza nivara L.) contains anthocyanin pigments which are a group of flavonoids that act as natural dyes and contain antioxidants. The aim of this research is to formulate red rice into blush powder preparations in 3 different concentrations, namely 10%, 20% and 30%, and test the antioxidant activity. This study uses an experimental method. Manufacture of preparations, evaluation of preparations and test of antioxidant activity. The physical blush powder evaluation results met the requirements including organoleptic tests, homogeneity tests and pH tests. However, there was a change in the color of the preparation during the stability test using the cycling test method on F2 and F3. The strongest antioxidant activity test was found in formula 1 (10%) with an IC50 value of 74.52 ppm in the strong category.